NovelToon NovelToon
Black Bones

Black Bones

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: K A Z A R O

Aztiel, nama dari kerajaan yang ada di Mascus, 1 dari 3 negara terbesar di planet Jana dan masih berkembang. Monster, Manusia, Iblis dan hal hal lainya sudah tak asing di sana, Istana yang megah di kuasai oleh raja Farlov Von Grief dan Desmon menjadi salah satu Tentara "elite" di sana yang sangat loyal terhadap kerajaan, bahkan salah satu gereja terbesar yaitu Ferus sempat membantu Desmon untuk menjadi pengikutnya. Suatu hari di siang yang cukup panas ia di tugaskan oleh sang raja untuk mengantarkan sebuah surat untuk kerajaan yang ada di sebrang bersama 4 teman lamanya. Awalnya semua berjalan dengan baik namun tragedi mengenaskan menghancurkan semuanya.

Akankah dia berhasil bertahan hidup dari masalah yang akan ia lalui dan membuka masalalu sebelum semua ini terjadi?

(Web novel ini mengandung kekerasan yang berlebihan dan konten seksual,bagi para pembaca yang masih di bawah umur diharapkan agar tidak membaca atau meminta izin dari orang tua agar bisa membaca Web novel ini.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon K A Z A R O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

After Party

Pertarungan tadi sangat melelahkan, aku hanya bisa melihat tanganku dan duduk di tembok rumah yang berwarna merah darah.

melihat monster itu mati terasa cukup lega dan membuat diriku lebih tenang, tanpa di sadari aku mulai tertidur karna kehabisan tenaga.

Ruangan hitam menjadi sesuatu yang ku lihat. Gelap, hampa, seperti sebuah lubang sumur tak ber air. Melihat sekeliling berusaha mencari seseorang dan ternyata benar benar kosong, bahkan Fury pun tak terlihat di sini.

"Kau adalah monster, kau adalah pembunuh, kau adalah boneka, kau tak memiliki hati, kau hanyalah kegagalan, kau seorang kehancuran, kau tak memiliki harapan." Suara yang menggema membuat diriku tidak nyaman, aku ingin segera keluar dari tempat ini.

"Nak, bangunlah." Suara kakek tua terdengar dari kejauhan, aku terus berlari mencari suara itu. "Nak, bangunlah," suara itu terus terdengar. namun semakin lama gelapnya ruangan tergantikan gambaran rumah rumah.

"Ugh, apa yang terjadi?," ucapku setelah bangun dari kematian sementara.

"Syukurlah kau masih hidup." Suara kakek tua tadi terdengar dari arah sebelah kananku, ternyata kakek tua itu yang membangunkan dan mengeluarkanku dari ruang kegelapan.

Sepertinya yang datang melihatku bukan sang kakek saja, tetapi para warga juga ikut melihat diriku yang sedang duduk tertidur.

"Kenapa kalian semua mengelilingi ku?."

"Tidak, kami hanya ingin memastikan keadaan mu."

"Lalu bagaimana dengan regin?."

"Oh, yang kau maksud adalah lelaki pemyelamat itu?."

Aku hanya terdiam setelah mendengar perkataan sang kakek, seorang anak seperti sedang bersembunyi dibalik ibunya sembari melihat ke arahku, aku segera bangun dan berusaha untuk berjalan.

"Sebaiknya kau duduk sebentar nak, tidak baik untuk kesehatanmu," ucap kakek tua itu, aku mengikuti apa yang dikatakannya dan duduk kembali.

Para warga mulai berjalan menjauhi ku setelah berkerumun sembari membicarakanku, "kau seharusnya istirahat sejenak di rumahku, temanmu ada di sana."

"Temanku? baiklah aku akan masuk namun, setelah memasukan kudaku."

Membawa Dark kedalam kandang kuda sebelah kedai munum, aku berjalan masuk menuju rumah kakek tua itu.

"Silahkan duduk dan tunggu sejenak, aku akan membawakan air hangat, jika kau ingin beristirahat kau bisa duduk di atas kursi ini." ucap seorang gadis yang berada di rumah sang kakek.

"Jadi sebenarnya, siapa dirimu?." ucap sang kakek di depanku. "Aku hanya seorang pembunuh bayaran ataupun itu yang kau ingin sebutkan."

"lalu bagaimana bisa kau membunuh monster yang lebih besar dan kuat dari tubuhmu, aku masih tak percaya."

"hanya keberuntungan." ucapku sembari dengan nada yang dalam. aku tak tau bahwa diriku bisa mengalahkan monster yang sangat mengerikan.

Kakek itu masih terlihat ragu, tetapi ia mulai berusaha untuk melupakan kejadian itu. "Ya, apapun itu saya bersyukur karna kau masih hidup."

Aku dan kakek tua berbincang setelah kejadian tadi, berniat untuk mendapatkan informasi yang akan di gunakan untuk melanjutkan perjalanan.

"Kakek tak tau soal kota latros, tetapi kakek pernah mendengar bahwa kota itu sekarang menjadi kota yang indah."

