Adira Alin Harmita wanita cantik yang menikah dengan seorang laki-laki tajir yang bernama Malio Ardian Mehesa yang biasa di sapa Ardi. Adira yang berasal dari keluarga sederhana selalu menjadi bulan-bulan ibu mertuanya yang tidak suka kepadanya. Bahkan ibu mertua pun selalu meminta kepada anaknya untuk menikah lagi.
"Ceraikan Adira Ar, dia tidak pantas bersama mu." ucap mama Erlin.
"Kenapa mama selalu meminta aku untuk menceraikan Adira, kita saling mencintai ma." sangkal Ardi yang tidak setuju dengan ucapan mamanya.
"Adira itu wanita mandul, dia tidak bisa punya keturunan, apa kamu mau hidup dengan seorang wanita tapi tidak bisa punya anak."
"Adira itu tidak mandul ma." Ardi yang tidak terima istrinya di katakan mandul.
"Buktinya, sampai sekarang dia tak kunjung hamil."
"Mungkin Allah belum mengizinkain kita untuk menjaga amanahnya yaitu seorang anak."
"Halah! pokoknya kamu harus ceraikan Adira, dan menikahlah lagi." ucap mama Erlin dengan sangat tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapatkan bukti
Delisa baru saja keluar dari kamarnya, ia merasa di rumah sangat sepi dan membosankan, dari tadi pagi dia hanya berada di dalam kamar, tanpa melakukan sesuatu, di tambah Ardi pergi untuk bekerja dan mertuanya masih di rumah sakit, kemungkinan akan pulang larut malam.
Delisa memutuskan untuk menemui Axcel mantan kekasihnya, mereka hari ini akan pergi ke acara ulang tahun teman Delisa yang bernama Angel. Mobil milik Delisa sudah melaju meninggalkan rumah, untuk menuju ke apartemen Axcel. Mobil terus melaju dengan kecepatan tinggi menyapu jalanan di sore hari yang tidak teralu padat.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Delisa sudah tiba di depan apartemen mantan kekasihnya. Delisa sudah keluar dari dalam mobil untuk menghampiri Axcel yang sudah menunggunya.
"Hay..." sapa Delisa yang berjalan ke arah Excel yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk apartemen. "Maaf menunggu lama." lanjut Delisa.
Axcel yang melihat Delisa menggunakan baju begitu sexsi hingga memperlihatkan dada penuhnya, seketika merasa ingin menangkapnya.
"Kenapa kamu lama sekali tidak pernah menemuiku, semenjak menikah." ucap Axcel yang langsung mengecup bibir Delisa.
"Maaf kan aku babby, aku terlalu sibuk mengurus rumah tanggaku." jawab Delisa sedikit mengusap pipi Axce dengan lembut.
"Apa kamu bahagia menikah dengan anak orang kaya itu, sampai kamu tidak pernah memberikan aku jatah lagi?." Axcel yang langsung menarik tubuh Delisa untuk semakin dekat dengannya.
"Kebahagian ku hanya bersamamu saja sayang, aku mau menikah dengan Ardi hanya untuk uang." ucap Delisa.
"Aku merindukanmu." Axcel yang langsung memasukan satu tangannya ke dalam dada penuh Delisa dan sedikit meremasnya.
"Ahh.. sayang.. jangan di sini, banyak orang, ayo cepat masuk ke dalam mobil." Delisa yang sudah berjalan untuk masuk ke dalam mobil bersama Axcel.
Mobil yang tadinya kacanya terbuka, langsung di tutup oleh Delisa. Axcel yang dari tadi sudah tidak bisa menahan nafsunya pun langsung ******* bibir Delisa, dengan satu tangan sudah *******-***** benda kembar Delisa yang begitu besar dan menggoda.
"Kenapa semakin hari, punyamu semakin besar?." tanya Axcel.
"Itu berkat sentuhanmu sayang." sahut Delisa yang tangannya juga sudah meraja rela menarik ret seliting milik Axcel.
"Aduh.. Delisa.. ." Axcel yang terlihat sudah menegang.
"Apa kita akan melakukan di sini, atau di hotel saja, ulang tahun Angel, masih nanti malam." ucap Delisa.
"Apa suamimu tidak akan mencarimu, jika kamu pergi sampai larut malam."
"Sepertinya hari ini dia akan lembur di kantor, jadi kamu tenang saja."
