Elysia Putri Abraham adalah seorang pelukis di Negara Italia. Lebih tepatnya berada di kota Milan, Italia.
Elysia adalah anak kedua dari pasangan Qenan dan Nadira (Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA). Memiliki kepribadian yang baik, lemah lembut, manja. Tetapi dibalik sifat itu, dirinya adalah gadis yang mandiri.
Sebenarnya, alasan utama memilih domisili di Milan karena ia suka mode dan romantisme.
Tetapi, siapa sangka bila kehadiran nya di Milan justru membawanya bertemu dengan seorang pria yang selama ini ia anggap pahlawan dalam hidupnya. Ia tak pantang menyerah untuk mendapatkan cinta pria tersebut.
Namun pada akhirnya, Elysia menyadari bila pria yang sering bersamanya adalah dua orang yang berbeda dengan wajah yang sama.
Siapa yang dipilih Elysia? Apakah Elysia tetap bersama pilihan nya setelah mengetahui sesuatu yang disembunyikan darinya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. TLTR
Rasanya tidak ada kata bosan untuk memandangi wajah cantik Elysia. Reymond terus tersenyum memandangi Elysia yang tengah tertidur pulas.
Pria itu seakan tidak memiliki pekerjaan hingga membiarkan waktu terbuang hanya karena hal ini.
Saat melihat tidur Elysia mulai terusik, ia memejamkan matanya.
Pertama kali dilihat Elysia saat membuka mata adalah wajah tampan Reymond. Tidak ada yang yang di lakukan nya selain memandangi wajah pria itu.
Setelah cukup lama memandangi wajah Reymond, Elysia bangkit dari tempat tidur namun tangan pria itu menahan nya hingga membuatnya kembali berbaring di tempat semula.
"Maaf," gumam Reymond membuka matanya.
Elysia memalingkan wajah karena tidak mampu menatap mata Reymond. "Lepas. Aku mau mandi," katanya tetapi pria itu menggeleng.
"Katakan kalau kamu sudah memaafkan ku," kata Reymond lagi membuat Elysia melengos.
"Baiklah. Sudah aku maafkan, sekarang lepasin!" kata Elysia menyerah.
Reymond tersenyum lalu melabuhkan kecupan di bibir Elysia kemudian membiarkan istrinya itu bebas dari dekapan nya.
*
*
Setelah selesai membersihkan diri, Elysia tidak lagi bertemu dengan Reymond karena kamar itu telah kosong dan terkunci.
Lagi-lagi Elysia mendekati jendela melihat banyaknya penjaga di mansion pria yang menikahinya.
Apa aku mencintai pria yang salah? kenapa harus banyak penjaga seperti itu? di rumah Daddy saja tidak sebanyak ini, gumam Elysia dalam hati.
*
*
Di Perusahaan Reymond kedatangan saudara kembarnya Reynold. Cukup lama mereka berdiam diri dengan pikiran masing-masing.
"Kau licik, Reymond!" desis Reymond.
"Sudah ku katakan jangan bermain-main denganku," kata Reymond datar.
"Kau seperti pecundang yang hanya bisa menjebak wanitamu," cemooh Reynold membuat Reymond menggebrak meja di hadapan nya.
"KAU?!!"
"APA?!!!"
Saudara kembar itu kembali berseteru mengenai Elysia. Saudara yang biasa saling melindungi sudah tak nampak lagi, kini.
"Kau terobsesi dengan nya, Reymond!" sentak Reynold.
Reymond menatap Reynold sangat tajam. "Tahu apa kau tentang obsesi dan cinta, Reynold? bahkan sampai malam tadi kau masih tidur dengan wanita muurahan! jangan ikut campur mengenai wanitaku," gertak Reymond tak ingin kalah dari saudara kembarnya.
Reynold mengepalkan tangannya kemudian keluar ruang kerja Reymond tanpa mengatakan apapun.
Begitu juga dengan Reymond langsung menghempaskan bobot tubuhnya ke kursi kebesaran nya.
Reymond meyakinkan hatinya bahwa perasaan nya pada Elysia adalah cinta buka obsesi semata.
Ia hanya menjerat Elysia agar tetap bersamanya. Masalah Dean? pria itu tengah berbaring lemah tak berdaya di Rumah Sakit akibat ulahnya yang lepas kendali.
Reymond tiba di mansion pada malam hari. Tampak jelas wajah lelah terpancar disana. "Kesinilah besok pagi, Lex!" ucap Reymond tak berdaya dan diangguki oleh Alex.
Reymond masuk kedalam mansin dan langsung menuju kamar agar segera bertemu dengan pengobat lelahnya.
Melihat Elysia sudah terlelap, ia tak ingin mengganggu dan memilih membersihkan diri lebih dulu.l, berendam air hangat sepertinya begitu menyegarkan.
Setelah selesai dengan ritual membersihkan diri, Reymond segera memakai celana daalam dan boxer di walk in closet. Kemudian naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut yang sama dengan Elysia.
Reymond memeluk tubuh langsing Elysia dari belakang. "Maaf. Maaf karena cintaku membuat kamu begini," ungkap nya seraya mencium pipi Elysia sejenak kemudian memejamkan matanya karena sangat mengantuk.
Setelah merasakan hembusan nafas yang teratur serta dengkuran kecil di belakang tubuhnya membuat Elysia membuka mata.
Sebenarnya Elysia belum tidur saat Reymond masuk ke dalam kamar, tetapi ia pura-pura tidur hingga mendengar ungkapan Reymond barusan.
Aku juga cinta kamu, kak. Tapi aku takut!
semangat thoor