Nayla Kei seorang gadis cantik dan manis memiliki sifat periang terpaksa dia menerima perjodohan dengan salah satu sahabatnya yang merupakan anak dari teman dekat ibunya.
Atas dasar balas budi Nayla menerima pernikahannya dengan terpaksa. Namun siapa sangka dalam perjalanan pernikahan itu Nayla mulai merasa hal lain pada suaminya.
Akankah suami Nayla menerimanya sebagai seorang istri?
Akankah Nayla mendapat perlakuan semestinya sebagai seorang istri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Sementara di sebuah mansion mewah
“Ma, ayolah bujuk Papa. aku sudah dewasa ma” mohon seorang pria tampan pada wanita paruh baya yang masih nampak cantik.
“Salah kamu ini honey, kamu bener-bener keterlaluan” hardik Mama Anna.
“Lho, apa salah ma? Aku hanya memperjuangkan wanita yang aku cinta” benar-benar argumen yang tidak mau kalah. Menghampiri Mama Anna dan memeluknya dari belakang.
“Kenapa mama ngga lamar Nayla duluan ma untuk Adam?” tanya Adam.
“Honey, mama tahu aunty Anggi akan melamar Nayla dan dia sangat ingin Nayla jad menantunya. Mama bukan tukang tikung ya, masih banyak gadis diluar sana” perkataan Mama Anna mebuat Adam kesal.
“Tapi ma,---“ kalimatnya terputus karena Mama Anna membungkam bibir anaknya yang menyebalkan itu.
Walaupun usia Adam 1 tahun lebih tua diatas Rayden, mereka tidak terlalu akur sejak kecil dan selalu ada persaingan diantara keduanya entah itu karena hal apa.
“Sudahlah, jangan berisik. Kamu ganggu mama aja lagi perawatan” ucap Mama Anna, ia tidak menyangka bahwa pelaku penculikan Nayla adalah putranya Adam. Selama ini yang ia tahu Adam dekat dengan seorang gadis blasteran yang tinggal di Singapura, bahkan mungkin mereka berpacaran. Hingga kejadian penculikan Papa Hendrik mencabut jabatan Adam dan mengambil seluruh fasilitasnya, ia pun tidak boleh meninggalkan mansion lima menit pun.
Adam, Rayden, Nayla, Kezia dan Leo memang bersahabat. Siapa sangka, Adam yang selama ini diam dan kalem mencintai Nayla dalam diam.
Papa Hendrik sangat amat geram dan murka, mengetahui Adam dalang penculikan Nayla. Hingga saat ini Papa Hendrik masih menutupi perbuatan Adam dari keluarga Dave. Ia benar-benar tidak ingin Dave membenci putranya. Menjaga dari adanya perpecahan diantara mereka.
Sebagai anak sulung di keluarga Bradley, Papa Hendrik mendapat amanat dari sang ayah Gerry Bradley bahwa ia harus mempertahankan dan menjaga hubungan persaudaraan. Apapun masalahnya mereka tetap bersaudara.
Papa Hendrik ingat betul peristiwa dua puluh tahun lalu.
Flashback On
“Opa coba lihat Rayden pinter kan Opa? Ini Rayden juara umum” Rayden kecil sangat girang karena berhasil menjadi juara dalam kompetisi bela diri.
“Waaah, cucu Opa memang terhebat ini ya Rayden. Kamu memang cerdas nak” puji Opa Gerry.
“Makasih Opa”
Cup
Rayden mencium pipi sang kakek.
Diantara keduanya. Rayden lah yang paling dekat dan disayang Opa Gerry.
Dibalik sudut ruangan, seorang anak laki-laki tidak sengaja mendengar semua ucapan sang Kakek. “Kenapa kakek selalu aja sih kasih pujian Rayden” batin Adam kecil.
“Opa yakin perusahan GB Group akan berjaya di tangan kamu Rayden, Opa akan menyerahkan perusahaan untukmu” Opa Gerry mengusap punggun Rayden dengan sayang. Bangga pada cucunya, tidak hanya cerdas bidang akademik tetapi kemampuan non akademiknya pun luar biasa.
“Opa sayang Rayden kah?” tanya Rayden kecil dengan senyum mengembang.
“Oh tentu saja Opa sangat sayang, kamu cucu kesayangan Opa, disini hanya ada Rayden” Opa Gerry menepuk dada dengan sedikit keras.
Rayden kecil hanya bisa tertawa, betapa beruntungnya dia mendapat curahan kasih sayang.
Sementara Adam kecil hanya mendapat perhatian dari Mama Anna, kala itu Papa Hendrik terlalu sibuk pada prusahaan dan perusahaan. Sedikit waktu yang dimiliki untuk keluarga.
