NovelToon NovelToon
SCINCERE LOVE FOR ZIANDRU

SCINCERE LOVE FOR ZIANDRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos
Popularitas:118.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Yuzhi

Pernah merasa menjadi anak yang tidak diinginkan kehadirannya, mengubah karakter seorang Ziandru. Masa kecilnya yang penuh kehangatan dan keceriaan harus berubah 180° ketika menerima kenyataan bahwa dia adalah anak yang tidak diinginkan oleh laki laki yang seharusnya dipanggilnya Abi.

Jika ada yang bertanya, apakah dia menyimpan dendam pada orang tua laki lakinya itu ?? dia tidak bisa menjawab. Dia saja tidak bisa mendeskripsikan rasa dalam hatinya itu. Dia hanya bisa menjauh dari sumber rasa sakit itu. Sebisa mungkin dia berlari menjauh agar bisa melupakan rasa sakit itu tanpa harus menyakiti orang tersayangnya yaitu Uminya.

Kisah ini squel dari " Kisah Hidup Gadis Introvert "
Kalau ingin tidak bingung mengikuti alur cerita ini, sebaiknya baca dulu cerita sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Yuzhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Terakhir Willy

Syifa tercenung di bangku depan ruang pemulasaraan jenazah dengan tatapan kosong. Baru tiga puluh menit yang lalu dia menerima berita kematian sahabatnya dari petugas medis yang bertugas di ruang UGD. Meskipun dia melihat Gladis sudah pergi meninggalkan dunia sewaktu di mobil tadi, tapi karena hati kecilnya masih berharap sebuah keajaiban, tak urung berita ini tetap membuatnya terpukul.

Dan di sinilah dia sekarang, di depan kamar jenazah. Petugas medis telah memindahkan jenazah sahabatnya ke dalam ruang pemulasaraan jenazah untuk menunggu keluarga menyelesaikan administrasi.Dia menunggu Maliq menyelesaikan semua.

Sungguh, takdir manusia tak ada yang bisa menebak. Baru beberapa jam yang lalu, dia bisa bercanda dengan sahabatnya itu, tapi dengan sekejap keadaan berubah menjadi kedukaan. Tragedi kecelakaan itu telah merenggut nyawa sang sahabat tanpa ada yang bisa mencegahnya.

Sekilas kenangan tentang sahabatnya menari di benaknya. Sahabatnya yang selalu bisa membuatnya tersenyum dengan tingkah absurdnya. Sahabatnya yang selalu ada saat saat dia terpuruk. Sahabatnya yang selalu mempercayainya melebihi dia percaya pada dirinya sendiri. Sahabat yang selayaknya dia anggap sebagai saudara kandung.

" Haah..."

Syifa memejamkan matanya untuk sesaat. Dia ingin meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah mimpi. Sesak di dadanya sedikit menguras seluruh akal sehatnya. Bulir bulir cairan bening merangkak jatuh tanpa bisa dia cegah. Dan akhirnya, dia sadar ini bukanlah sebuah mimpi, ini adalah kenyataan yang harus dia terima dengan ikhlas.

" Aarghh...aku mohon, ini hanya mimpi kan ?? " Gumam Syifa tanpa sadar. Netra bening yang biasanya berbinar cerah, kini sembab dengan tatapan sendu. Dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

" Apa yang akan kukatakan pada Valen, Dys ?? Kenapa kau setega itu pada anakmu ?? " Gumaman demi gumaman meluncur tanpa sengaja dari bibirnya.

" Astaghfirullah haladzim !! " Syifa tersentak. " Kenapa aku mengumpati takdir. Ampuni aku Ya Allah !! " Umi dari Ziandru ini mengusap wajahnya dengan kasar seraya memutar pandangannya ke arah ruang jenazah tempat di mana tubuh kaku tak bernyawa sahabatnya di baringkan dan telah dibersihkan.

Syifa melangkah dengan lemah memasuki ruang jenazah. Hawa dingin menyeruak menyapa tubuh Syifa kala dia telah berada di dalam ruangan itu. Dipandanginya tubuh yang terbujur kaku di depannya.

" Aku belum bisa percaya ini " Desisnya sambil menyibak kain penutup wajah jenazah Gladis.

Dipandanginya wajah pucat pasi sahabatnya.Dia sangat mengagumi sahabatnya ini. Sahabatnya adalah seorang ibu yang penuh toleransi. Dia membebaskan anaknya untuk memilih keyakinan yang beda dengannya. Dia membebaskan tanpa harus dia mengubah keyakinannya juga. Terbukti dipenghujung usianya, dia sangat yakin pada TuhanNya.

" Aku tidak sanggup mengatakan pada Valen, Dys. " Syifa semakin tergugu. Dia mengelus pelan wajah memucat penuh luka yang baru saja dibersihkan oleh petugas pemulasaraan jenazah.

