NovelToon NovelToon
Galaxy Wars : Solar System Defender

Galaxy Wars : Solar System Defender

Status: tamat
Genre:Sci-Fi / Sistem / Tamat
Popularitas:238.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dyoka

Perang antar galaksi yang terjadi antara Ras Mogoley dan Ras Hujole belumlah usai. Banyak galaksi, sistem tata surya lain, sekarang sudah menjadi arena pertempuran dari perang besar itu. Lalu kini, perang tersebut sudah mengarah ke tata surya di mana Bumi berada.

Lintang Cahya Sendira, salah satu orang yang baru saja lulus dari kuliah jurusan programer miliknya, mendapatkan sebuah hadiah yang sangat tidak terduga, sebuah Sistem. Lalu, misi yang diberikan oleh Sistem tersebut sangatlah memberatkan Lintang.



“Membuat sebanyak mungkin orang di Bumi menjadi kuat dan mampu mengikuti perang antar galaksi? Bagaimana bisa aku melakukan hal itu?” tanya Lintang kepada Sistem tidak lama setelah mendapatkannya.

Tidak lama setelah berpikir keras dan hampir membuatnya stres, Lintang pada akhirnya menemukan cara untuk bisa membuat manusia di Bumi bisa mengikuti perang antar galaksi.

“Jika mereka tidak bisa melakukan perang secara langsung, bagaimana jika kita menjadikan perang itu sebagai lata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GW 25 Penolakan Lintang

Lintang memandangi peta hologram di depannya. Di peta itu, ia melihat titik yang menjadi markas musuh. Dari titik tersebut dengan kota para pemain tinggal, memiliki jarak lima puluh kilometer. Meski terlihat jauh, namun jarak itu cukuplah dekat menurut Lintang. Pantas saja Sistem memintanya sesegera mungkin membasmi ras yang tinggal di sana.

Jarak lima puluh kilometer bisa ditempuh hanya dalam beberapa jam saja dengan berjalan. Apalagi dengan pemain yang memiliki stamina lebih tinggi daripada manusia pada umumnya. Jarak lima puluh kilometer bukanlah jarak yang jauh.Ini berarti, pihak musuh mereka juga bisa dengan cepat mendatangu kota temoat tinggal pemain.

"Aku harus segera mengirim pemain untuk mengintai musuh. Aku ingin tahu berapa level mereka, jumlah mereka, persenjataan mereka, juga tatak letak penjaganya. Namun, pemain mana yang cocok untuk melakukan hal ini," gumam Lintang.

Misi pengintaian seperti ini haruslah dilakukan oleh mereka yang berpengalaman. Ini bukan sebuah game, tapi sebuah perang sungguhan. Jadi, pihak musuh bukanlah NPC yang bertindak mengikuti program. Mereka memiliki pemikiran sendiri. Sudah jelas hanya mereka yang berpengalaman saja yang bisa melakukan hal ini.

"Di mana aku menemukan pemain berpengalaman yang sudah cukup ahli dalam menyusup ke daerah musuh?" Lintang berpikir dengan keras mengenai hal ini. Tiba-tiba saja Lintang teringat sesuatu.

"Aduh, kenapa aku melupakan hal itu. Bukankah Kakek mengatakan bahwa dia akan mengirimkan beberapa tentara untuk menjadi pemainku. Jika begini, aku minta dia mengirimkan pasukan yang ahli dalam mengintai musuh."

Tanpa berpikir panjang lagi, Lintang lalu bergegas menemui Seno yang sekarang berada di arena pelatihan milik Seno. Ia perlu bertanya langsung kepada Seno mengenai hal ini. Dengan adanya tentara yang berpengalaman, mengintai musuh akan lebihmuda lagi

Namun, ketika Lintang akan keluar dari kastil, ia melihat ada cukup banyak pemain yang berkumpul di delan gerbang kastil. Tanpa mencari tahu pun Lintang sudah bisa menebak apa kenapa para pemain berkumpul di depan gerbang kastil.

Kemungkinan besar, para pemain berkumpul di depan gerbang dengan harapan mendapatkan sebuah misi dari walikota, yaitu Lintang. Dengan begitu, kotribusi mereka akan lebih tinggi. Sayangnya, ini bukan game. Lintang tidak akan semudah itu memberikan misi jika pemainnya bukan merupakan pemain yang komprten.

