NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:44.9k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Dunia Tanpa Cahaya

Kami saat itu

benar – benar yakin bahwa dunia masih sore, mentari masih menyinari dan

cahayanya masih menembus jendela rumahku, tapi sesaat kami membuka pintu

menyusul kak Dion berlari tiba – tiba dunia menjadi gelap.

Aku, kak Jay dan

kak Rui hanya tak dapat berkata – kata melihat kejadian aneh tersebut.

Sepi, tak ada

orang sama sekali ataupun suara.

Kak Dion yang

baru saja meninggalkan rumah tiba – tiba sudah tidak ada.

“Dimana ini?”

gumam kecilku

“Bukankah tadi

masih siang?” lanjut kak Jay

Sedangkah kak Rui

hanya terdiam membisu tak bergerak.

“Kak Dion?” saat

teringat kak Dion aku langsung tersadar dan mulai mencarinya dan di ikuti oleh

kak Jay dan kak Rui dibelakangku.

Awalnya kami

berjalan tanpa tujuan hingga tiba – tiba sebuah lampu jalan menyala satu

persatu dan mengarahkan kesuatu tempat.

Saat kami

mengikuti iramanya sampailah kami di SMA Violet, sekolah kak Dion sekarang.

Sebuah bangungan

besar dengan 2 lantai serta atap terbuka,

“Apa itu Dion?”

tunjuk kak Jay ke lorong lantai 2

“benar, itu Dion!”

jawab kak Rui

Kak Dion terlihat

sangat fokus menatap kedepannya seakan ada sesuatu disana.

Beberapa detik

kemudian kak Dion berlari sangat cepat.

“A-Apa itu?!” aku

pun terkejut dengan apa yang kulihat, sebuah bayangan hitam.

Kak Dion

terhenti, mungkin dia menyadari kehadiran bayangan itu.

Bayangan itu

berdiri dan menatap ke kak Dion.

“KAK DION AWAS!!”

Teriakku dan tiba – tiba seluruh lampu di lantai 2 padam

“Ada apa Lina?”

“Kenapa Kau

berteriak?”

Tanya kak Rui dan

kak Jay dengan bingung.

“Apa kakak tidak

melihat sosok tadi?!”

“Sosok?”

Percuma berdebat

disini aku harus segera menyelamatkan kak Dion.

Ku berlari sekuat

tenaga masuk ke dalam gedung sekolah,

*Brak!

Ku dobrak pintu

masuk dengan sekuat tenanga sampai terjatuh tapi syukurlah berhasil terbuka.

Dengan cepat aku

langsung berdiri dan berlari mencari tangga menuju lantai 2.

Ku ambil jalur

kelorong kanan dan mencari tangga ke atas.

Semoga kak Dion

baik – baik saja.

Gelap!

Aku tak tau

kemana aku berlari, kuputuskan untuk memanggilnya dari jauh dan berharap

mendapat balasan.

“KA-“

Sebuah tangan

membungkam mulutku dan menarikku masuk kedalam sebuah kelas,

“EMMM! HMM! HMM!”

berontakku

“Diamlah atau dia

akan menemukan kita.”

*krek krek

Suara cutter yang

mendekat

Ku intip dari

pojok bawah jendela, terlihat sebuah bayangan hitam besar bermata merah menyala

sambil membawa cutter yang dipenuhi darah.

“HMM!” aku pun

kaget dan langsung berteriak

Bayangan itu

terhenti dan berputar arah menuju kelas tempatku bersembunyi.

*Krek krek

Tak ada suara

langkah kaki, hanya ada suara cutter yang dimainkannya saja yang semakin

mendekat.

*Grak!

Pintu kelas pun

terbuka,

Kami bersembunyi

dibawah jendela tepat disamping pintu masuk.

*krek krek

Bayangan itu diam

didepan kelas,

Dengan tubuhnya

yang tinggi dan besar yang bahkan melebihi ukuran pintu, bayangan itu

memasukkan kepalanya kedalam kelas,

Dengan kedua

tangan besarnya yang memegang kedua sisi tembok.

*tes tes

Terdengar tetesan

darah dari pucuk cutter ditangan kanannya, kelihatannya ada yang baru saja

terbunuh olehnya dan saat kuperhatikan bagian bawahnya bayangan itu tak

memiliki sebuah kaki dan juga dengan wujud tidak jelas.

*krek krek

Bayangan itu

menoleh kekanan dan kekiri mencari kami berdua,

Didalam ruang

gelap ini muncul sebuah cahaya merah dari mata bayangan itu membuat kami

ketakutan setengah mati.

Jika tubuhku

terlihat sekali atau dengan kata lain terkena cahaya merah itu maka tamatlah

riwayatku.

Tangan orangn

yang membungkam mulutnya juga terasa bergetar ketakutan.

Kulihat langit –

langit ada sebuah cicak yang merayap dan terjatuh tepat diatas meja didepan

kami berdua.

*Bak!

