NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab.7 — Jejak Pertama Sang Kultivator

Hari-hari di Lembah Iblis berlalu dengan cepat, namun bagi Xiao Yun setiap hari terasa jauh lebih panjang daripada seluruh tahun-tahun yang pernah ia habiskan di Desa Kabut. Kehidupan yang dahulu sederhana kini telah berubah menjadi rangkaian latihan tanpa akhir yang terus menguji batas tubuh dan kemauannya. Setiap pagi sebelum cahaya matahari menyentuh dasar lembah, Luo Hai sudah membangunkannya untuk memulai latihan. Tidak ada hari libur. Tidak ada belas kasihan. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan.

Awalnya Xiao Yun mengira perjalanan menjadi kuat hanya berarti belajar menyerap Qi dan mempelajari teknik-teknik hebat seperti yang sering diceritakan para pemburu desa ketika mereka berkumpul di sekitar api unggun. Namun setelah bertemu Luo Hai, ia menyadari bahwa jalan kultivasi jauh lebih berat dari yang pernah dibayangkannya. Sebelum memperoleh kekuatan besar, seseorang harus terlebih dahulu membangun fondasi yang cukup kuat untuk menanggungnya.

Hari itu, setelah menyelesaikan latihan fisik yang membuat seluruh tubuhnya nyaris lumpuh, Xiao Yun terbaring di atas hamparan rumput kering sambil menatap langit yang hanya terlihat sedikit di antara tebing-tebing hitam raksasa. Napasnya naik turun dengan berat. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Otot-otot di lengan dan kakinya terasa seperti terbakar.

"Guru..." panggilnya dengan suara lemah.

Luo Hai yang sedang duduk bersila di atas batu besar membuka sebelah mata.

"Hm?"

"Aku merasa kalau latihan seperti ini terus berlanjut, suatu hari muridmu akan mati kelelahan."

Luo Hai menatapnya sekilas sebelum kembali menutup mata.

"Kalau kau masih sempat mengeluh, berarti kondisimu masih cukup baik."

Xiao Yun menghela napas panjang. Jawaban seperti itu sudah terlalu sering didengarnya sehingga ia bahkan tidak lagi merasa terkejut. Meski demikian, ia perlahan bangkit dan duduk. Saat itu pula ia menyadari sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Tubuhnya memang lelah.

Namun tubuh itu juga terasa jauh lebih kuat.

Jika dibandingkan dengan dirinya yang baru pertama kali jatuh ke Lembah Iblis, perbedaannya sangat jelas. Lengannya kini lebih padat dan bertenaga. Kakinya lebih kokoh. Napasnya lebih panjang. Bahkan penglihatannya terasa lebih tajam. Ia dapat melihat dedaunan kecil yang bergoyang jauh di antara pepohonan serta mendengar suara binatang-binatang kecil yang bergerak di balik semak.

Semua perubahan itu terjadi hanya dalam waktu beberapa minggu.

Kemajuan tersebut membuat Xiao Yun semakin yakin bahwa keputusan untuk menerima Luo Hai sebagai guru adalah pilihan terbaik dalam hidupnya.

Luo Hai memperhatikan perubahan ekspresi muridnya lalu mengangguk pelan.

"Kecepatan perkembanganmu cukup memuaskan."

Mata Xiao Yun langsung berbinar.

"Benarkah?"

"Tubuhmu mulai menyesuaikan diri dengan Seni Penempaan Tubuh Kekosongan. Jika kau terus berlatih seperti ini, tidak lama lagi tahap awal Kulit Kekosongan akan selesai."

Xiao Yun tersenyum lebar. Meski ia belum sepenuhnya memahami arti setiap tingkatan dalam teknik itu, ia tahu bahwa setiap langkah maju berarti dirinya semakin dekat dengan impiannya untuk menjadi kuat.

Menjelang siang, Luo Hai tiba-tiba berdiri dan menatap ke arah hutan batu di bagian timur lembah.

"Hari ini kau mencari makanan sendiri."

Xiao Yun berkedip heran.

"Makanan?"

"Benar."

"Tapi biasanya Guru menyuruhku memetik buah roh di dekat sungai."

"Hari ini berbeda."

Senyuman tipis muncul di wajah Luo Hai.

"Seorang kultivator tidak hanya membutuhkan kekuatan. Ia juga harus mampu bertahan hidup di mana pun berada."

