Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
4 YEARS LATER…
🌻🌻🌻
Ara point of view:
Selama 4 tahun di kampus ini, aku mencoba mengalihkan pikiranku dengan focus pada mata kuliah yang aku ikuti. Aku masih setia berteman dengan chika dan debby. Kami bertiga lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Kami juga menjalani hari hari dengan sangat bahagia.
Dan selama 4 tahun juga aku menjomblo. Bukan sengaja untuk menjomblo, hanya saja belum ada yang pas di hatiku aja. Kedua sahabatku ini juga sudah mengenalkanku dengan beberapa lelaki yang baik hati sekali, tapi cinta itu nggak bisa dipaksa.
Benar sekali, cinta itu datang nya nggak pasti.
Sampai pada akhirnya aku mulai mencoba membuka hatiku pada seorang lelaki yang menurutku baik hati. Memang tidak ada cinta dariku untuk nya, dia tau itu. Dia mau memahamiku, Tuhan benar benar menyiapkan lelaki yang begitu baik dan selalu ada untukku.
Hubungan kami sudah berjalan satu tahun. Dia masih sangat sopan padaku, setelah aku bertemu orang sebrengsek bisma sekarang aku bertemu lelaki sebaik Alfa. Saking baik nya dia, dia tidak berani memeluk ataupun menciumku.
Betapa segan nya aku dengan kepribadian nya. Selain baik hati, dia juga memiliki perusahaan yang cukup terkenal di kota ini. Perusahaan 'A project' adalah perusahaan milik lelaki yang saat ini memiliki hubungan denganku.
Aku bekerja di perusahaan ‘Bee station’, sebagai seorang sekretaris direktur. Ini juga ku raih dengan usahaku sendiri, kemampuan berbahasaku yang sudah tidak diragukan lagi. Bosku wanita berumur 60 tahun bernama bu Mieke.
Beliau sangat berwibawa, bijaksana, dan selalu membimbingku jika aku melakukan kesalahan. Betapa baik nya Tuhan memberiku bos sebaik beliau.
Aku nggak mau bekerja di perusahaan kevin karena ingin mandiri. Akhir nya kevin membelikanku rumah di kota ini. Betapa baik nya kakakku itu.
Siang ini aku pergi ke salah satu toko buku yang ada di kota ini. Hari minggu adalah hari yang menyenangkan bagiku karena Alfa pasti akan mengajakku jalan jalan sesuka hatiku.
Kami memasuki toko yang sudah cukup ramai pengunjung, menaiki escalator menuju lantai dua. Aku akan mencari beberapa teenlit untuk mengisi waktu luangku. Sedangkan Alfa akan menungguku di tempat duduk ujung sambil melihat berita melalui hape nya.
Setelah memilih teenlit, aku memilih buku cerita anak anak untuk keponakan Alfa.
“Tante bisa ambilkan itu,” kata seorang anak kecil perempuan berumur 4 tahun, berpipi bakpao, mata sipit dan berambut ikal dikuncir dua. Menggemaskan sekali.
“Hey, kamu uda bisa baca?” Tanyaku gemas sambil mengambilkan buku yang dia tunjuk.
“Papaku yang akan membacakan kalo pulang kerja," jawab gadis kecil itu.
“Kamu bisa bilang R? coba ulangi,” tanyaku heran. Dia tidak cadel sama sekali, dia bisa mengucapkan huruf R dengan baik.
“Errrrr….” Kata nya mempraktekkan nya.
Menggemaskan sekali, ingin ku cubit pipi nya.
“Sama siapa kamu kesini?”
“Papa,” Jawab nya.
“Siapa namamu?”
“Chelsea… kalo tante siapa nama nya?” tanya nya menatapku serius.
“Namaku kinara. Mau permen?” tawarku sambil menyodorkan beberapa permen warna warni.
“Papa bilang nggak boleh nerima pemberian dari orang asing," jawab nya sambil menggelengkan kepala. Sepertinya dia ingin permenku tapi takut dengan nasihat papa nya.
“Kamu uda tau namaku, aku uda tau namamu. Apa kita masih orang asing?” tanyaku.
“Baiklah," Kata nya sambil memilih permen dengan bungkus merah.
“Chelsea…” kata seseorang memanggil nama anak kecil itu.
Aku dan anak kecil yang dipanggil Chelsea itu dengan reflek melihat kearah nya. Aku nggak percaya siapa yang sedang berdiri di depanku saat ini. Bisma??? 5 tahun lama nya aku tidak pernah bertemu dengan nya sama sekali.
Sedikitpun tidak ada yang berubah dari nya, hanya saja dia terlihat lebih dewasa dan berwibawa. Aku mengalihkan pandanganku ke arah Chelsea.
