NovelToon NovelToon
KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
​Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 - Pesona yang Mematikan

Han Yu mengerang pelan saat kesadarannya perlahan kembali ke dunia nyata. Dia bangkit berdiri dari ranjang batu sambil mengusap kepalanya yang terasa sangat pening seolah-olah baru saja dihantam oleh godam besar. Saat jemarinya menyentuh wajah, dia tersentak merasakan helaian rambutnya telah tumbuh menjadi lebih panjang dari sebelumnya, kini menjuntai hingga melewati dagu.

Dengan kening berkerut, Han Yu segera melangkah cepat menuju cermin perunggu yang tergantung di sudut dinding sel penjara. Begitu melihat pantulan dirinya di permukaan cermin, dia langsung terpaku tidak percaya. Di dalam cermin, tampak sesosok pemuda berusia dua puluh tahunan yang memiliki ketampanan surgawi yang luar biasa. Meskipun pakaian buruhnya robek di sana-sini, tubuh di balik kain itu kini tampak sangat kekar, atletis, dan memiliki lekuk otot yang sempurna seolah-olah dipahat langsung oleh tangan dewa pencipta.

Han Yu dengan cermat memeriksa setiap jengkal perubahan fisiknya, bahkan memeriksa bagian dalam pakaian bawahnya. Sepasang matanya langsung berbinar penuh rasa bangga yang luar biasa melihat perubahan drastis tersebut.

Suara derit pintu besi yang berat tiba-tiba memecah keheningan. Han Yu membalikkan badannya dengan cepat dan melihat dua orang gadis kultivator dari ras suci Lembah Lingshu melangkah masuk ke dalam sel. Salah satu gadis yang tampaknya menjadi pemimpin di antara keduanya segera melayangkan pertanyaan ketat mengenai tujuan sebenarnya Han Yu menyusup ke dalam wilayah hutan mereka.

Sebuah ide nakal mendadak terlintas di kepala Han Yu. Sambil menyunggingkan sebuah senyuman tipis, dia melangkah maju mendekati pintu sel. Kedua gadis itu mendongak menatapnya, dan dalam sekejap mata, wajah mereka langsung memerah padam seperti kepiting rebus. Han Yu saat ini berdiri dalam kondisi setengah telanjang, menampilkan dada bidang dan perut berototnya yang sangat menawan di bawah pencahayaan obor yang remang-remang.

Gadis pemimpin itu berteriak dengan suara melengking yang gugup, menyuruh Han Yu untuk segera memakai pakaiannya yang sopan sembari melemparkan satu set jubah kultivator berwarna hijau lumut yang sederhana namun sangat nyaman ke arah dada Han Yu.

Han Yu menangkap jubah itu dengan sigap, lalu mengulas senyuman menggoda yang membuat rona merah di pipi kedua gadis itu semakin pekat. Tanpa memedulikan keberadaan mereka, Han Yu mulai mengenakan jubah tersebut dengan gerakan yang sengaja diperlambat. Gerakan lengannya yang penuh estetika membuat kedua gadis itu memekik kecil dan refleks membuang muka, meskipun sesekali mereka tetap mencuri pandang melalui celah jari mereka.

Saat merapikan jubahnya, Han Yu menyadari satu hal lagi. Tinggi badannya telah bertambah secara signifikan. Jika sebelumnya tinggi tubuh manusianya hanya sekitar seratus tujuh puluh lima sentimeter, kini postur tubuhnya telah menjulang tinggi mencapai seratus sembilan puluh sentimeter, membuatnya tampak sangat gagah dan dominan. Han Yu menyelesaikan pakaiannya, lalu berbalik menatap kedua gadis yang wajahnya sudah semerah tomat matang.

Han Yu bertanya dengan nada lembut mengenai bagaimana penampilannya saat ini, sementara secara diam-diam dia mengaktifkan teknik Seni Pemikat Jiwa yang baru saja didapatkannya. Saat terbangun tadi, seluruh pengetahuan tentang cara menggunakan teknik-teknik mistis ini memang telah terpatri sempurna di dalam kepalanya, membuatnya mampu mengalirkan energi pesona tersebut sealami seorang ahli yang sudah berlatih selama puluhan tahun.

Di dalam pandangan mata kedua gadis itu, Han Yu yang sedang bertanya mendadak terlihat ribuan kali lebih tampan. Sebuah aroma keharuman bunga yang sangat memikat tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam indra penciuman mereka, mengetuk sebilah dawai asmara yang ada di dalam lubuk hati mereka yang terdalam.

Dengan bibir yang bergetar dan pipi yang merona hebat, kedua gadis itu bergumam kompak, menyatakan bahwa penampilan Han Yu sangat luar biasa.