Flashback Off
“Maapkan papa, Adam Karena kesibukan papa kamu jadi seperti ini” gumam Papa Hendrik.
Meregangkan tubuh dan kembali berkutat dengan berkas,
Kring
Suara panggilan telepon menghentikan kegiatannya.
“Ya kenapa?” tanya Papa Hendrik
“....”
“Oh tentu, persilahkan masuk”
“.....”
Setelah sepuluh menit
Klek
Pintu ruangan terbuka, pria paruh baya memasuki ruangan didampingi dua wanita cantik, ah tidak satu wanita yang cantik dan satu lagi amat sangat cantik.
“Terima kasih Elly” ucap Papa Hendrik pada sekretaisnya. “Kawanku Daniel, lama sekali ya terakhir kita bertemu berapa tahun yang lalu?” Papa Hendrik sangat senang dengan kehadiran rekan bisnis sekaligus teman sekolahnya.
“Kau itu memang sombong, sudah jadi CEO lupa pada teman” sungut Daniel.
“Hahaha, ayo mari duduk” mereka bertiga duduk di sofa tamu, Papa Hendrik penasaran siapa wanita muda yang amat cantik yang kini duduk tepat disamping Daniel. “Ehem, Niel, ini?” tunjuk Papa Hendrik pada wanita muda cantik itu.
“Ah iya, ini putri bungsu ku. Ayo nak perkenalkan dirimu” titah Daniel pada putrinya.
“Om, Saya Eowyn, Om” ujar Eowyn lembut dan tersenyum.
“Cantiknya putrimu ini, aku hanya tahu Emmer saja, apa kabar dia?” puji Papa Hendrik
“Dia masih harus belajar supaya menjadi seorang pimpinan yang tangguh untuk menggantikanku” sahut Daniel.
.
.
.
Di kediaman Dave Bradley
“Kamu mau kemana?” tanya Rayden melihat Nayla sedang merias wajahnya.
“Aku ada ngajar hari ini, Vita kamu tahu kan?” ucap Nayla terus melanjutkan memoles bibir tipisnya dengan pewarna pink.
“Oh,perempuan” Rayden manggut-manggut. “Hem, kamu tahu, aku ngga suka kamu pergi gym lagi, dan memakai baju seperti itu lagi” tegas Rayden.
“Ya ampun Rayden, Vita perempuan dan masih mudah dia SMA. Lagi pula pakaian aku kan khusus olahraga, wajar kan?” Nayla benar-benar heran, karena sahabatnya ini menjadi posesif.
“Aku tidak ingin sedikit saja tubuhmu ini dilihat banyak orang” tegas Rayden
“HAH?” Nayla tercengang. “Terus aku? Rayden aku masih terikat kontrak sama Leo” Nayla berusaha menjelaskan agar suaminya dapat mengerti.
“Aku sudah bicara pada Leo, semuanya sudah beres, kamu jangan pikirkan kontraknya. Sekarang tugas mu hanya di rumah dan pergi bersamaku” terang Rayden, menahan istrinya keluar rumah. Ia tidak ingin hal sama terjadi kedua kalinya, dimana wanita yang dicintai pergi besama pria lain dikala Rayden memberi kebebasan pada wanitanya.
Walaupun baru status saja diantara Nayla dan Rayden, tapi tidak menutup kemungkinan bukan suatu hari nanti rasa cinta akan tumbuh. Rayden ingin sosok istri yang penurut, bukan berarti ia mengekang kehidupan istrinya. Hanya saja mengurangi interaksi diluar sana yang akan menimbulkan duri. Ya semoga saja itu tidak terjadi.
Rayden tahu, Nayla bukan tipe wanita penurut seperti kriterianya. Namun Nayla sangat menyayangi orang-orang diskitarnya, apapun ia lakukan demi kebahagiaan mereka yang ia sayangi.
Menerima perjodohan ini pun terpaksa, Nayla amat sangat menyayangi Bunda Nilla juga menyayangi Mama Anggi, biarlah jiwa dan raga berkorban, dijodohkan dengan Rayden pun bukan sesuatu yang buruk.
Sama seperti Mama Anggi yang menyukai kebebasan, namun setelah menikah Papa Dave melarang sang istri menjadi seorang model. Anggi menuruti permintaan tersebut, hanya saja ia butuh kegiatan lain selain mengurus suami dan anak. Kecintaan Anggi pada aneka jenis tanaman hias membuatnya merintis bisnis dengan membudidayakan dan menjual tanaman hias, tentu dibantu oleh Anna dan kakak kandung Anggi.