NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakila

Tasya Fitra Shakilah Haris, gadis cantik bertubuh mungil itu menjadi korban keegoisan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan anak dari sahabatnya, walaupun menolak berkali-kali Tasya akan tetap dijodohkan dengan pria yang memiliki umur jauh lebih tua darinya bahkan ia tidak mengenalinya dan tidak pernah memikirkan akan berjodoh dengan pria yang di anggapnya tua itu, namun karena suatu kejadian akhirnya Tasya menerima perjodohan itu dengan penuh keterpaksaan.

Akankah pernikahan mereka akan menimbulkan cinta?

Yukk baca kisah Tasya selanjutnya ❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berziarah

"Maa, kakak memanggilku untuk ikut dengannya." ucap Tasya dengan lirih

"Dia kesepian maa, dia ingin aku menemaninya."

"Syaa, tenanglah. Bukankah kau sudah tidak memimpikan kakak lagi? kenapa kau mempimpikannya lagi sekarang?" tanya Kinaya bingung. Sejak kakak Tasya meninggal, Tasya selalu memimpikan kakak perempuannya itu namun satu tahun belakangan ini Tasya sudah tidak memimpikannya tapi kenapa mimpi itu kembali datang dan mengusik Tasya lagi? pikirnya.

"A-aku nggak tahu maa, setiap kali aku memiliki masalah. Kakak pasti mendatangiku lewat mimpi dan berusaha mengajakku untuk ikut dengannya. Ta-tapi aku nggak mau dan kakak kesal dengan penolakanku, kakak mencekik leherku maa." ucap Tasya sambil sesegukan lalu memeluk Kinaya lagi. Kinaya mengeratkan pelukannya lalu membelai rambut panjang anaknya itu. Kemudian Kinaya melepaskan pelukannya dan mengambilkan gelas berisi air yang berada di atas nakas dan menyodorkannya pada Tasya. Tasya meminum sedikit air tersebut, lalu Kinaya kembali meletakan gelas itu ke atas nakas.

"Tidurlah lagi Syaa, besok kita akan berziarah ke makam kakak." ujar Kinaya membantu Tasya membaringkan tubuhnya lalu ia menarikan selimut menutupi tubuh Tasya.

"Maa, apa mama dan papa masih sering mengunjungi makam kakak?" tanya Tasya mendongakan kepalanya menatap mamanya yang masih duduk berselonjor.

"Iya Syaa, mama dan papa berziarah ke makam kakak setiap satu minggu sekali." jawabnya lalu ikut membaringkan tubuhnya.

"Besok sebelum mencari gaun pernikahanmu kita pergi ke makam kakak dulu." ujar Kinaya memeluk Tasya. Tasya menganggukan kepalanya lalu ia memutar tubuhnya menghadap mamanya dan memeluknya erat.

***

Keesokan harinya,

"Syaa, kau sudah bangun?" tanya Kinaya yang berdiri di samping tempat tidur dengan pakaian yang sudah rapi

"Mama, mama mau kemana pagi-pagi begini?" tanya Tasya menatap mamanya itu

"Kita mau ke makam kakakmu sayang." ujar Kinaya seraya mendudukan tubuhnya di tepi tempat tidur

"Kenapa sepagi ini?" tanya Tasya mengernyitkan dahinya

"Ini sudah jam 9 sayang." ucap mama Kinaya membelai kepala Tasya. Seketika Tasya langsung beranjak duduk dan menoleh ke arah jam dinding

"Astaga, kenapa mama tidak membangunkanku?" tanya Tasya menoleh ke arah mamanya

"Kau tidur sangat pulas. Mama jadi tidak tega membangunkanmu."

"Hm, baiklah. Tasya mau bersiap-siap dulu. Apa papa akan ikut?"

"Tidak sayang. Papa ada meeting jadi tidak bisa ikut berziarah."

"Oh.." Tasya menyibakan selimutnya lalu beranjak turun dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Kinaya merapikan tempat tidur anaknya itu kemudian ia berlalu keluar kamar

*

Di meja makan tampak Kinaya yang mempersiapkan makanan untuk Tasya, tak berselang lama Tasya masuk ke dapur dengan pakaian yang sudah rapi

"Syaa, ayo sarapan dulu." ajak Kinaya saat melihat Tasya yang baru saja masuk ke dapur

"Iya maa." Tasya meletakan Tas selempangnya di atas meja lalu ia menarik kursi dan mulai menyantap makanannya.

"Kau sarapanlah dulu. Mama mau ke depan untuk memberitahu pak Komar agar menyiapkan mobil." ujar Kinaya sambil mengusap puncak kepala Tasya yang ditutupi hijab itu

"Mama, tidak ikut sarapan?" tanya Tasya menoleh ke arah mamanya yang berdiri di sampingnya

"Mama sudah sarapan tadi bersama papa. Cepatlah sarapan, mama akan menunggumu di depan." ucap Kinaya. Tasya menjawab dengan anggukan lalu Kinaya berlalu pergi meninggalkan dapur

Beberapa menit kemudian, setelah selesai sarapan, Tasya memakai tasnya lalu melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.

Di ruang tamu tampak Kinaya yang duduk di sofa sedang menelpon seseorang

"Maa, siapa?" tanya Tasya yang berdiri di samping mamanya

"Rey." jawabnya lalu memutuskan sambungan teleponnya

"Kenapa dia menelpon mama?" tanya Tasya bingung

"Rey, sudah mengirimimu uang untuk harga gaunmu." jawab Kinaya beranjak berdiri lalu menarik tangan anaknya itu untuk segera meninggalkan ruang tamu

"Kenapa harus memakai uangnya? aku bisa membayarnya sendiri."

