NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: dianshen

7 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk pasangan suami isteri Mia dan Shendy membina rumah tangga, dan kebersamaan mereka selama ini kurang lengkap karena belum hadirnya buat hati di tengah-tengah kehidupan mereka


Shendy memang tidak mempermasalahkan hal itu, bisa hidup bahagia bersama sang isteri sudah cukup baginya namun berbeda dengan Mia, wanita itu selalu merasa kesepian dan sedih kerap kali membayangkan adanya kehadiran anak di rumah mereka


Bahkan Sendy kerap kali harus menghibur sang isteri setiap kali mendengar kabar berita kehamilan para sahabatnya


Shendy merupakan sosok yang penyabar dan sangat mencintai isterinya tapi rasa cintanya di uji ketika sang isteri mengungkapkan keinginan konyolnya pada Shendy hingga membuat pria tersebut marah besar dan terjadilah pertengkaran hebat diantara keduanya


Apakah keinginan konyol sang isteri hingga membuat Shendy yang penyabar itu marah besar?

Simak terus cerita selanjutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Acara akad nikah dadakan pun berlangsung dan kata Sah sudah menggema di rumah yang terbilang sangat sempit itu padahal hanya beberapa orang warga saja yang datang sebagai saksi pernikahan antara Melati dan Sendy

Melati masih merasa tidak percaya dengan apa yang telah terjadi saat ini, menjadi seorang isteri dari pria yang ditolongnya sedikit pun tidak pernah terlintas dalam pikirannya apalagi kondisi pria itu masih dalam keadaan hilang ingatan, bagaimana jika suatu saat ingatannya kembali? Apakah ia akan dicampakkan dan di tinggal pergi? rasa takut itu pasti ada, apalagi kini statusnya adalah isteri

" Bu..." ucap Melati lirih ketika duduk berdua dengan sang ibu di dalam kamarnya

Melati memeluk sang ibu dan menumpahkan segala perasaan yang mengganjal di hatinya

" Sabar nak, mungkin ini memang sudah takdir jodoh kalian dipertemukan dalam keadaan seperti ini" tutur bu Dedeh berusaha menenangkan hati sang putri

" Tapi bu, Melati takut bu hiks...hiks... Melati juga belum siap menikah" jujur Melati

" Apa yang kamu takutkan nak? seorang gadis jika sudah memasuki usia 19 tahun seharusnya sudah siap untuk menjalani biduk rumah tangga?" tutur bu Dedeh

" Iya bu itu kalau menikahnya dengan laki-laki yang kita cintai, tapi inikan beda cerita bu bahkan kita aja enggak tahu kak Aden itu sebenarnya siapa dan bagaimana dengan keluarganya?"

" Melati takut bu jika ingatan kak Aden kembali dan ternyata kak Aden memiliki keluarga yang sangat dicintainya" tutur Melati menumpahkan segala kegelisahan hatinya

Bu Dedeh terdiam merenungi ucapan putrinya yang memang ada benarnya tapi mau bagaimana lagi keadaan sudah tidak dapat dirubah kini putrinya sudah sah menjadi isteri dari laki-laki asing yang pernah ditolongnya dan jika tidak mengizinkan putrinya menikah pun tidak mungkin dia dan suaminya membiarkan putri mereka satu-satunya di usir dari kampung tersebut

" Maafkan ibu nak, mungkin ini berat buat kamu jalani tapi kita tidak punya pilihan lain selain menerima takdir ini, maaf karena ibu tidak bisa berbuat apa-apa, hiks...hiks...?" bu Dedeh yang merasa bersalah pada putrinya pun ikut menumpahkan air matanya

" Bu maafkan Melati, bukan maksud Melati membuat ibu sedih !" tutur Melati yang sudah berada di dalam pelukan hangat sang ibu

Keduanya pun saling berpelukan menumpahkan segala kesedihan yang mereka rasakan

______

Di tempat yang berbeda

Seorang wanita tengah berbaring lemah di sebuah tempat tidur rumah sakit dengan jarum infus yang terpasang di punggung tangannya

Keadaan wanita itu cukup memprihatinkan setelah kepergian sang suami yang dinyatakan telah meninggal akibat kecelakaan mobil yang ditemukan hancur didasar jurang

Meskipun semua orang menyatakan suaminya telah meninggal dunia wanita itu yang tidak lain adalah Mia Wulandari masih berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau suaminya itu masih dalam keadaan hidup apalagi jasad suaminya belum diketemukan

Meskipun segala kemungkinan bisa saja terjadi, suaminya meninggal di tempat kejadian dan jasadnya dimakan binatang buas apalagi hutan tersebut termasuk hutan lebat.

