NovelToon NovelToon
Holy Girl Kiss 12 Zodiac Otome No Kissu 12 Zodiac

Holy Girl Kiss 12 Zodiac Otome No Kissu 12 Zodiac

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ren Chan~

Seorang putri kerajaan yang memiliki segel dewa naga merah pergi berpetualang mencari 12 zodiak lainnya untuk membantunya dalam merebut kembali tahta kerajaannya.

Mampukah sang putri menemukan 12 zodiak itu? untuk meminjamkan kekuatannya dalam merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ren Chan~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Helaian Merah Dan Wujud Asli Mereka

"Yan,"

"Ternyata kau sudah berani mengangkat senjata ya Rin,"

Rin merasakan begitu sesak di dadanya, matanya memanas dan berusaha menahan tangis, perasaannya begitu campur aduk, ia marah dan juga kecewa.

"Tangkap mereka semua!" Perintah Yan.

Semua tentara suku air, api dan tentara kerajaan Asahi bergabung untuk menangkap Rin dan para zodiak.

"I... Ini terlalu banyak," ujar Rin terkejut begitu banyak tentara yang menghadang mereka. Begitukah? Tidak adakah rasa cinta sedikitpun dari Yan?

Rin kembali mengingat masa kecilnya bersama Yan. Yan begitu baik sehingga di sosok Yan ia menemukan ayahnya. Bahkan Yan juga selalu memuji-muji rambut merahnya, membacakannya dongeng ketika tidur, dan tidur bersama ketika Rin merasa takut.

Rin masih mengingat senyum-senyuman tulus itu dari wajah Yan, wajahnya yang menampakan kebahagiaan untuk Rin.

Namun sekarang, wajah itu berubah mengerikan. Rin selintas mengingat ketika Yan membunuh ibunya menusuknya dengan pedang dan untuk pertama kalinya Rin melihat darah dan bau darah yang begitu anyir. Senyum licik yang sekarang ada di depannya.

Terkadang Rin selalu berharap ini adalah mimpi dan Yan juga sama mencintainya. Tidak bisa di pungkiri ia begitu mencintai Yan namun juga sangat membencinya.

Rin tidak bisa mendengar suara ribut, suara pedang dan suara panah. Pendengarannya hilang, tatapan yang panik masih belum teralihkan dari Yan.

Yan juga menatapnya tajam dan mengangkat pedangnya. Rin juga, kakinya gemetar, seluruh tubuhnya gemetar hebat, tangannya gemetar dan perlahan mengangkat senjata panah yang ada di tangannya untuk menghadang Yan.

Keempat zodiak juga bertarung dengan sungguh-sungguh, meski kondisi fisik mereka sedang tidak stabil sekarang.

"Arghhh," Ryou pun tumbang dengan darah mengalir dari tangannya, ia sudah tidak mampu menopang tubuhnya, jika begini ia tidak akan bisa mengendalikan dirinya dan berubah sepenuhnya ke wujudnya.

"Ryou,"

Tak lama Ruki pun juga tumbang, tentara dan jenderal ini terlalu cepat untuknya berubah wujud sepenuhnya meski hanya dengan wujud setengah manusia, ia tidak sanggup menahan tubuhnya lagi dan ambruk.

"Ruki,"

Sikembar gemini juga ikut lengah, tenaganya sudah habis, mereka mulai kelelahan meski tak berwujud setengah manusia namun dengan kekuatan angin mereka sudah cukup menguras tenaga. Mereka juga ikut ambruk dan mendapatkan luka parah.

"Sakuya, Takuya,"

Kai juga ikut ambruk, ia juga menjadi setengah manusia dan tidak tahan lagi untuk menopang dirinya untuk bertarung.

"Kai,"

Rin yang melihat kelima pemuda itu telah tumbang dan mendapat luka parah. Rin pun segera berlari kearah mereka namun langkahnya di hadang oleh tentara lainnya.

"Tu... Tuan putri," lirih Ryou dari kejauhan melihat Rin dari bahaya. Ia ingin berdiri namun tidak bisa, tubuhnya seperti di jatuhi 1000 tumpukan batu berat, ia juga merasa ada beberapa tulangnya yang patah.

"Kyaaaa," pekik Rin ketika Yan menarik rambutnya.

"Perjuanganmu sudah cukup di sini, kau tidak seharusnya tinggal di hutan. Aku akan membawamu pulang," ujar Yan sambil menarik rambut merah Rin yang panjang. "Rambut merahmu tetap bersinar seperti biasanya,"

"Tu... Tuan," lirih Sakuya dan Takuya juga tidak bisa berbuat apa-apa.

"Aku tidak sudi ikut denganmu, kau membunuh ibuku, kau membunuh kakekku, kau mengambil kerajaanku dan kau juga ingin membunuhku," ujar Rin menatap Yan dengan tajam.

Yan terkejut jantungnya berdebar ketika melihat mata Rin yang begitu tajam, di dalam mata itu ia melihat kobaran api yang begitu besar sedang menyala. Ia seperti terbakar ketika melihat mata itu.

"Matamu! Kau tidak bisa memberontak lagi, teman-temanmu akan segera mati di sini,"

Ryou, Ruki, Sakuya, Takuya, Kai. Hanya bisa tertidur lemah di tanah dengan luka di sekujur tubuh.

"Jika begini kami tidak punya pilihan lain,"

Ryou dan yang lainnya hanya bisa meratapi kesedihan mereka. Sekarang orang yang paling di cintai mereka sedang dalam bahaya dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Tentara-tentara hendak membuang menangkap mereka, Aries, Taurus, Gemini, Cancer. Mereka semua akan di tangkap dan di jadikan alat untuk perang.

"Jadi mereka adalah para zodiak ya? menarik, tangkap mereka!" perintah Yan.