Han Yu mengucapkan terima kasih dengan suara yang dalam dan rendah. Dia melangkah perlahan mendekati gadis yang menjadi pemimpin kelompok tersebut, lalu dengan gerakan lembut yang tak terduga, dia mengangkat dagu lancip gadis itu menggunakan jari telunjuknya. Han Yu bertanya dengan nada berbisik mengenai siapa nama gadis cantik di hadapannya ini.

Gadis itu tersentak kecil, tubuhnya menegang namun sepasang mata hijaunya menatap Han Yu dengan binar aneh yang penuh dengan kekaguman. Dengan suara lirih, dia menjawab bahwa namanya adalah Mei Li.

Han Yu memuji nama itu dengan sebutan yang sangat indah dan sangat cocok untuk sosok sejelita dirinya. Han Yu kemudian mengusap rambut pirang Mei Li dengan lembut, sebuah tindakan yang seketika memicu getaran hebat di seluruh tubuh gadis itu hingga kedua kakinya mendadak kehilangan seluruh kekuatan untuk berdiri.

Han Yu kemudian mengalihkan pandangannya kepada gadis kedua yang sejak tadi berdiri menyaksikan dengan napas memburu penuh harap. Sambil menahan tubuh Mei Li yang mulai terkulai lemas akibat pengaruh teknik Sentuhan Lembut Surgawi, Han Yu tersenyum sangat manis. Dia meraih jemari lembut gadis kedua itu, lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di punggung tangannya. Han Yu menanyakan nama gadis kedua tersebut dengan nada yang sangat memikat.

Gadis kedua itu tersentak hebat, wajahnya memerah sempurna saat dia menjawab dengan tergesa-gesa bahwa namanya adalah Qing Er. Pandangan matanya kini dipenuhi oleh rasa kasih sayang yang mendalam kepada pemuda di depannya.

Melihat umpan tekniknya berhasil dengan sempurna, Han Yu segera mengaktifkan teknik Komunikasi Penyelaras Rasa. Teknik ini memungkinkannya untuk mengarahkan pembicaraan dengan sangat mudah guna mendapatkan informasi apa pun sekaligus memberikan kesan terbaik di hati lawan bicaranya. Sambil mempertahankan senyum lembutnya, Han Yu kembali melangkah mundur dan mendudukkan dirinya di atas ranjang batu, membiarkan tubuh Mei Li yang sudah lemas sepenuhnya bersandar di atas pangkuannya.

Han Yu menopang dagu Mei Li dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya merengkuh pinggang ramping gadis itu, dengan sengaja menyalurkan getaran energi dari teknik Sentuhan Lembut Surgawi sekali lagi. Mei Li bergidik hebat di dalam pelukan Han Yu, hingga sebuah pekikan kecil spontan lolos dari bibir indahnya.

Pada saat yang sama, Han Yu merasakan ada noda basah yang hangat merembes dari pakaian bawah Mei Li, membasahi kain jubah di bagian pahanya. Namun, Han Yu memilih untuk mengabaikan hal itu demi kelancaran rencananya. Dia mendekatkan bibirnya tepat di samping telinga panjang Mei Li yang lancip, mengembuskan napas hangatnya di sana.

Han Yu berbisik dengan suara yang sangat lembut, menawan, namun sengaja diberi sedikit nada menyedihkan seolah-olah dirinya adalah sosok tak berdaya yang sedang membutuhkan pertolongan, menyatakan bahwa ada beberapa hal tentang tempat ini yang ingin dia ketahui jika hal itu tidak mengganggu kenyamanan Mei Li.

Suara Han Yu yang terdengar sangat memelas namun penuh pesona itu langsung meruntuhkan seluruh dinding pertahanan rasional yang tersisa di dalam otak Mei Li.

Mei Li tersentak dan langsung berusaha bangkit berdiri dengan tergesa-gesa, menyatakan dengan tegas bahwa hal itu sama sekali tidak mengganggu dan dia bersedia menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh Han Yu tanpa ada satu pun rahasia yang disembunyikan. Namun, baru saja berdiri satu detik, kedua lutut Mei Li kembali mati rasa, membuatnya jatuh terduduk kembali dengan wajah yang langsung terbenam di atas dada bidang Han Yu. Meskipun wajahnya merah padam karena malu, Mei Li merasakan sebuah kepuasan batin yang luar biasa bisa berada di posisi sedekat itu.

Han Yu tersenyum sangat lebar di dalam hatinya, merasa sangat puas melihat kehebatan dari warisan Kaisar Pesona yang kini bersemayam di dalam tubuhnya. Dia mengusap punggung Mei Li dengan lembut, mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kebaikan hati gadis tersebut.

1
Blue Manusia Biasa
jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!