NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:294.5k
Nilai: 5
Nama Author: ocybasoaci

Ikatan suci pernikahan sejatinya terjadi antara dua insan yang saling mencinta, lalu berkomitmen untuk setia, dan berjanji akan selalu bersama dalam suka maupun duka. Namun, tidak dengan pernikahan yang terjadi di antara Jova (23 tahun) dan Felix (38 tahun). Pernikahan yang terpaut perbedaan umur hingga lima belas tahun itu terjadi lantaran keluarga Jova yang terlilit hutang dengan juragan Guntoro, seorang konglomerat di kotanya.

Karena sakit gagal ginjal yang diderita oleh adiknya membutuhkan pengobatan yang mahal, sehingga keluarga Jova terlilit hutang pada Juragan Guntoro. Sementara cara untuk melunasi hutang keluarganya yang sudah menggunung, Juragan Guntoro menawarkan pernikahan dengan putranya seorang perjaka tua yang terkenal galak, sombong, dan bertingkah semena-mena, dia adalah Felix.

Mampukah Jova membuat Felix jatuh hati padanya? Ikuti terus keseruan Jova yang selalu mempunyai ide unik, dan membuat Felix tidak bisa menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocybasoaci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Curhat

Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, kini Jova pun sudah sampai di depan rumah suaminya. "Kenapa aku berasa jadi majikan yah, pulang diantarin sopir," kelakar Jova sembari bersiap turun.

"Sopir nggak dapat bayaran mah percuma," seloroh Arzen, kali ajah dapat bayaran yang spesial.

"Mau di bayar berapa aku hanya punya uang dua puluh lima rebu, kalau mau di bayar lima rebu nggak apa-apa, lumayan buat beli teh pucuk, masih sisa dua rebu, nah sisa dua rebunya buat beli risol dapat satu butir." Jova pun tertawa dengan renyah.

"Bayarnya jangan pakai uang mau nggak?"

Jova langsung terdiam dengar ucapan Arzen. "Terus bayarnya pakai apa? Jangan macam-macam yah!" ancam Jova sebelum Arzen berkata yang benar-bener macam-macam.

"Macam-macam gimana, cuma mau ajak makan mie ayam ajah, bayarnya dengan makan mie ayam gimana?" tanya Arzen sembari mengembangkan senyum terbaiknya.

"Tapi, kalau untuk itu tunggu sampai gajihan yah, tabungan aku tinggal dikit dan aku takut tidak sampai gajihan lalu aku makan pakai apa?"

Arzen gantian kini dia yang terkekeh, bagaimana kalau aku yang telaktir?"

"Jangan deh, aku nggak enak, kamu selama ini sudah baik banget, suka bantu aku dari masalah dengan Bos Felix aku nggak enak, tunggu saja sampai aku gajihan dan setelah itu insyaAllah aku akan traktir makan mie ayam."

Kini Jova pun kembali bersiap hendak keluar dari dalam mobil asisten Arzen.

"Jo..." Arzen kembali memanggil Jova. Dan wanita itu kembali menghentikan kakinya yang sudah turun sebelah.

Jova menaikkan sebelah alisnya. "Apa lagi," ucap Jova dengan suara yang setengah berbisik.

"Cuma mau bilang salam untuk Cemong dan juga buat Momy-nya Cemong." Arzen terkekh dengan renyah. Sementara Jova terkejut dengan apa yang Arzen katakan.

"Dari mana kamu tahu kalau aku punya anak angkat bernama cemong? Kamu nggak akan bilang-bilang pada bos kamu kan?" Wajah Jova untuk seketika menegang, dia terlalu takut kalau Arzen akan mengadukan pada suaminya soal Cemong yang tinggal di rumah dia.

"Tidak lah, lagian kayaknya bos juga nggak akan kejam banget kayak gitu kali, dia baik kok." Entah berapa kali Arzen mengatakan kalu bosnya baik, tetapi Jova sendiri belum yakin ia adalah orang baik sebab ia sendiri belum merasakan kalau Felix memang memiliki sifat baik. Ok lah Jova pun secara pribadi belum pernah yang di marahi sampai sakit hati banget, paling salah paham seperti tadi dan kata-kata yang sebatas celetukan, masih bisa di maklumi, tetapi yang tidak habis pikir adalah Jova adalah istrinya, tetapi diperlakukan sangat buruk dengan tinggal di atap rumahnya dan bekerja sendiri untuk memenuhi nafkahnya. Itu yang membuat Jova merasa sangat buruk telah memiliki jodoh yang bernama Felix.

