Aisyah, seorang gadis cantik dari keluarga yang sederhana. Diumurnya yang ke 17 tahun, ia harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya harus bercerai, dan itu sangat melukai hatinya. Sangat sulit baginya untuk mencerna apa yang telah terjadi kepada kedua orang tuanya.
Diumur Aisyah yang terbilang masih remaja kecil, Aisyah harus memikul beban yang sangat berat. Ia harus menjadi tulang punggung keluarganya.
Bagaimanakah nasib seorang anak seumuran dia harus memikul tanggung jawab seberat ini?
Simak terus kisahnya hanya di Noveltoon.
Follow ig author ya
@rafizqi0202
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Lamaran
Aisyah mengangkat teleponnya setelah terdengar suara dering handphone nya berbunyi.
Dilihatnya sebuah nama Rangga tertera di layar handphone nya.
"Hallo! Assalamualaikum Bang" ucap Aisyah lembut.
"Walaikumsalam Aisyah. Kamu lagi dimana? Abang ada di depan rumah kamu" ujar Rangga.
"Oh begitu bang. Aisyah lagi di kampus, tapi sebentar lagi pulang, kok Abang gak bilang mau kesini?" Aisyah bertanya dengan penasaran. Sebab, Rangga selalu memberitahunya lebih dulu jika mau ke Jakarta menjenguk dirinya.
"Gak apa-apa, Abang tunggu ya di rumah!" jawab Rangga.
"Iya bang. 15 menit lagi sampai" Jawab Aisyah.
Aisyah pun mengakhiri obrolannya, lalu menutup telepon. Tidak ingin membuat Rangga terlalu lama menunggu, Aisyah buru-buru pulang dari kampus.
"Assalamualaikum!" Seru Aisyah yang baru sampai di depan rumah.
"Walaikumsalam" Rangga yang duduk di kursi depan rumah segera berdiri, begitupun dengan seorang pria paruh baya yang ada di samping Rangga.
Aisyah menatap kedua orang itu dengan bingung, namun tidak lupa ia terlebih dahulu menyalami tangan kedua pria itu.
"Maaf sudah membuat Bang Rangga menunggu lama"
"Gak apa-apa Aisyah. Oh ya, perkenalkan ini Ayah Abang" Ucap Rangga memperkenalkan pria yang bersamanya itu.
"Oh begitu bang, senang bertemu dengan bapak" ucap Aisyah ramah kepada ayahnya Rangga.
"Yuk masuk dulu!" Lanjut Aisyah lagi dengan ramah. Setelah membuka pintu, mereka semua pun masuk ke dalam rumah.
Aisyah pun mempersilahkan mereka untuk duduk terlebih dahulu. Tidak lupa Aisyah membuatkan dua gelas teh untuk Rangga dan ayahnya itu. Kini Aisyah pun juga ikut duduk dengan saling berhadapan kepada kedua pria itu.
"Tumben bang kesini gak bilang-bilang dulu!" Tanya Aisyah membuka percakapan.
"Abang hanya mau bikin kejutan buat kamu, dan kedatangan abang kesini pun memiliki maksud tersendiri" Jelas Rangga.
"Benar nak Aisyah, Rangga sudah lama bercerita tentang kamu kepada kami. Kedatangan kami hari ini pun bermaksud ingin melamar dirimu" Sambung Ayahnya Rangga, sebut saja namanya Pak Saman.
Aisyah sejenak terdiam setelah mendengar penuturan Pak Saman. Pipinya memerah, ada rasa bahagia dan gugup bercampur aduk jadi satu. Bagaimana tidak? Di lamar oleh seseorang yang kita sukai itu sungguh membuat Aisyah tidak menduga. Pikirnya, Rangga hanya kasihan kepadanya, itulah sebabnya ia tidak menanggapi kebaikan Rangga selama ini. Namun ternyata, dugaannya salah, Rangga sebenarnya juga menyukai dirinya selama ini.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Aisyah akhirnya menerima lamaran itu. Namun dengan syarat, jika ibunya juga menyetujui hubungan mereka. Karena Aisyah berpikir, walaupun menikah bersama pria yang di sukai, namun orang tua tidak merestui juga merupakan sesuatu yang salah. Mengenai kedua orang tua Rangga, mereka sudah sangat setuju dan merestui hubungan Aisyah dan Rangga, walaupun dengan latar belakang Aisyah dengan masalalu yang kelam.
"Bagaimana Bang? Aisyah mau, abang melamar Aisyah kepada ibu nantinya, karena Aisyah ingin restu dari orang tua Aisyah!" Ujar Aisyah.
"Abang sudah konsultasikan ini sebelumnya sama Ibu kamu, dan beliau setuju" jawab Rangga.
"Sementara itu, sebelum aku wisuda, abang mau kita bertunangan terlebih dahulu? Setelah Aisyah wisuda, baru kita menikah" Ujar Aisyah lagi.
"Abang menurut saja, kalau itu sudah menjadi keputusan mu Aisyah. Abang akan selalu menunggu mu" Jawab Rangga menyetujui.
Setelah keduanya sepakat, kini Aisyah sudah menyandang sebagai tunangan Rangga, sang pria tampan yang selalu di incar setiap wanita yang ada di sekolahan nya. Kini pria itu telah memilih dirinya untuk menjadi pendamping hidupnya.
.
.
.
.
.
Bersambung
aku di tinggal ayah dan ibu semenjak berpisah aku dan sodara" ku di rawat nenek kakek dari ibu singkat cerita aku sudah berumah tangga dan punya anak dua lalu ayah ku datang sudah sakit keras gagal ginjal aku rawat di bawa ke rumah sakit bergantian sama sodara" ku yg sekota kadang adik ku yg bawa ke rumah sakit untuk cuci darah seminggu dua kali kalou pulang bapak tetap mau ke rumah ku ga mau tinggal di anak yg lain terus yg 2 lagi kakak dan adik laki" ku tinggal nya di Kalimantan
kakak dan adik ku ngirim uang buat keperluan bapak kita gotong royong saling menjaga bapak..
aku suka kesel kalou ingat ibu tiri dan anak dari bapak mereka semua membuang bapak ku ketika bapak sakit keras😭 ko ada yah perempuan sekejam ibu tiri ku kirain di novel saja😂 sebelum bapak menghembuskan napas terakhir nya beliou mengaku bahwa menyesal karna telah menelantarkan kami anak" nya kalou inget bapak sekarang saya cuman bisa berdoa
bapak belum lama pergi belum ada 100 hari Al-Fatihah buat bapak ku🤲😭🙏