Anyelir jatuh cinta pada ayah angkat angela, Namun big menolak nya karena sudah menganggap anye sebagai keponakan nya.
Namun cinta anye yang sangat besar membuat nya maju pantang mundur, Meski ia harus menjadi istri kedua dari big.
Kesengsaraan yang ia alami tidak membuat anye putus asa, Karena zizi istri pertama big sangat membenci nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belanja
Leon menatap marah ketika selesai mendengar kan ucapan zizi, Darah nya mendidih saat ini.
"Dasar perempuan tidak becus!" Maki leon kasar.
Buaak.
Zizi terpelanting menabrak meja karena di tendang leon di bagian perut, Sungguh sakit rasa nya apa lagi bekas cesar itu masih terasa nyeri kadang kadang.
"Aku tidak bisa lagi menahan big untuk pindah leon, Karena berliana terus saja mengusik ku." Ujar zizi.
"Ooh kau mau pamer karena big sangat perhatian padamu?!" Sengit leon menarik rambut zizi.
"Bukan itu maksud ku." Jawab zizi kesakitan.
Leon melepas kan cengkeraman nya dengan kasar, Zizi hanya bisa menangis. Ingin lepas dari leon pun ia tidak bisa, Jujur saja zizi sudah tidak punya cinta lagi untuk leon.
Karena sekarang zizi mencintai big sepenuh nya, Kasih sayang dan juga perhatian big membuat zizi terlena.
"Andai saja anak ku tidak mati, Pasti tidak akan rumit mendapat kan mansion itu." Geram leon.
"Maaf kan aku." Isak zizi.
"Maaf saja kau bisa nya! Kalau kau becus saat melahir kan dia, Maka sekarang anak ku pasti hidup dan bisa mengambil harta nya." Sentak leon.
"Apa mansion itu sangat penting untuk mu? Bukan kah sudah cukup perusahaan dan juga mobil serta masih banyak benda lain nya." Zizi memberani kan diri untuk bertanya.
"Kau bertanya padaku sialan?! Dari awal tujuan kita adalah mansion, Agar kita bisa hidup enak." Sinis leon.
"Apa kau yakin hanya aku yang akan kau ajak di mansion itu? Bagai mana dengan wanita tadi malam yang kau tiduri?!" Teriak zizi.
Leon kembali mendekat dengan wajah beringas, Zizi mundur ketakutan karena ia tahu apa yang akan leon lakukan.
"Bukan kah kau juga sering melakukan nya dengan big? Jangan sok suci kau pel4cur." Hina leon.
"Kau yang menyuruh ku leon, Kenapa sekarang kau yang mengataiku?!" Teriak zizi sakit hati.
"Ohoho kau sekarang berani berteriak padaku, Sini kau."
Zizi berteriak minta ampun ketika leon menghajar nya dengan tongkat base ball, Teriakan minta ampun sama sekali tidak leon peduli kan.
*****
Kini usia seina sudah lima bulan, Bayi gembul cantik ini sudah bisa merangkak dan bisa merespon panggilan.
"Jadi mau pergi nye?" Angel datang dan langsung masuk kamar.
"Jadi dong, Seina saja sudah ready." Jawab anye.
"Aduh duh cantik nya ponakan aunty." Angel gemas dengan penampilan seina yang memakai bandana.
"Cantik lah, Mama nya saja cantik." Bangga anye berjalan masuk mobil.
Angel hanya memiring kan bibir nya kesal, Tak lupa ia melambai kan tangan pada anzel yang sedang duduk.
"Enggak usah genit kau." Anye menjitak kening angel.
"Yah siapa tahu nanti dia tertarik." Jawab angel yang menggendong seina.
Anye hanya bisa geleng geleng kepala dengan tingkah sahabat nya ini, Namun meski pun kadang konyol. Angel sangat membantu anye yang sering kerepotan mengurus seina.
"Semoga nanti anak ku kembar saat menikah dengan anzel." Doa angel menciumi seina.
"Orang nya saja belum tentu mau! Kok sudah berdoa masalah anak." Ucap anye.
"Menurut mu anzel mau enggak sih sama aku?" Tanya angel serius.
"Tanya lah sama dia." Suruh anye.
"Udah! Dia bilang takut sama cewek bar bar kayak gue." Jawab angel nelangsa.