"Aku masuk, kamu  kerja dan jaga yang benar bos kamu itu, kalau perlu jampi-jampi biar jangan marah-marah terus, percayalah tidak akan berkurang rezeki dia dengan bersikap baik, apalagi pada istrinya." Tanpa menunggu waktu lama kini Jova pun langsung turun dan berjalan ke pintu samping. Pintu yang menghubungkan langsung ke tangga yang menuju kamarnya, di atap rumah mewah itu. Meskipun di atap, tetapi setidaknya tidak terlalu panas karena ada pohon besar di setiap sudutnya.

"Sore Bi Suro, sedang apa?" tanya Jova, seperti biasa ketika ada bi Suro di dapur maka Jova akan menyapanya dengan ramah, sekedar basa basi karena memang wanita itu sudah sering di bantu oleh bi Suro, terutama yang berhubungan dengan makanan.

"Eh Neng Jova baru pulang? Tunggu!!" Bi Suro gegas langsung menuju meja makan dan mengambil sesuatu. Yang Jova bisa tebak itu adalah makanan yang bisa ia gunakan untuk makan malam.

"Bibi, masak banyak, ternyata Tuan tidak pulang, buat makan Neng saja." Bi Suro memberikan makanan di atas piring, tidak seperti biasa akan di bungkus dengan kertas nasi ataupun tempat makan (kontainer plastik) agar tidak ketahuan oleh Felix.

Jova bergeming tidak langsung menerima makanan yang di berikan bi Suro, hatinya justru terharu ketika melihat makanan di depanya.

"Bibi tahu gimana perasaan Neng, Bibi hanya berdoa suatu hari nanti Neng Jova bisa merubah sikap Tuan Filix, dia sebenarnya baik, cuma terlalu takut untuk kenal dengan orang baru." Lagi, ternyata bukan hanya Arzen yang bilang kalau Felix memang orang baik, bi Suro berkata kalau Felix juga orang baik.

"Amin Bi, Jova tidak ingin berharap lebih hanya ingin dihargai saja." Kelopak mata Jova pun memanas, dan butiran menyerupai Kristar pun keluar dari sudut matanya. Bi Suro yang sangat baik pada dirinya justru membuat ia terharu. Bahkan bi Suro selalu menyisakan jatah makanya untuk Jova. Mungkin apabila tidak ada bi Suro, Jova akan sangat berat merasakan hidup di Ibukota ini, berkat wanita paruh baya itu, Jova bisa menghemat uang makanya.

"Kalau begitu Jova ucapkan banyak terima kasih Bi, Jova tidak bisa membalas kebaikan Bibi dengan sesuatu yang bernilai ataupun berharga, tetapi Jova selalu doakan Bibi semoga Allah mudahkan segala hajat, dan Bibi di beri kesehatan selalu." Jova dengan tangan bergetar menerima piring berisi nasi dan lauk pauk yang tentunya lezat sangat berbeda dengan biasanya.

Bi Suro pun membalas dengan senyum teduhnya. Sepanjang kakinya menapaki anak tangga satu persatu, air matanya juga menetes dengan deras, bukan karena sedih, tetapi terlalu bahagia, di saat ada seseorang yang tidak menyukainya, akan ada orang lain yang dengan tangan terbuka membantunya. Mungkin sebagian orang untuk makanan seperti yang saat ini berada di tangan Jova sangat sederhana, dan Jova pun mampu untuk membelinya. Namun bukan hanya sekedar mampu dan mewahnya. Nilai dari makanan itu, perhatian dari orang yang tidak Jova kenal sungguh membuat dia sangat bahagia, sehingga ia menangis haru.

"Meong..." Suara cemong berhasil mengagetkan lamunan Jova, dan seketika itu bibir Jova langsung melengkung sempurna, dan punggung tanganya mengusap air mata yang menetes di pipinya.

"Hai, Cemong. Momy udah pulang kamu pasti kangen yah." Jova langsung meraih Cemong yang memang dengan sengaja dibiarkan berkeliaran di luar rumah tempatnya tinggal, kebetulan setiap turun ke bawah ada pintunya sehingga Cemong tidak bisa ke luar berkeliaran ke lantai bawah. Jova bisa tenang meninggalkan cemong sendirian untuk kerja, karena ada bi Sarni yang membantu menjaga cemong juga jadi Jova tidak terlalu khawatir dia akan kelaparan.

Seperti biasa sebelum ia membersihkan diri dan juga mencuci pakaian yang kotor. lebih dulu wanita itu bercerita dengan kucing ras persia itu. Hidung yang pesek membuat Jova semakin gemas dengan kucing itu. Akan menjadi rutnitas rutin setiap pulang kerja ia akan bercerita dengan cemong dengan apa yang dia alami selama seharian ini.

