Veynana Anggraeni Wardana, siswi kelas XI SMA sejahtera. gadis manis manja, biang onar, dan hoby bolos sekaligus telat🤣🤣🤣
Justin Ervando Bramasta, siswa kelas XII SMA sejahtera. cowok tampan, tinggi, dan memiliki gen bule. Yang memiliki jiwa otoriter sebagai panglima perang namun memiliki otak yang cerdas yang tak pernah tergeser dari singgasana peringkat satu.
mereka di satukan dalam pernikahan sah secara agama. Namun di kenal oleh teman2nya sebagai kakak adik bersaudara jauh.🤣ribet banget yak!!
mari kita lihat bagaimana perjalanan cinta setengah sahh ini. cuzzz😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweetyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 Sarang Binatang Buas
Menyadari ada yang tidak beres beberapa anak sekolah musuh mencari asal perusak pertahanan mereka dan ternyata mereka menemukan pemandangan luar biasa. Seorang gadis manis dengan muka yang Nampak puas berhasil merusak sedikit pertahanan mereka.
“Berani sekali gadis itu. Lihat saja aku akan memberi perhitungan untukmu gadis manis.” Kata salah satu anak sekolah lawan yang di ketahui namanya adalah Rangga.”Tunggu saja aku akan menemuimu gadis nakal.”
Melihat perbedaaan pergerakan dari tim lawan Ervan sedikit heran, ada apa sebenarnya. Namun tak jauh dari pentolan tim lawan yang bergerombol Ervan menemukan arah pandang orang itu. Betapa terkejutnya dia gadis bar-barnya tengah dengan penuh semangat dan percaya diri menghantam tim lawan dengan senjata pamungkasnya.
“Guysss tambah kapasitas kita dan Oji,, cover in gue!!”Perintah Ervan.
Namun terlambat, belum sempat bergerak dari posisinya ada mobil yang datang tepat berhenti di depan gadisnya. “No no no,, Veeee.., Ji cepat ambil motor.”
Nana tampak terkejut, ada beberapa anak lelaki SMA musuh turun dari mobil tepat didepannya. Ia ingin berlari, namun dengan sigap anak itu menarik Nana masuk ke dalam mobil. Mobil itu seketika pergi dan melejit dengan kecepatan tinggi diikuti bubarnya masa dan keluarlah mobil-mobil musuh yang ternyata stanby di gang-gang sempit.
“BOS..” Randi tampak berlari berupaya menyelamatkan Nana, tapi sayang usahanya sia-sia.
“BRENGSEKKKKK AAAAAHHHHHHHH” Ervan tampak frustasi.
Tak berselang lama Oji datang dengan motor Ervan. “Van Cuma motor lo yang bisa gue ambil, yang lain di gembok sama pihak sekolah nggak bisa keluar. Ini aja gue ancam tu satpam.” Oji pun tampak frustasi.
“Lagian siapa yang suruh lo ngambil motor satu sekolah ****. Cukup ambil motor gue.” Ervan mendorong Oji dengan begitu keras agar segera menyingkir dari motornya. Tanpa berfikir panjang Ervan menyalakan motornya.
“Eh van, lo mau pergi sendiri. Jangan deh Van bahaya tau. Lo tunggu bentar ya. Gue cari taksi bentar deh atau ojek gitu.” Oji panik dan ide yang keluar dari otak kecilnya tak membantu sama sekali.
Sedangkan Ervan tak menggubris kawan karibnya itu. Dia tau otak Oji terlalu kecil untuk memberi ide brilian. Seketika Ervan melesat meninggalkan area sekolahnya.
UWIUWIUWIUWI…. Mobil polisi tampak datang, siapa lagi kalu bukan Adi, yang tampak heran karena lokasi yang di datanginya tampak sepi. Berbeda dengan apa yang di laporkan Randi beberapa waktu lalu.
“Randi, kamu bisa di tangkap karena informasi palsu ya.” Kata Bang Adi ketika menghampiri Randi yang masih tertunduk lesu.
“lo kemana aja sih bang, lo telat. Mending sekarang kita cari Nana.” Randi dengan wajah paniknya menarik tangan Adi.
“Bentar-bentar, cari Nana maksud lo gimana?” Adi tampak heran.
“Udah deh bang, kita harus segera berangkat sebelum terlambat. Ntar gue ceritain di jalan.” Mereka segera berlalu.
**
Di jalan, Randi menceritakan semua kejadian dari saat SMA musuh menyerang sekolahnya hingga penculikan yang terjadi pada sahabatnya Nana.
“Putri kecilku,, HEBAT.” Celetuk Adi di sela-sela penjelasan Randi.
“Apaan sih lo bang? Nana diculik karena nimbrung tawuran, bukan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.” Randi tampak kesal.
“Brisik lo. Gadis kecil gue itu emang suka nyusahin orang. Tapi gue suka. Hahahahahah..”
“Inget dia udah punya laki.”
“Dia udah kayak adek gue sendiri cunguk, bukan mau gue jadiin istri.” Jawab Adi tak terima. “Ngomong-ngomong lo tau siapa yang bawa Nana?”
“Dia anak SMA musuh bang, gue nggak tau nama yang bawa Nana pakek mobil tapi itu pasti suruhan si pentolan sekolah mereka. Kalo nggak salah namanya Rangga. Dia cukup terkenal kok, bapakknya pengusaha terkenal.”
“Rangga?? Sepertinya tidak asing. Siapa bapaknya?” Tanya Adi.
“iya bang, kalau nggak salah pemilik perusahaan Bas’Compenis.” Jawab Randi.
