NovelToon NovelToon
Percayalah, Aku Masih Suci

Percayalah, Aku Masih Suci

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:917.6k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Kirana

(Sekuel novel Cinta Suci Amayra)
Foto Zahwa bersama seorang pria yang tersebar di hari pernikahannya, membuat Rayhan membatalkan pernikahannya dengan Zahwa saat akan melangsungkan akad pernikahan mereka, wanita yang sangat ia cintai. Hancur hati Zahwa saat itu.

"Percayalah Mas, aku masih suci! Foto itu hanya salah paham."

"Maaf Zahwa, Abi-ku tidak setuju aku menikah denganmu."

Zahwa terluka mendengar pengakuan Rayhan, ia pun jatuh dalam jurang bernama patah hati. Disaat itulah Reyndra sang kakak, selalu ada disampingnya.

Hingga pada suatu hari Reyndra mengatakan cinta pada Zahwa. Cinta mereka disebut cinta terlarang, lantaran Reyndra adalah kakak sepupu Zahwa.

Kepada siapakah Zahwa menjatuhkan pilihannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Cinta sejati hanya sekali

...🍀🍀🍀...

"Ma, mas Raihan adalah pria yang baik dan mama tau itu kan? Almarhum papa juga sangat menyukai mas Raihan." Zahwa berusaha merubah pikiran mamanya terhadap Raihan yang sejak pernikahannya gagal, menjadi nethink pada pria itu.

"Mama tau Raihan adalah pria yang baik, dia Sholeh, pintar dan sayang sama kamu. Tapi kamu gak akan bahagia sama dia, karena keluarganya."

Asumsi Amayra terhadap Raihan sudah menjadi negatif setelah melihat keluarga Raihan seperti apa. Tentunya Amayra tak mau anaknya berada di dalam keluarga yang taat agama tapi mengukung kebebasan Zahwa, apalagi ia tau benar Zahwa seperti apa. Dia pribadi yang bebas tidak mungkin anaknya itu mau berada di dalam lingkungan pesantren seumur hidupnya menjadi istri seorang ustadz apalagi kalau ada kata poligami di dalamnya kelak. Tidak! Amayra tidak mau putrinya merasakan luka dan sakit hati, karena pilihannya yang salah.

"Aku gak peduli soal keluarganya, Ma...aku hanya melihat mas Raihan saja, karena dia baik padaku dan aku yakin kalau dia bisa membuatku bahagia, Ma. Zahwa tau mama sakit hati dengan mas Raihan dan keluarganya, tapi Zahwa mohon sama mama...tolong kasih kesempatan buat mas Raihan dan keluarganya." Tangan Zahwa memegang tangan mamanya, dia meminta pada mamanya sebuah kesempatan untuk Raihan dan keluarganya.

"Zahwa... tidak baik terlalu mencintai seseorang seperti ini, mama hanya takut kamu terluka. Dan bicara soal kesempatan, mama akan lihat bagaimana Raihan berjuang, baru mama akan pikirkan." jelas Amayra tegas, kali ini ia melihat senyuman tersirat di bibir putrinya. "Kalau dia emang sayang sama kamu, dia pasti akan berjuang buat kamu. Dan mama akan tunggu dia kembali ke rumah ini untuk melamar kamu, jika dia tidak bisa...maka jangan harap mama mau menerima dia."

"Alhamdulillah, makasih Ma! Makasih mama udah kasih kesempatan dan pasti mas Raihan akan berjuang untuk aku, Ma." Zahwa memeluk mamanya dengan penuh kelegaan.

"Mama harap benar begitu," ucap Amayra tidak yakin.

Gadis itu mendongak pada wajah mamanya dengan tatapan memelas. "Ma, tolong percaya pada pilihan Zahwa, ya?"

"Iyah deh." jawab Amayra malas.

Maaf Zahwa, bukannya mama gak percaya sama pilihan kamu. Mama tau Raihan baik tapi keluarganya tidak akan menerima kamu.

"Mama emang yang terbaik!" Zahwa mencium pipi mamanya dengan gemas.

Setelah bicara dengan putrinya, Amayra kembali ke kamarnya. Kamar yang sunyi sepi tanpa kehadiran Satria di sampingnya lagi.Terkadang Amayra galau berada di kamar bersejarah itu, kamar tempatnya dan sang suami bersama-sama. Berbagi suka suka, canda tawa, saling curhat keluh kesah. Kini di kamar itu hanya ada dia saja.

Sesak terkadang hatinya, mengingat Satria Alvian Calabria. Seorang pangeran yang menjadi penolong dalam hidupnya. Seorang suami yang setia dan penyayang, tapi sayangnya Allah memanggilnya lebih dulu. Dia menatap foto yang terpajang di dinding kamar itu dengan tatapan sendu, foto tersebut adalah foto pernikahannya.