"Sepertinya aku perlu menempatkan penjaga di sini. Jika para pemain terus menerus berkunpul di sini, maka akan sulit bagiku untuk keluar masuk kastil. Aku juga perlu membentuk tim penjaga untuk membantu menjaga keamanan kota. Aku tidak mau ada PK di dalam kota. Hem ... aku rasa, aku akan menugaskan anak buah Jasmine untuk menjadi penjaga di sini."

Lintang ingat bahwa Jasmine adalah pemimpin pasukan hewan yang dimiliki oleh Seno. Jadi, Jasmine bisa memberinya beberapa pasukan untuk membantu berjaga di sini. Dengan adanya pasukan yang berjaga, wibawa Lintang yang berperan sebagai walikota akan lebih besar lagi.

"Untung kastil ini memiliki pintu samping. Dengan begini, aku tidak perlu bersusah payah untuk keluar dari kastil."

Setelah berhasil keluar tanpa diketahui oleh pemain, Lintang langsung berjalan menuju ke tempat Seno. Dari kastil dan arena pelatihan milik Seno tidaklah terlalu jauh. Sepanjang perjalanan, Lintang bisa melihat para pemain yang berlalu lalang.

Dari baju zirah yang mereka pakai, Lintang bisa melihat bahwa pemain yang berada di kota kebanyakan merupakan pemain berlevel rendah. Ada kemungkinan mereka ingin membiasakan diri dengan game sebelum kemudian pergi berburu monster.

Arena pelatihan yang dimiliki Seno cukup sepi ketika Lintang sampai. Hanya ada belasan pemain yang terlihat menggemburkan tanah. Sepertinya mereka akan menanam sesuatu di sana.

Lintang tidak kaget dengan jumlah pemain yang ada di sini. Dari semua keahlian yang bukan keahlian bertarung, Lintang sudah menebak bahwa pertanian merupakan keahlian yang sangat minim peminat. Namun, ini sudah cukup baik meski hanya ada belasan pemain.

"Kakek, bisakah kita berbicara sebentar?" bisik Lintang ketika sudah berada di samping Seno.

Mendengar hal itu, Seno yang tengah menyirami tanamannya, menghentikan aktivitas itu. Ia lalu menganggukkan kepalanya dan mengajak Lintang duduk di sebuah gazebo yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Jadi, ada apa Kamu ke sini?"

"Aku ingin minta bantuan, Kek. Bisakah tentara yang akan menjadi pemain di sini adalah orang-orang yang ahli dalam strategi dan juga mereka yang berpengalaman dalam menyusup ke tempat musuh?"

"Aku bisa mengatakan hal itu kepada Jenderal Hartono. Namun, kenapa kamu tiba-tiba meminta hal ini?"

Bukannya Seno tidak mau mengabulkan keinginan Lintang. Hanya saja, Lintang sama sekali tidak memiliki syarat apa pun untuk para tentara itu. Ia menerima saja ketika Seno menawarkan para tentara itu. Sekarang, Lintang memiliki permintaan yang sangat spesifik seperti itu, jelas ada alasannya.

"Empat belas hari lagi kita akan berperang, Kakek. Ada ras lain, yang merupakan ras pendukung Ras Mogoley di Planet Mars. Sistem memintaku membasmi mereka agar para pemain bisa berkembang tanpa ada ancaman besar."

"Aku ingin mendapatkan informasi mengenai kekuatan musuh. Untuk mendapatkan hal itu, aku perlu mengirim para pemain untuk menyusup ke markas musuh dan mengintai mereka," jelas Lintang.

"Sudah ada yang sampai di Planet Mars rupanya. Kalau begitu, biarkan anak buahku yang perhi ke sana dan mengintai musuh. Ini akan jauh lebih cepat. Aku yakin mereka bisa mendapatkan informasi lebih cepat daripada para tentara itu. Jika perlu aku juga akan mengirimkan anak buahku untuk membunuh mereka."

"Tidak bisa, Kakek. Kakek tidak boleh mengirimkan anak buah Kakek untuk membantuku," tolak Lintang mentah-mentah.

"Eh ... kenapa Kamu tidak mau menerima bantuanku? Bukannya lebih bagus jika kita melakukan hal ini? Kita bisa memenangkan peperangan ini dengan mudah. Lalu, para pemainmu akan bisa memperkuat diri dengan tenang."