“APA?? Kita harus sedikit berusaha lebih keras. Lo telfon Ervan suruh dia pulang kerumah. Ada banyak yang perlu kita bicarakan.”
“Kenapa emang bang?” Randi penuh dengan tanda Tanya atas perintah Adi.
“Udah, nggak usah banyak Tanya. Waktu kita nggak banyak.” Seketika Adi melajukan mobilnya kerumah Ervan.
**
Semuanya sudah berkumpul di rumah besar Ervan tanpa terkecuali. Semua bodyguard beberapa polisi serta kawan-kawan Ervan dan Nana.
“Oke, sekarang saya akan jelaskan kenapa kalian di minta berkumpul. Saya tau dimana Nana dibawa dan sudah saya pastikan juga.” Adi membuka Rapat tertutup penculikan Veynana Anggraeni Wardana.
“Beneran bang, kalo gitu ayo kita berangkat.” Ervan segera berdiri namun di tahan oleh Adi.
“Nggak semudah itu bro. yang kita hadapi saat ini bukan orang sembarangan. Dia adalah Yurdi Ranggana Baskoro, putra Rudianto Baskoro pemilik Bas’Compenis sekaligus ketua kelompok mafia kelas kakap dunia. Bahkan mereka seakan kebal hukum, tak tersentuh oleh wewenang polisi.”
Penjelasan Adi dibalas muka heran oleh semua yang ada disana.
“Lo serius bang??” Tanya Randi terheran-heran.
“Gue nggak perduli dia siapa, seberapa kuat mereka. Pokoknya kita harus cepetan nemuin vey.” Teriak Ervan.
“Tenang bos, kita pasti menemukan nona muda.” Bang Bimo mencoba menenangkan Ervan.
“Bukan berarti kita tidak mampu, tapi kita harus dengan persiapan yang matang.” Lanjut Adi.
“OKe bang apa yang harus kita lakukan? Gue siap ikut.” Serasa baru kali ini Randi berkata seserius itu.
“Oke kita harus memaksimalkan kekuatan kita dan menyusun strategi. Gue yakin kalian para bodyguaerd difasilitasi senjata dan kemampuan yang memadai. Dan kita polisi akan melakukan operasi tanpa nama. Apa kalian bersedia?”
“SIAP. BERSEDIA.” Jawab mereka kompak.
**
Ditempat lain, Nana tergeletak tak berdaya diruangan besar dan mewah. Segala perabotan mewah tertata dengan rapi disana.
Nana berusaha keras menyadarkan dirinya, mencoba membuka matanya yang terasa begitu berat. “Au,, dimana gue.” Nana bermonolog sembari memegang kepalanya yang masih pening.
Sedikit demi sedikit Nana mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu. “Brengsek.. siapa yang udah nyekokin gue sampe gue nggak sadar di bawa ketempat asing ini.”
Ceklek Krriieeekkk bunyi pintu terbuka
“Eneng sudah bangun?” Tanya wanita tua yang perawakannya seperti mbok dirumah.
“Mbok siapa? Maaf saya mau pulang.” Nana bergegas seribu langkah ingin meninggalkan rumah mewah itu.
“Diam lah saja disini neng kalau tak mau terkena masalah.” Kata mbok.
“Apa maksut anda? Sebenarnya dimana saya sekarang?’’ Tanya Nana.
“Duduklah neng, makanlah bubur ini. Kalau eneng nurut nanti pasti bisa pulang.’’ Jawab si embok.
“Nggak, Nana mau PULANG. TITIK. Pulang pulang pulang.” Teriak Nana sambil menghentak-hentakkan kakinya. Dia belum menyadari dirinya sedang terperangkap di sarang binatang buas.
GUBRAKK suara pintu terbuka dengan keras.
BRESIKKKKK.. “Heh lo cewek, diem atau gue robek tuh mulut.”
“Emang kenapa dengan mulut gue? Siapa lo berani bentak-bentak gue? Cari mati lo?” jawab Nana tak kalah marah.
“Nyolot lo ya. Lo ga tau siapa gue? Emang lo nggak tau sekarang lo dimana? Ha?” jawab pria itu yang semakin marah dan mencengkeram lengan Nana.
“AAAA sakit ****. Emang siapa lo? Anak presiden? Anak pejabat? Dan gue nggak tertarik kenal cowo gila kayak lo. Ngerti?” Jawab Nana yang membuat amarah cowok tak dikenal itu semakin marah.
PLLAAAKKKK
Seketika tubuh Nana terpelanting dan keluar darah disudut bibirnya. “Brengsek.. gue bakal kasih pelajaran buat lo. Tunggu aja. Lo belum tau siapa gue.” Teriak Nana sambil mengusap darah di bibirnya.
“Ada apa ini rebut-ribut.” Suara di ambang pintu yang menghentikan langkah cowok yang akan menghampiri Nana yang tadi telah memukulnya. Dan membuat semua orang yang ada di ruangan itu menundukkan kepala.
Tak tak tak.. langkah kaki cowok tampan itu menghampiri Nana yang masih tergeletak di lantai dan tampak bibirnya semakin membengkak. “Siapa yang melakukan ini?” semua orang terdiam, tak ada suara satupun yang membuat Nana terheran-heran siapa sebenarnya cowok tampan itu.
“SIAPA????” teriakan yang menggelegar dari cowok itu menandakan kemarahannya.
si pak pol temen masa kecil nya Nana lagi . psti dah knal akrab
suka kisahnya veinana.. 😩
tapi lumayan konyol lah... lanjut ah..