NovelToon NovelToon
Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch

Status: tamat
Genre:Murid Genius / Iblis / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Akademi Sihir / Kutukan / Roh Supernatural / Chicklit / Tamat
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Isekai Fantasy

Anna Holand adalah seorang gadis 15 tahun yang tinggal di panti asuhan di London, suatu hari dia ditemui oleh seorang wanita tanpa kepala dan tangan kanan yang memberikannya sebuah tiket untuk masuk ke akademi sihir Stonehart, dari sana ia akhirnya menemukan siapa jati dirinya sesungguhnya dan alasan kenapa berada di tempat seperti itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 : Penyerangan Hutan Terlarang

"Anna apa kamu yakin mereka akan datang ke tempat ini? Sesungguhnya kita telah dilarang untuk kembali ke sini bukan?"

"Itu tidak masalah karena nona Silia juga menemani kita."

"Fakta ia datang untuk membantu sangatlah sulit untuk dipercaya."

Nona Silia sendiri hanya mengawasi di atas pohon sementara kami bertiga di bawahnya menunggu.

"Ia juga penasaran kenapa para Oliheim ingin menyerang tempat ini, lagipula apa di sini ada makhluk yang mereka anggap sebagai musuh... bukannya itu cukup membuatmu penasaran."

"Tidak sama sekali."

Marick hanya mengunyah kentang goreng di tangannya tanpa ikut terlibat obrolan, dia kemungkinan sudah menyerah padaku dan memutuskan ikut tanpa mengeluh sedikit pun.

Nona Silia bersuara seperti seekor burung untuk mengisyaratkan bahwa ada orang-orang yang mendekat, dari sini kami bisa melihat beberapa puluh orang dengan jubah hitam. Sebagian adalah vampir dan sebagian lagi serigala.

Benar-benar berbahaya jika kamu diketahui, kami menggunakan semacam ramuan bau juga untuk menyembunyikan keberadaan kami.

Mereka bergerak ke arah kolam kematian dan di sana tentu ada wanita tanpa kepala yang telah mengirimku ke akademi.

Tanpa basa basi mereka menyerangnya, dengan sihir maupun kekuatan fisik.

"Tunggu, tunggu mereka bermusuhan.. nona Silia?"

"Aku tidak tahu siapa wanita tanpa kepala itu, tapi bagaimana dia masih hidup?"

Itu juga yang ingin aku ketahui, sebelumnya aku menebak bahwa dia Merlim Ratmir tapi kurasa tidak, seharusnya dia bisa berhasil mengalahkan mereka seorang diri namun akhirnya malah gagal.

"Aku tidak yakin tapi mari bantu wanita itu."

Atas usulan nona Silia kami mulai bergerak, sebelumnya kami telah menaruh berbagai kacang-kacangan di dekat sini, dengan satu mantra kacang-kacang tersebut tumbuh sangat besar.

Awalnya kami hanya bisa sedikit menumbuhkannya tapi sekarang itu tidak masalah karena kami bisa menumbuhkannya sangat tinggi hingga menembus awan.

"Kalian lihat itu, sihirku juga hebat."

Marick bergembira atas pertama kalinya ia mampu melakukannya, itu bagus tapi kami tidak boleh lengah.

Kami berhadapan dengan wanita tanpa kepala.

"Tunggu sebentar, kami perlu menanyakan satu hal."

Alih-alih menjawabku dia melemparkanku sebuah peta kemudian menghilang setelahnya.

"Apa yang kamu dapatkan Anna?"

"Entahlah petanya kosong," balasku demikian.

Sebelum para Oliheim turun kami akan langsung segera meninggalkan tempat ini. Aku melemparkan diriku ke atas ranjang dengan wajah terlungkup di bantal.

"Aku tidak mengerti, peta ini kosong."

"Mungkin ada sihir yang mencegah yang untuk mudah diketahui."

"Aku juga merasa begitu tapi kita sudah tahu nona Silia juga menggunakan sihirnya namun tidak terjadi apapun."

"Apa mungkin kita harus bertanya ke profesor Goven?"

Sarah memberikan usulan tak terduga.

"Kenapa kita harus menanyakannya?"

"Mungkin saja ada sihir terkutuk yang menghalanginya."

Aku diam memikirkannya, memang benar itu adalah pilihan bagus tapi aku tidak berniat untuk membuatnya mengetahui urusan kita.

Pada akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke perpustakaan walaupun tidak bisa membuahkan hasil.

Semua mantra gagal, tak lama Marick muncul selagi menyeret tangan Jean keluar. Wajahnya tampak pucat.

"Kenapa kau lakukan ini?"

"Kita perlu bantuanmu, serahkan saja padanya."

"Apa boleh buat."

"Kenapa dengan nadamu."

Jean melirik ke arah peta yang aku sodorkan padanya, dia membolak-balik beberapa saat sebelum menyimpulkan.

"Peta ini mengambil ingatan, hanya dengan darah naga kita bisa melihatnya."

Kami diam beberapa saat sebelum berteriak serempak.

"Eh?"

Orang-orang mulai bersamaan menenangkan kami untuk diam.

1
Musliha yunos
best
Ahmadjahuri
terimkasih kak ceritanya seruu
Isekai Fantasy: Sama-sama /Smirk/
total 1 replies
Khairunnisa
baguss🥰🥰
Stray Cat
bagus jadi kangen nonton harry potter
Andi Darul Aqsah
harapan nya update tiap hari
sey~~
hai, kek nya mau end ya
Isekai Fantasy: Iya, sebentar lagi tapi tergantung sih, pengennya sampai 70 chapteran.
total 1 replies
sey~~
hai
sey~~
tetep menunggu up walau pun kagak tau mau up apa Hiatus
sey~~: ouhhh oke sensei
total 4 replies
Frando Kanan
professor goven yg bunuh tuh...pasti
Frando Kanan
keturunan org gila itu?
Frando Kanan
Haus hiburan huh? heh 😏....keasikan Haus hiburan tau2 roda berputar mlh klianlh di jdikn santapkn pda org yg klian bully itu...
Frando Kanan
jika benci dgn rakyat jelata mka abaikn aja....gk ush cari mslh bila d situ suka buang2 wkt
sey~~
sensei, semangat buat nulis dan semoga hari mu menyenangkan
sey~~
hm~~~
sey~~
sepi yah~~~
kalo aku setia ko :v
sey~~: sensei aja lebih mudah ketik nya
total 4 replies
sey~~
intinya suka novel ke gini, no romace ( di rl lose mulu soalnya) 🤣
sey~~: setuju jangan ampe romace pokoknya
total 2 replies
Narin
mangat up thor
Narin
lanjut up
Narin
uwu
Narin
buset brutal up gak tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!