“Papa!” gadis kecil ini membawa buku yang ku ambilkan tadi dan berlari kearah bisma. Dia memeluk papa nya dan tersenyum padaku.
“Papa, tante itu baik sekali. Dia mengambilkanku buku ini dan memberiku permen. Nama nya tante kinara,” Celoteh nya tanpa cadel sedikitpun.
Aku bingung mau berkata apa, rasa gugup ini tiba tiba muncul. Rasa sakit 5 tahun yang lalu kembali muncul dalam ingatanku, mengiris hatiku dan mebuatku terluka lagi.
“Sayang, uda nyari bukubnya?” Tanya alfa yang tiba tiba menghampiriku. Aku bahkan tidak sempat membalas pertanyaan alfa.
Alfa melihat dua orang di depanku dan berjalan menghampiri mereka.
“Bismaa? gimana kabar nya?” Tanya alfa sumringah memeluk bisma dengan hangat.
“Baik, kamu?” Tanya bisma tersenyum hangat membalas pelukan alfa.
“Tentu saja baik. Ini putrimu?” kata alfa sambil mengelus rambut ikal Chelsea.
" Iya,” bisma tersenyum.
“Cantik sekali. Ini pacarku juga nggak kalah cantik, nama nya kinara. Tapi jelas lebih cantik putrimu,” Kata alfa memperkenalkanku.
Aku hanya tersenyum ke arah mereka.
“Sayang, ini bisma rekan bisnisku. Selama ini kami sering bertemu di kota N. Dia selama ini tinggal di kota N. Kenapa tiba tiba kembali ke kota ini lagi? ” Kata Alfa panjang lebar.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum lembut pada alfa.
“Aku ingin bertemu putriku, selama ini putriku yang sering menyusulku ke kota N. Dia besar di sini dengan nenek nya," Kata bisma.
“Kamu bisa aja, enak banget kamu di kota N bisa bulan madu setiap hari dengan istrimu,”sahut alfa.
Sedangkan bisma hanya membalas nya dengan senyuman. Aku berusaha membuat wajahku sewajar mungkin dan selalu berada di samping alfa.
Akhirnya kami berpamitan dan pulang. Selama perjalanan aku hanya terdiam memikirkan segala kebetulan yang terjadi pada hari ini.
“Kamu kenapa? Kamu sakit?” Tanya alfa.
“Enggak. Emang nya kenapa sayang?” aku balik Tanya.
“Wajahmu pucat, sebaik nya aku antar kamu pulang,” kata alfa khawatir.
“Antar aku ke rumah chika aja ya?” pintaku.
Alfa mengantarku ke rumah chika dan menitipkanku pada chika karena dia akan ada meeting di kantor nya. Aku memasuki rumah chika dan mengambil air mineral di kulkas. Ku teguk meskipun aku nggak lagi haus. Setelah itu aku bersandar di sofanya.
“Kok mukamu pucat, ra? sakit?” Tanya chika
“Aku ketemu bisma,” kataku menghembuskan napas kasar.
“Bisma? Kamu nggak lagi ngigau kan?”Tanya chika.
“Aku ketemu dia barusan di toko buku. Dia sama putri nya," kataku menjelaskan sambil memegang pelipis kepalaku.
“Putri? Si ulat bulu maksudmu?”
“Bukanlah, anak maksudku. Bisa jadi anak nya si ulat bulu. Ya jelas anak nya ulat bululah, mereka kan uda nikah,” Kataku cemberut.
“Kamu nggak nyapa dia kan?”
“Ya enggak lah. Dia rekan bisnis nya alfa,” Kataku.
“Kamu nggak papa kan ra?”
Aku langsung memeluk chika dengan erat. Aku menumpahkan rasa yang sudah ku pendam sendiri selama ini. Aku nangis sesenggukan sekali lagi di bahu chika. Chika menepuk punggungku lembut mengingatkan padaku kalo semua akan baik baik aja.
“Kok aku jadi nangis gini sih? Kamu tau kan kalo aku nggak bener bener lupa sama dia,” Kataku tetep sesenggukan.
“Gimana lagi ra, dia uda punya anak juga,” Kata chika.
Aku semakin menggila dengan tangisanku. Dan akhir nya tangisan ini redah setelah berjam jam lamanya.
jangan lupa like, comment and vote ya 🌻🌻
maaf up agak telat karena dateng ke acara kondangan nya mbak rere atau regita 🤭
doakan samawa ya 😊
untuk karya saya yang berjudul sudden kiss, sebenernya uda up tapi masih tahap review, nggak tau kok tumben lama benar... 🙏😊
selamat menikmati, saya tunggu dukungannya dengan mninggalkan jejak di setiap bab 🦔🦔🦔
hepi reading, semoga suka ❤️❤️❤️
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..