Mendengar itu, Xiao Yun tidak membantah. Sebelum bertemu Luo Hai, ia sudah terbiasa mencari tanaman obat dan makanan sendirian di Hutan Terlarang. Baginya tugas tersebut tidak terlalu sulit.

Tak lama kemudian ia membawa keranjang bambu dan berjalan menjauh dari gua tempat mereka tinggal.

Kabut tipis masih menyelimuti sebagian besar lembah. Pepohonan hitam kuno berdiri diam seperti penjaga yang telah mengawasi tempat itu selama ribuan tahun. Sesekali Xiao Yun menemukan buah liar yang bisa dimakan. Ia juga berhasil menangkap seekor kelinci gunung setelah mengejarnya cukup lama melewati semak dan batu-batu besar.

"Hasil hari ini lumayan."

Ia tersenyum puas sambil memasukkan buruannya ke dalam keranjang.

Namun saat sedang berjalan pulang, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Di salah satu sisi tebing batu yang selama ini tidak pernah diperhatikannya, terdapat ukiran besar yang tampak sangat tua.

Awalnya Xiao Yun hanya mengira itu retakan biasa.

Namun ketika ia mendekat, napasnya langsung tertahan.

Ukiran tersebut berbentuk pusaran.

Persis seperti simbol misterius yang beberapa kali muncul di lehernya.

Jantung Xiao Yun berdegup lebih cepat.

Perlahan ia melangkah mendekat.

Entah mengapa, semakin dekat ia berada pada ukiran itu, semakin kuat perasaan aneh yang muncul di dalam dirinya. Seolah ada sesuatu yang memanggilnya dari balik batu tua tersebut.

Kemudian hal yang tidak terduga terjadi.

Permukaan ukiran mulai memancarkan cahaya hitam samar.

Awalnya sangat redup.

Namun perlahan semakin terang.

Suara dengungan halus terdengar dari dalam batu.

Bzzzz...

Udara di sekitarnya bergetar ringan.

Xiao Yun membeku.

Ia tidak berani bergerak.

Tidak berani mengalihkan pandangan.

Cahaya itu terasa sangat akrab.

Seolah berasal dari sumber yang sama dengan kekuatan misterius di dalam tubuhnya.

Tanpa sadar ia mengangkat tangan dan hendak menyentuh ukiran tersebut.

Namun tepat sebelum jarinya menyentuh permukaan batu, seluruh cahaya tiba-tiba menghilang.

Dengungan lenyap.

Udara kembali tenang.

Ukiran itu berubah menjadi batu biasa seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Xiao Yun mengucek matanya beberapa kali.

Namun tidak ada perubahan.

"Apakah aku berhalusinasi?" gumamnya pelan.

Meski dipenuhi rasa penasaran, ia akhirnya memutuskan kembali ke gua. Ia tidak menyadari bahwa kejadian singkat tersebut telah membangunkan sesuatu yang telah tertidur selama ribuan tahun.

Jauh di bagian terdalam Lembah Iblis.

Di wilayah yang bahkan Luo Hai belum pernah masuki sejak terperangkap di sana.

Sebuah altar kuno berdiri dalam kegelapan.

Permukaannya dipenuhi debu dan lumut yang telah menumpuk selama zaman berganti zaman. Retakan-retakan besar menghiasi batu hitam yang membentuk altar itu.

Tiba-tiba.

BZZZZZZ!

Seluruh altar memancarkan cahaya gelap.

Simbol-simbol kuno yang hampir padam menyala kembali untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun.

Retakan kecil muncul di bagian tengah altar.

Energi kuno mengalir seperti denyut nadi yang baru kembali hidup.

Meski hanya berlangsung beberapa saat, perubahan tersebut cukup untuk membuktikan bahwa sesuatu telah terbangun.

Kemudian cahaya perlahan meredup.

Kegelapan kembali menguasai tempat itu.

Namun takdir yang telah lama tertidur mulai bergerak sekali lagi.

Di depan gua, Luo Hai yang sedang bermeditasi perlahan membuka mata.

Alisnya berkerut.

Ia baru saja merasakan gelombang energi yang sangat aneh.

Gelombang itu hanya muncul sesaat sebelum menghilang tanpa jejak.

Namun sebagai seorang Dao Master, indranya tidak mungkin salah.

"Aneh..." gumamnya pelan.

Kesadarannya segera menyebar ke seluruh lembah.

Ia mencoba mencari sumber energi tersebut.

Namun beberapa saat kemudian jejaknya benar-benar menghilang.

Seolah tidak pernah ada.

