Rhiu dianugrahi penglihatan bisa melihat berbagai macam makhluk gaib.
Selain itu, Rhiu juga memiliki kekuatan supranatural yang berasal dari titisan leluhurnya yang merupakan pembasmi iblish.
Bersama Pangeran Haizzar, seorang pangeran dari bangsa jin yang di kenalnya tanpa sengaja, Rhiu saling bahu - membahu bersama Pangeran Haizzar untuk menangkap dan mengurung kembali para iblish yang berkeliaran di bumi karena gerbang neraka yang terbuka.
Bahkan mereka berdua harus berjuang untuk mengalahkan Bagal, pemimpin raja iblish yang sangat kuat.
Sanggupkah Rhiu mengalahkan Bagal.
Baca kisah seru Rhiu bersama Pangeran Haizzar, yang diam - diam mencintai Rhiu. Apakah kelak di kemudian cinta mereka akan bertemu dan bersatu. Ayo kita baca, jangan lupa like dan votenya. Salam manis, dari Minaaida.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25 Jin Bermata Merah
"Siapa lelaki itu..?" tanya Rhiu dalam hati. Dari wujudnya, Rhiu tahu, lelaki itu adalah jin. Makhluk jin bermata merah itu sudah menyelamatkan dirinya.
"Aku paling tidak suka dengan orang yang menyerang lawan yang sudah tak berdaya. Pengecut sekali...!" sindir jin laki-laki itu.
"Cihh, aku juga paling tidak suka dengan jin yang suka ikut campuri urusan manusia. Sekarang sebutkan namamu, agar aku bisa mengirimmu kembali ke asalmu, Jin Keparat...!"
"Namaku adalah Zyftar.. ! Dan asalku dari Gunung Halimun... " jawab Jin itu.
Dengan sigap lelaki yang berasal dari bangsa jin itu mengelak ketika Madam Elena menyerangnya dengan ilmu pukulan tapak darah miliknya.
Bayangan Lelaki itu berkelebatan di udara menghindari pukulan Madam Elena. Sampai pada suatu ketika, Zyftar berhasil mendaratkan satu pukulan ke tubuh madam Elena.
Tubuh Madam Elena tersungkur ke tanah dengan mulut memuntahkan darah segar yang cukup banyak, pertanda wanita itu mengalami luka dalam yang sangat parah.
Madam Elena jatuh pingsan setelah memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tak hanya dari mulutnya, bahkan darah juga keluar dari hidung dan juga telinganya.
Dengan ringan, kaki Zyftar kembali mendarat di tanah. Dia memeriksa kondisi wanita itu.
"Ilmu yang kamu gunakan sangat berbahaya bagi orang lain.Karena ilmu itu telah di salah gunakan oleh orang seperti dirimu. Aku akan mencabut ilmu itu darimu." guman Zyftar pada wanita itu.
Tangan jin itu bergerak ke arah tulang punggung Madam Elena. Gerakannya seperti orang yang sedang menarik atau mencabut sesuatu.
Terlihat sesuatu di tangan Zyftar berwujud sebuah cahaya berbentuk panjang seperti ular menggeliat - geliat di tangannya.
Mulut Zyftar terlihat komat- kamit sebelum akhirnya cahaya berwujud seperti ular itu pun lenyap dari tangannya.
Setelah melakukan semua itu, Jin bermata merah itu mendatangi Rhiu yang masih belum bisa menggerakkan tubuhnya.
Luka akibat pukulan tapak Darah dari Madam Elena rupanya telah melumpuhkan syaraf gerak Rhiu sehingga gadis itu tak dapat menggerakkan anggota tubuhnya khususnya di bagian kaki.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Zyftar sambil menatap wajah Rhiu yang tampak sedikit pucat.
Rhiu hanya bisa mengangguk lemah. Ia masih merasakan sakit di dadanya.
"Aku akan membawamu kembali ke tempat asalmu. Tapi sebelum itu aku harus mengeluarkan racun dari pukulan wanita itu," kata Zyftar.
Kembali Rhiu hanya mengangguk saja karena dia sama sekali tak berdaya.
"Permisi, nona Rhiu. Aku ingin mengeluarkan racun di dalam tubuhmu. Karena itulah aku akan menyentuh tubuhmu." kata Zyftar yang kini sudah duduk di belakang Rhiu.
Rhiu terkejut karena jin itu mengetahui namanya. Dia akhirnya mengangguk pasrah karena dia tak punya pilihan lagi.
Tangan Zyftar menempel di punggung Rhiu. Dengan tenaga dalamnya, jin itu pun berusaha untuk mengeluarkan racun pukulan tapak darah dari tubuh Rhiu.
Uhukkk.... uhuk.. ..
Rhiu terbatuk dan mengeluarkan darah berwarna hitam pekat kemerah- merahan dari mulutnya. Itulah racun pukulan tapak darah.
Rhiu merasa dadanya agak sedikit ringan setelah memuntahkan darah tadi.