Seperti hari ini apa yang menimpanya benar-benar Jova ceritakan, dari mulai ia yang diperintahkan bu Dewi, yang memerintahkan dirinya untuk naik ke papan, dan Incident yang tidak diharapkan terjadi. Lalu dirinya yang di minta bertanggung jawab dan juga saat ini pekerjaan dia yang menjaga bosnya Felix. Serta rasa haru dan bahagia dia yang di beri makanan yang menurutnya mewah. Nasi dengan Cumi, dan udang goreng tepung dan tumis capcay. Beberapa potong buah-buahan, membuat Jova kebali terisak, ketika menceritakan apa yang terjadi dihari ini pada Cemong.

Kucing dengan hidung pesek itu pun seolah tahu bahwa sang Momy angkatnya sedang sedih, kucing itu hanya diam saja dengan sorot mata saling menatap pada Jova, seolah binatang berbulu halus itu sedang berusaha menguatkan Jova.

"Cemong, maafkan Momy kalau nanti momy tidak pulang ke sini yah, mungkin saja bos momy tidak akan mengizinkan momy untuk pulang, kamu jangan nakal, dan jangan cari momy yah, kamu juga harus jadi kucing yang baik, kucing yang mandiri, dan jadi anak momy yang tidak nakal. Nanti kalau Momy sudah gajihan Momy akan ajak kamu ke dokter hewan untuk vaksin, dan ke pet shop untuk kamu potong bulu biar bulu-bulu kamu semakin cakep. Kamu doakan momy banyak uang yah, dan gajih momy lancar kalau bisa besar biar momy bisa manjain kamu terus." Tangan Jova mengelus bulu-bulu halus itu, dan cemong pun terlihat sangat menyukainya.

"Meong..." Cemong kembali memberikan respon.

Ini adalah hal kecil yang membuat Jova merasakan nyaman, meskipun hanya bercerita dengan seekor anak kucing, tetapi berhasil membuat otak dia tidak sampai gila, dan juga tidak sampai setres. Bahkan kadang rasanya ia lebih suka bisa bercerita dengan cemong, dari pada bercerita dengan manusia, Jova merasa lebih nyaman ketika bercerita degan seekor kucing.

Wanita berusia dua puluh tiga tahun itu memegang dadanya yang tiba-tiba berdetak hebat. "Ayah, Ibu, Jini apa kalian baik-baik saja di kampung halaman? Jova kangen banget sama kalian." Kini pikiran Jova kembali merasakan tidak enak, setiap teringat keluarga maka hati Jova seolah teriris-iris. Nyeri dan sesak.

Seperti ini penampakan Cemong yang sedang menyimpan Momy Jova bercerita.

1
Nur Syamsi
Ngidam kali ya Jovanya
Nur Syamsi
Bagus Jova dg pakaian menutup aurat bagi wanita Tdk mengundang Hawa syetan pd mrka 👍👍
Nur Syamsi
Alhamdulillah sudah akur tu si suami istri
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 Apa yg dikatakan mbok ttg Felix sudah kelihatan baiknya, dia bersikap arogan. Krn Papa dan ibu yirinya
Nur Syamsi
Ayo Felix ceritakan jpd Jova ap yg pernah kamu alami terhadap ayahmu dan ibu tirimu yg kayaknya trauma trhap wanita shga kelakuanmu begitu thdap wanita spya Jova TDK salah faham atas sikapmu selama ini
Nur Syamsi
perjuanganmu Tdk akan sia sia Jova
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 semoga ada keajaiban, moga Allah mengangkat penyakitmi Jini
Nur Syamsi
Jova mengembalikan struk atmnya itu suatu bukti bahwa istrimu itu wanita jujur coba klaw wanita matre mana ada narik sedikit uang dr kartu saktimu pak Felix
Nur Syamsi
bikin pusing ni laki satu
Nur Syamsi
Jadi perawat berarti mungkin Felix sudah ada rasa ma Jova istrinya cuma gengsi aja ngakuinya jdi dia mau jadikan Jova merawat dirinya sbgai modus
Nur Syamsi
suami kurang ajar, nyiksa perempuan tanpa ampun ntar karma ya thor
Nur Syamsi
pelajari saja dulu apa maunya suami aroganmu,
falea sezi
katanya kaya punya asisten kok bodoh
Dewi Aqila
Luar biasa
Nurbismi Mimi
lg mampir
Ernha Ciuss
tanda tada pelakor
Ernha Ciuss
bikin nangis..😭😭😭😭😭
Ci_Osyih Aenta: Sabar, untung udah buka yah kalau belum bisa batal nih 🤭
total 1 replies
Ernha Ciuss
jagan jahat" bgt dadi orang...
Bidadarinya Sajum Esbelfik
mommy nya Cemong ngidam yaaaa😍😍
Ci_Osyih Aenta: kayaknya Cemong bakal punya saingan... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!