NovelToon NovelToon
My Arrogant Woman

My Arrogant Woman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Teen / Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Tamat
Popularitas:111.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Dea Arsyila, gadis yang tidak menginginkan sebuah pernikahan dalam hidupnya. Kejadian masalalu membuatnya tak ingin membina sebuah rumah tangga.

Richard Kevin, pria yang selalu mengejar cinta Dea, namun terus saja di tolak oleh Dea. Pria itu begitu putus asa sehingga memutuskan bertunangan dengan gadis pilihan sang nenek.

Tapi siapa sangka jika sebuah kesalahpahaman membuat Richie dan Dea harus menikah dan membina sebuah rumah tangga. Mampukah Richie menaklukkan hati keras Dea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku berhak atasmu

"Dea, kenapa Kau berjalan cepat sekali? Apa Kau tidak kasihan dengan suamimu ini." Richie tampak memelas. Sementara Dea menghentikan langkahnya dan menatap ke belakang.

Saat ini mereka sudah sampai di rumah. Ada rasa kesal ketika mengingat sang suami yang menyuapi Hye jin. Makanya ia berjalan begitu cepat untuk menghindari Richie.

"Salah sendiri Kau jalannya lamban. Aku lelah dan mengantuk, Aku mau istirahat." Dea langsung meninggalkan Richie.

Namun Richie tersenyum menatap kepergian sang istri menaiki tangga. Sudah di pastikan Dea cemburu terhadap Hye jin. Richie ingin sekali bersorak gembira melihat istrinya yang begitu kesal.

"Aku begitu suka dengan kecemburuan mu ini, Dea. Aku tidak akan melepaskan mu malam ini," ucap Richie sebelum menyusul sang istri.

Richie menaiki tangga dan membuka pintu kamarnya. Dea tak terlihat ada di sana. Namun ia dapat mendengar suara gemericik air dalam bathroom. Dengan menyilangkan kakinya di atas tempat tidur, Richi menunggu sang istri.

Tak berapa lama Dea keluar. Ia sudah mengenakan baju tidurnya. Berjalan melewati sang suami dengan wajah juteknya.

"Apa yang kau lakukan di sini? Kembalilah ke tempatmu."

"Aku tidak akan tidur di tempatku yang lama. Karena mulai malam ini aku akan tidur satu tempat tidur denganmu, istriku." Ricis berkata dengan nada menggoda.

"Apa? Tidak-tidak! Aku sudah pernah mengatakan bahwa bahwa aku tidak mau tidur satu tempat tidur denganmu," protes Dea.

"Tapi aku adalah suamimu, sayang. Dan tidak mungkin juga selamanya kita akan tidur terpisah. Kau adalah istriku dan aku berhak atasmu." Berkata dengan tegasnya.

Sementara Dea, dia membelalakkan matanya tak percaya dengan pernyataan sang suami. Tapi apa yang diucapkan suaminya itu tidaklah salah. Karena mereka memanglah pasangan suami istri yang sah.

"Ta-tapi, Kita sudah sepakat bahwa kita tidak akan tidur di ranjang yang sama. Apa Kau melupakan itu?"

"Iya, aku tidak lupa. Tapi, selamanya kita tidak akan tidur terpisah kan? Cepat atau lambat kita akan tidur di ranjang yang sama. Aku suamimu dan seharusnya Kau menuruti perintah suamimu ini." Richi berkata dengan senyum kepuasan.

Dea termenung sejenak. Ia pun menelaah ucapan dan suami yang memang benar adanya. Tapi, Ia belum siap jika harus melakukan hubungan suami istri dengan sang suami. Dirinya masih trauma dengan kejadian yang membuat dirinya dan rinci bisa menjadi pasangan suami istri.

Walaupun saat ini Dea merasa sudah tidak suci lagi. Tapi tetap saja waktu itu dirinya melakukan hal itu dengan tidak sadar, dan kini secara sadar.

"Ta-tapi, aku belum siap jika harus melakukan hal itu denganmu, Richi." Dea menundukkan kepalanya. Membayangkannya saja sudah membuatnya begitu takut.

Richie mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang istri. "Memangnya kita mau melakukan hal apa? Aku hanya mengatakan akan tidur satu tempat tidur denganmu. Tetapi jika kau menginginkan melakukan hal yang lebih aku akan siap melakukannya."

Wajah Dea memerah seketika, dan itu terlihat begitu menggemaskan menurut Richi.

"Ah, terserah!" Dia segera menaiki tempat tidur dan menenggelamkan dirinya di dalam selimut. Ia merasa begitu malu saat ini.

