Jin Fei fan harus menerima pemegang takdir sang penjaga berikutnya. Dia harus berjuang lebih keras untuk pantas menjadi sang penjaga dan agar dapat berjumpa dengan kedua orang tuanya yang dia ketahui berada di dimensi berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neneng selfia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuka titik Meridian
Fei fan terus memandangi anak perempuan balita itu membuat yang lain menyadari dan bingung kenapa dia terus memandangi nya.
"Sejak kapan nona muda kalian memiliki Meridian yang tertutup?" tanya Fei fan akhirnya membuka suara.
"Meridian tertutup? Menurut tetua keluarga kami nona tidak memiliki aliran Meridian sejak bayi bukannya tertutup seperti yang anda katakan nona muda." ucap Suki.
"Tidak ada orang yang lahir tanpa Meridian Bibi." ucap Fei fan.
"Tapi, para tetua bilang....
"Seseorang menutup Meridian anak itu membuat dia tidak memiliki kekuatan internal sehingga tubuhnya lemah dan gampang terserang penyakit." ucap Fei fan.
"Apakah itu artinya nona muda kami bisa juga berkultivasi seperti orang lainnya jika Meridian yang dia miliki dapat dibuka?" tanya Hu an.
"Walaupun itu butuh waktu lama dan banyak kesabaran karena Meridian nya sudah sejak bayi tertutup, tapi bukan hal mustahil untuk dia bisa melakukan itu dengan normal. Bahkan, sepertinya dia memiliki titik Meridian yang istimewa." jelas Fei fan tentunya dia mengetahui itu dari roh pedang.
"Bagaimana caranya nona muda?" tanya Suki sambil memeluk tubuh nona mudanya dengan tangis haru.
"Kenapa bibi Kiki menangis? Apakah Lili nakal?" tanya gadis cilik itu sambil menghapus air mata bibi pengasuhnya dengan wajah cemas.
"Tidak nona muda, nona Lili sangat baik dan penurut. Bibi menangis bukan karena sedih tapi karena terlalu bahagia." ucap Suki sambil memeluk tubuh anak gadis cilik yang sudah dia rawat dari lahir itu.
"Nona akan bisa berkultivasi seperti yang lainnya." ucap Suki melihat tatapan bingung gadis cilik itu.
"Apakah benar?" tanya anak kecil itu.
Usianya belum genap 3 tahun namun dia sudah banyak mengerti banyak hal termasuk tentang orang yang menceritakan tentang dirinya yang akan menjadi orang tidak berguna karena tidak akan pernah memiliki kultivasi.
"Benar apa yang bibi Suki katakan. Tapi, untuk bisa membuka titik Meridian dalam tubuhmu. Kau akan sedikit mengalami kesakitan. Jika kau tidak takut sakit, maka kakak yang tampan dan baik hati ini akan mulai melakukan pengobatan hari ini juga." ucap Fei fan sambil menunjuk saudara kembarnya.
"Mengapa itu menjadi aku?" tanya Wei Yan.
"Karena kau yang paling ahli dalam urusan obat dan racun diantara kita berdua." jawab Fei fan.
"Bagaimana gadis cantik?" tanya Fei fan.
Gadis cilik itu menatap wajah bibi yang sudah seperti ibu kandungnya itu lalu menatap semua orang disekitarnya.
"Lili gadis yang tangguh. Lili tidak akan takut pada rasa sakit." ucap gadis cilik itu.
"Kau yakin? Karena sekali kita memulai, kita tidak bisa berhenti dan prosesnya membutuhkan setidaknya 3 bulan lamanya." ucap Wei Yan memastikan.
"Lili yakin kakak tampan." ucap Yuli.
"Baiklah, aku akan membuat pil yang harus kau minum setelah itu aku akan melakukan pengobatan." ucap Wei Yan.
Wei Yan mengeluarkan tungku miliknya lalu beberapa bahan dari cincin ruangnya. Dia kemudian meracik pil pelancar aliran qi.
"Sungguh anak-anak yang luar biasa. Tidak hanya hebat dalam kultivasi, diusia yang semuda ini mereka sudah menjadi seorang alkemis." batin Hu an.
"Apakah ini perbedaan antara jenius dan manusia biasa? Melihat kemampuan anak-anak itu aku merasa hidupku sia-sia." batin yang lainnya.