Bayangan itu

langsung menoleh kearah tempat kami bersembunyi,

Cahaya merah itu

semakin dekat,

Semakin dekat,

Pucuk kakiku

hampir terlihat,

Kupejamkan mata

dan berdoa.

*Bruak!

Terdengar suara

pintu terbuka disebelah.

Disaat yang sama

kubuka mataku dan melihat bayangan itu pergi dan menuju ke ruangan sebelah.

*krek krek

Tubuhku tak bisa

bergerak,

Jantungku terasa

seperti berhenti berdetak,

Perlahan – demi perlahan

suara cutter mulai menjauh dan dia pun melepaskan tangannya dari mulutku.

“hah! Hah!”

Kami berdua

mengambil nafas.

“A-Apa, makhluk

macam apa itu?” tanyaku dengan nafas terengah – engah

“Dia adalah

penghuni dunia ini.” jawabnya sambil mengintip jendela memeriksa situasi

Aku tak bisa

melihat wajah maupun bentuk tubuh orang itu karena terlalu gelap namun dari

suaranya ia adalah seorang gadis.

“Tunggu, kau

bilang ‘penghuni dunia ini’ apa aku tidak salah dengar?”

“seperti yang kuduga,

kau adalah manusia sama sepertiku. Perkenalkan namaku Diana, dan kau?”

“Aku Lina, hey

apa maksudmu tadi?”

“disini bukanlah

dunia kita, ini adalah dunia gaib. Yah itulah yang ku dengar dari ketua.” Jelasnya

“bagaimana bisa

kita masuk kedunia gaib?! Ini benar – benar tak masuk akal!”

“Ssttt! Diamlah!”

*Bruak!

Suara keras dari

ruangan sebelah.

“Suara apa itu?”

bisikku

“entahlah, namamu

Lina tadi ya? Ayo ikut aku, disini terlalu berbahaya.” Ajak Diana sambil

menarik tanganku

Ia membawaku ke

lantai 2, namun

“berhenti, Diana!”

ucapku sambil menarik tangan Diana menghentikan langkahnya

“Ada apa?”

Ku pungut sebuah

surat tergeletak ditangga,

Sebuah surat

dengan logo hati berwarna hitam.

“Tidak, bukan apa

– apa, Maaf.”

Kemudian Diana

membawaku kesebuah ruangan paling pojok di lantai 2, dengan arah berlawanan

dari tempat aku melihat kak Dion tadi.

Sambil ditarik

Diana ku menoleh kebelakang namun tak ada kak Dion disana.

Ternyata ruangan

yang dituju Diana adalah ruang osis,

Diana mengetuk

lantai 3x didepan pintu dan tiba – tiba pintu terbuka kecil.

“Cepat masuk!”

jawab orang dari dalam ruangan

Diana menoleh

kekanan dan kekiri memastikan keadaan dan langsung membawaku masuk ke dalam.

“Siapa anak ini?”

tanya gadis yang membuka pintu tadi

“aku menemukannya

di bawah tadi, nampaknya dia korban yang baru.” Jelas Diana

“perkenalkan

namaku Lina, apakah kau bisa menjelaskan tempat macam apa ini? dan bagaimana

kita bisa keluar dari sini?”

“Aku Tiana. Aku tidak

handal dalam menjelaskan lebih baik kau tanya ketua saja.”

“Ketua?”

“Namamu Lina ya?”

Tiba – tiba terdengar

suara lain,

Dibawah jendela

besar, di kursi ketua osis arah suara itu berasal.

“Siapa kau?”

Kursi itu berputar

dan menghadap kearah kami, dari balik cahaya rembulan terlihat sosok pemuda

yang duduk diatas kursi tersebut,

“tak penting

namaku, kau bisa memanggilku ‘ketua’ seperti yang lainnya.”

“Baiklah, Ketua. Sebenarnya

siapa makhluk hitam besar tadi?”

“entahlah, aku

tidak tau namanya tapi kami memanggilnya ‘shadow’ disini.”

“Shadow? Tadi aku

bertemu dengannya dan ia membawa sebuah cutter.”

“kau sangat tidak

beruntung ya, shadow dibagi menjadi 2 yaitu shadow yang netral dan yang satu

lagi adalah shadow pembasmi itu, kusarankan agar kau tidak melawannya karena,

kau tau sendiri kan?”

Aku pun teringat

dengan darah yang menetes dari cutter yang dibawa shadow tadi,

*Duar!

Sebuah suara

keras dan di ikuti getaran kuat.

“Apa ini?!

gempa?!” aku pun panik

Ketua berdiri dan

mengintipnya dari jendela dan melihat keluar sekolah.

“sepertinya kita

juga tak beruntung.”

“memangnya ada

apa ketua?” tanyaku sambil ikut mengintip dan di ikuti oleh Diana dan Tiana

“M – Makhluk macam

apa itu?!” kata Diana dengan wajah pucat

Sebuah laba –

laba raksasa seukuran gedung sekolah ini sedang berjalan lurus kemari.

1
keyza alfaro
11 Mei hari ini anjirr 🗿
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!