Sementara Richie tersenyum gemas menyaksikan sang istri. Ia pun naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh istrinya yang masih berada di dalam selimut.

Dea tersentak kaget saat merasakan tubuhnya yang dipeluk. Walaupun ada pembatas selimut tebal, namun ia bisa merasakan betapa hangatnya tubuh yang memeluknya itu.

Jantungnya berdetak tak beraturan. Dia menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu aneh yang menyeruak dalam hatinya.

"A-apa yang k-kau lakukan? Lepaskan aku sekarang juga, kau tidak boleh seperti ini." Suara Dea terdengar begitu gugup membuat Richie semakin senang menggoda istrinya.

"Kenapa tidak boleh? Kau istriku dan aku bebas melakukan apa saja kepadamu," ucap Richi dengan seringai senyumnya.

Perlahan tangannya membuka selimut tersebut hingga menampilkan wajah menggemaskan sang istri.

"Kumohon jangan seperti ini, Richie." Dea menundukkan kepalanya. Namun tangan Richie menarik dagu sang istri hingga kembali menatap ke arahnya.

"Dea, apa benar tadi Kau cemburu saat Aku menyuapi Hye jin?" tanya Richie.

"Si-siapa yang cemburu, Aku tidak cemburu," sangkal Dea.

"Benarkah? Tapi Aku tidak yakin Kau berkata jujur. Aku yakin seribu persen bahwa Kau sebenarnya cemburu kepadaku. Ayolah, mengaku saja, Sayang."

"Jangan berbicara sem...." Dea tak dapat meneruskan ucapannya karena bibir Richie sudah membungkamnya lebih dulu dengan ciuman.

Dea ingin menghindar, namun ciuman itu semakin menuntutnya untuk memejamkan mata. Membalas dan menikmatinya hingga ia sendiri tidak ingin mengakhirinya dengan cepat.

Beberapa saat ciuman mereka terlepas. Dea berubah pikiran. Dirinya nyaris terbuai oleh ciuman Richie. "Jangan pernah melakukan apapun tanpa seizin ku. Termasuk mencium ku!" Dea kembali teringat tentang sikap suaminya yang berubah beberapa hari ini. Dan juga saat tadi Richie menyuapi Hye jin.

Dea hendak beranjak bangun untuk melarikan diri. Tapi ia tidak bisa melawan tubuh sang suami yang sudah sebagian menindih tubuhnya. Kini ia terjerembab dalam kukungan tubuh sang suami.

1
Noprida Wati
bagus dan menarik
FUZEIN
Cerita ni sgt menarik
FUZEIN
Benci ahhhh perangai ricihhh ni
FUZEIN
Stupid rici
FUZEIN
Kasihan dia....
FUZEIN
Aduh dea...jangan berkeras sangat..padahal sayang kan
FUZEIN
Ermmmm....
Qaisaa Nazarudin
Ini lah sbb nya kenapa Dea gak mau pacaran, Apalagi sampai Menikah..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal aku mmg suka dengan sikapnya uncle Gamal, yg tegas dan berpikir dulu sebelum bertindak,Tentunya bertindak dgn BUKTI bukan dgn omong kosong..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk apa kabar kamu Richie…🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Semoga Richie hidup dengan penyeselannya, waktu mendapatkan Dea dulu aja susah,sekarang udah dapat Dea Richie malah milih percaya mantan dr istrinya sendiri, Dasar BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Katanya udah berjanji saling percaya, kenapa disini Richie malah tdk percaya dgn istrinya sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku setuju dgn kata2 Hye Jin.. Karena apa yg dibilang Hye Jin mengenai Dea itu adalah benar kenyataannya,
Qaisaa Nazarudin
Dea terlalu keras kepala ckck,,lama2 aku enek dgn sikapnya Dea..
Qaisaa Nazarudin
Nekat banget dia masih ngejar2 Richie 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti mantan tunangannya Richie kan? Baru sampai dia ke singapura,,
Qaisaa Nazarudin
Nagus Richie, Aku menyokong mu, Dea itu gengsi nya terlalu tinggi,
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga ada udang di sebalik mi ayam,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan ngotot banget, Hati gak bisa dipaksa, Dari awal kamu sudah tau Richie tdk mencintai kamu dan dia mencintai wanita lain, kenapa kamu malah ngebet banget maksa Richie, Nah sekarang terima aja kenyataannya..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, mmg saat dan waktu yg sesuai untuk mu Richie,,Nenek mu juga udah gak bisa berbuat apa2 👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!