NovelToon NovelToon
Imam Yang Seperti Bapak

Imam Yang Seperti Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:268.4k
Nilai: 5
Nama Author: lilinur m

"Diterima ya, Mba. Dijalani saja dulu, banyak shalat dan baca Qur'an. Semoga tugas akhirmu, lekas selesai. Insya Allah, ini keputusan yang baik, Mba. Sepertinya Mas Akbar, anak yang shaleh."

"Iya, Pak, Bu. Saya jalani. Makasih restu dan doanya."

Aku berdiri, pamit. Masuk ke kamar. Kututup pintu, segera sujud syukur kepada Pemilik Semesta.

"Bismillah, semoga aku bisa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilinur m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Seribu Kuil

Desa Ambal. Ya, Sekar sekarang berada di Desa Ambal. Tempat Sekar dilahirkan, setelah menginjak usia tujuh bulan, barulah Sekar mengikuti kedua orangtuanya merantau di Sumatera.

Disinilah tempat Ibu dan Bapak Sekar berasal. Satu desa, satu deret rumah. Kalau jodoh memang begitu. Padahal, dulu kata Bapak, Ibumu itu banyak penggemar, salah satunya polisi. Entah alasan apa, sampai pada saat itu, Ibumu mau menunggu Bapak dari Jakarta, menyelesaikan pendidikan.

Aku berada di pantai. Rumah Nenek, dekat dengan pantai. Akses yang ditempuh sangat mudah, sepuluh menit kalau naik.sepeda motor.

Kuambil gawai. Lalu kucoba mengarahkan kamera canggihku ke arah ombak pantai, sebentar lagi matahari tenggelam, tapi pantai semakin ramai.

Setelah kurasa mendapatkan gambar yang bagus, aku pilih beberapa fotoku dengan latar belakang matahari terbenam. Wah, cantik. Mataharinya. Kucari kontak dengan nama Mas Akbar Z, lalu kukirimkan hasil jepretanku ke calon suami. Sekar tersenyum.

Akbar sedang gelisah. Duduk pinggir pantai, merenung seorang diri. Teman kerjanya masih duduk di villa. Hanya Akbar sendiri yang sibuk mencari signal.

Dari pagi, kekasihnya itu, belum menghubungi atau memberikan pesan. Akbar tahu, hari ini adalah hari istimewa untuk Sekar. Wisuda. Akbar tidak bisa datang ke Jogja, dikarenakan tidak ada hari libur. Akbar bisa saja meminta izin kepada bosnya. Hanya saja, Akbar tidak mau seperti itu, Akbar punya tanggung jawab yang lebih.

Ting

Ada pesan masuk pada gawai canggih Akbar. Dengan segera, ia membuka pesan dari kekasih tersayangnya.

Ada beberapa foto wisuda dan foto di pantai. Tunggu, Sekar ke pantai? Pikir Akbar. Segera Akbar menghubungi Sekar. Tapi tidak aktif.

Lalu muncul lagi, sebuah pesan yang membuat wajah Akbar cemberut sekaligus kesal.

'Maaf Mas, di sini lumayan susah signal, jaringan tidak mendukung untuk kartu yang aku pakai. Fotonya sudah sampai? Bagaimana? Cantikan mana sama kandidat pilihan Mas Akbar yang dulu? wkwkwkw'

Lucu. Kamu lucu, De. Makasih sudah buat aku tertawa.

Beberapa bulan kemudian.

Sekar sudah pulang kembali ke daerah asal, Palembang. Kedua orangtuanya menyuruh Sekar segera pulang kampung setelah menerima ijazah. Akbar juga mendukung keputusan Sekar. Disamping itu, Akbar tidak lupa memberi kabar bahwa tes masuk kuliah S2 di Bandung bulan Juli. Jadi, Sekar harus bersiap segalanya.

"Pak Akbar, mau ikut kami keliling Kota Singkawang, sekali-kali keliling bareng kami." Ajak salah satu teman dosen Akbar.

"Ikut saja, Pak. Kita lihat lampion, pasti rame, makan nasi goreng tempat Pak Jokowi juga, ya guys!" Tambah dosen lain.

"Baiklah, saya ikut. Ada tempat untuk ambil gambar baguskah, Pak Mirta?"

"Ada Pak, tujuan kita kesana. Mari bersiap."

Besok Singkawang akan mengadakan Festival Cap Go Meh. Nyala lampion merah sangat terang. Singkawang, salah satu kota toleran di Indonesia. Inilah yang disukai oleh Akbar. Akbar sangat menyukai hal yang berupa budaya dan adat.

Sekarangpun, kamera canggihnya, tidak lepas dari kedua tangan kokohnya. Kamera yang dibeli dari hasil penelitian sewaktu di Jogja.

Membidik objek yang menurut Akbar langka dan estetis. Teman kerja Akbar sudah hafal dengan Akbar. Kalau sudah menyangkut hal budaya, adat dan sejenisnya, Akbar akan selalu ingin tahu.

Akbar berhenti di depan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, inilah salah satu vihara yang ada di Singkawang. Mengambil gambar dengan lensanya. Akbar selalu memposting di sosial medianya tentang acara ataupun adat. Tidak hanya Cap Go Meh, pada saat Isra' Mi'ra pun, di Singkawang mengadakan acara yang berhubungan dengan keislaman.

1
Suyatno Galih
disn othor sll menyebut desa asal dan domisili, ku kenal Ambal Mirit Kebumen Jateng---Makmur p rimau Banyuasin Sumsel benar or salh thor
Eny Hidayati
kata hati yang sama...
Eny Hidayati
ujian hidup selalu ada ...
Eny Hidayati
sahabat selalu ikut gembira untuk sahabatnya...
Eny Hidayati
mode on going ...
Eny Hidayati
Bapak ibu Suryo sepertinya baik, orangnya tidak sok ...
Eny Hidayati
seneng banget lamaran diterima...
Eny Hidayati
masih menyimak...
Eny Hidayati
nembung itu namanya...
Eny Hidayati
berlanjut berarti...
Eny Hidayati
sama2 berdebar ...
Eny Hidayati
mohon maaf sebelumnya... masih bingung pov-nya ... tapi aq nikmati saja karena adanya begitu ... tetap semangat Thor.
Eny Hidayati
memasak itu yg paling ditakuti kalo keasinan ...se buyar-buyarnya pokoknya...
Eny Hidayati
Akbar pasti terkejut dan tentu ingat itu adik tingkat .
Eny Hidayati
Bapaknya Sekar itu disebut orang yang nyungkani ...
Surya Langit
bagus
Eny Hidayati
pesawat melangit... seperti melangitnya sebuah harapan ...
Eny Hidayati
menyimak ceritamu Thor... AQ semangat membaca... Author semangat menulis... sehat selalu Thor...
Aminah Mimin
maaf perasaan waktu USG anak nya kembar kok waktu lahiran cm 1
Kimie Meonk
colon imam pilihan jga so sweet loh.. aq rekomend... bgt dh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!