Takdir insan tak selamanya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh insan itu sendiri.
Di saat seorang pria harus menikah dengan wanita yang tidak dicintainya, di saat itu pula cinta pertamanya hadir dalam kehidupan rumah tangganya.
Istrinya yang awalnya tidak mencintai sang suami, kini berjuang mempertahankan rumah tangganya demi menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita.
Akankah si istri sanggup meraih cinta sang suami???
yuk lanjut capcus baca🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Raju membawa Kania keluar dari Qal'at al-Bahrain. Setelah itu Raju pun mengajak istrinya pergi ke tempat lain.
Hari ini dia berencana akan membawa sang istri berkeliling Bahrain, paling tidak dia bisa menjauhkan istrinya dari saudara kembarnya itu.
Kali ini Raju mengajak Kania ke The Avenus, sebuah tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan untuk berbelanja.
"Kita mau ke mana lagi?" tanya Kanaya pada suaminya.
"The Avenus," jawab Raju pada istrinya.
"The Avenus?" tanya Kanaya mengulangi ucapan sang suami.
Dia penasaran dengan tempat yang bernama The Avenus. Kanaya memang belum pernah ke Bahrain sehingga belum ada tempat yang diketahuinya.
"The Avenus merupakan pusat perbelanjaan yang biasa dikunjungi oleh wisatawan asing, di sana juga terdapat resto. Kita bisa makan siang di sana," ujar Raju menjelaskan.
Kanaya mengangguk paham, kali ini mencoba mengikuti kemauan sang suami agar dia tidak lagi mendapatkan sikap kasar dari Raju.
"Mhm," gumam Kanaya mengangguk.
Saat mereka berada di dalam mobil di perjalanan menuju The Avenus, Raju membuka ponselnya. Lalu dia menulis sebuah pesan untuk para readers setia novel pengantin yang tertukar.
"Diberitahukan kepada para readers yang baik hati dan tidak sombong, karya author yang berjudul pengantin yang tertukar 2 harus diganti judulnya menjadi Cinta yang Salah karena sesuatu hal. Author berharap para readers setia pengantin yang Tertukar dapat memahami hal ini." Raju mengirim pesan itu melalui status aplikasi hijau dan aplikasi biru.
Setelah itu Raju menyimpan ponselnya di dalam saku bajunya.
Seperti biasa Raju tak ingin melepaskan tangan istrinya, di sepanjang jalan Raju menggenggam erat tangan sang istri.
Entah mengapa Kanaya genggaman tangan itu membuat dirinya merasa tenang, tapi egonya untuk mendapatkan Raja tak bisa dibendungnya.
Dia masih tetap ingin mendapatkan Raja seutuhnya karena baginya Raja adalah cinta pertamanya.
Dia yakin bahwa dia akan hidup bahagia bersama pria yang menjadi cinta pertamanya.
Sesampai di The Avenus, Raju meminta Faiz menunggu di parkiran atau di kafe yang ada di sekitar parkiran, kali ini dia ingin berkeliling di The Avenus hanya berdua dengan istrinya.
Raju ingin menanamkan chemistry di hatinya dan hati sang istri, dia berharap ini menjadi awal dalam kehidupan rumah tangganya menjadi lebih baik.
Di sepanjang langkah, Kanaya melihat-lihat banyak barang-barang yang disukainya dipajang di toko-toko.
Saat mereka melewati sebuah toko pakaian, Kanaya melihat sebuah gamis yang elegant. Dia menghentikan langkahnya tepat di depan toko itu.
Matanya tertuju pada gamis yang terpajang itu, sorotan matanya membuat Raju mengerti apa yang diinginkan oleh sang istri. Dia sangat tertarik dengan gamis itu.l
"Kamu suka dengan gamis itu?" tanya Raju pada saat istrinya.
Raju juga melihat sebuah gamis putih dengan hiasan payet indah menempel di sana, yang mana design gamis itu terlihat sangat indah dan mahal.
"Ti-tidak," lirih Kanaya menggelengkan kepalanya.
Entah mengapa tiba-tiba Kanaya tidak mau menyusahkan suaminya. Apalagi Kanaya sudah sempat melirik harga yang tertera di ujung gamis tersebut.
Harga gamis itu sekitar 250 Dinar yang mana setara dengan sekitar 13 juta rupiah.
"Ti-tidak, aku tidak,--"
"Jika kamu memang menginginkan gamis itu, Ambi saja," ujar Raju.
Kanaya tidak pernah membeli apa pun yang harganya begitu mahal, karena kedua orang tuanya bukanlah orang yang kaya raya seperti Raju.
Sehingga dia tidak berani membeli gamis tersebut yang mana harganya jauh tinggi.
Dengan harga satu gamis itu Kanaya bisa mendapatkan puluhan gamis yang biasa dimilikinya.
Harga gamis yang dimiliki Kanaya paling tinggi harganya sekitar 500 ribuan yang sudah jelas harga gamis yang dikenakannya saat ini.
"Jika kamu menyukai gamis itu, kita bisa membelinya sekarang juga," ujar Raju Santai.
Raju tidak peduli seberapa mahal harga gamis yang diinginkan istrinya saat ini.
"Tidak, aku tidak menginginkannya," ujar Kanaya.
Kanaya pun melangkah meninggalkan toko tersebut, Raju bergegas meraih tangan istrinya sehingga sang istri menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya, hingga Kanaya jatuh ke dalam pelukan sang suami.
Kini mereka berada di jarak yang sangat dekat, mata Kanaya tertuju pada bola mata milik suaminya, begitu juga dengan Raju.
Dia kini menatap dalam peda sang istri, seketika pandangan mereka terkunci. detak jantung Raju kini mulai berpacu, kini jantungnya berdetak semakin kencang dan tidak dapat dikendalikan.
"Eh " Kanaya tersadar dari lamunannya.
Kini wajahnya berubah menjadi merah menahan rasa malu.
"Ayo." Raju mengajak Kanaya masuk ke dalam toko tersebut.
Dia pun meminta penjaga toko untuk mengambilkan gamis yang disukai oleh istrinya, dia meminta penjaga toko untuk membantu Kanaya dalam mencoba gamis tersebut.
Penjaga toko pun membawa Kanaya menuju ruang pas untuk mencoba gamis yang disukainya itu.
Raju menunggu Kanaya di sebuah sofa yang tersedia di tengah-tengah toko itu.
Tak berapa lama menunggu, Kanaya datang dengan mengenakan gamis tersebut.
Dia berjalan menghampiri sang suami. Raju pun terpukau dan terpesona pada sang istri.
Raju berdiri lalu menghampiri sang istri, dia mendekap sang istri.
"Kamu sangat anggun," bisik Raju di dalam hati.
Entah mengapa kata-kata itu keluar dari mulut Raju begitu saja.
Bersambung...
Rasanya nggak rela aja klo sampe cerita ini tamat.
semoga ada ekstra...ekstra dan ekstra part-nya.😇👍
semngat