Laiv Alessandra
Seorang gadis cantik serba bisa, pinter, terlahir dari kekuarga kaya membuat hidupnya sempurna. Sampai akhirnya dia berada di titik terendahnya dipertemukan dengan Arjuna yang tampan trempamen dan keluarga baru yang mencintainya.
Apakah Laiv akan bisa mengembalikan kehidupannya yang dulu?
“aku males nonton drama seperti
itu Milly, kamu nonton aku saja. Bukankah dari kemarin hidupku sudah seperti
drama? Entah pa selanjutnya Arjuna membenciku kemudian lambat laun dia akan
mencintaku kemudian kita bahagia kemudian punya anak kemudian ada wanita pengganggu
kemudian kita berantem kemudian baikan”kata Laiv panjang lebar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Rembulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilarang Balapan
Ketika memasuki pintu yang dimasuki Laiv mereka dicegat petugas yang ada.
"Maaf pak ini hanya khusus buat crew dan pembalap"kata petugasnya.
"Tapi istri saya masuk kesini saya hanya melihatnya sebentar"kata Arjuna ingin memaksa masuk tapi ditahan oleh petugas.
"Maaf tidak bisa, belilah tiket di depan untuk menonton"
"Sudahlah Arjuna ayo kita beli tiket"ajak Elkana sedangkan Arjuna hanya bisa pasrah.
Mereka berduapun keloket untuk membeli tiket VVIP dan langsung ke tribun penonton. Sedari tadi mata Arjuna menelusuri sirkuit mencari keberadaan Laiv.
"Itu Laiv, Arjuna"kata Elkana melihat Laiv yang sudah menggunakan baju balapnya.
"Mana?"tanya Arjuna masih mencari keberadaan Laiv.
"Itu nomor punggung 22"kata Elkana menunjuk.
"Dia pembalap?"kata Arjuna tidak percaya.
"Wow Arjuna istrimu sesuatu"kata Elkana masih tidak percaya melihatnya.
"Sesuatu apa? Itu namanya berandalan" melihat Arjuna langsung berdiri siap-siap meninggalkan tribun namun Elkana langsung mencegatnya.
"Mau kemana?"
"Tentu saja mengajaknya pulang"
"Tunggulah sebentar sampai selesai" kata Elkana menarik paksa Arjuna untuk duduk. Arjuna pun mengikuti saran Elkana. Lagi pula dia ingin melihat kemampuan Laiv di sirkuit. Terlihat Laiv
sudah menggunakan helmet bersiap-siap menaiki motornya untuk berada di garis strat.
Semua motor melaju ketika hitungan sudah di angka 1. Terlihat Laiv memacu motornya setelah beberapa kali putaran dia di sorot dekat oleh kamera diperlihatkan di layar besar Arjuna memotret layar tersebut ada sedikit kebanggan didalam dirinya tapi juga kesal karena itu berbahaya untuk Laiv. Laiv berhasil finish pertama membuat pendukungnya bersorak-sorak bergembira begitu juga Elkana sedangkan Arjuna langsung meninggalkan kursi penonton dan menuju pintu masuk untuk pembalap. Elkana hanya berjalan mengikuti Arjuna dia sudah merasakan bahwa akan ada kekacauan yang akan diperbuat sahabatnya itu.
Arjuna memaksa untuk masuk dia marah-marah ke petugas sedangkan Elkana mencoba membujuk petugas. Elkana sampai memberikan uang kepada petugas agar bisa dimasukan. Dan petugas pun pasrah akhirnya mengijinkan Arjuna dan Elkana masuk. Telinga Arjuna sudah memerah menahan amarahnya. Dari jauh dia sudah melihat Laiv dan teamnya sudah
bersorak-sorak. Amarahnya meledak ketika melihat Laiv dikelilingi pria dan disentuh mereka.
Tawa Laiv terhenti ketika melihat dua sosok yang dikenalnya dari jauh. Dia mengetahui pasti mimik wajah Arjuna jika seperti itu.
“Shit!"umpat Laiv membuat Edward dan Dareen menatapnya bingung. Arjuna langsung mencengkram tangan Laiv sementara Laiv hanya meringis.
"Pulang sekarang"kata Arjuna marah. Sementara Laiv melihat ekspresi Arjuna saat ini jantungnya berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi karena ketakutan. Baru kali ini dia melihat Arjuna sangat marah seperti ini.
"Hey ada apa ini"kata Dareen mencoba membantu Laiv karena Laiv terlihat kesakitan.
"Tidak usah ikut campur" jawab Arjuna ketus Dareen terpancing emosi langsung mendorong Arjuna. Melihat keadaan ini Laiv langsung menengahi dia sudah tau apa yang akan selanjutnya terjadi sedangkan Elkana hanya diam melihatnya. Dia tidak bisa mencegah Arjuna jika Arjuna sedang seperti ini, bisa-bisa dia juga kena amarah Arjuna. Semua orang menatap mereka membuat Laiv malu.
"Sudah Reen aku gak apa-apa. Kak Edward aku pulang dulu ya titip hadiahnya"kata Laiv mengukuti Arjuna yang menyeretnya dengan kasar. Elkana melihatnya hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala, baru kali ini dia melihat sahabatnya seperti ini.
