Zuyyina Al Humaira seorang gadis cantik nan imut yang terlahir dari keluaga sederhana.
Sang ayah yang hanya bekerja sebagai seorang petani hanya mengandalkan dari hasil kebunnya untuk kehidupan sehari-hari.
Dia mempunyai tekat yang kuat untuk memperdalam ilmu agamanya di pesantren DARUL QUR'AN.
Dengan kebaikan sang ummi mau menerima Zuyyina di pesantrennya.
Akankah Zuyyina mampu menjalani hari-harinya sang sangat di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan pesantren.
Bagaimanakah kisah cinta Zuyyin yang jatuh hati dengan seorang anak dari putra yai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐀❣️𝐅, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
🍂🍂🍂🍂🍂
Setiap situasi buruk yang menimpa pasti ada sisi positifnya. Bahkan jam dinding yang rusak sekalipun akan menunjukkan waktu yang tepat setidaknya dua kali sehari. Maka, tetaplah berpikir positif dalam hidup. Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagimu.
Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah banyak kesabaran, yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.
Muhasabah diri😌
🌸 happy reading 🌸
Tak terasa kini mereka telah sampai dimana acara yang akan di langsungkan pengajian. Zidan pun memarkirkan mobilnya sesuai arahan dari panitia.
Dengan penjagaan ketat keduanya berjalan memasuki ruang tamu yang di sediakan oleh panitia untuk menikmati jamuan dan beristirahat sejenak.
Setelah menunggu beberapa saat kemudian panitia mengajak Gus Atha ke tempat dimana acaranya berada.
Sesuai dengan arahan master of ceremony Gus Atha pun menaiki panggung.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."
Gus Atha memulai dengan salam dan muqoddimah.
Kemudian Gus Atha pun menyampaikan apa yang menjadi tema pada siang ini yaitu tentang halal bihalal.
seorang akan memahami tujuan menyambung apa-apa yang tadinya putus menjadi tersambung kembali. Hal ini dimungkinkan jika para pelaku menginginkan halal bihalal sebagai instrumen silaturahim untuk saling maaf-memaafkan sehingga seseorang menemukan hakikat Idul Fitri.
setiap Muslim merupakan sesuatu yang baik dan menyenangkan bagi semua pihak. Inilah yang menjadi sebab mengapa Al-Qur’an tidak hanya menuntut seseorang untuk memaafkan orang lain, tetapi juga lebih dari itu yakni berbuat baik terhadap orang yang pernah melakukan kesalahan kepadanya.
Dari semua penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa halal bihalal menuntut pelaku yang terlibat di dalamnya agar “menyambung hubungan yang putus, mewujudkan keharmonisan dari sebuah konflik, dan berbuat baik secara berkelanjutan”.
Ucap Gus Atha panjang lebar. Setelah satu jam lamanya Gus Atha pun menyudahi kajiannya dan turun menuju dimana Zidan berada, mereka kembali lagi ke tempat peristirahatan yang tadi di sediakan panitia.
Selang beberapa menit kemudian, Gus Atha pamit undur diri dan tak lupa Zidan membukakan pintunya untuk Gus Atha.
Kemudian mobil mereka pun perlahan meninggalkan tempat tersebut.
Karena mereka belum melaksanakan sholat Dzuhur, Gus Atha pun menyuruh Zidan untuk mencari masjid yang berada di sepanjang perjalanan pulang.
"Dan, itu kayaknya di depan ada masjid," sambil menunjukkan jarinya ke ajah masjid yang berada di depan.
Zidan pun memarkirkan kendaraannya, kemudian mereka pun turun dan berjalan beriringan menuju dimana tempat kamar mandinya berada untuk mengambil air wudhu.
Keduanya pun memasuki masjid tersebut dan melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah dan membaca beberapa wiridnya.
Kemudian Gus Atha pun mengajak Zidan untuk istirahat sejenak dan mengeluarkan rokoknya yang ada di dalam tas. Dan tak lupa pula mengeluarkan ponselnya untuk mengecek apa ada pesan dari istri tercintanya.
Gus Atha pun mengirim pesan lewat aplikasi hijaunya dan mengatakan kalau dia sudah dalam perjalanan pulang.
Kemudian Gus Atha pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.
Karena sudah merasa cukup Gus Atha pun mengajak Zidan untuk melanjutkan perjalanannya.
Untuk menghilangkan kejenuhannya keduanya pun saling melempar candaan, tanpa sengaja ada sebuah mobil box dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi yang tak terkendali.
Braaaakkk
Ahirnya kecelakaan pun tak terkendali dan benturan keras menggema di jalanan yang cukup ramai lancar tersebut.
Orang-orang yang berada di warung pinggir jalan pun berbondong-bondong berdatangan menghampiri tempat kejadian tersebut.
