Apa Jadinya jika sekelompok orang dengan berbagai pandangan tapi satu tujuan dan si satukan dalam satu Agensi bernama JULID VANGKE. Sebuah institusi penegak keadilan. Yang digawangi oleh, Khodijah, Romlah, Caitlyn, Jukaykha, Jaenab dan Ijah.
Tugas mereka cukup berat, karena harus membasmi para penjilat tak berguna pemakan dana Bansos yang seharusnya dialirkan untuk Masyarakat yang membutuhkan. Para penjilat yang mereka beri nama Keledai Dungu itu ternyata memiliki banyak akal untuk melakukan Playing Victim.
Mampukah para detektif Julid Vangke membuktikan kebusukan mereka?
Karya ini hanya fiktif belaka. Terinspirasi dari banyaknya kasus yang terjadi dimasyarakat biasa😍Dilarang Baper! Ini hanya guyonan semata😍Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Di tengah-tengah kegalauan Khodijah, terdengar suara langkah kaki terburu-buru. Ternyata itu adalah Ijah. Gadis paling keren di geng Julid Vangke ini.
"Gaes.. Gaes... ada kabar keren!" ucap Ijah sembari terengah.
"Apaan sih lu, Jah. Astaga! Ngagetin aja!" Khodijah merajuk, karena pada dasarnya hari ini Khodijah sedang kesal dengan kawanan keledai dungu itu.
"Astaga naga bonar jadi dia, klean ga baca berita spektakuler hari ini? Si Amad supramat tukang makan tomat itu, di tangkep polisi!" ucap Ijah semangat.
"What?" pekik mereka semua, menatap bingung ke arah Ijah.
"Ya, tapi ini bukan pasal penipuan atau kasus seperti yang kita hadapi saat ini. Tapi kasus lain!" Ijah terlihat bersemangat.
"Kasus lain? Kasus lain apa?" tanya Julaykha.
"Ini lebih memukau bestie, dia bakalan mati sumpah dia bakalan mati!" ucap Ijah lagi.
"Emang dia kena kasus apa?" tanya Romlah.
Tak banyak bertanya, Khodijah dan Julaykha yang saat itu duduk berdampingan langsung mencari berita itu di whatsapp grup yang mereka ikuti.
"Astaga? ini serius? dia berani sekali!" ucap Julaykha heran.
"Kurasa dia udah nggak punya jalan lain selain ini. Tapi ini menjijikan sekali!" ucap Khodijah.
"Dia nggak bisa kerja lain kah?" tanya Romlah.
"Mungkin bisa Rom, tapi hasilnya nggak banyak. Kalo dia ikutan begitu kan siapa tahu sugar daay, terus dia di jadiin simpanannya. Kan nggak tahu!" jawab Caitlyn menduga.
"Tapi dia cakep juga pakek baju sope! Kelihatan berwibawa!" ucap Romlah dengan tawa menggelegar khas wanita ayu itu.
"****** lu, biar dia pakek baju keluaran Giordano juga ga ada cakep-cakepnya. Eh tapi lu bener deh, pakek baju sope gini dia jauh lebih berwibawa!" celetuk Esme yang saat itu sedang asik makan kacang. Tak ayal semua orang yang ada di ruangan itu pun tertawa. Menertawakan kegilaan celetukan Esme yang nyatanya sangat keren itu.
"Gaes gaes... si Odah ada komen! Gue and circle gue nggak tahu soal apa yang dilakukan oleh salah satu admin Grub kami. Dia melakukan itu atas dasar pribadi jadi jangan bawa-bawa nama admin yang lain!" ucap Julaykha membacakan komentar atas nama Mom Odah Saodah Munkodah itu.
"Astaga, niat sekali dia. Ah paling juga playing Victim lagi. Dah apal lah sama gaya mereka. Najong baget gue!" ucap Romlah.
"Pastilah, Odah tanpa amad apa bisa! Selama ini yang menghubungkan dia ke gigolo itu kan si amad. Yang nyariin tempat kencan plus mesenin taksi onlen kan dia juga. Mana bisa Odah bebas dari amad. Klean tahu kan dia baca pidato juga Amad yang ngetik. Aelah, gaya-gayaan pas Amad lepas tangan. Ngadi-ngadi aja si Odah!" ucap Khodijah makin kesal. Sebab ia paling tahu hidup Odah tanpa Amad.
"Lu bener banget Khod. Lu tahu kan gue juga eneg banget lihat kelakuan mereka ini. Doaku semoga Odah keseret kasus ini. Biar nyahok tu si Odah mungkodah. Astaga, makin hari gue makin gedek ama dese. Lihat aja mukanya gilani!" ucap Caitlyn kesal.
"Gue denger sragam rebana juga belum di bagi Cait. Apa bener?" tanya Esme.
"Ada yang udah. Ada yang belum. Kata dia masih di penjahit. Tapi entahlah, lu kayak nggak tahu Odah aja. Astaga, gue kesel lama-lama ama si Odah ini. Banyak bener uang yang makan ama dia. Bisa nggak sih dia ni ga gatel lihat duit. Katanya kaya, duitnya banyak, binisnya banyak. La kok uang seragam juga di embat! Entah apa maunya!" jawab Caitlyn makin kesal.
"Kalo boleh jujur, gue gedek banget sama si Kokom juga tu. Uang si jaenab kagak di kembaliin tahu. Padahal minggu lalu dia dapat arisan dari tempat maknya si Ijah. Ya kan Jah?" tanya Julaykha.
"Ah itu si Jaenab aja yang oon. Katanya takut di santet sam bapaknya si Kokom baskom. Lah, orang bapaknya aja kek gitu mana bisa! Yakin si Jaenab cuma di takut-takutin doang!" ucap Romlah geram.
"Tapi serius tahu Rom, si bapaknya Kokom itu suka main begituan! Tapi nggak tahu juga ya. Gue pribadi sih nggak yakin. Tapi kalo inget dia jahil, ya gue percaya!" jawab Ijah.
"Ah entahlah, makin hari gue makin sering sakit gigi gegara pada mahluk astral dunia keledei dungu itu. Mereka makin hari makin nggak bermoral. Lihat aja nanti kalo dia sampai berani macam-macam ama keluarga gue, bakalan gue rebus idup-idup tu keledai dungu. Kesal gue!" ucap Khodijah emosi.
Wajar jika Khodijah paling emosi di sini, mengingat dia adalah seseorang yang selalu di salahkan dan dijadikan bahan untuk playing victim para anggota keledai dungu itu.
Bersambung
Sukses bwt kk
makannya mad jangan suka makan duit haram saat kamu menerima karma nya kamu tersiksa kan tapi saat kamu melakukan kejahatan itu kamu senang dan tak memikirkan apapun
akhirnya perjuangan kalian menemukan titik akhir juga dengan tertangkapnya para geng meresahkan 😁😁😁
kebanyakan bikin ulah sih
sokoooooor tuman kelamaan kalian senang di atas penderitaan orang lain saat nya kalian memetik apa yang kalian tanam