"Mas...aku kangen kamu..." lirih Amayra seraya tersenyum tipis melihat foto suaminya.

Dreett..

Dreett..

Tiba-tiba saja ponselnya bergetar di atas nakas dan membuyarkan lamunannya. Ia mengambil ponselnya, bertanya-tanya siapa yang menghubunginya malam-malam begini.

"Pak Arga? Ada apa malam-malam begini dia menghubungiku?"

Amayra mengangkat telpon dari Arga, seorang kepala sekolah di sekolah tempat Amayra mengajar. Arga adalah seorang perjaka, namun usianya sudah menginjak 38 tahun, 2 tahun lebih muda dari Amayra yang saat ini usianya sudah menginjak kepala empat.

"Assalamualaikum, Bu Amayra." terdengar suara seorang pria dari seberang sana.

"Waalaikumsalam pak Arga. Maaf pak, ada apa ya bapak mengubungi saya pada waktu ini?" tanya Amayra heran, ia merasa mungkin ada sesuatu yang penting sehingga Arga menelponnya pada jam segini.

"Eungh, Bu Amayra...besok bisa tidak Bu Amayra pergi ke sekolah?'"

"Maaf pak, besok kan hari Minggu ya? Apa saya lupa hari?"

"Tidak Bu! Memang benar besok adalah hari Minggu, ma-maksud saya...be-besok."

Mendengar suara Arga yang tergagap membuat Amayra bingung. "Pak! Bapak kenapa? Apa bapak sakit?" tanya Amayra cemas.

"I-itu enggak...saya gak sakit. Ta-tapi besok di sekolah mau ada acara liwetan bu. Liwetan guru-guru. Bu Amayra mau datang kan?"

"Liwetan ya? Insya Allah pak, kalau guru-guru lain ikut saya juga akan usahakan ikut...tapi--kenapa gak ada notifikasi di grup kalau ada acara liwetan?"

"I-itu karena saya baru mau mengumumkannya seorang, dan acara liwetan ini dalam rangka rehat selesai ujian sekolah. Anak-anak kelas tiga juga akan datang ke sekolah."

"Baiklah pak, saya akan izin dulu pada anak-anak saya. Saya akan usahakan ikut." jawab Amayra sambil tersenyum.

"Iya bu, ibu harus ikut ya...karena kalau ibu gak ikut acaranya batal."

"Astagfirullah, kenapa batal gara-gara saya pak?"

"Kalau gak ada ibu, makannya jadi gak enak. A-apalagi anak-anak sayang sama ibu dan deket sama ibu."

"Oh gitu ya pak. Insya Allah saya usahakan ya pak," jawabnya lagi ramah

"Makasih Bu Amayra, saya tunggu kedatangannya. Ah maksud saya guru-guru sama anak-anak menunggu kehadiran ibu,"

"Iyah pak,"

"Oh ya, ini sudah malam. Maaf ya sudah menganggu waktu ibu dengan menelpon jam segini," kata Arga tidak enak karena menelpon jam segini.

"Tidak apa-apa pak, ini karena saya yang belum membalas pesan bapak." Amayra merasa bersalah karena beberapa pesan dari kepala sekolahnya itu belum dia balas, karena dari tadi ia tidak melihat ponselnya.

"Tidak apa-apa Bu, saya menelpon karena saya--ah sudahlah. Ibu selamat beristirahat ya, assalamualaikum." kata Arga mengakhiri percakapan mereka.

"Waalaikumsalam pak."

Usai menutup telpon itu, Arga yang sedang berada di kamarnya terlihat bahagia. "Ya Allah, hatiku masih dag dig dug aja. Mendengar suara lembut bu Amayra, membuat hatiku bahagia. Bu Amayra Alifya Husna, apa bisa aku mendapatkan hatimu?" Arga memandangi foto Amayra dan guru-guru lain di galeri ponselnya. Foto Amayra di perbesar disana, terlihat wanita itu masih tampak cantik dengan mengenakan jilbab warna dusty.

****

Seperti biasa Amayra selalu berwudhu sebelum pergi tidur. Kemudian dia berbaring di atas ranjang, membayangkan sang suami ada disisinya.

"Mas...aku kangen kamu." bisik Amayra sebelum memejamkan matanya.

Setelah Satria tiada, Amayra sama sekali tidak memikirkan untuk menikah lagi. Baginya hidup hanya sekali, mati sekali dan cinta pun hanya datang sekali. Apalagi cinta sejati dan tulus, hati Amayra hanya untuk Satria seorang.