Tangan Zyftar kembali lagi bergerak ke arah bahu Rhiu dan juga kaki Rhiu. Dengan sekali gebrakan, Rhiu sudah dapat menggerakkan anggota geraknya.
"Bagaimana kau tahu namaku..?" Tanya Rhiu heran.Saat ini Rhiu sudah Dia sudah berdiri di hadapan Zyftar.
"Tentu saja aku mengetahui namamu. Sebelum pergi, Pangeran Haizzar memintaku untuk menjaga dirimu."
"Pangeran Haizzar,....? Maksud kamu Haizzar temanku.......?" tanya Rhiu lagi.
Zyftar tersenyum dan mengangguk.." Dia adalah keponakan dari Istriku yaitu Putri Humaira." jawab Zyftar.
"Minumlah pil ini.!" Zyftar menyodorkan sebuah pil berwarna hitam kepada Rhiu. "Pil ini akan membantu menghilangkan rasa sakit di dadamu dan juga sekaligus mengobati luka dalam di dadamu itu." kata Zyftar.
Rhiu meminum pil pemberian Zyftar tersebut dengan cepat. Benar saja, beberapa saat kemudian, rasa sakit di dada dan kakinya perlahan berkurang dan akhirnya hilang sama sekali. Ia kini dapat merasakan jikalau kakinya sudah kembali bisa digerakkan. Di samping itu dadanya juga terasa plong dan ringan..
Rhiu menatap Zyftar dengan penuh rasa terima kasih. "Terima kasih, banyak tuan..." katanya.
"Paman Zyftar. Kamu boleh memanggilku demikian.Tidak perlu, terlalu kaku." kata Zyftar. "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan."
"Jadi yang meminta Paman Zyftar untuk menjagaku adalah Pangeran Haizzar..? Kenapa dia harus repot - repot melakukan hal itu.?" tanya Rhiu.
"Untuk masalah itu, sebaiknya kamu bertanya langsung pada Pangeran Haizzar. Akan tetapi dia pernah mengatakan padaku bahwa kamu adalah Yang Terpilihnya. Maka dari itu kamu harus di lindungi. Sekarang aku akan mengantarmu pulang," kata Zyftar kepada Rhiu.
"Tidak perlu, Paman Zyftar. Aku bisa pulang sendiri. Lagi pula aku sudah bisa berjalan," tolak Rhiu secara halus. Dia tak enak hati kalau harus diantar lagi oleh Zyftar. Lelaki dari bangsa Jin itu ternyata adalah paman dari Pangeran Haizzar.
"Sudahlah, ...aku tidak merasa direpotkan. Lagi pula aku harus memastikan bahwa kamu selamat sampai di rumah. Tapi aku mohon maaf karena aku akan membawamu dengan caraku sendiri," kata Zyftar.
"Tapi, paman.. !"
Rhiu tak bisa menolak lagi. Tangan Zyftar sudah keburu menyambar tangan Rhiu dan membawa tubuh Rhiu menghilang dari tempat tersebut.
Dalam sekejap Zyftar sudah muncul kembali di depan rumah Rhiu.
Banyak orang yang berkumpul di depan rumah Rhiu . Mereka ingin tahu dan ingin melihat apa yang telah yang terjadi dengan rumah Rhiu.
Saat melihat Rhiu mereka bertanya kepada gadis itu apa terjadi. Namun Rhiu bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan tersebut. Dia pun hanya bisa menjawab bahwa dia juga tidak tahu apa yang terjadi karena baru saja pulang dari rumah temannya.
Rhiu masuk untuk melihat keadaan rumahnya. Tampak dinding di bagian samping rumahnya hancur akibat pukulan Madam Elena.
Aduhhh, ....bagaimana ini..? Pikir Rhiu bingung. Apa yang akan dia katakan pada ayah dan ibunya.
"Ini rumahmu,?" Tanya Zyftar.
Rhiu menganggukkan kepalanya. "Tadinya adalah rumah orang tuaku. Tapi sekarang sudah tak berbentuk rumah lagi." jawab Rhiu.
"Rhiu, apakah yang terjadi. Mengapa tembok rumah kamu seperti habis di amuk badai..? " tanya Zyftar.
"Iya, paman. Itu terjadi akibat pukulan wanita itu. Sekarang aku tak tahu bagaimana harus menjelaskan hal ini kepada kedua orang tuaku." Jawab Rhiu.
Zyftar mengangguk tanda paham apa yang sedang terjadi.
"Biar paman saja yang menyelesaikan semua masalah ini." ucap Zyftar.
Lanjuttt thor😊
iiiihhh,,bacany aja lagi serem,,apa lagi nonton,,,kabuuuuir
Sudah lama nggak ketemu🤗
Selamat kembali🫰
Semoga sehat sehat terus utk nyambung next upnya ya🤲
Sudha lama kangen ama crita prince jinniey bersaudara semuanya, alhamdulillah akhirnya bertemu lagi🫶🏻
Lanjutt💃💃💃💃