NovelToon NovelToon
Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Cinta Beda Dunia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cerai / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Sekti

Rahel adalah seorang yang kuliah di Jurusan Bahasa Inggris lewat jalur beasiswa. Ia adalah gadis cantik dan cerdas sehingga banyak mahasisiwa yang mengagumi dia.

Sebuah insiden mempertemukannya dengan seorang mahasiswa tampan bernama Harley, yang menyebabkan laptop milik Harley rusak. Rahel pun harus mengganti rugi dengan bekerja paruh waktu di resto milik keluarga Harley.

Seiring dengan berjalannya waktu mereka saling kenal dan saling mencintai. Namun, hubungan asmara mereka tidak semulus seperti jalan tol lantaran status sosial.

Yuk, intip bagaimana hubungan Rahel dan Harley selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Sekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahel Pulang

Tangisan Rinda ibunya Ririn terdengar nyaring setelah mengetahui anak perempuan semata wayangnya telah meninggal dunia. Beberapa kali dia melafalkan kalimat istighfar karena anaknya kini benar-banar dipanggil oleh Tuhan. Suami Rinda yang bernama Tohir menenangkan istrinya walau dia sendiri juga tidak mudah jika harus berpisah dengan anak kesayangannya.

"Ibu, jangan menangis lagi, kasihan Ririn. Kita doakan saja anak kita tenang di alam sana." Pak Tohir memberi nasihat kepada istrinya agar segera berhenti menangis demi kebaikan anaknya.

"Iya, Pak," Rinda lalu menghapus buliran-buliran bening yang menetes di pipinya. Lalu dia berusaha untuk tersenyum dan menyembunyikan duka di depan semua orang.

Jenazah Ririn kini telah sampai di kediaman rumahnya yang terletak di pinggiran kota dekat dengan rumah pak Reno, paman yang tega melakukan tindakan asusila terhadap Ririn atas dasar perjanjian kedua belah pihak yang saling menguntungkan. Tetapi takdir berkata lain, setelah hutang-hutang kedua orang tua Ririn terlunasi kini malapetaka pun terjadi.

Ririn dibawa ke rumahnya dengan mobil jenazah yang telah dipesan oleh Reno. Lalu di belakangnya menyusul bus pariwisata yang di dalamnya terdapat perserta camping para mahasiswa dan dosen yang akan mengikuti prosesi pemakaman Ririn. Mereka merasakan duka yang mendalam karena tragedi tersebut terjadi secara tiba-tiba.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya Ririn, kami tidak bisa memantau Ririn secara detail. Maafkan kami dari pihak dosen." Justin duduk di tikar yang disediakan Tuan Rumah. Dia mewakili seluruh dosen dan mahasisiwa untuk meminta maaf atas keteledoran para dosen.

"Tidak apa-apa, Pak. Ini sudah takdir Tuhan. Umur anak kami memang sampai di sini. Terima kasih Bapak, Ibu dosen semua serta para mahasiswa telah rela membawa jenazah anak saya sampai ke rumah kami."

Pak Tohir memberi jawaban kepada Justin di depan para keluarganya dan para takziah yang hadir di keluarga tersebut. Dia duduk di samping jenazah Ririn yang sudah disholatkan. Tidak lama prosesi pemakaman akan segera dilaksanakan.

Keluarga dari pak tohir mulai memikul jenazah Ririn. Lalu mereka dengan sigap membawa jenazah Ririn ke pemakaman terdekat dengan diikuti oleh peserta takziah yang lumayan banyak.

Tidak lama para warga mulai mengubur jenazah sampai selesai. Akhirnya para peserta takziah berhamburan untuk meninggalkan area pemakaman termasuk kedua orang tua Ririn.

*** *** ***

Rahel dan kawan-kawannya kini telah sampai di area kampus begitu juga dengan para dosen. Mereka baru saja selesai menghadiri acara prosesi pemakaman temannya yang bernama Ririn.

"Rahel?" Tiba -tiba ada yang memanggil Rahel dari arah pintu masuk kelas dia adalah Harley.

"Ada apa Harley?" tanya Rahel penasaran.

"Kamu masih capek? Kalau sudah tidak capek aku ingin berbicara sesuatu sama kamu!" Terlihat wajah Harley yang cemas seperti terburu-buru.

"Sebaiknya aku segera menjelaskan konten video bejat pak Reno ke para dosen sekarang atau lusa, ya?" Harley meminta saran kepada gadis yang dia cintai 'Rahel' dan menyodorkan video rekaman kebejatan pak Reno.

"Sebaiknya sih secepatnya sebelum terlambat. Orang seperti beliau tidak pantas dikasih toleransi!" Rahel geram dengan pak Reno setelah dia melihat konten video tersebut.

"Oke. Aku dan teman-temanku akan segera ke kantor dosen. Nanti kamu jangan pulang dulu, ya? Nanti aku antar ke rumah." Harley terseyum kepada Rahel sambil berjalan menuju arah ruang dosen.

"Tidak Harley! Aku naik 'Grab' saja. Bundaku pasti sudah menungguku di rumah." Rahel menolak tawaran dari Harley karena dia ingin segera cepat-cepat pulang.

Lalu Rahel segera menggendong tas ransel dan tangannya berusaha membawa barang-barang lainnya untuk di bawa pulang. Namun ia merasa kewalahan karena barangnya terlalu banyak. Rahel sudah terlanjur bilang akan naik 'Grab'. Padahal dia masih di depan pintu masuk kampus. Tiba-tiba terdengar suara orang berjalan ke arahnya lalu berkata,

"Sudah aku bilang, Nona Rahel akan diantar oleh Tuan Harley! Tapi ngeyel sok jual mahal! Sini barangnya aku bawa!" Harley dengan gesit meraih barang-barang yang dibawa Rahel. Lantas Harley berjalan menuju mobilnya lalu meletakkan barang milik Rahel di bagasi mobilnya.

Tanpa diperintah, Rahel membuntuti Harley di belakangnya.

"Harley! Aku tidak jual mahal! Aku khawatir mama kamu mengintai kita! Aku tidak mau bundaku menjadi korban pelampiasan mama kamu!" Rahel mengerucutkan bibirnya karena dongkol diledek Harley.

"Rahel, semuanya akan baik-baik saja. Mamaku sekarang sedang memikirkan papaku yang menikah lagi dengan istri barunya." Harley menceritakan perihal papa dan mamanya soal pernikahan.

"Dulu aku tidak melihat mama kamu hadir di acara resepsi papa kamu. Apa sekarang terjadi pertengkaran? Kasihan juga mama kamu. Semoga dia tidak bersedih lagi," ucap Rahel penasaran.

"Mama singgah di Amerika untuk mendinginkan pikiran, tetapi tidak lama mamaku pulang. Mamaku marah ketika papaku bermesraan dengan Anjani ketika mereka berkumpul bareng di ruang keluarga. Lebih kasihan lagi jika papaku kesepian karena selalu di tinggal mama mengurusi bisnis dan hartanya!" jawab Harley dengan rasa yang penuh amarah karena mengingat mamanya yang bersifat egois.

"Oh. Yasudah. Kamu fokus mengemudi, ya? Takutnya nanti terjadi sesuatu yang buruk," ucap Rahel yang sudah duduk di depan jok mobil bersebelahan dengan Harley.

Lalu Rahel mengeluarkan gawainya dan mencoba menelepon ibunya. Tidak lama sambungan telepon di seberang sana mulai terhubung.

"Halo, Bunda? Ini Rahel," ucap Rahel kepada Sintia yang berada di rumah sana.

"Rahel. Kamu sudah di mana, Nak? Bunda sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak Bunda." Sintia menanyakan keberadaan anaknya.

"Rahel sedang di perjalanan menuju rumah dengan diantar Harley. Bunda jangan khawatir lagi, ya?" Rahel menenangkan ibunya agar tetap tenang.

"Iya, Nak. Kamu hati-hati," jawab Sintia kepada Rahel.

Tidak lama, sambungan telepon tersebut terputus. Rahel sudah berhasil menelepon ibunya jadi dia merasa lebih tenang.

"Kamu menelepon bunda?" tanya Harley kepada Rahel sambil menyetir mobil mengarah ke depan lurus.

"Iya agar bundaku tidak khawatir denganku," jawab Rahel datar.

"Tadi aku sudah memberi tahu tentang konten video tersebut kepada pak Justin. Dia langsung kaget dengan raut wajah marah. Lalu dia menyuruh mengirim konten video tersebut ke gawai milik pak Justin dan akan ditindak lanjuti. Setelah itu saya ijin untuk pulang," ucap Harley sambil mengemudi mobilnya.

"Ya jelas marah orang nomor satu di kampus seharusnya memberi teladan yang baik bukan malah berbuat tindakan yang buruk yang bisa mencoreng nama baik kampus kita," ucap Rahel dengan rasa dongkol.

Tidak lama Harley telah sampai di rumah Rahel lalu mereka segera turun dari mobil.

Mereka kaget seketika karena beberapa mobil terparkir di depan pekarangan Rahel. Lantas, mereka sampai di teras rumah.

Tidak lama Sintia keluar dari rumah karena melihat Harley dan Rahel datang sehingga Sintia berkata,

"Rahel, Harley ayo cepetan masuk ke rumah!" Sintia segera memerintah Harley dan Rahel untuk segera masuk ke dalam rumah. Rahel merasa penasaran karena terdapat beberapa mobil dan beberapa orang di dalam rumah Rahel.

.

1
Maria Kilis
Luar biasa
Maria Kilis
/Good/
Samsiah Krsiang
makin seru mohon dilanjutkan lagi novel ini
Jesi Jasinah
hadir kak
willy
hadir say.. 😄 ceritanya ok kok
Jesi Jasinah
aku mampir lagi thor
Jesi Jasinah
semangat thor
Aie
lanjut
Abu fatih Aljawi: Terima kasih Kak, sudah mau mampir.
total 1 replies
Jesi Jasinah
aku mampir thor
Abu fatih Aljawi: Siap!
total 1 replies
Fatmawati Wati
KK audio nya dong
Abu fatih Aljawi: kyaknya uadionya gak bisa beroperasi lagi, kakak
total 1 replies
Jesi Jasinah
hadir thor
Jesi Jasinah
semangat terus thor
Abu fatih Aljawi: Iya, Makasih
total 1 replies
Jesi Jasinah
hadir kak
Jesi Jasinah
salam kenal dari Cintaku Yang Tak Direstui. silakan mampir
Jesi Jasinah
hadir thor
Abu fatih Aljawi: makasih
total 1 replies
✦ẑ̬î̬฿w̆̈ꪶ✫
Kasian ayahnya meninggal jadi yatim deh 😭😭.
✦ẑ̬î̬฿w̆̈ꪶ✫: iya kak😭
total 2 replies
✦ẑ̬î̬฿w̆̈ꪶ✫
Semangat kak menulisnya😄.
Abu fatih Aljawi: Iya, Kak makasih supportnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!