NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 : Senggolan Sepeda Dan Gaun Pengantin

Pagi itu, Sisil gadis yang berumur 22 tahun, mengayuh sepedanya dengan semangat membelah keramaian jalanan. Di keranjang depan sepedanya, tanpak tumpukan buket bunga segar yang harus segera ia antarkan ke alamat pelanggan. Mengenakan gaun putih kesayangannya yang berkibar lembut ditiup angin, Sisil merasa hari ini akan berjalan dengan sangat baik. ' sambil terus mengayuh keliling mencari alamat, ia mulai memasang earphone dan memutar lagu favoritnya untuk mengusir rasa lelah'.

"Supernova! Uhm, uhm! Neon nareul jageukhae!" Senandung Sisil dengan pelafalan bahasa Korea yang super berantakan, dibarengi dengan kepalanya bergoyang-goyang heboh ala penyanyi k-pop di atas panggung.

Suara cempreng yang terdengar jelas Ke mana-mana. Orang-orang di trotoar spontan menoleh, menatapnya dengan pandangan aneh seolah melihat orang kurang kerjaan.Namun, sisil sama sekali tidak peduli dengan tatapan heran dari orang-orang di trotoar. baginya, mengejar setoran toko bunga adalah prioritas nomor satu hari ini.

Sementara itu, dari arah belakang, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam legam melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil itu, duduk dua orang pria berjas rapi, dan tampan! Di kursi kemudi ada asisten Han, pria yang terkenal sangat irit bicara, dingin, dan kaku, persis seperti bosnya, Adrian Dirgantara. Sedangkan di kursi sebelah kemudi, duduk Kevin, asisten humas yang berwatak humoris, jahil, dan selalu ceria. Mereka sedang dalam perjalanan menuju sebuah kafe untuk mempersiapkan rapat eksklusif. penting pagi ini!.

"Han, pelankan sedikit jalannya. Itu di depan ada gadis bawa sepeda kok oleng-oleng begitu, sih? Mana nyanyi heboh banget lagi, "ujar Kevin sambil menyempitkan mata, menunjuk sosok Sisil yang asyik berjoget di atas sepeda.

Asisten Han tidak menjawab. Wajahnya tetap datar seperti triplek. Dia mencoba menginjak rem dan sedikit menggeser setir kekanan untuk menghindari sisil. Namun sial, tepat saat mobil mereka sejajar, Sisil tiba-tiba kehilangan keseimbangan karena terlalu asik menyanyikan bagian reff lagu k-pop nya.

BRAAk!...

Spakbor belakang sepeda tua Sisil menyenggol bagian samping mobil mewah tersebut. Tubuh Sisil langsung oleng dan Sedetik kemudian, dia terjatuh ke aspal bersama sepedanya. Bunga-bunga segar dagangannya langsung berhamburan ke mana-mana.

"Astaga, Han! Kamu menabrak Bidadari pasar!" seru Kevin dramatis.

Asisten Han menghela napas panjang. Dia segera menghentikan mobil, mematikan mesin, dan turun dengan langkah kaki yang kaku. Kevin mengekor di belakangnya dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

sisil yang terduduk di aspal langsung memegang lututnya. Sebenarnya, lututnya hanya lecet sedikit sekali, bahkan tidak berdarah. Namun, jiwa barbarnya langsung.

"aduh! Aduh, kakiku patah! Sepeda legendarisku hancur!" Raung Sisil dengan akting yang sangat melebih-lebihkan, sengaja membuat suara tangisannya terdengar ke seluruh jalan.

Asisten han berdiri di hadapan Sisil dengan tangan bersedekap di dada. Wajahnya sedingin es. "Berapa ganti rugimu? Jangan membuang waktu kami. Kami sedang terburu-buru, "Ucap Han dengan nada suara datar tanpa simpati sedikitpun.

Mendengar ucapan dingin itu, tangis buatan Sisil langsung berhenti seketika. Dia mendongak, menatap Han dengan pandangan membunuh. Sisil langsung berdiri dengan sangat cepat, melupakan akting kaki patahnya tadi. Dia berkacak pinggang di depan asisten Han yang tubuhnya jauh lebih tinggi.

"Heh, tuan kaku! Mentang-mentang naik mobil mewah, jalanan ini dikira punya nenek moyangmu, ya?! " omel Sisil berapi-api. "lihat ini! Bunga-bungaku hancur semua! Sepedaku ini peninggalan sejarah! Kamu main turun langsung, nanya duit seolah-olah aku ini pengemis!"

