Kisah cinta yang terhalang dengan keegoisan orang tua. Namun kembali dipertemukan oleh takdir setelah semuanya berubah.
Cerita hanya fiktif belaka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Tetapi Bagas kan belum punya pengganti istri dok. Bagaimana dia bisa melakukan hubungan suami istri dengan rutin?" tanya polos Hartati.
Dr Adam tersenyum manis.
"Maaf ibu. kalau soal begituan, kajian Adam tidak sampai kesana. Dengan siapa Mas Bagas akan melakukannya. Saya dan seluruh tim medis menyerahkan sepenuhnya kepada Mas Bagas."
("Anjir, gua sekali pun belum pernah menjalani pernikahan. Bagas sudah akan dua kali!" Batin gemes Yoga mengusap kasar wajahnya. Ia merasa Benar-benar lajang tua yang tertinggal kereta)
"Benar juga ya!" tawa cengengesan Hartati.
"Saya permisi dulu Mas, Ibu, mungkin kalian bisa membahas masalah ini lebih privasi lagi?" ucap ramah dr Adam keluar dari ruangan inap Bagas.
Ketiganya justru terdiam kebingungan dengan ide yang terbatas.
"Kamu ada kekasih, Gas?" Interogasi Hartati.
"Belum!" Jawab Bagas.
"Loh, bukannya kemarin ada beberapa yang ingin siap menikahi kamu, Lia yang di Belanda?" tanya Hartati.
"Dia masih kuliah!"
"Apa enggak ada yang cocok selain Lia?" tanya Hartati.
Bagas menggeleng.
Hartati bangkit merangkul Bagas dengan lembut sambil menunjukkan ponselnya. Sang ibu sedikit bangga kepada putranya tidak mengambil jalur hubungan intim sembarangan mengingat pergaulan bebas itu ada dimana-mana.
"Kamu jangan khawatir Nak! Ibu punya banyak anak teman, rata-rata Sholehah, cantik-cantik berpendidikan, kamu tinggal pilih saja!" Hartati pun menyebutkan satu per satu Anak si A B C sampai Z.
Bagas tampak memijat-pijat kecil dahinya, merasa pusing dengan celotehan-celotehan tanpa titik koma dari sang ibu.
"Kalau mau cari sholehah di Jakarta juga banyak Bu, masalahnya apakah cocok dengan Emma" ucap Bagas semakin ribet.
Seketika Hartati terdiam.
"Benar juga yah?" Wanita paru baya itu kembali berpikir mengingat sang cucu begitu sensitif.
"Menurutmu bagaimana Mas?" tanya Bagas kepada Yoga yang sedang santai duduk di sofa.
"Aku pikir ini bukan masalah besar. kamu hanya berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan cepat, bukan untuk mencari istri sejati dulu!"
"Maksud kamu, Bagas harus 'jajan' dengan perempuan yang enggak benar," omel Hartati kepada Yoga.
"Hehehehe, dicari yang sehat dong Bu. Nikah siri juga bisa!" ucap cengengesan Yoga.
"Ada?" tanya penasaran Hartati.
"Banyak!" jawab Yoga.
"Masalahnya aku hanya memikirkan Emma!" Jawab lesu Bagas.
Ketiganya kembali berpikir.
Hartati tetap sibuk mencari anak gadis teman-teman arisannya.
"Aduh, kenapa waktunya cepat sekali. kayak kebelet begini!" Batin pilu Hartati mulai pusing.
Obrolan rahasia di kamar inap Bagas kembali hening. Masing-masing Dari mereka mencari ide.
Dalam tatapan marah diiringi mengepal kuat genggamannya. Bagas akhirnya buka suara.
"Semua ini karena Mila, aku rasa dia sengaja melakukan ini?" gerutu Bagas.
"Mila???" Hartati dan Yoga sontak terkejut dengan pernyataan Bagas.
"Apa hubungannya penyakit kamu dengan Mila?" tanya Hartati semakin penasaran.
"Dia suka melakukan hal aneh di kamar Emma?"
"Hal aneh?" ucap kaget Hartati
Bagas menunjukkan screenshot video kegiatan Mila. Terlihat jelas penampilan Mila yang polos tetapi Bagas sudah menutupi area tubuh Mila dengan efek blur.
"Hahahaha!" Spontan Yoga tertawa terbahak-bahak.
"Jadi itu yang buat dedek kecil lu bangun (ngaceng terus) karena Mila?" Ledek Yoga terus tertawa puas.
"Yoga ini tidak lucu, jangan tertawa terus?" tegur Hartati.
"Oke-oke! Kalau begitu kenapa kita merasa bingung. Mila sangat cocok untuk menyelesaikan masalah kamu Gas?" saran Yoga.
"Aku tidak mau. Mila itu putri Heru. Aku pikir dia sedang menjebak ku saat ini. Kalau bukan karena Emma yang masih sangat kecil yang sedang membutuhkan ibu pengganti, aku sudah mengusir dia!" ucap geram Bagas masih memiliki prasangka buruk terhadap Mila.
"Gas, jujur aku enggak bisa menemani kamu terlalu lama disini! Kan tadi aku sudah katakan, saat ini bukan tentang mencari pengganti Tyas, tetapi bagaimana caranya kamu bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat tanpa ribet," saran Yoga.
"Benar kata Yoga. Menikah saja secara siri dengan Mila. Setelah 3 bulan, kau bisa bebas mencari pengganti Tyas!" Bujuk Hartati.
Bagas tampak diam.
"Menikah siri tidak merugikan kamu Nak!
Kita cukup memberikan royalti besar saja kepada Mila. Ibu akan mengurus semua ini, kamu jangan khawatir!"
"Masalahnya kita tidak punya waktu terlalu banyak. Mila sudah ada di depan mata, statusnya single dan yang terpenting aman untuk Emma!" ucapan Yoga mendorong Bagas.
"Kalau begitu siapkan tuan kadi (tim nikah siri) malam ini?" pinta Hartati.
"Ok!"
("Yes, selesai masalah, artinya aku bisa cepat pulang! Dengan begini, aku juga bisa minta tolong Bagas untuk memberantas para Mafia-mafia liar di lahan Heru, semua selesai, tinggal melamar Wita," rencana bahagia Yoga)
*
Saat Bibik Sari melintasi kamar Emma. Pelayan itu terlihat iseng dan kepo memasuki kamar sang putri. Pasalnya ia mendengar suara tawa kekeh Emma dan Mila yang begitu seru dari ruang kamar mandi.
Sari terkejut batin ketika melihat ada beberapa bola mainan kecil berserakan di depan kamar mandi.
"Ya Ampun Mila. Kamu sedang memandikan Emma atau balik lagi ke masa kecil! Kenapa rusuh begini" tegur Sari sambil memungut bola-bola yang berserakan mulai dari depan pintu kamar mandi sampai ke bak mandi. Percikan buih sabun dan air ada dimana-mana.
"Tenang Bik! Nanti Mila bersihkan, Emma senang mandi seperti ini!" ucap riang Mila yang sudah basah kuyup.
"Sudah-sudah buruan, barusan Ibu Hartati si Nyonya telpon, Tuan akan segera pulang."
"Oh!" sontak Mila bangkit dari bak mandi.
"Ayo Em, Papa sebentar lagi pulang!" Mila buru-buru mengangkat Emma dari bak mandi lalu membersihkan Emma yang sudah celemotan dengan buih sabun. Sari tampak fokus merapikan kembali ruang kamar mandi Emma yang mirip kapal perang.
Setelah mengeringkan Emma dan meletakkan bayi itu di kursi bayi bersama mainannya. Mila bergegas membuka baju dan hendak mandi.
"Mila!" Hentak Sari membuat wanita itu terkejut dan mengurungkan diri untuk membuka baju.
"Iyah Bik."
"Jadi selama ini kamu mandi dan membuka baju sesuka hati di kamar ini?" tanya tidak habis pikir Sari.
Mila terdiam bingung.
"Kalau mandi tidak disini lagi, tapi kalau ganti pakaian di kamar Emma, memangnya kenapa Bik!" Jawab Mila dengan wajah polosnya.
"Aduuuuuh!" sari berkali-kali menepuk jidatnya dengan kesal.
"Mila-Mila, apa kamu tidak berpengalaman mengasuh bayi di rumah orang lain?"
"Belum!" Mila menggeleng.
"Disini itu banyak kamera?"
"Hah!" Mila serasa tersambar gledek, matanya melotot tegang.
"Ka-ka-kamera Bik?" Bibir Mila bergetar gugup, benar-benar tidak menduga.
"Iyaaa, ada kamera kecil yang tersembunyi di kamar ini langsung terkoneksi ke ponsel Tuan atau ke laptopnya. Kalau ibu pengasuh yang lain sudah paham dengan aturan berkerja. Mereka mandi dan berganti pakaian di kamar lain, tidak boleh di kamar bayi."
Mendengar penjelasan Sari. Kaki Mila terasa lemas hingga membuat ia terduduk di lantai.
"Mati lah aku Bik?" ucap Mila teringat dengan kebiasaannya yang suka berleha-leha tanpa busana di depan cermin.
"Haduh, Bibik pikir kamu sudah mengerti aturannya!"
"Kenapa tidak dikasih tau jika di kamar ini ada kamera!" ucap mewek Mila.
"Tidak perlu dikasih tau, seharusnya sudah paham. Letak kamera sangat rahasia, fungsinya untuk mengintai cara kerja ibu pengasuh (nanny Mother)?"
"Hiks...Bagaimana ini Bik apa Tuan Bagas melihatnya?"
"Kalau kamu bebas membuka pakaian seperti ini, tentu saja dia melihatnya!" ucap kesal Sari menggendong Emma
"Sudah, pergi sana mandi di kamar kamu, Bibik akan pakaikan Emma baju?"
"Iya!" Mila bangkit dengan kaki yang masih lemas.
"Haduh Mila-Mila, dia polos, bodoh atau ceroboh, benar-benar tidak profesional. Memandikan Emma, dia pun juga ikut mandi dan bisa-bisa nya dia bebas berganti pakaian di kamar ini. Semoga saja ini tidak menjadi masalah!" ucap Sari sampai geleng-geleng kepala.
trimakasih banyak kaaaaa🙏🙏🙏🙏 akhir'y pecah telor
bikin karya baru yoook
Doa Bu Wirda tembus ke langit sehingga anak² beliau bisa mendapatkan kebahagiaan,,,
Very cepat datang dong tolong bos Bagas jangan sampai terlambat,,,
Mila jangan keluar nurut apa kata Bagas tetap di dalam mobil saja
Emang paling susah ngurusin anak mertua di lawan takut dosa, sudah bawel ya apalagi monster biawak😂😂😂