"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
staycation & stay with me
pagi menjelang..
keributan sudah terjadi di kamar Sarah.. dua gadis kecil yang baru saja saling mengenal semalam sudah sulit untuk di pisahkan. Sintia dan Sarah di buat kewalahan oleh rengekan keduanya
"nanti kita akan sering bermain.. tapi sekarang Caca pulang dulu.. yaaa" bujuk Sintia pada Cleo dan Caca..
"semalam lagi bunda.. ya... Caca masih mau main sama Cleo..." rengek Caca yang hampir saja menangis.
"tanteeeee.. please..." Cleo ikut membantu membujuk
"maaf sayang, tapi besok yanda harus kerja" Sintia masih berusaha membujuk Putri kecilnya
"buundaaaaa..." air mata Caca akhirnya luruh juga.
"aduh sin, Caca nagis.. ga tega aku.."
"mommmm" Cleo juga ikut memeluk Sarah dengan bersedih
"gimana kalo Caca ikut aku aja sin.. kita d sini cuma sampe besok qo.. gimana??"
"aduh sar, aku belum ngomong sama kamu Bimo.."
"nanti aku bantu ngomong deh.."
saat dua ibu muda itu ngengah berbincang, Andreas masuk dan melihat pemandangan penuh haru biru itu. dua wanita dewasa itu masing-masing memeluk anak mereka.
"apa ada masalah??" tanya Andreas
"Caca ga mau pulang, sedangkan Bimo harus masuk kerja besok." jelas Sarah.
"ooowwh, kasian Caca.. bagaimana jika play date saat akhir pekan nanti??
Cleo mendongakkan wajahnya, raut wajahnya di buat memelas agar sang ayah memperbolehkan Caca tetap di sini bersama mereka.
"dad... bolehkah Caca tetap bersama kita jika ayahnya memperbolehkan dia menginap semalam lagi?? please..." Cleo membujuk Andreas, dan Sarah juga ikut membujuk lewat tatapannya.
"okeh okeh... biar Dady bicara dengan ayah Caca"
"thank you dadyy..." ucap Sarah dan Cleo bersamaan, dan mereka melakukan toss bersama.
.
.
.
.
Caca dan Cleo begitu senang saat Caca mendapat ijin dari Bimo untuk menginap lagi malam ini. namun hari ini mereka tak bisa pergi dari hotel karna hujan
"oke girls karna hujan, kita hanya bisa bermain di play ground hotel. kalian tidak masalah kan?"
"okeeey Dady"
mereka berjalan menuju play ground di lantai bawah hotel itu. Andreas mencari keberadaan Sarah yang ingin menyusul katanya tadi.
Sarah datang dengan wajah kurang bersahabat. Andreas hafal betul ada yang salah dengan wanitanya ini.
"siapa yang berani membuat wajah calon istriku masam seperti ini?"
Sarah menoleh pada Andreas,
"kau selalu saja seperti peramal"
" ada apa? siapa yang mengganggumu?"
"aku bertemu Risma di toilet tadi"
"apa yang dia katakan??"
"dia bilang aku menjual diri padamu"
"lalu??"
"dia menyamakan diriku dengan dirinya"
"maksudnya??"
"dia bilang kita sudah melakukan hubungan terlarang Andreas, di bilang aku sama saja dengannya. bahkan aku melakukannya dengan sadar. beda dengan dia yang di paksa Ardi saat itu"
"lalu apa yang kau jawab?"
"aku bilang aku tidak menjual diri pada siapa pun, dan aku tidak sama dengan dirinya, karna kita akan menikah dulu baru aku akan menyerahkan semuanya padamu."
hahahahhaahahaahhahhahahahaaha
"haaaaahh?? apa Sarah?? kau bilang apa?? kita akan menikah?
"Ya... perlu di ulang berapa kali lagi??" Sarah makin kesal dengan tingkah Andreas.
"Sarah, kau tau.. aku tak pernah sebahagia sekarang ini terimakasih Sarah, terimakasih sayang..."
"untuk apa??"
"kita akan menikah bukan??"
"siapa yang bilang" Sarah bangkit dari dirinya dan meninggalkan Andreas sendirian. dia memilih untuk bergabung bersama Cleo dan Caca yang sedang asyik mewarnai.
mereka benar-benar hanya menghabiskan sisa liburan mereka di hotel. bermain, berenang, dan banyak hal lain.
senyum Andreas tak henti terukir di wajah tampan pria bule itu.
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu