NovelToon NovelToon
Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Roh Supernatural / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Matabatin / Horor
Popularitas:270.3k
Nilai: 4.4
Nama Author: Ifdetul Faihak

KARYA SEDANG DI REVISI. HARAP MAKLUM JIKA MENJUMPAI KESALAHAN KATA ATAU ALUR YANG AMBURADUL!

WARNING
BAB YANG BERTANDA (~) TANDANYA TELAH REVISI. HARAP DI WAJARKAN JIKA TERDAPAT BANYAK PERUBAHAN ATAU SEMACAM KESALAHAN DALAM PENYEBUTAN NAMA, TEMPAT DAN LAIN-LAIN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia tidak boleh mati [Telah Revisi]

Sepasang mata sang ketua OSIS membulat sempurna, tanpa ragu pemuda itu memeriksa tempat yang berhasil membuat sepupunya berlari ketakutan. Pemuda di kenal dingin dan tegas mengusap wajah kasar. Isi di dalam kelas kosong menghujam jantung. Sosok wanita berdarah-darah duduk di sudut ruangan dalam keadaan mata terbuka, tetesan darah dari kepala terus mengucur bagaikan hujan deras. Melihatnya, timbul rasa ngeri di hati.

8 orang masih diam menunggu informasi dari Rev, tak berani mereka menghampiri tempat yang di nilai akan membuat mereka terguncang.

"Do, lapor ke guru kalau ada mayat di sini." Perintah Rev.

Segera Aldo berlari meninggalkan area kelas kosong terlarang untuk di singgahi. 7 orang itu mendekati Rev, beberapa di antara mereka langsung kembali menjauh. Tertangkap Rafael memandang dedaunan di sebelah timur yang mana tumbuhan-tumbuhan liar mulai menghiasi dinding. Pemuda satu itu paling takut dengan darah, dan hari ini lewat kedua matanya ia melihat dengan jelas hasil kekejian seseorang yang sangat menakutkan. Perlahan-lahan wajah Rafael memucat pasi, aroma anyir yang menguar mengaduk-aduk isi perut.

Steven mengelus rambut gadis menggigil melihat wanita yang sedari tadi mereka cari-cari keberadaannya. Tak di sangka, dia akan mengisi kelas kosong dan membuat berita baru yang mengguncang sekolah.

Kabar tentang penemuan mayat di kelas kosong langsung menarik perhatian semua orang. Dari bebagai kelas dan jurusan murid-murid mengerumuni tempat itu, para guru juga turut hadir. Namun di antara mereka hanya bisa diam menunggu polisi datang. Tak berani mereka mendekat dan mengevakuasi korban yang di taksir sudah meregang nyawa. 

Polisi yang di undang membungkus tubuh Kayla Ramadhani ke dalam kantong jenazah lalu membawanya ke rumah sakit untuk melakukan otopsi. Kerumunan massa itu berangsur-angsur hilang, kini hanya tersisa 9 orang anak yang menatap ngeri tempat terpasang garis polisi.

"Rel, ayo pergi." Seruan Bryan membuat kepala Rafael yang sibuk berjam-jam menatap dinding penuh lumut berbalik. Pemuda itu mengejar kawan-kawannya yang melenggang pergi tanpa melirik sedikitpun ke tempat mengerikan itu.

...🍁🍁🍁...

Duduk melingkar di ruangan OSIS, pertemuan itu di hadiri oleh pihak sekolah. Tatapan tajam beberapa guru menghujam tubuh 9 detektif kecil. Sekuat mungkin menahan segala ketakutan yang tersohor ke diri.

"Bapak kan sudah bilang, jangan pergi ke tempat itu. Kenapa kalian gak ada satupun yang mau dengerin!" Sungut lelaki berwajah sedingin salju.

Ketenangan terus di pasang oleh 9 orang, hakiman kuat tak membuat pendirian runtuh, walau sesekali tubuh di sapu angin ketakutan.

"Kami tau kami salah, tapi kami tidak bisa di salahkan." Ucapan penuh tantangan Rev layangkan, beberapa guru yang hadir mengisi lokasi mendelik tajam, keterkejutan melanda tubuh.

"Kami datang ke tempat itu gak lebih hanya karena mencari tanaman buat tugas mapel Geografi, yang di wajibkan semua anak mengambil tanaman sebagai praktikum," lanjut Rev.

Wajah-wajah panik padam dalam satu kali sapuan.

"Teledor sekali kalian ini. Bukannya kemarin ibu udah pesen, ngambil tanamannya dari rumah, kenapa masih nyari di sekolah!" Amukan Bu Henny masuk ke telinga.

"Namanya juga manusia Bu, kadang hilaf, kadang lupa, kadang pun bisa tega." Tersebut rangkaian kata berkedok sindiran dari bibir Bryan.

Remuk redam menahan segala hal campur aduk, Pak Sudirman selaku kepala sekolah kalah telak.

"Bapak minta kepada kalian semua khususnya, jangan lagi datang ke tempat itu. Paham?!" Pertegas Pak Sudirman.

9 putra putri SMA Gloriacastra mengangguk menyetujui.

Lirikan mata pemegang kendali utama di sekolah jatuh pada dia, sang ketua OSIS."Rev, ikut kawal polisi ke rumah sakit, minta surat kematian Kayla, duplikat lalu kasih ke saya."

Pemuda yang di sebut namanya mengangguk."Baik Pak."

Beranjak serempak dari ruang OSIS, guru-guru melenggang keluar dari lokasi.

Di dalam masker merekah senyum di wajah Bryan Leons Vantaris. Ejekannya tepat sasaran.

"Wuuuuu, gilaaakkk. Suka gue sama cara lo." Tersorak riuh di lengkapi tepuk tangan dari pemuda iris biru untuk dia, sosok mengenakan masker yang sukses mengeluarkan ultimatum.

"Best, lo benar-benar best." Dua buah jempol Steven berikan.

Sosok yang di sanjung diam bagai batu, sekalinya bergerak melebihi peluru.

"Gak salah lo masuk ke gank kita." Timpal Rev.

"Sekali-kali memang perlu membantai orang yang katanya susah untuk tumbang." Cetus Bryan Leons Vantaris, tatapan sangar penuh makna tersirat terpancar kuat.

"Gila, gila, gila, gila." Seru Aldo tak berhenti tertawa, hati merasa bahagia mendengar kenyataan tak pernah terlintas di kepala.

Clara Ayuda Pratama, satu-satunya gadis di lokasi yang tersenyum lega. Semua ketakutan menyingkir total setelah pihak sekolah hilang dari pandangan, sedari tadi seribu macam doa terapalkan demi keamanan.

Mata menilik arloji yang melingkar di pergelangan, pemuda paling berpengaruh di antara yang lain berdiri tegak dari duduk."Gue harus ke rumah sakit, kalian jangan kemana-mana, tunggu aba-aba dari gue. Stev lo ikut bantu gue."

Sosok yang di tunjuk berdiri, kedua pemuda itu angkat kaki melaksanakan tugas.

Mobil ambulans membawa jasad Kayla memimpin jalan, di susul mobil polisi dan mobil Steven yang mengikuti dari belakang. Mobil yang setir oleh Rev melaju kencang mengikuti pergerakan ambulance.

Rumah sakit Kamboja menjadi titik pemberhentian. Alis Rev berkedut kala rumah sakit ini yang di pilih untuk melakukan otopsi jenazah Kayla.

"Kok rumah sakit ini? Bukannya rumah sakit Medika yang paling dekat sama sekolah. Aneh." Batin Rev menaruh kejanggalan.

Kedua pemuda asal SMA Gloriacastra turun mengikuti polisi masuk ke dalam rumah sakit. Dua pemuda itu menunggu di bagian administrasi sebelum akta kematian Kayla selesai di buat.

"Ini ya mas." Suster memberikan surat kematian kepada peserta didik tersebut. Rev dengan sopan menerimanya. Tertulis nama dan waktu kematian sosok bernama Kayla Ramadhani di kertas tersebut.

"Buat apa sih kepala sekolah minta duplikat akta kematian Kayla?"

"Buat laporan ke dinas paling." Pemuda bernama Rev bangun dari duduk."Ayo balik."

"Kita gak nunggu hasil otopsi?"

Pertanyaan Steven menghentikan pergerakan langkah kaki Rev."Percuma, hasilnya gak akan pernah ada."

"Maksud lo?" Steven mengerutkan kening mendengar pernyataan pemuda tengah tersenyum menyeringai tersebut.

1
endang purwanti
kok ga dibawa ke RS dulu, biasanya korban kecelakaan pasti dibw ke RS ya meskipun ini hanya cerita fiksi, tp jg harus ada logikanya, sebelum polisi datangpun korban biasanya ga boleh disentuh .. tapi kembali lg .. ini hanya cerita fiksi, terserah author .. lanjuttt
nick@
jia&Kayla knp g mau ngasih tau pelakunya,pdhl mereka udh jdi arwah.. biasanya klo arwah blm tenang sk minta tolong bt nangkap pelakunya.
nick@
itu pegang tongkat pakai sarung tgn g,klo g sidik jarinya Clara nempel disana donk. itu kan BB
Moccatea Hening Dessina
kenapa diulang2 thor
Makhluk Angkasa: revisi belum kelar kak, harap di tunggu ya
total 1 replies
Yuan Li
Weh....apakah mereka jadi tumbal...dan lokasi pembunuhan nya di ruangan terbengkalai
Yuan Li
Mungkin keluarga vidhia
Yazied Andra
kenapa sich thor selalu ceritanya diulang trus walaupun judul'a beda tp isinya sama....jadi males bacanya gi crta ini!
m@m@k @£1p
lanjut Thor,
m@m@k @£1p
lanjut kak,,
m@m@k @£1p
Thor kok nggak ada sambungan nya lagi,,
Ekayadi
Aryan kn UD tau juga knp gk di ceritain k mereka biar gk salah paham sama Aldo?? sebenarnya gank ini terbuka cerita aj ap yg mereka tau kn tinggal d gabungin aj...
m@m@k @£1p
lanjut Thor lagi seru
Ekayadi
awalnya seru tp malah k episode belakang ny kok ngulang terus kk aothor... malahan ada yg 3x ngulang
Ekayadi
ini episode paling gokil abis ya.... Aryan si anak bawang
Ekayadi
ini episode paling gokil habis
Yazied Andra
kenapa sich thor sering double crtanya
m@m@k @£1p
lanjut kak makin seru aja nih
m@m@k @£1p
lanjut kak
m@m@k @£1p
lanjut kak, makin seru nih ceritanya
Biah Kartika
kenapa di upload berkali-kali sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!