NovelToon NovelToon
The Employer

The Employer

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: zanizen_

Bagi Laily, mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di rumah mewah keluarga Arshawirya adalah sebuah keberuntungan—kesempatan kedua untuk mengubur masa lalu kriminalnya.

Jeffran Arshawirya adalah suami sempurna yang tampan dan penuh perhatian, sementara istrinya, Selina, tampak seperti wanita kaya yang tidak stabil dan gemar menyiksanya dengan aturan tak masuk akal.

Namun, di balik kemegahan rumah serbaputih itu, tersimpan gema masa lalu yang mengerikan. Sebuah rumor berbisik bahwa Selina pernah mencoba membunuh putrinya sendiri di bak mandi. Ketika batas profesional antara Laily dan Jeffran mulai mengabur dalam satu malam yang terlarang, Laily menyadari satu hal: di rumah ini, tidak ada yang benar-benar jujur.

Apakah Selina memang seorang psikopat yang berbahaya, ataukah ada skenario yang jauh lebih gelap yang sedang mengintai nyawa Laily? Ingat, di rumah ini, salah memilih langkah bisa berarti kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanizen_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter tiga belas

Meskipun aku sudah meyakinkan diriku sendiri untuk tidak ikut campur tentang riwayat kesehatan mental Selina, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya-tanya. Aku bekerja untuk wanita ini. Aku tinggal bersama wanita ini.

Dan ada hal aneh lainnya tentang Selina. Seperti pagi ini saat aku sedang membersihkan kamar mandi utama, aku tidak bisa tidak berpikir bahwa tidak ada orang dengan kesehatan mental yang baik yang tega meninggalkan kamar mandi dalam keadaan sekacau ini—handuk-handuk berserakan di lantai, gumpalan pasta gigi menempel di baskom wastafel. Aku tahu depresi terkadang bisa membuat orang kehilangan motivasi untuk bersih-bersih. Namun Selina memiliki cukup motivasi untuk bepergian keluar setiap hari, ke mana pun dia pergi.

Hal yang paling parah adalah saat menemukan pembalut bekas di lantai beberapa hari yang lalu. Pembalut bekas yang berdarah. Aku rasanya ingin muntah.

Sambil menggosok pasta gigi dan gumpalan riasan yang menempel di wastafel, mataku melirik ke arah lemari obat. Jika Selina benar-benar "gila" dia pasti sedang mengonsumsi obat-obatan, bukan? Namun aku tidak boleh melihat ke dalam lemari obat. Itu akan menjadi pelanggaran kepercayaan yang sangat besar.

Tetapi di sisi lain, tidak akan ada yang tahu juga jika aku melihatnya. Hanya sekilas saja.

Aku melihat ke arah kamar tidur. Tidak ada siapa-siapa di sana. Aku mengintip ke balik sudut untuk memastikan sepenuhnya. Aku sendirian. Aku kembali ke dalam kamar mandi dan setelah ragu-ragu sejenak, aku membuka sedikit pintu lemari obat.

Wah, ada banyak sekali obat-obatan di sini.

Aku mengambil salah satu botol pil berwarna oranye. Nama yang tertera di sana adalah Selina Arshawirya. Aku membaca nama obatnya: Aripiprazole. Apa pun itu jenisnya.

Aku baru saja akan mengambil botol pil kedua ketika sebuah suara terdengar dari lorong—

"Laily? Apakah kau di dalam?"

Oh tidak.

Aku dengan tergesa-gesa memasukkan kembali botol itu ke dalam lemari dan menutupnya rapat-rapat. Jantungku berdegup kencang, dan keringat dingin mulai membasahi telapak tanganku. Aku memasang senyum di wajahku tepat pada waktunya saat Selina masuk ke dalam kamar tidur, mengenakan blus tanpa lengan berwarna putih dan celana jins putih. Dia mendadak berhenti ketika melihatku di kamar mandi.

"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanyanya kepadaku.