"Mari kita bantu, kesian para pemuda ini," ucap salah satu warga.
Kemudian warga pun membawa kedua pemuda tersebut ke rumah sakit agar secepatnya mendapat pertolongan.
Karena mobil box tadi sampai berguling guling beberapa ratus meter, kejadian naas menimpa sopir tersebut dan meninggal seketika di tempat kejadian.
Zuyyin yang sedang berada di dapur membanu Mak Zar untuk membuat makan malam tanpa sengaja jari nya terkena pisau.
"Aaauu, astaghfirullahhaladhim," ucap Zuyyin dan langsung mencecap jari yang Ter kena pisau tersebut.
Tiba-tiba saja perasaan Zuyyin tak seperti biasanya dan Mak Zar pun yang melihat Zuyyin terkena pisau sangat hawatir.
"Neng Zuyyina enngak apa-apa kan, kenapa sampai terkena pisau," ucap Mak Zar khawatir.
Enggak apa-apa kok Mak, entah kenapa perasaan ku jadi enggak enak ya.
Tak berapa lama sesudah Zuyyin mengobati lukanya ponsel Zuyyin pun berdering.
"Hubby telpon, ada apa ya," gumam Zuyyin dalam hati.
Zuyyin pun langsung mengangkatnya.
📞 "Iya bie assalamualaikum.'
📞 "Waalaikumsalam."
Deghh
Ini bukan suara hubby terus siapa yang memakainya. Perasaan Zuyyin sudah tak menentu.
📞 "Hallo mbak….. denger kan saya ngomong?" tanya seseorang yang berada di seberang sana.
📞"Ah iya, ini dengan siapa ya?" Tanya Zuyyin cemas.
📞 "Kami dari pihak kepolisian bahwa suami anda sedang mengalami kecelakaan di jalan…………," ucap pak polisi panjang lebar.
Seketika Zuyyin pun tak berdaya berada di meja makan. Belum ada setengah jam bertukar pesan dengan suaminya dan kini mendengar kabar buruk yang menimpanya.
Mak Zar yang mengetahui hal itu langsung berjalan menuju tempat Zuyyin duduk.
''Neng, kenapa dengan gusse?" Ucap Mak Zar ikutan panik.
"Gus Atha Mak!"
Seketika Zuyyin tak sadarkan diri, dan membuat Mak Zar panik langsung berlari mencari ummi yang berada di teras samping dengan abah.
Dengan napas tersenggal Mak Zar berbicara dengan ummi.
"Ummi, ninge ummi," ucap makzar yang masih ngos-ngosan.
"Mak Zar ada apa!" ucap ummi heran.
"Ninge pingsan di dapur."
Tanpa menunggu lama Abah dan ummi pun berlari menuju dapur dimana Zuyyin pingsan.
Ummi pun menepuk-nepuk pipi Zuyyin dengan pelan.
"Nak bangun," ucap ummi.
Ummi pun sambil mengoleskan minyak kayu putih di kening juga hidung agar Zuyyin segera bangun.
"Kenapa sayang?" Tanya ummi kembali.
Seketika Zuyyin pun menabrakkan tubuhnya ke pelukan ummi.
Abah dan ummi yang berada di situ pun bingung apa yang dilakukan Zuyyin.
"Gus Atha ummi," ucap Zuyyin sambil tersedu.
"Kenapa dengan Atha nak," ucap Abah hawatir.
"Guse kecelakaan bah, sekarang gusse ada di rumah sakit…….." ucap Zuyyin.
Abah pun langsung menelpon ustadz Zain yang selalu menjadi supir Abah kemanapun Abah pergi.
Tak berapa lama mereka pun masuk kedalam mobil menuju dimana rumah sakit yang di mana Gus Atha dan Zidan di rawat.
Butuh satu jam perjalanan agar sampai dimana Gus Atha berada.
Kemudian Zuyyin yang sudah tak sabar ingin melihat keadaan suaminya, Zuyyin pun berlari kecil dan bertanya di tempat resepsionis dimana kamar suaminya tersebut di rawat.
Sesuai arahan perawat yang berjaga, kini mereka pun berjalan lurus dan menaiki lift menuju lantai tiga dimana Gus Atha berada.
Sampai di depan kamar, Zuyyin pun langsung berlari menghampiri Gus Atha yang bebaring lemah di atas brangkar pasien dengan alat oksigen dan infus di tangannya.
"Bie bangun," ucap Zuyyin lirih sambil terus bercucuran air mata mata.
Ummi yang tak tega melihat Zuyyin pun langsung menarik tubuh menantunya dalam pelukan ummi.
Ummi pun tak kalah sedihnya dengan Zuyyin.
🌸bersambung🌸
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.