Luo Hai memandang ke arah bagian terdalam lembah dengan tatapan serius.

Sejak bertemu Xiao Yun, terlalu banyak kejadian aneh mulai bermunculan. Dan semakin lama ia memperhatikan, semakin jelas bahwa seluruh misteri itu tampaknya memiliki hubungan dengan Nadi Kekosongan.

Malam kembali turun.

Setelah makan malam sederhana, Xiao Yun duduk bersila di depan gua untuk bermeditasi seperti yang diajarkan Luo Hai.

Angin malam berembus perlahan.

Kabut tipis bergerak di antara bebatuan.

Perlahan kesadaran Xiao Yun tenggelam ke dalam dirinya sendiri.

Tak lama kemudian.

Ia kembali memasuki ruang gelap tanpa batas yang selama ini menjadi pusat keberadaan Nadi Kekosongan.

Kehampaan membentang ke segala arah.

Tidak ada langit.

Tidak ada bumi.

Tidak ada cahaya.

Di tengah ruang tak berujung itu, pusaran hitam raksasa terus berputar perlahan seperti inti dari seluruh dunia.

Namun malam ini ada sesuatu yang berbeda.

Putaran pusaran tersebut terasa lebih kuat.

Lebih hidup.

Energi hitam samar mengalir di sekitarnya.

Dan rantai-rantai kuno yang melilit bagian terdalam pusaran mulai bergetar.

Clink...

Clink...

Clink...

Suara logam kuno bergema di seluruh kehampaan.

Xiao Yun menatap dengan penuh rasa ingin tahu.

Kemudian tiba-tiba.

BOOM!

Sebuah kilasan cahaya meledak di depan matanya.

Dunia di sekelilingnya berubah.

Ia melihat langit yang retak.

Bintang-bintang berjatuhan dari angkasa seperti hujan kehancuran.

Lautan api hitam membakar cakrawala tanpa batas.

Gunung-gunung runtuh.

Sungai-sungai mengering.

Seluruh dunia seakan sedang menghadapi akhir zaman.

Di tengah pemandangan mengerikan itu berdiri seorang sosok berjubah gelap.

Tubuhnya tinggi.

Tegak.

Menghadap langit yang runtuh.

Wajahnya tidak terlihat jelas.

Namun aura yang dipancarkannya membuat jiwa Xiao Yun bergetar hebat.

Perasaan itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Seolah ia sedang menyaksikan keberadaan yang bahkan langit dan bumi pun tidak mampu menandinginya.

Lalu semuanya menghilang.

Kilasan tersebut lenyap secepat kemunculannya.

Xiao Yun kembali berdiri di dalam ruang kehampaan.

Napasnya terasa berat.

Jantungnya berdegup keras.

Sebelum ia sempat memahami apa yang baru saja dilihatnya, suara kuno itu kembali terdengar.

Kali ini lebih jelas daripada sebelumnya.

"Temukan..."

Suara itu bergema dari balik rantai-rantai raksasa.

Dalam.

Berat.

Seolah berasal dari masa yang telah terkubur oleh ribuan tahun sejarah.

Xiao Yun menoleh ke segala arah.

"Siapa kau?"

Tidak ada jawaban.

Hanya suara rantai yang terus bergemerincing.

Kemudian suara itu kembali berbicara.

"Temukan..."

Kali ini lebih pelan.

Namun jauh lebih jelas.

"Altar Pertama..."

Mata Xiao Yun langsung membesar.

"Altar Pertama?"

Ia hendak bertanya lebih lanjut.

Namun seluruh ruang tiba-tiba bergetar hebat.

BOOM!

Gelombang energi tak terlihat menghantam kesadarannya.

Segalanya pecah seperti kaca.

Dalam sekejap, kesadarannya terpental keluar dari ruang Nadi Kekosongan.

Xiao Yun membuka mata dengan napas memburu.

Keringat membasahi dahinya.

Malam masih sunyi.

Api kecil di depan gua masih menyala.

Namun pikirannya tidak lagi tenang.

"Altar Pertama..." gumamnya perlahan.

Ia tidak tahu apa arti kata-kata itu.

Tidak tahu siapa pemilik suara kuno tersebut.

Tidak tahu apa hubungan semua itu dengan dirinya.

Namun satu hal mulai terasa semakin jelas.

Rahasia yang tersembunyi di dalam Nadi Kekosongan jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

Dan tanpa disadarinya, langkah pertamanya menuju takdir kuno yang telah tertidur selama ribuan tahun baru saja dimulai.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!