" Sakit di sini, Dys...ternyata sangat sakit rasanya ditinggalkan olehmu, Dys " Syifa memukul pelan dadanya untuk mengurangi rasa sesak yang menekan pernafasannya.

" Hhfff...tenanglah di sana sahabatku. Insyaa Allah aku akan menjaga Valen dan menyayanginya sebagai mana aku menyayangi ketiga anakku. Maafkan aku bila pernah dengan tidak sengaja berbuat salah padamu. Kembalilah pada TuhanMu dengan tenang " Syifa menghembuskan nafasnya dengan berat setelah sesaat dia bisa menguasai dirinya. Lalu setelahnya dia menutup kembali kain penutup wajah jenazah. Perempuan beranak tiga ini mengusap pelan jejak air mata di pipinya.

Sementara itu, di tempat lain.

" Maaf tuan. Apakah tuan yang bernama tuan Maliq ?? " Tanya seorang perawat yang mencoba mengejar langkah Maliq hendak menuju ruang jenazah.

Maliq memutar badannya. Ditatapnya seorang perawat laki laki yang sedang mengatur nafasnya yang ngos ngosan.

" Iya. Saya Maliq. Ada apa yaa ?? " Ucap Maliq pada perawat tersebut.

" Itu pasien kecelakaan, sudah siuman dan dia mencari tuan " Ungkap sang perawat.

" Haah ?? Willy sudah sadar ?? Alhamdulillah yaa Allah !! " Pekik Maliq antusias. Sungguh hatinya sangat bahagia mendengar sahabatnya telah sadar.

Pria dewasa tiga anak itu sontak berlari menuju ruangan tempat Willy di rawat. Perlahan suami dari Nursyifa itu membuka pintu ruangan setelah sampai di tempat tujuannya.

Mata elang Maliq langsung berpusat pada sosok tubuh yang terbaring dipenuhi oleh alat medis. Nampak seorang dokter dan dua petugas medis lainnya sedang memantau keadaan Willy.

Dokter paruh baya yang sedang memantau Willy memutar badannya kala mendengar pintu ruangan dibuka dari luar.

" Anda tuan Maliq ?? " Tanya dokter tersebut to the point.

" Iya benar, dok. Saya Maliq sahabat dari pasien " Tukas Maliq seraya tersenyum ke arah dokter tersebut.

Dokter mengerling sekilas ke arah Willy lalu menepuk bahu Maliq dengan lembut dan sedikit meremasnya. Wajah dokter itu sendu kala menatap netra Maliq lalu menarik nafasnya pelan.

" Bicaralah dengan sahabat anda. Sepertinya ada yang hendak dia sampaikan " Ungkapnya lalu beranjak keluar dari ruangan dan diikuti oleh perawat yang mendampinginnya tadi.

Perlahan Maliq mendekat ke arah Willy. Netranya melihat Willy sepertinya susah payah untuk bernafas.

" Will.. Kau mendengarku ?? " Lirih suara Maliq bertanya pada Willy.

Willy membuka matanya yang terpejam. Netranya berwarna biru mengerling pada Maliq.

" Mendekatlah Maliq !! " Titah Willy dengan nafas tersengal.

" Mungkin aku sudah tidak memiliki waktu lagi. Aku hanya ingin menitipkan anakku satu satunya padamu. "

" Deg " Jantung Maliq berpacu lebih cepat.

" Aku mohon sayangilah dia sebagaimana kau dan Syifa menyayangi ketiga anak anak kalian. Aku percaya pada kalian " Entah mengapa bunyi pesan Willy sama dengan pesan yang disampaikan istrinya pada Syifa.

Maliq terpaku dengan mata yang telah berkabut. Dia tidak mampu menggerakan bibirnya menanggapi ucapan Willy. Sungguh hatinya sangat sakit melihat keadaan sahabat baiknya. Sahabatnya yang telah bersama sama sejak masih jaman putih abu abu.

Willy meraih tangan Maliq yang bergantung bebas di sisi tubuhnya dan menggenggamnya dengan tangan sedingin es.

" Aku menitipkan Valen padamu. Dan tolong jalankan perusahaanku sampai Valen mampu mengurus perusahaan dengan baik. Kau tahu, aku sudah membalik nama perusahaanku dan semua asetku atas nama Valen tapi aku sudah memberi kuasa padamu untuk mengurus semua itu sampai Valen bisa " Imbuh Willy dengan nafas yang semakin tersengal.

Jauh hari memang Maliq sudah mengetahui tentang balik nama perusahaan dan aset ke atas nama Valen. Beberapa hari ini dia dan Willy memang sibuk mengurus itu semua bersama kuasa hukum perusahaan Willy, sampai tadi pagi di ruang kerja Maliq mereka sedang membicarakan itu.

Entah hanya kebetulan atau Willy yang telah mempunyai firasat. Daddy dari Valen itu telah memindahkan semua aset dan usahannya atas nama anak semata wayangnnya.

Tapi satu hal yang Maliq tidak tahu bahwa dia dikuasakan mengurus semuanya sampai Valen benar benar siap.