Seno cukup heran dengan penolakan Lintang. Menurutnya, memenangkan perang ini dengan cepat adalah pilihan yang tepat. Jika Lintang hanya mengandalkan para pemain, maka mereka akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengalahkan musuh. Tidak hanya itu saja, tidak ada kepastian bahwa mereka akan menang jika memakai cara ini.

"Aku tidak hanya mencari kemenangan, Kakek. Aku ingin para pemainku mandiri dan memenangkan pertarungan ini dengan kekuatan mereka. Bagaimanapun juga, ini adalah pertarungan yang melibatkan kita, manusia, dengan ras lain yang ingin menjajah tata surya."

"Meski anak buah Kakek juga memiliki dendam dengan Ras Mogoley, tetapi mereka adalah ras lain, Kakek. Aku ingin memperkuat manusia dan membuat mereka bisa mempertahankan tata surya ini. Itu adalah misi utamaku."

"Jika kita hanya mengandalkan anak buah Kakek, kapan manusia Bumi akan kuat? Kapan mereka tahu bagaimana kekuatan musuh? Aku ingin mereka menghadapi perang ini dengan kekuatan mereka, meski harus jatuh bangun dulu daripada mengandalkan orang lain, Kakek," jelas Lintang.

Seno bisa melihat kobaran semangat di mata Lintang. Cucunya ini bersungguh-sungguh dengan apa yang diucapkan. Setelah Seno telaah, ucapan Lintang memang ada benarnya. Mereka harus berjuang sendiri untuk mempertahankan rumah mereka. Tata surya ini adalah rumah mereka. Mereka tidak bisa selamanya bergantung kepada ras lain untuk memenangkan peperangan ini.

"Kamu benar, Lintang. Kalau begitu, aku akan meminta Jenderal Hartono untuk segera mengirimkan pasukannya. Meski begitu, aku juga akan mempersiapkan anak buahku. Mereka bisa menjadi pasukan cadangan dalam perang ini."

"Jika keadaan mendesak dan para pemain tidak bisa lagi bertarung, maka anak buahku akan menghabisi mereka. Kamu tidak bisa menolak bantuanku yang satu ini, Lintang. Bagaimanapun aku sudah memberi ruang kepada para pemain untuk berperang terlebih dahulu."

"Baiklah, Kakek. Aku akan mengikuti saranmu ini. Kita akan menjadikan anak buahmu sebagai pasukan cadangan. Jika kita terdesak, anak buah Kakek akan mengambil alih peperangan ini," jelas Lintang.

Dengan adanya anak buah Seno, Lintang jauh lebih tenang. Entah nanti para pemain bisa memenangkan peperangan ini atau tidak, mereka masih bisa menang. Lagi pula, Sistem tidak memberikan syarat spesifik bahwa pemain game inilah yang harus memenangkan peperangan.

1
Dwi rezqi Damayanti
/Sob/
Sri Rusmini
novel nya bagus banget tapi sayang kan jika ending nya gantung, jadi tolong lanjutin thor
Sampah Satu
ditunggu thor lanjutan cerita luar biasa ini
Sampah Satu
lanjutkan
Sampah Satu
ceritanya sangat bagus, semoga oanjang dan mempertahankan detil dan alur cerita
adib: lah hiatus...
total 1 replies
Amma Pasar
othor udah meninggoy
ཧᜰ꙰ꦿ➢TrX Miaw ༒
thorr sambung chaternya dah lama aku tunggu
ARnurta
up thor
ARnurta
othor lgi ke planet mars, perbaikin kapal induk
Ghiets'Enay
sayang bgt kalo ga diterusin,seru bgt...
yang baru2baca ditahun-tahun ini juga pasti menyayangkan karena tidak diteruskan 😥😥😥
John Singgih
lanjut
John Singgih
lanjut kayaknya bakal sukses nih gamenya
John Singgih
kakeknya punya sistem awet muda kali
John Singgih
ide bagus makanya disetujui
John Singgih
datang-datang sistemnya udah membuat ancaman
useless god
wait kenapa gak masukin orang ke dimensi siseno aja anggap aj wajib militer
Endra Doe
update thor, masa sampai sini doank
Bagus + / Jelek -
thor kurangin bacot mcnya
mending buat mc yg jenius
Bagus + / Jelek -
yahh padahal tadi dah ada yg menarik dan unik dari novel ini yaitu mengendalikan dari balik bayangan...
sekarang dah kurang menarik karena ikut terekspos
sangat real
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!