****

Di rumah sakit, ustadz Arifin dibawa ke ruang UGD. Keadaannya kritis karena penyakit jantung yang dideritanya. Raihan, Iqbal, Salimah dan umi Annisa, mamanya Salimah istri kedua Iqbal ada disana juga. Ia baru pulang dari luar kota setelah pergi berkunjung ke keluarganya.

"Bagaimana ini bisa terjadi, Abi? Kenapa Abah bisa masuk rumah sakit? Bukankah abah baik-baik saja?" tanya Annisa pada Iqbal, suaminya. Wanita itu masih cantik di usianya yang menginjak 40 tahun, ia seumuran dengan Amayra. Dengan penampilan jilbab menjutai panjang, memiliki wajah cantik dan sorot mata tajam.

"Tadi Abah denger kak Raihan mau nikah sama Zahwa, terus maksa-maksa...jadi deh Abah kena serangan jantung lagi." Salimah menjawab pertanyaan mamanya, dengan helaan nafas berat.

Annisa mendekati Raihan, dia menepuk pundaknya. "Nak, ingatlah bahwa restu orang tua sangatlah berpengaruh pada suatu hubungan pernikahan. Tanpa restu dari orang tua, pernikahan kalian tidak akan berkah. Lebih baik kamu dengarkan saja abah dan Abi-mu." nasehat Annisa pada anak tirinya.

"Umi... Raihan tau itu, tapi Raihan--"

CEKLET!

Pintu ruang UGD itu terbuka, hingga membuat ucapan Raihan terhenti. Semua orang yang berada disana melihat ke arah seorang pria berjas hitam dengan stetoskop di lehernya.

"Dokter, bagaimana keadaan Abah saya?" tanya Iqbal cemas.

"Keadaan pak Arifin sangat tidak stabil." jawab Dokter. "Jantungnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi," lanjutnya, yang membuat semua orang tercengang mendengarnya.

Raihan merasa bersalah mendengar penjelasan dokter tentang kondisi abahnya yang tidak stabil alias kritis. Namun saat keadaan Arifin kritis, dokter mengatakan pada mereka semua, bahwa Arifin ingin bertemu dengan Raihan, Iqbal, Burhan dan Zainab.

Mereka berempat kini sudah berkumpul di ruang rawat Arifin. Zainab dan Raihan terlihat tegang, apa yang mau dikatakan ustad Arifin pada mereka?

...****...

1
Khairul Azam
wah manusia seperti salimah ini gak bagus berada dilingkungan manusia, dia sejenis iblis ini 🤭🤭
Khairul Azam
aduh aduh ustad kq begini, ada cerita tetangga ku dia jg kluarga yg ngerti agama malah dia guru ngajiku dulu, tp juelek banget pikiranya mukanya itu jutek banget dan klo sama kluarga ku tu kaya gak suka, tp gak tau gak suka nya kenapa jg gak tau, trs klo buang sampah itu pasti di pembatas antara rumah ku garis besarnya samapah itu dibuang ditempat kluargaku. ada ya orang yg kek begitu
Uba Muhammad Al-varo
terima kasih kakak Author 🙏🙏
ceritanya selalu bagus, keren dan banyak ilmu yang bermanfaat 🙏💪💪💪
Irma Kirana: sama-sama kakak /Smile/ terima kasih sudah membaca cerita author ya kak
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Salima..... kelakuan mu salah,kamu menyukai Zayn tapi saudara kembar nya kamu musuh,dasar Salima.....😡😠😠
Uba Muhammad Al-varo
Satria meninggal disaat anak2 masih butuh seorang ayah 😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧
Sella Darwin
Lumayan
Susi Susilawati
Luar biasa
Zaiziluu
Alhamdulillah akhirnya beres juga baca novel ini dalam 2 harii...seruu topp suksess yaa..aku ga pernah bosen baca setiap bab nyaa karena ini ceritanya keluarga bahagiann
Zaiziluu
Salimah dzolim banget sih..segitunya ga suka sama Zahwa banyak tau salahnya
Zaiziluu
dah Dig dug setiap baca novel malam pertama
untuk udah gede jadi engga terlalu syokk hehe
Zaiziluu
si salimahh tega banget tuhh
Zaiziluu
waaahhh Rey sekongkol sama salima
Zaiziluu
lahh kok paham agama tapi kenapa kayak gitu yah
Safira Najib
bagus,,, suka ceritanya
Irma Kirana: makasih kak 😘😘
total 1 replies
yani suko
kalo sudah sah, baru mempelai wanita duduk di sebelah suaminya
wow...hmmm
wow.hhmnn
manisa
zayn
manisa
patah hati
manisa
rayhan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!