" Will...kita akan membimbing Valen bersama sama " Akhirnya suara Maliq bisa keluar setelah beberapa saat dia bungkam.

Willy menggeleng lemah. " Aku sudah tidak kuat lagi, Liq. Mungkin sudah saatnya aku pergi. Aku sudah percaya, Valen akan bahagia dengan kalian. Jika memungkinkan, jadikanlah dia sebagai menantumu "

Maliq terperangah mendengar ucapan terakhir Willy. Jujur dia juga menginginkan Valen menjadi menantunya. Tapi dia tidak ingin memaksakan kehendaknya dengan menjodohkan kedua remaja itu. Dia takut akan menyakiti hati anak anak. Dia tidak ingin kejadian dengan istrinya akan terulang kembali.

" Valen sangat menyukai anakmu, Liq. Dia mengagumi Zian sejak dia kecil. Tapi andai Zian tidak menyukai Valen, jangan paksakan hal ini. Cukuplah Valen hanya sebagai adik Zian saja " Imbuh Willy dengan suara yang semakin melemah.

Setetes cairan bening berhasil lolos dari sudut netra Maliq.

" Aku janji, aku akan membahagiakan Valen. Aku akan menyayanginya dengan tulus " Ungkap Maliq. Dia tidak bisa mengucap janji yang lebih untuk menanggapi pesan dari sahabatnya. Yang dia tahu saat ini dia ingin sahabatnya bahagia di detik detik terakhirnya.

Bibir pucat Willy mengulas sebuah senyum tipis. " Aku ba- ha gia, Lliq !! " Lirih suara tersendat itu seiring dengan melemahnya genggaman tangannya.

Maliq tersentak saat melihat Willy memejamkan matanya dengan damai.

" Will...Willyam..bangun Will..!! " Pekik Maliq panik sambil menggoyang goyangkan tubuh sahabatnya.

" Dok..dokter ..!! Teriak Maliq lalu berlari keluar dari ruangan mencari dokter.

Mata Maliq membola saat melihat seseorang yang sedang berdiri tidak jauh dari brankar Willy. Orang itu sedang sibuk mengusap air matanya tanpa suara.

" Kakak..!! Dari kapan di situ, nak ?? " Desis Maliq.

" Biar kakak yang panggil dokternya " Zian memilih tidak menggubris pertanyaan Maliq. Gegas dia keluar dari ruangan mencari dokter.

" Apa dia mendengar pembicaraanku dengan Willy ?? " Monolog Maliq lesu.

1
Jumi Saddah
author nya udh lama nggak update ini cerita lgi ya,,,
Ani azee
torr lanjutt
Ani azee: okeee kakk, gapapa kak Syafakillah yaa🙌🏻🙌🏻✨
total 5 replies
Sakila Yukina Kia
tor lnjt lg kpnnnn
holipah
mna lanjutan nya Thor
Dewi Purnamasari
thor shat...??
Susanti Azam
kok lama
Susanti Azam
sudah ngak up LG kah thor
Santi
kapan lanjut thor
Santi
lanjut dong thor,,, semangat
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah... semoga selalu baik" saja.. sehat selalu ya thor. semangat
Senja Ariestya: Aamiin 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻
total 1 replies
Rahma Khayla Rahma
asyik mantap kk author.zian dh mikir" tryt...Valen dg tulusnya merawat dia yg sakit dl.semoga hubungan dg istrinya semakin baik.ayo kk...tmbh up date nya dh g sabar nungguin lanjutanx.💪💪💪💝
Senja Ariestya: kalau aku lanjut masih mau bacakah
soalnya udah setahun lebih hiatus 🙏🏻🙏🏻
total 2 replies
Sumarni Sumarni
jadi lupa sudah ceritanya nich kalo up nya begini
semangat thor sehat selalu 💪💪💪💪💪
Habibi Karmila Manurung
seneng sekali sdh up lagi ...
terimakasih....
semoga segera up.lagi ya kak...
valen dan ziandru😍
Jumi Saddah
sering up donk kaka,,,takut nya kalau kelamaan pd2 lh lupa ntar,,,
Senja Ariestya: 😁😁 maaf...
soalnya, othornya lagi fokus nulis di PF tetangga. 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah... makasih ya thor uda hadir lagi.. semangat dan sll sehat
Rahma Khayla Rahma
mksh kk author sdh up,mmg ak sll menanti kelanjutan ceritanya.berharap semoga zian terbuka hatinya pd Valen.next kutunggu part selanjutnya kk .. 💪🫰
Senja Ariestya: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Wina Kusuma
mendinga pergi ajja Valen buat apa punya suami tp g bisa menghargai istrnya
Wina Kusuma
kasihan bgt si Valen...
Dehan
aku kirimin 1 🌷 thor buatmu
Senja Ariestya: udah kasih bintang lima sama setangkai mawar yaa 👍👍
total 3 replies
Dehan
nyesek banget 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!