"Ubah penampilan dong, Gitu saja kok susah." Sahut anye.
"Ya kalau aku tidak bar bar, Siapa yang akan melindungi dia." Protes angel.
Anye mengangguk karena benar ucapan angel, Karena anye tahu bahwa sekarang angel sudah di latih oleh daddy nya untuk menjadi wanita kuat.
Sampai di mall mereka langsung turun dan menuju pakaian bayi, Baju seina banyak yang sudah tidak muat lagi.
"Baju bayi saja harga nya satu juta?!" Kaget angel.
Seina sudah di masukan kedalam stroller, Tidak kuat juga mereka jika terus menggendong seina yang gembul itu.
"Udah tenang saja, Kamu kalau mau nanti kita pilih." Sahut anye.
"Uang dari mana nye? Emang ayah aku kasih nafkah buat seina?" Tanya angel.
Anye langsung menatap angel tajam karena menyinggung masalah big, Apa lagi tadi angel malah menanyakan masalah nafkah.
"Tanpa uang dia pun aku masih bisa membeli kan baju untuk seina! Aku punya uang ngel untuk putriku." Kesal anye.
"Iih maaf nye." Angel jadi tidak enak hati.
"Sudah lah, Ayo bantu aku pilih untuk seina saja." Anye kembali fokus.
Hampir satu jam mereka berada di toko khusus bayi, Kini mereka menuju pakaian untuk dewasa.
"Kamu pilih lah, Tadi daddy bilang kamu juga suruh ambil baju." Ucap anye.
"Sungguh? Wah daddy memang yang terbaik." Ujar angel girang.
"Jangan pilih kaos oblong terus ngel, Coba pakai dres atau rok mini yang itu." Ujar anyelir.
"Enggak akhh, Apaan kayak gitu." Tolak angel cepat.
"Ya kan siapa tahu anzel jadi terpikat." Ujar anye membawa nama anzel.
Angel yang mendengar nama anzel pun jadi berubah pikiran, Meski kurang nyaman dengan rok mini levis itu. Tapi angel mengambil nya dua, Dan juga mengambil crop top.
"Kamu enggak nye?" Tanya angel.
"Lagi enggak pengen, Aku laper ini." Sahut anye.
"Tadi kan udah makan nye, Masa udah lapar lagi." Heran angel.
"Nama nya juga busui." Anye membela diri.
"Alasan saja kau itu."
Akhir nya mereka selesai belanja dan kini menuju tempat makan, Karena bukan akhir pekan. Restoran siap saji tidak ramai pengunjung.
"Seina bobok saja terus." Anye melongok melihat putri nya.
"Ya lah, Nanti malam tinggal begadang." Ujar angel.
"Kamu yang antri ya, Aku tunggu di meja sana." Tunjuk anye.
"Iya."
Anye mendorong stroller menuju meja yang ada di pojokan, Ada juga muda yang makan sambil melihat anye.
"Untung saja aku pakai topi." Lirih anye karena sebenar nya anye takut ketahuan oleh teman sekelas nya.
"Anyelir!"
Marco yang melihat anye langsung mendekat dan duduk di hadapan nya, Berbarengan dengan angel yang sudah membawa makanan.
"Ngapain loe duduk sini sih marco?!" Kesal angel.
"Aku cuma sebentar kok." Jawab marco yang melirik isi stroller.
"Dia anak ku." Anye langsung mengatakan tanpa malu.
"Anak? Kamu janga bercanda nye." Marco tidak percaya.
"Apa aku terlihat sedang bercanda?! Untuk apa juga aku bercanda dengan mu." Kesal anyelir.
"Jadi kamu sudah menikah." Gumam marco pelan.
"Dia sudah menikah namun juga sudah bercerai." Cetus angela.
Terkaget kaget marco di buat nya, Baru saja mengetahu anye sudah menikah dan juga bercerai. Apa lagi kini anye sudah punya anak.
"Boleh aku lihat?" Tanya marco.
"Tidak! Anak ku tidak boleh di lihat orang sembarangan." Jawab anye.
"Emm baik lah."
Merasa kehadiran nya tidak di harap kan, Marco melangkah pergi dengan segudang pertanyaan di otak nya.
Enak ya om di buang satu datang satunya.😅