"Arjuna kamu kembalilah nanti aku menyusul dengan motorku"kata Laiv ketika mereka sudah hampir sampai di mobil.
"Dan membuatmu kembali kedalam? Aku tidak sebodoh itu Laiv"tidak mau membuat keributan Laiv hanya bisa mengalah. Dalam keadaan seperti ini Arjuna tidak akan bisa menerima alasan apapun dari Laiv.
"Jadi motornya bagaimana?"tanya Laiv pada akhirnya.
"Mana kuncinya biar Elkana yang bawa"Laiv pun terpaksa memberika kuncinya kepada Elkana dan Arjuan kembali menyeret Laiv kedalam mobil. Di dalam mobil mereka hanya terdiam. Arjuna dengan kemarahannya sedangkan Laiv mengusap tangannya yang sudah memerah akibat cengkraman Arjuna sampai akhirnya mereka sampai dirumah.
Baru saja sampai didepan tangga di dalam rumah Arjuna langsung menumpahkan emosinya yang sedari tadi di tahannya kepada Laiv.
"Kenapa kamu ikut balapan?" tanya Arjuna
"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya"
"Tapi aku ingin"Laiv hanya menatap Arjuna dia tidak tau lagi harus bagaimana, kenapa harus dia jelaskan ini tidak merugikan Arjuna. Apa maunya sih dia ini?
"Sudahlah aku malas, aku akan ke kamar saja"
"Baru saja Laiv melangkahkan kakinya di tangga pertama Arjuna langsung membanting vas bunga yang ada di sampingnya membuat Laiv kaget dan kembali mentap Arjuna.
"Kamu kenapa sih? Kan sesuai perjanjian kita tidak akan mencampuri urusan masing-masing"kata Laiv tersulut emosi. Laiv tidak memperdulikan ART yang sudah berkumpul melihat mereka.
"Kenapa sih kamu ngomongnya perjanjian perianjian dan perjanjian?"kata Arjuna. Laiv langsung menaiki tangga cepat-cepat menuju kamarnya sedangkan Arjua menyusulnya dari belakang.
"Laiv aku minta kamu berhenti balapan!"titah Arjuna ketika mereka sudah berada di dalam kamar Laiv.
"Gak bisa gitu dong Arjuna itu hobi aku, jiwa aku disitu"kata Laiv
"Gak. Pokokknya yang aku mau kamu berhenti dari situ titik. Aku gak mau ngulangin perkataanku"kata Arjuna kemudian Arjuna pergi meninggalkan Laiv. Sebelum pergi Arjuna mengambil kunci dan menutup pintu kamar Laiv. Melihat itu Laiv laangsung mengejar Arjuna dia tau apa yang akan diperbuat Arjuna tapi semuanya sudah terlambat pintu kamarnya sudah di kunci.
Laiv menggedor-gedor kamarnya memanggil Arjuna agar bisa dibukakan pintunya tapi hal yang dilakukan Laiv hanya sia-sia. Arjuna tidak membukakan pintu kamarnya. Laiv sangat frustasi dia tidak tau bagaimana lagi cara menghadapi Arjuna. Karena kelelahan Laiv memutuskan untuk mandi dan tidur.
Arjuna masuk ke kamar Laiv membawakan makanan yang ada di nampan dia melihat masih tertidur.
“Laiv bangunlah, ayo makan malam”Arjuna mengguncang bahu Laiv lembut.
“Mmm”Laiv bergumam dan perlahan membuka matanya. Saat ini Laiv hanya ingin mengikuti perintah Arjuna karena tidak mau Arjuna marah sehingga nanti dia bisa membujuk Arjuna agar mengijikannnya untuk balapan.
“Mmm Arjuna ijinin aku buat balapan ya”kata Laiv memelas.
“Gak”jawa Arjuna singakat.
“Ayolah please aku… “belum saja Laiv menyelesaikan kalimatnya piring dan gelas sudah hancur berantakan dilantai kamar Laiv.
“Kamu kenapa sih dikit-dikit ngancurin barang. Aku hanya ingin balapan itu tidak merugikanmu”
“Dan kamu bisa dikelilingi oleh laki-laki hah Kamu suka ya tebar pesona kepada mereka kamu bisa senyum dan tertawa kepada mereka. Kenapa kamu tidak seperti itu kepadaku?”kata Arjuna membuat hati Laiv sedikit bergetar mendengarnya. Walau bagaimanapun Arjuna benar Laiv tidak pernah tersenyum dan tertawa di depan Arjuna walaupun Arjuna bersikap manis kepadanya.
Jangan lupa di vote dan like ya. Vote se kecil apapun sangat berarti buatku.
Terimakasih teman-teman
💐💐💐❤️
Nantikan series selanjutnya ya teman-teman
cuss baca jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
mampir juga kak ke karyaku 'Kay and Say'🥰🌹
jangan lupa untuk mampir yaaa😍😍
semangat terus kak 😊🌹
semakin seru....
🍃 MAHMUD, I Love U 🍃
😂😂