Danisha putri, gadis berusia 25 tahun yang harus bekerja seumur hidupnya untuk membayar hutang pada Boss nya atas apa yang dia lakukan, belum lagi dia adalah seorang single parent untuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dulu tiba-tiba dia temukan didepan kost nya waktu anak itu masih bayi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
my Dika 25
"Pak Dika mau ngapain kesini?" Tanya Danish heran kenapa Dika masuk ke kamarnya
"Kamu lupa kalau saya tidak bisa tidur kalau tidak memeluk seseorang?" Tanya Dika balik
'astaga kenapa aku bisa lupa hal sepenting itu, berarti dalam sebuah kedepan dia bakalan tidur di kamar aku terus dong... Oh ya ampun kenapa aku bisa jadi beg*k begini' Danis menepuk jidatnya sendiri
Dika tersenyum saat Danish terlihat begitu depresi karena ulahnya
"Siapin air anget, terus baju ganti, aku mau mandi" perintah Dika
"Haloooo.... Disini saya tuan rumahnya, dan lagi saya bukan pembantu bapak" jelas Danish, dia sungguh kesal dengan sifat bossy dari Boss nya itu
"Tangan aku sakit, aku enggak bisa gerak banyak" ucapnya lemah
Danish memutar bola matanya malas dan jengah dengan Dika yang super nyebelin
Danish menuju ke kamar mandi dan menyiapkan apa yang diperintahkan Dika, untuk baju ganti Danish memberikan kaos kesehariannya, Danish memang suka memakai kaos oblong cowok yang longgar, jadi pas untuk badan Dika
Danish menuju kamar kevin untuk mandi di kamar mandinya
"Ma, mama butuh bantuan Kevin?" Tanya Kevin saat Danish ke kamar nya
"Enggak sayang, mama cuman mau ikut mandi di sini" jawab Danish pada putranya, dia mengelus lembut puncak kepala anaknya
"Kamar mandi mama rusak?" Tanya Kevin lagi
"Enggak Kevin, om Dika lagi mandi di sana" jelas Danish, dia yakin kalau Kevin akan sangat senang kalau Dika berada di sini
"Benarkah? Apa boleh jika nanti aku main sama om Dika ma?"
"Boleh sayang, kenapa tidak"
"Tapi..." Kevin menggantung kata-katanya
"Tapi apa sayang?" Danish penasaran
"Bukankah om Dika kemarin marah sama mama? Om Dika tidak percaya sama mama, kenapa mama enggak bilang kalau Kevin bukan anak kandung mama" ucap Kevin, hati Danish bergetar saat Kevin mengatakan hal itu, Danish memang sudah menceritakan semua nya, dia tidak mau nantinya Kevin akan tahu dari orang lain
"Kevin mama sudah pernah bilang bukan? Jangan pernah katakan itu lagi, kamu anak mama sayang, entah anak kandung atau bukan kamu tetap anak mama, kamu dengar sendiri bukan, om Dika tidak percaya bahkan jika mama menjelaskan nya tanpa bukti, yang ada om Dika bakal marah lagi kayak kemarin" jelas Danish, dia tahu kalau Kevin menyaksikan saat Dika memakinya kemarin
Kevin mengangguk patuh pada perkataan Danish
"Baiklah, mama mandi dulu ya sayang" Danish mengecup pipi putranya kemudian berlalu menuju ke kamar mandi
Beberapa menit kemudian, Dika sudah selesai mandi dan ganti pakaian, dia tidak menemukan Danish dikamarnya, dia mencari Danish ke kamar Kevin, dan menemukan Kevin sedang duduk di ranjang sambil membaca buku
"Hai Kevin, apa yang sedang kamu baca?" Tanya Dika, dia duduk disebelah kevin
"Buku tentang masakan om, Kevin pengen jadi chef terkenal" jawab Kevin penuh semangat
"Benarkah? luar biasa, om Dika pasti bakalan selalu dukung kevin" ucap Dika memberikan semangat pada Kevin yang terlihat begitu berapi-api
Dika mengelus puncak kepala Kevin dengan penuh perhatian
"Kevin, boleh om Dika tanya sesuatu?"
"Apa om?"
"Apa kamu tidak ingin sosok seorang ayah?" Dika berhati-hati saat mengatakannya, dia takut jika respon Kevin akan mengejutkannya nantinya, namun ekspektasinya ternyata salah, dia justru melihat Kevin tersenyum padanya
"Tidak, Kevin tidak ingin ayah, Kevin justru sangat bahagia, dengan hanya memiliki mama sebagai orang tua Kevin, bahkan Kevin tidak butuh siapapun lagi, karena kasih sayang mama sudah luar biasa, walaupun dia bukan..."
"Bukan apa Vin?" Tanya Dika penasaran saat Kevin tiba-tiba menghentikan kalimatnya
"Bukan apa-apa om, maksud Kevin walaupun mama bukan laki-laki tapi mama kuat, bahkan melebihi seorang pria, iya kan?" Ucap Kevin mengalihkan perhatian, Kevin sebenarnya ingin memberitahukan semuanya pada Dika
'tapi bila dipikir memang benar kata mama, jika bicara tanpa bukti malah nantinya berakhir buruk bahkan untuk mama sendiri, mungkin malah om Dika akan lebih membenci mama, karena dikira mengajari aku untuk mengatakan semua ini' pikir Kevin
"Kevin, mama lupa bawa baju ganti, bisa ambil di kamar mama?" Teriak Danish dari dalam kamar mandi
Kevin menatap wajah Dika sebelum menjawab nya, Dika mengangguk dan meletakkan jari di bibirnya sendiri menandakan Kevin untuk tidak memberitahukan keberadaan nya disana
"Iya ma, tunggu ya"
Kevin keluar dari kamar nya untuk mengambil pakaian untuk mamanya, sedangkan Dika tetap duduk di ranjang Kevin
Danish keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, dia terkejut saat melihat Dika sedang duduk menghadap padanya dan tersenyum padanya
"Ahh!!!" Teriaknya
Entah bagaimana handuk itu meluncur kebawah tanpa komando, mata Dika terbelalak melihat pemandangan indah di depan nya, sementara Danish langsung berjongkok dan membalikkan badannya membelakangi Dika kemudian mengambil handuk nya kembali dan segera berlari menuju kamar mandi lagi
Dika menelan ludahnya saat Danish kembali masuk ke kamar mandi, badan nya masih tidak bisa bergerak, rasanya begitu kaku dan bahkan kerongkongannya terasa begitu kering
"Kok jadi gerah, Aku butuh minum yang banyak" gumamnya
"Om, mau kemana?" Tanya Kevin saat berpapasan dengan Kevin didepan pintu kamarnya
"Kamar kamu panas, om butuh air minum yang dingin dan banyak" Dika berlalu meninggalkan Kevin yang masih terbengong mendengar ucapan Dika
"Perasaan lagi ujan, kenapa bisa merasakan panas?" gumam Kevin kemudian berjalan kembali ke kamarnya
-------
Gerah ya, author juga 😝
Yuk komentar bab ini 😘
Jangan lupa like ya 😉