"Mama juga sudah menolaknya tapi Rey malah memaksa mama. Mau tidak mau mama harus menerimanya." ucapnya lalu masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan teras rumahnya diikuti oleh Tasya

"Hm, terserah mama saja." ketusnya lalu menyandarkan kepalanya di kursi, Kemudian pak komar mulai melajukan mobilnya

***

30 menit kemudian, pak komar memarkirkan mobilnya di parkiran yang ada di pemakaman, lalu Kinaya megajak Tasya untuk turun dari mobil. Tasya mengambil bunga dan wadah berisi kembang yang sempat mereka beli di tokoh bunga lalu ia turun dari mobil

"Maa, mama yang pegang bunga mawar ini. Aku tidak suka mencium aromanya." ujar Tasya sambil menyodorkan bouquet mawar pada mamanya lalu Tasya mulai bersin-bersin

"Astaga, mama lupa jika kau alergi dengan bunga mawar." ucap Kinaya lalu dengan segera ia meraih bunga tersebut dari tangan Tasya.

"Nggak apa-apa maa." ucapnya

Haciimm.. Hacim..

Tasya kembali bersin, sungguh ia sangat tidak suka dengan aroma mawar

"Ayo Syaa." ajak Kinaya menarik tangan Tasya. Tasya mengikuti langkah kaki mamanya menyusuri jalan stapak yang ada di pemakaman itu hingga akhirnya tibalah mereka di makam kakak Tasya

"Maa, siapa yang habis berkunjung ke sini? kenapa banyak sekali mawar putih? dan sepertinya ini masih sangat baru." Tanya Tasya yang sudah duduk berjongkok di samping makan kakaknya itu lalu Kinaya ikut duduk berjongkok sambil menyeka air matanya yang jatuh dengan jarang

"Mungkin mantan kekasih kakakmu yang baru saja berziarah di sini." ucapnya sambil meletakan mawar di samping batu nisan dan membelai lembut batu nisan anaknya itu

"Mama tahu dari mana jika mantan kekasih kakak yang ke sini? apa mama mengenalnya?" tanya Tasya menoleh ke arah nya sambil mengusap-usap hidungnya yang mulai gatal

"Tidak Syaa. Tapi dia sering berziarah ke makam kakak setiap 1 bulan sekali. Dulu mama juga heran siapa yang habis mengunjungi makam kakak lalu mama menanyakannya pada penjaga makam di sini dan katanya ada pria bertubuh kekar dan juga gagah yang selalu berkunjung kesini." tutur Kinaya lalu kembali menyeka air matanya

"Oh. Kenapa kakak tidak pernah mengenalkan kekasihnya pada kita?" tanya Tasya bingung

"Entahlah mama juga tidak tahu. Kakakmu sangat tertutup, ia tidak pernah menceritakan masalahnya pada mama." jawabnya lalu menaburkan kembang di makam anaknya itu diikuti oleh Tasya. Kemudian mereka berdoa bersama.

Setelah selesai berdoa, Kinaya mengajak Tasya untuk pergi dari sana. Tasya mengikuti langkah kaki mamanya dengan wajah bingung, pikirannya masih bertanya-tanya soal pria yang sering berkunjung ke makam kakaknya itu. "Pria itu pasti sangat menyayangi kakak" gumam Tasya dalam hati

Tak berselang lama, mereka sudah tiba di parkiran

"Syaa, ayo masuk." ujar Kinaya saat melihat Tasya yang masih berdiri di luar. Tasya membuyarkan lamunannya lalu menoleh ke arah mamanya yang sudah duduk di dalam mobil.

"Eh, i-iya maa." Tasya segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping mamanya itu, kemudian pak Komar mulai melajukan mobilnya menuju butik langganan majikannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading

Jangan lupa tinggalkan jejak, kakak Readers 😘❤️

1
Haila Bsisb
./Good/
Haila Bsisb
maaf aku masik baca terus jadi belum kasih like
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Haila Bsisb
maaf Bari kasih like
Eni Fatar
ceritanya bagus cuma kelamaan thor
Andi Bahraeni
Luar biasa
Yustina Ina
ini cwe krjaan nya nyusahin mlu munafik
Anak Lanang
sasya yg meninggal kaka y tasya kemungkinan pacar y rey ....
Anak Lanang
mantan y rey..
Ayie Banjar
jangan² nisa cew yg dicari sama adx nya rey..
Rosmina Sumang
tdk sholat subuh tasya
reddy
dihh kase tnggal anj
Pariyah Iyah
peran si Tasya tidak mencerminkan istri Sholehah,,merengkel,,egois,, tutur katanya pun terhadap suami kurang sopan..
Detti Siregar
Luar biasa
Detti Siregar
Kren tor
Nur Afifah Syafira
sopir rey adam author..bukan pak khomar. pak khomar dibandung supir papa haris.
Nha Hegi
sorry thor boring bacanya. aq keluarya.
sukses selalu buat othor nya
Nha Hegi
dititik ini sepertinya sudah mulai bosan.
Suhaida Ghani
bestnya ceritanya
Diandra Dhi
Biasa
Eka Zainal
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!