Kevin yang berdiri di sebelah han langsung menutup mulutnya, menahan tawa yang hampir meledak. Dia sangat takjub melihat ada seorang gadis desa Dia sangat takjub melihat ada seorang gadis desa yang berani menunjuk-nunjuk wajah asisten Han yang menyeramkan itu.

"Wah, Han, Baru kali ini ada wanita yang tidak terpesona dengan jas mahalmu. Gadis ini galak, barbar, tapi kalau dilihat-lihat....cantik juga ya kalau lagi marah, "bisik Kevin sengaja memprovokasi.

"Diam kamu, kevin, "desis Han tajam. Han kembali menatap sisil. "Saya tidak punya waktu untuk berdebat. Katakan saja nominalnya."

Sisil tersenyum licik di dalam hati. Karena merasa ditantang, Dia memutuskan untuk memeras pria kaku di depannya ini. "ganti rugi Rp 2 juta! Tunai sekarang juga! Kalau tidak, mobil mewah kalian ini tidak akan aku biarkan jalan! Aku akan tiduran di bawah bannya! "ancam Sisil dengan berani.

Asisten Han mengeryitkan dahi. Rp 2 juta untuk sepeda tua dan beberapa ikat bunga tentu saja terlalu mahal. Namun melihat arlojinya yang menunjukkan waktu rapat makin dekat, han malas memperpanjang urusan. Dia merogoh dompetnya, mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu, lalu menyerahkannya ke tangan Sisil.

"Ambil ini. Jangan halangi jalan kami lagi, " kata Han dingin, lalu langsung balik badan menuju mobil.

"Hei! Kurang ramah ya pelayananya! Tapi oke, uangnya uangnya pas! "Teriak sisil sambil menghitung uang tersebut dengan mata berbinar-binar. Kemudian ia mencium itu. "terima kasih, Tuan Kanebo kering!"

Kevin yang hendak masuk ke mobil langsung tertawa terbahak-bahak mendengar-julukan baru untuk Han. Kevin Melambaikan tangannya dengan genit kepada Sisil. "Sampai jumpa lagi, gadis cantik yang barbar! Hubungi kami kalau sepedamu butuh disenggol lagi!" seru Kevin sambil mengedipkan mata, membuat sisil mendengus sebal.

Kevin masuk ke mobil dan menoleh ke arah Han yang sedang fokus menyetir dengan wajah sekaku batu. "Han, jujur saja, kalian berdua tadi kelihatan serasi banget. Yang satu barbar, yang satu kaku, kayaknya jodoh deh! Kebetulan kan kantor kita sering bikin pesta dan butuh vendor bunga. Gimana kalau kita langganan di toko dia saja? Biar Kalian sering ketemu dan adu mulut terus, hahaha!"

"jangan konyol, kevin. Jalankan tugasmu dengan benar! "jawab Han sadis, membuat Kevin langsung bungkam meskipun senyum jahil masih terukir di wajah tampannya. Han tidak tahu saja, bahwa ramalan kevin kelak akan menjadi kenyataan yang merepotkan hidupnya karena toko bunga Sisil akan menjadi langganan tetap kantor mereka untuk acara- acara besar mendatang.

Di dalam butik, suasana sangat ramai bukan karena para pekerja, melainkan karena suara melengking dari seorang wanita paruh baya yang penampilannya sangat glamour, elegan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dialah Nyonya Victoria, ibu kandung dari Adrian Dirgantara. Sebagai ibu dari Putra tunggal pewaris Tahta kekeluargaan Dirgantara, Nyonya Victoria adalah sosok wanita sosialita yang paling bersemangat, heboh, baik, dan tidak bisa diam jika menyangkut urusan pernikahan putranya.

"Oh, desainer! Gaun yang ini benar-benar luar biasa! Aku suka sekali potongan payetnya! Ini sangat cocok untuk calon menantuku, Nala Putri yang cantik, manis dan juga baik hati! "serunya nyonya Victoria dengan heboh sambil mengibas-ngibaskan kipas bulu- bulu mahalnya ke arah gaun yang dipajang.

Pemilik butik terkenal itu hanya tersenyum ramah dan mengangguk sopan. " terima kasih, nyonya victoria. Kami sudah menyiapkan bahan terbaik agar pernikahan Tuan Adrian dan Nona Nala menjadi momen paling spektakuler tahun ini."