Mia merasa bersalah karena selalu memaksakan kehendaknya terhadap suaminya apalagi saat kejadian itu terjadi suaminya pergi dalam keadaan marah karena bertengkar dengannya, hal itulah yang membuat Mia semakin merasa semakin bersalah dan berada di dalam penyesalan yang sangat dalam

Tidak ada yang tahu dengan kejadian yang terjadi di dalam rumah tangganya bahkan Mia pun sampai merahasiakan pernikahan suaminya dengan Marisa pada para sahabatnya termasuk atasan suaminya yang tidak lain Azka suami sahabatnya sendiri

" Mia loe harus ikhlas, loe enggak boleh kayak gini terus seandainya kak Sendy tahu dia pasti akan sedih ngeliat loe kayak gini" Tutur Zaira yang sudah tidak kuasa lagi membendung air matanya

Mona, Indah, Lia dan Mita pun tidak sanggup melihat sahabatnya Mia dalam keadaan seperti itu, mereka pun turut menangis bersama Zaira

Mama Nina pun yang selalu setia menemani sang putri hampir jatuh sakit karena terlalu lelah menjaga putrinya yang masih belum ada perkembangan sama sekali

Beruntung Mia memiliki mertua yang sangat baik dan perhatian seperti mama Lidia dan papa Bram yang ikut bergantian menjaga Mia

Seandainya mereka tahu tentang penyebab putranya yang pergi dari rumah dalam keadaan marah sampai terjadilah kecelakaan itu entah bagaimana respon kedua mertuanya itu terhadap Mia

Mia sudah hampir 2 bulan pasca suaminya dinyatakan meninggal akibat mobilnya yang di temukan jatuh ke jurang jatuh pingsan dan sampai saat ini masih dalam keadaan tidak sadarkan diri

Sementara Siska yang mengetahui kondisi Mia tersenyum bahagia karena akhirnya kebahagiaan yang dimiliki Mia yang selalu menganggap dirinya sahabat telah berhasil ia hancurkan

Dia datang menjenguk Mia dengan hati yang bahagia, rencananya menghancurkan gadis yang ada di hadapannya saat ini adalah tujuannya untuk sudah lama dipendamnya

" Akhirnya apa yang menjadi tujuan gue berhasil Mia, seandainya loe mendengarkan apa kata suami loe pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi, loe adalah orang yang menyebabkan suami loe meninggal Mia!" bisik Siska membuat Mia yang memang dalam keadaan tidak sadar tidak dapat merespon apa-apa tapi walaupun begitu indra pendengarannya masih berfungsi dengan baik

Mia meneteskan air matanya dan Siska tersenyum bahagia melihatnya lalu pergi begitu saja

Setelah Siska pergi tiba-tiba saja Mia mengalami kejang-kejang membuat mama Nina yang baru saja masuk ke dalam ruangan putrinya dibuat terkejut dengan kondisi putrinya

Dengan panik mama Nina berteriak memanggil dokter dan tidak lama dokter datang dan memeriksa keadaan Mia

" Ada apa Nin?" tanya mama Lidia yang baru saja datang setelah sempat pulang sebentar untuk mandi dan masak untuk besannya

" Aku juga enggak tahu Li, pas aku masuk, Mia tiba-tiba aja kejang" Mama Nina pun menangis takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada putrinya

" Kamu yang sabar ya Nin, kita berdoa saja semoga Mia cepat segara sadar dari komanya" ucap mama Lidia berusaha menguatkan besannya walaupun dirinya juga sama rapuhnya dengan mama Nina setelah putranya dinyatakan meninggal tapi wanita paruh baya itu berusaha tegar karena kondisi menantunya yang sangat memperihatinkan masih butuh dukungan darinya

Pintu ruangan Mia pun terbuka dan dokter keluar dari ruangan tersebut bersama dua orang suster yang mendampingi

