Gara-gara menyerempet mobil seorang CEO, seorang gadis terpaksa membayarnya dengan menjadi pengasuh anak dari seorang CEO kaya raya, Dion Mahesa.
Nafa Maheswari, gadis cantik yang bekerja sebagai kurir pengantar paket, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena Ia harus menjadi pengasuh untuk membayar kerugian akibat ia telah menyerempet mobil Dion, Dion meminta pertanggungjawaban dari Nafa, karena Ia tidak memilih uang, maka Nafa terpaksa banting setir menjadi pengasuh anak laki-laki berumur lima tahun. Di mana Dion dan istrinya telah bercerai, dan anak mereka, Dion yang mengasuhnya. Anak itu bernama Alaska Mahesa.
Kehadiran Nafa membuat Alaska sangat senang, bukan hanya Alaska yang senang tapi sang Ayah pun ikut bahagia, cinta mulai bersemi di antara mereka, akankah Alaska bisa membuat keduanya bersatu? Sementara Nafa sendiri sudah memiliki tunangan.
Novel ini untuk event Anak Genius, mohon dukungannya ya 😊❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan ditahan
Nafa tidak bisa berkutik lagi, lari pun Ia tidak bisa, Ia hanya berdiri termangu sembari menatap wajah sang suami, bukan seorang Dion jika dirinya melepaskan Nafa begitu saja, Dion pria normal dan tentu saja hasrat kelelakian nya bangkit yang selama ini sudah lama Ia pendam. Tanpa basa-basi lagi, Dion langsung dan secepat mungkin menjatuhkan tubuh istrinya di atas ranjang tidur, pemandangan itu terlihat semakin sempurna apalagi kedua tangan Nafa lepas dari sesuatu yang Ia tutupi.
"Sempurna!" seru Dion kala melihat dua bukit nan elok dan menantang, sementara di bawah sana terdapat sebuah hamparan rumput nan tumbuh subur pada sebuah tempat yang menyimpan berbagai keindahan, ingin sekali Dion melihat lebih dalam surga yang tersembunyi dibalik hamparan rumput nan indah itu.
Tak berpikir lama, Dion segera melepaskan jas dan juga kemeja pengantinnya, Ia merasa sudah sangat gerah dan sesak kala mata laki-lakinya melihat keindahan tubuh yang dimiliki oleh sang istri.
Rasa sesak itu juga memaksa Dion membuka ritz celananya, hingga akhirnya terlepas sudah celana yang menutupi kaki seksi seorang Dion. Kini pria itu bersiap untuk menyelami malam pengantin yang telah lama didambakan oleh setiap pasangan yang baru saja menikah.
Spontan Nafa menutup kedua matanya saat mata Perawan nya melihat sesuatu yang tegak perkasa, seperti jagung tapi bukan jagung, seperti sosis tapi ukurannya lebih jumbo, entah apa yang sebenarnya Nafa lihat, baru kali ini melihat milik seorang pria dewasa, selama ini Ia tahu hanya dalam gambar pelajaran biologi tentang alat reproduksi pada pria, dan itupun tidak seseram yang Ia lihat sekarang.
"Astaga! Itu apa? Bukannya itu sama pada gambar di buku biologi, tapi kok bentuknya seperti itu sih, kok ngadep ke atas nggak ke bawah, yang digambar kan ngadep ke bawah, yang ini ke atas gitu, ohh kok jadi takuuuttt!" batin Nafa yang merasa perbedaan ukuran dan bentuk benda itu pada pelajaran biologi dan yang Ia lihat secara langsung sangat berbeda.
Dion mulai merangkak naik ke atas ranjang, dan dirinya siap mengeksekusi Nafa malam ini.
"Kenapa kamu menutup matamu? Apa kamu tidak ingin melihat ku datang?" bisik Dion di sela-sela dirinya mulai melakukan pemanasan.
"Aku takut!" balas Nafa sembari menahan rasa saat tangan sang suami mulai merambat pada sesuatu miliknya yang sensitif.
"Jangan takut, Baby! Rileks dan nikmati saja." Dion pun membuka kedua tangan yang menutupi wajah cantik Istrinya, Nafa menatap wajah sang suami dengan tatapan sendu, sementara Dion menatap Nafa dengan tatapan yang liar, dan tak menunggu lama Dion memulainya dari kecupan lembut pada bibir sang istri.
Sementara di atas sibuk mellumat dengan indah, yang dibawah bersiap-siap untuk menjelajahi hutan belantara yang terdapat sebuah tempat yang indah dan tentu saja memberikan kenikmatan yang hakiki.
Pemanasan itu cukup membuat tempat itu menjadi basah, sehingga memudahkan Dion untuk masuk menembus pintu dunia surgawi milik sang istri. Kepala bor gundul itu sudah menyentuh pintu masuk yang mulai licin, itu akan memudahkan kepala bor gundul untuk masuk tanpa seret dan mengurangi rasa sakit dan nyeri pada Nafa, Dion yang sudah berpengalaman dalam hal ini, tentu saja Ia bisa membuat Nafa menjadi rileks dan tentunya Ia membuat Nafa ingin segera merasakan sensasi malam pengantin untuk kali pertamanya.
"Jangan ditahan! Aku akan segera masuk." Dion menatap wajah sang istri yang terlihat memejamkan matanya kala Nafa mulai merasakan sesuatu yang mulai menyentuh tempat pribadinya.
Baru satu kali tusukan dan itupun belum masuk, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.
"Daddy! Mama Nafa! Buka pintunya, ini Alaska. Alaska nggak bisa tidur, Alaska mimpi buruk Daddy huhuhu."
Terdengar suara Alaska yang sedang menangis, spontan Nafa mendorong tubuh suaminya hingga berguling dan jatuh di bawah ranjang.
"Aduhhh pinggangku!" Dion terlihat meringis dengan memegangi pinggangnya yang sakit karena terjatuh dari atas ranjang tidur. Dan spontan bor gundul berubah menjadi lemas dan itu membuat Nafa tertawa, ternyata bentuknya sangat imut saat sedang tidur.
...BERSAMBUNG...
endingnya jgn gitu lah,
tp kok tergantung...MMG dh abis ke?