Sementara ibunya sibuk berteriak heboh ke sana kemari memilih kain dan dekorasi, Adrian Dirgantara justru duduk di sofa beludru mewah dengan wajah yang luar biasa bosan. Pria pria tampan berwajah dingin dan arogan itu terus menerus Menatap layar ponselnya, memeriksa email perusahaan, dan sesekali melihat jam tangannya dengan helaan nafas berat.

"Mama, Bisakah kita dipercepat proses ini? Saya masih punya rapat penting setelah ini, "ucap Adrian dengan nada suara yang berat dan berwibawa.

Nyonya Victoria langsung berbalik dan berkacak pinggang, menatap putaran tunggalnya dengan pandangan mengomel. "Adrian Dirgantara! Ini adalah persiapan pernikahanmu yang tinggal sebulan lagi! Kamu ini Putra tunggal mama, pernikahan ini harus menjadi pesta paling mewah, megah dan spektakuler di negara ini! Berhenti memikirkan kantormu. 'biarkan Han dan Kevin yang menyelesaikan dan mengurus Rapat ini!.

"Apalagi kamu sebentar lagi mau menikah, kamu jangan sampai sakit Adrian! Karena kelelahan akibat memikirkan pekerjaan yang berat!"

Ajaran hanya mendengus pelan, memilih untuk tidak mendebat ibunya jika sudah mengomel bisa mengalahkan suara sirine mobil pemadam kebakaran!.

Tidak lama kemudian, pintu butik terbuka. Nala Putri akhirnya masuk ke dalam putik dengan langkah yang anggun namun sedikit malu-malu begitu melihat kemewahan di dalam butik terkenal itu, Nala sempat terpaku.

"Astaga, calon menantuku yang cantik ini sudah datang! Nala Putri, kemari Sayang! "teriak nyonya Victoria heboh. Dia langsung berlari kecil dan memeluk Nala dengan sangat erat. " kamu tahu tidak? Mama sudah menunggu kamu dari tadi! Lihat, butik ini sudah menyiapkan gaun pengantin paling spektakuler untukmu!"

Nala Putri tersenyum manis dan menyapa calon mertuanya dengan sopan. " l- iya, Ma.Maaf Nala agak terlambat karena jalanan tadi cukup padat "jawab Nana lembut.

'Adrian yang mendengar suara Nala, seketika menghentikan ketikannya di layar ponselnya! 'ya Adrian sedang mengerjakan pekerjaan lewat email yang ada di layar ponselnya.

Adrian mendongakan kepalanya , pandangan mata mereka bertemu ! Adrian menatap Nala dengan penuh rasa cinta dan rasa kagum.

Adrian Bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan mendekati Nala - lalu berkata! Nala tadi pagi waktu di rumah aku sudah aku bilang sama kamu kalau sopir mau jemput kamu. Kenapa kamu melarangnya? Karena kita tidak punya banyak waktu!....

'Sebenarnya hari ini ada rapat penting! Tapi ya sudah tidak apa-apa. sudah ada asisten Han dan juga Kevin yang mewakili ku rapat'.

Lalu Nala pun berkata, Maaf Adrian jika aku sudah jika aku sudah maaf membuatmu menunggu dan ibu padahal hari ini adalah hari rapat penting. 'dengan raut wajah yang bersedih!

Nala it's oke No froblem! 'Adrian tidak tega melihat wajah Nala yang berubah menjadi sedih. Nala tatap wajah aku ucap Adrian.

Maaf jika aku sudah membuatmu kesel dan merasa bersalah?...

"Aku sangat mencintaimu Nala dan juga menyayangimu. Adrian memegang pipi Nala dengan lembut, Ya sudah sekarang kamu ke ruang ganti untuk mencoba gaun pengantinnya".

Baiklah Adrian kalau begitu aku ke ruang ganti dulu! Ucap Nala.

Nyonya Victoria langsung menarik tangan Nala dengan penuh semangat. " Ayo cepat bawa Nala ke ruang ganti sekarang! Mama sudah tidak sabar ingin melihat menantuku berubah menjadi ratu sehari!"

Para pelayan butik tersenyum hangat dan menuntun Nala Putri masuk ke dalam ruang ganti yang sangat luas. Di dalam sana, sebuah gaun pengantin berwarna putih bersih menjuntai dengan indahnya. Gaun itu bertabur payet kristal yang berkilau jika terkena cahaya lampu.

1
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Ifana
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Ifana
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Ifana
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Ifana
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Ifana: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Ifana
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!