Selang beberapa saat Wei Yan mematikan api di tungku obatnya. Melihat itu, orang-orang dari keluarga Quo menjadi heran.
"Apakah pilnya gagal? Ini baru kurang lebih setengah jam saja dan dia sudah mematikan apinya. Ataukah tenaganya sudah habis terkuras sehingga tidak mampu lagi menyalakan api?" batin Suki.
"Apakah aku terlalu memandang tinggi tuan muda kecil itu? Sepertinya dia masih belum mampu membuat pil." batin yang lainnya.
Saat Wei Yan membuka tungku pil, aroma pekat pil menyeruak membuat mereka semua terheran-heran.
"Pil apakah yang anda buat tuan muda? Mengapa aromanya begitu kuat?" tanya gadis bernama Yu an.
"Pil pelancar aliran qi." jawab Wei Yan.
"Wah pil tingkat tinggi bahkan ada banyak." ucap kagum Pria tua bernama Lei gu.
"Mengapa pil yang anda buat bisa sangat banyak tuan muda?" tanya Lei gu.
"Apakah ini bisa disebut sangat banyak?" gumam Wei Yan.
"Hei bocah tengil, jika jumlah pil yang kau hasilkan dalam sekali buat hanya dalam setengah jam saja tidak disebut banyak, maka orang lain akan menyebut jumlah pil yang mereka buat apa? Secuil kah?" gerutu roh pedang.
"Oh, aku kira jumlah ini terlalu sedikit." ucap Wei Yan.
"Jika para master alkemis mendengar ucapan mu itu, mereka akan menghancurkan siapa saja yang memanggilnya master. Mereka hanya bisa membuat 1 hingga 3 butir dalam 4 bahkan sampai 8 jam dan mereka sudah sangat bangga dengan itu. Kau, pil sebanyak 8 butir dalam waktu setengah jam kau sebut itu hanya sedikit?" ucap roh pedang.
"Oh Dewa, jika aku masih memiliki tubuh fisik mungkin aku akan memuntahkan seteguk darah karena kesal." gerutu roh pedang.
"Tuan muda....? Tuan muda....?" beberapa orang memanggilnya karena Wei Yan hanya terdiam karena berkomunikasi dengan roh pedang dengan telepati.
"Ah ya?" tanya Wei Yan mulai sadar.
"Kami memanggil anda tapi anda diam saja tuan muda." ucap Yu an.
"Maaf aku teringat sesuatu." ucap Wei Yan lagi.
"Kalian menanyakan apa tadi?" tanya Wei Yan.
"Paman Lei gu tadi bertanya, kenapa jumlah pil yang anda buat bisa banyak?" tanya Yu an.
"Oh, aku memiliki cara agar mengurangi jumlah sisa obat yang terbuang." jawab Wei Yan.
"Wah, itu sangat luar biasa. Jika semua alkemis mampu menggunakan cara seperti itu, maka jumlah ramuan yang digunakan tidak akan berlebihan terlebih lagi untuk bahan yang langka." ucap Lei gu.
"Aku akan mulai membuka titik Meridian dari nona muda kalian." ucap Wei Yan.
"Sebaiknya kau saja yang lakukan akupuntur itu Fei." ucap Wei Yan ragu.
"Mengapa tidak kau saja Wei?" tanya Fei fan.
"Walaupun kami masih kecil, tetap saja antara wanita dan pria ada batasan Fei." ucap Wei Yan.
"Antara tabib dan pasien tidak ada yang namanya pria dan wanita Wei." ucap Fei fan.
"Setidaknya ada kau yang seorang gadis yang lebih leluasa karena titik akupuntur yang harus ditusuk itu sedikit....
"Baiklah, biar aku yang lakukan." ucap Fei fan.
"Sebaiknya kita lakukan di dalam ruangan. Biar bibi Suki saja yang menemani nona muda itu karena kondisinya cukup spesial." ucap Fei fan.
Mereka akhirnya melakukan di dalam ruangan yang disiapkan untuk para wanita keluarga Quo tidur. Fei fan sangat kagum pada gadis cilik itu karena dia tidak meminta menghentikan pengobatan walaupun merasa kesakitan.
terhura aq thor.....