"Saya sedang membersihkan kamar mandi." Aku tidak sedang melihat obat-obatanmu, itu sudah pasti.

Selina menyipitkan mata menatapku, dan untuk sesaat, aku yakin dia akan menuduhku menggeledah lemari obat. Dan aku adalah seorang pembohong yang buruk, jadi dia hampir pasti akan mengetahui kebenarannya. Namun kemudian matanya tertuju pada wastafel.

"Bagaimana caramu membersihkan wastafel?" Tanyanya.

"Umm....." Aku mengangkat botol semprot di tanganku.

"Saya menggunakan pembersih wastafel ini."

"Apakah itu organik?"

"Saya..." Aku melihat ke arah botol yang kubeli di toko grosir minggu lalu. "Tidak. Ini bukan produk organik."

Wajah Selina langsung muram. "Aku benar-benar lebih menyukai produk pembersih organik, Laily. Produk tersebut tidak mengandung banyak bahan kimia. Kau tahu maksudku, kan?"

"Benar..." Aku tidak menyuarakan apa yang sedang kupikirkan, yaitu aku tidak percaya seorang wanita yang mengonsumsi begitu banyak obat-obatan justru mencemaskan sedikit bahan kimia dalam produk pembersih. Maksudku, ya, itu ada di wastafelnya, tetapi dia tidak menelannya. Itu tidak akan masuk ke dalam aliran darahnya.

"Aku hanya merasa seperti..." Dia merengut. "Kau tidak melakukan pekerjaan dengan baik dalam membersihkan wastafel ini. Bisakah aku memperhatikan bagaimana caramu melakukannya? Aku ingin melihat apa kesalahan yang kau perbuat."

Dia ingin melihatku membersihkan wastafelnya? "Baiklah..."

Aku menyemprotkan lebih banyak produk ke wastafelnya dan menggosok bagian porselen itu sampai sisa pasta gigi menghilang. Aku melirik ke arah Selina, yang tampak mengangguk-angguk penuh pertimbangan.

"Itu bagus." Katanya.

"Kurasa pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana caramu membersihkan wastafel ini saat aku sedang tidak mengawasimu."

"Um, sama saja?"

"Hmm. Aku sangat meragukan hal itu." Dia memutar bola matanya. "Lagipula, aku tidak punya waktu untuk mengawasi caramu bersih-bersih sepanjang hari. Cobalah untuk memastikan pekerjaannya dilakukan secara menyeluruh kali ini."

"Baik." Gumamku.

Aku mengangguk pelan, "Baik, saya akan melakukannya."

Selina berjalan keluar dari kamar tidur untuk pergi ke spa, atau makan siang bersama teman-temannya, atau apa pun hal tidak jelas yang dia lakukan untuk mengisi waktunya, karena dia tidak memiliki pekerjaan. Aku melihat kembali ke arah wastafel, yang sekarang sudah bersih tanpa noda. Aku mendadak didera keinginan kuat yang tak tertahankan untuk mencelupkan sikat giginya ke dalam lubang toilet.

Aku tidak mencelupkan sikat giginya ke dalam toilet. Namun aku mengeluarkan ponselku dan mengetik kata "Aripiprazole."

Beberapa hasil pencarian langsung memenuhi layar. Aripiprazole adalah obat antipsikotik, yang digunakan untuk mengobati skizofrenia, gangguan bipolar, delirium, agitasi, dan psikosis akut.

Dan itu baru satu dari setidaknya selusin botol pil yang ada di sana. Hanya Tuhan yang tahu apa lagi yang ada di dalam sana. Sebagian dari diriku terbakar oleh rasa malu karena telah mengintip sejak awal. Dan sebagian dari diriku merasa takut akan apa lagi yang mungkin kutemukan.

.

.

.

.

.

.

To be continue....

Like gaes🥰

1
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. ceritanya bagus. semangat ya 💪

btw, saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa, boleh singgah profile. terima kasih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!