" Bagaimana dokter keadaan putri saya?" tanya mama Nina yang begitu mengkhawatirkan keadaan Mia

" Alhamdulillah, kondisi putri ibu sudah stabil kembali, mengajaknya untuk berkomunikasi itu memang baik untuk membantu kesadarannya tapi usahakan bicaranya jangan sampai ada kata-kata yang bisa memicu emosinya meningkat ya bu!" saran dokter

Mama Nina dan mama Lidia saling melempar pandangannya

" Maksud dokter apa ya memicu emosinya seperti apa, saya kurang paham maksud dokter?" tanya mama Nina yang terlihat nampak polos

" Begini bu, walaupun kondisi pasien saat ini dalam keadaan tidak sadarkan diri tapi indra pendengarannya masih dapat merespon dengan baik jadi jika ada kata-kata yang tidak menyenangkan dihatinya ia akan merespon seperti tadi" terang dokter

Mama Nina dan mama Lidia pun mengangguk paham

" Baik dokter terima kasih banyak" ucap mama Nina akhirnya mengerti lalu sang dokter pun pamit undur diri

" Sebenarnya siapa wanita tadi?" gumam mama Nina

" Wanita siapa?" tanya mama Lidia yang mendengar gumaman Mama Nina

" Wanita yang tadi datang mengejenguk Mia karena setelah dia pergi Mia jadi seperti itu" tutur mama Nina

" Apa mungkin apa yang dokter katakan tadi ada kaitannya dengan wanita itu?" tanya mama Lidia yang tiba-tiba teringat ucapan sang dokter

" Mungkin wanita itu mengatakan sesuatu yang memicu emosi Mia meningkat tinggi?" lanjutnya

" Bisa jadi" sahut mama Nina

" Jadi kalau wanita itu datang lagi menjenguk Mia kita harus lebih hati-hati lagi" saran mama Lidia yang diangguki oleh mama Nina

Setelah kondisi Mia dinyatakan sudah kembali stabil kedua wanita paruh baya yang sangat menyayangi Mia pun merasa sedikit lega sambil menemani Mia keduanya pun menyempatkan diri untuk mengisi tenaga mereka dengan makan bersama masakan mama Lidia yang sengaja ia bawa untuk makan bersama dengan besannya

1
Lilik Juhariah
bagus ceritanya Thor kereeeen GK bs konent
Lilik Juhariah
aduuuh nyesek
Lilik Juhariah
sedih banget, nyesek
Lilik Juhariah
kereeen ceritanya , gk belibet gk banyak drama trs penyusunan katanya luar biasa
Lilik Juhariah
bagus lho ceritamu Thor, tapi blm ada yg notif hingga sedikit yg baca, penulisannya , alur tata bahasa keren lho ,
Lilik Juhariah
ahirnyaaa ada pelangi setelah hhujan
Lilik Juhariah
simalakama , lbh baik bercerai tapi menikah gk dianggap , dan gk mungkin gk ada iri dlm poligami,
Lilik Juhariah
bknnyz membujuk Mia ,malah kabur sebulan gk pulang, cinta modelan apa
Dhiana Wiyanshena
Terima kasih kakak🙏🤗
Lilik Juhariah
bagus lho ceritanya , alurnya juga mengena gk belibet banyak drama, kereee thor
Lilik Juhariah
aduuuh bacanya sport jantung sedih bangeeet
Dian mamah Rafa
terus semangat kk....terus berkarya.....lanjutkn kisah"yg lain yg blm tamat juga....
Dian mamah Rafa
kk knp yg chesy sama amar ko gak d lanjut lg ..
Dian mamah Rafa
selamat buat mia dan sendy...akhirny d beri kesempatan hamil....dlm penantian panjang ......
Anis Rohayati
serru bgt akhir nya mia selamat ka dan hamil pula 😍😍😍😍
Dian mamah Rafa
yg meninggal siapa kk..melati atau mia....semoga saja melati...yg d nyatakan hamil mia...
Anis Rohayati
jadi ga semangat buat lanjut ka karna mia meninggal ka
Anis Rohayati
mudah2han si jalang melati aja yg meninggal ka enak bgt bahgaia si jalang melati
Anis Rohayati
sumpah kaga seru klu mia meninggal ka
Desi Aja
☺️☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!