"Ryou, Ruki, Sakuya, Takuya dan Kai mereka adalah keluargaku. Jangan kau ambil lagi mereka dariku!"

Mendengar itu Ryou, Ruki, Sakuya, Takuya Dan Kai tidak bisa menahan air mata mereka. Sedih rasanya ketika berada di posisi ini. Tidak ada pilihan lain jika itu berakibat fatal dan tidak bisa mengendalikan diri mereka lagu.

Rin pun menundukan kepalanya, dan diam-diam mengambil pedang Yan.

"Hah!"

Rin memotong rambut merahnya yang sedang di tarik oleh Yan. Yan melihat sekilas air mata itu dan helaian rambut merah yang di tariknya kini terpotong dan helaian merah itu pun berterbangan.

Mata Ryou membulat tubuhnya mulai memanas melihat Rin seperti itu, Ruki pun juga tidak bisa menahannya, Sakuya dan Takuya mulai merasakan angin dahsyat menyelimuti tubuh mereka dan Kai tidak bisa lagi mengendalikan dirinya.

"Putri,"

"Tuan,"

"Tuan,"

"Nona kecil,"

"Tu... Tuan Putri, maafkan kami,"

Lirih mereka semua mulai memasang raut wajah yang mengerikan.

Rin pun terlepas dan menghadang Yan dengan pedang itu, lalu berlari kearah Ryou dan yang lainnya sambil merentangkan tangannya menghalangi tentara-tentara itu yang hendak menangkap Aries dan yang lainnya.

Melihat punggung kecil itu yang sedang menghalangi jalannya tentara, untuk menangkap diri mereka. Ini sudah tidak bisa di tahan lagi.

Rin melayang kan pedang ke segala arah menghalau para tentara-tentara itu.

"Jangan mendekati mereka, atau ku bunub kalian!" perintah Rin.

"Oya, putri kecil melindungi mereka hahaha pemandangan menyedihkan," ujar Takeda dengan sombong.

"Raja, kita apakan mereka? Putri kau sungguh menarik," ujar Usui.

"Tuan putri lari, jangan biarkan kau terbunuh di sini!" perintah Ryou.

"Bagaimana aku bisa berlari tanpa kalian! Tenang saja aku akan melindungi kalian," ujar Rin menoleh kebelakang sambil melihat mereka dan tersenyum.

"Baiklah, jika kau ingin mati maka kau akan mati, bereskan putri dan yang lainnya!" ujar Yan memerintah pasukannya.

Tentara-tentara itu mulai menghadang Rin. Rin masih mencoba untuk menghalau para tentara-tentara itu.

Melihat itu Yan merasa kesal ia sambil menunggang kudanya kearah Rin dan mempersiapakan pedangnya untuk menebas Rin.

"Tuan Putrii,"

"Tuan,"

"Tuan,"

"Putri,"

"Nona kecil,"

Sorak mereka, tiba-tiba tubuh Ryou, Ruki, Sakuya, Takuya dan Kai bersinar. Tanda milik Rin juga bersinar. Merasa Yan semakin dekat Rin tidak beranjak sedikitpun dan menutup matanya tanpa rasa takut. Ia tidak takut jika Yan menebasnya.

Yan perlahan mendekat dan mengayunkan pedangnya ke arah Rin dan_

Yan terkejut sesuatu menangkis pedangnya, kelima pria itu berubah menjadi wujud raksasa roh.

Roh domba, Banteng, Kepiting serta angin taufan besar yang menyapu seluruh hutan.

Rin membuka matanya, kemudian terkejut ketika melihat ada roh raksasa melindungi nya.

Rin menoleh kearah Ryou dan yang lainnya. Mata mereka seperti kehilangan sinarnya. Berteriak histeris sangat menyakitkan mereka semua lepas kendali menghancurkan seluruh hutan dan membunuh para tentara.

Yan yang merasa terdesak akhirnya memilih mundur dan melarikan diri bersama pasukan yang tersisa.

"Sial! Wujud asli mereka benar-benar mengerikan," ujar Yan pergi melarikan diri.

Rin yang merasa jika di biarkan Ryou dan yang lainnya mungkin bisa menghancurkan seluruj dunia. Mereka tampak mengerikan karena lepas kendali.

"Pergi, pergi tuan putri jangan lihat kami!" ujar Ryou dengan suara yang menggema, bahkan sulit untuk mendekatinya. Ryou masih di ambang kesadarannya mengendalikan roh raksasa domba putih itu.

Matanya tajam seperti milik domba jantan kehilangan sinar kemanusiaannya, rambutnya yang berwarna putih keperakan. Tubuhnya gemetar menahan sakit.

"Ryou, Ruki, Kai," Rin ingin mencoba memeluk dan menenangkan mereka yang mengamuk.

Ruki yang mengendalikan roh raksasa banteng hitam. Matanya yang tajam berwarna hitam, rambutnya juga berubah menjadi hitam. Menjerit kesakitan.

Kai yang mengendalikan roh raksasa kepiting putih, matanya yang berwarna putih bersih serta rambutnya yang putih keperakan. Juga menjerit kesakitan dia mengamuk mencapit dan memotong apapun yang ada di depannya.

"Sakuya, Takuya,"

Sakuya dan Takuya tubuhnya di selimuti oleh angin taufan raksasa. Sehingga tubuh mereka melayang dalam pusaran taufan itu.

"Bagaimana ini, tolong, tolong kembali lah jangan menghancurkan apapun lagi!" teriak Rin sekuat tenaga. Ia berusaha agar suaranya di dengar oleh Aries, Taurus, Gemini dan Cancer. Sambil menangis dan memanggil nama mereka.

Next

1
Jeniver Manik
nextt
Jeniver Manik
Nextt. thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!