"Ya sudah, ayo kita ke hotel saja, aku rindu di puas kan olehmu." Axcel yang kembali mengecup bibir Delisa.
****
Sedangkan Ardi baru saja keluar dari besmen parkiran kantor setelah seharian bekerja untuk menuju ke mall di mana kemarin Adira dan Delisa belanja. Ardi tidak sabar mengetahui siapa yang menjebak istrinya.
"Kita ke mall xxx dulu ya pak sebelum pulang." ucap Ardi kepada supir pribadinya.
"Baik tuan." jawab supir pribadi Ardi.
Hari ini Ardi sengaja tidak memberi tahu Adira atau siapapun tentang kedatangannya ke mall untuk mengecek CCTV mall. Mobil terus melaju menuju ke mall, dan tidak lama hanya membutuhkan waktu 15 menit, Ardi pun sudah tiba di depan mall tersebut. Di dalam mobil tadi Ardi juga sudah menghubungi pihak mall, bahwa dia akan segera tiba.
Penjaga CCTV menyambut Ardi dengan sangat hangat, lalu mereka berdua sudah berada di ruang khusus rekaman CCTV.
Ardi sudah di perlihatkan saat detik-detik Adira dan Delisa sedang memilih pakaian di toko, dan melihat saat Delisa berpamitan kepada Adira untuk pergi ke toilet, di dalam rekaman CCTV tidak terdengar suara antara Delisa dan juga Adira, namun dengan gerak-gerik tubuh saja Ardi bisa paham yang mereka lakukan.
"Stop pak, stop!." ucap Ardi pada petugas CCTV saat memperlihatkan kedatangan Kelvin mendekati Adira.
"Kembali putar pak." ucap Ardi lagi.
Rekaman CCTV terus di putar, di rekaman bisa terlihat bahwa Kelvin datang secara tiba-tiba mendekati Adira, lalu memeluk tubuh Adira dan mencium bibir Adira secara paksa, Ardi juga bisa melihat bahwa ada penolakan dari Adira karena di sentuh oleh Kelvin.
"Aku sudah menduga, pasti Kelvin memaksa Adira, Kelvin memang benar-benar kurang ajar, berani-beraninya dia menyentuh tubuh istriku." gerutu Ardi yang begitu sangat marah melihat rekaman CCTV.
Ardi terus mengamati rekaman yang ada di depannya, belum ada tanda-tanda mencurigakan, bahkan Ardi juga melihat bahwa Adira menampar pipi Kelvin dengan sangat kencang, lalu Ardi melihat Adira pergi begitu saja dari lantai 3, dan sudah tidak terekam lagi oleh CCTV.
Ardi masih belum menemukan bukti, dia melihat Kelvin masih berdiri cukup lama di depan toko tersebut, sambil mengusap pipi yang tadi di tampar oleh Adira, namun di sini Ardi mulai merasa ada keganjalan, kenapa Delisa begitu lama sekali jika pergi ke toilet. Tidak lama Ardi melihat Delisa datang dengan bertepuk tangan menghampiri Kelvin sambil tersenyum bahagia.
"Delisa." Ardi yang langsung membulatkan matanya.
Ardi melihat jika mereka berdua sama-sama tertawa dan saling beradu telapak tangan, mengisyaratkan bahwa mereka berhasil, Ardi juga melihat Delisa menunjukan sebuah foto di depan Kelvin, yaitu foto Kelvin dan juga Adira barusan.
"Bedebah! bangsat! setan!, ternyata dalang dari semua ini adalah Delisa, sudah aku kira pasti wanita siluman ular itu pelakunya." Ardi yang sudah marah-marah hingga penjaga CCTV mall pun manjadi takut untuk menatap ke arah Ardi.
"Ternyata selama ini aku dan mama sudah di bohongi oleh Delisa, awas saja kamu Delisa, aku akan membuat perhitungan kepadamu!." Ardi yang begitu terlihat marah.
Ardi sudah lega mendapatkan bukti, ternyata Delisa lah yang membuat rumah tangganya berantakan, dan membuat mama Erlin mengusir Adira dari rumah, setelah bukti di dapatkan, Ardi segera pulang, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada petugas mall.
"Terimakasih atas bantuannya ya pak." ucap Ardi.
"Sama-sama tuan, saya senang bisa membantu tuan." jawab petugas mall.
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