"Indah ya?," ucapku.

"Ya, banyak yang berubah setelah kerajaan membuat gereja Ferus, tapi rumor hanyalah rumor dan kakek sendiri belum pernah kesana."

"baiklah kakek, terimakasih telah memberikan info yang sangat berharga."

"Sama sama nak."

Aku berjalan setelah duduk cukup lama keluar dari rumah kakek tua itu. melihat para warga sedang membersihkan puing puing dan tembok rumah mereka dari serangan kemarin.

"Ah, kau tuan pembunuh monster, salam kenal aku Jared," seorang anak tiba tiba menghampiriku ketika aku sedang melihat ke arah para warga.

"Ya nak, ada apa?."

"Aku sangat mengagumimu tuan, aku melihat pertarungan kemarin tuan."

Aku sontak terdiam, tetapi aku berusaha untuk tenang.

"Kau lihat pertarungan ku kemarin?."

"Ya, dan kau sangat hebat."

"Terimakasih nak, tapi apakah ada yang melihatnya selain kamu?."

"Tidak, aku hanya sendirian di sana kemarin, para warga masuk ke dalam gua di tebing dekat desa bersama temanmu."

"Baiklah, berapa lama kau melihatnya?."

"Aku melihat semuanya, kau sangat hebat, tebasanmu hingga memercikan api saat menyerang kulit monster itu."

"Terimakasih nak."

"Sama sama tuan, tapi ada yang membuatku sedikit takut dan takjub."

"Apa itu?."

"Saat monster itu memukulmu hingga menembus perutmu, kau dengan santai mencabutnya dan lukanya menutup secara cukup cepat, kekuatan apa sebenarnya itu tuan? baru kali ini aku menemukan orang sepertimu."

Sial, aku tak tau bahwa ada anak yang melihatku seperti itu, aku harus membuatnya tak menyebarkan ini atau akan menjadi masalah besar untuk perjalananku.

"Itu adalah rahasia nak, kalau aku mengatakan itu orang yang mendengar nya akan terkena kutukan, apalagi yang menyebabkan tentang kekuatanku."

"pfffffft," ucap Fury tertawa mencemooh.

"Kutukan apa tuan?."

"Kau akan tersambar petir dan mati, jadi tolong jangan memberitahu siapa siapa."

"Ba-baiklah, aku tak akan menyebarkan nya."

Mungkin dengan ini si anak tak akan menyebarkan berita tentang ku, ku harap.

Anak itupun melambaikan tanganya dan berkata suatu hari jika aku sudah tumbuh dewasa aku ingin kau menjadi guruku sembari berlari ke arah para warga dan membantu membereskan, mungkin aku tak bisa mengatakan bahwa aku mungkin tak bisa menjadi gurunya atau bahkan bertemu dia lagi.

Aku berjalan mendekati para warga dan membatu mereka menyelesaikan sisa sisa kemarin, sembari menunggu Regin bangun sadarkan diri, aku menikmati secangkir kopi bersama para bapak bapak di dekat pohon.

Setelah cukup lama aku berjalan kembali menuju rumah kakek tua itu dan melihat kondisi regin, ia sepertinya sudah bangun dan masih agak kebingungan.

"Ugh, apa yang terjadi?."

Aku hanya melihat dirinya yang bangun sembari di bantu oleh cucu sang kakek, wanita yang cantik dan sangat perhatian.

"Apa kau tidak apa apa tuan?," ucap sang gadis.

"Aku tak apa apa nona, aku hanya butuh pelukan hangat darimu," ucap Regin berengsek yang berusaha merayu sang gadis, gadis itupun terdiam.

"Hei bodoh, apa kau masih tak sadarkan diri? atau masih ingin memanjakan diri dan ingin ku laporkan kepada istrimu?."

"Hei ayolah Desmon, aku hanya bercanda, ya kan nona ... ?"

Gadis itu telah pergi saat Regin menoleh ke arahku. Ia langsung bersiap menggunakan pelindung dan memasang semua perlengkapan.

"Apa kau akan ikut ke pemakaman di desa ini?." Tanyaku pada regin.

"Huh? ya, aku ikut."

Aku dan regin berjalan menuju tempat yang sudah kakek itu berikan, dan mulai berjalan beramai ramai ke arah hutan yang bersinar mentari.

Batu batu pertana seseorang di bawahnya terjajar rapih, aku dan Regin hanya melihat mereka dari kejauhan sembari melindungi mereka dari serangan monster.

"Terimakasih nak, atas bantuan yang kalian berikan."

"Tak apa kek, aku hanya ingin membantu."

"Baiklah, sebelum kalian pergi sebaiknya kalian kembali ke desa dan membawa beberapa makanan untuk perjalanan kalian. Perjalanan kalian cukup jauh kan?."

"Baik kek, terimakasih."

"Tidak, seharusnya kami yang berterimakasih."

"Hei, apa kau sedang kontes penyebutan terimakasih atau apa?." Ucap Fury.

1
la beneamata
ceweknya bekas orang,jadi kurang like
K A Z A R O: ya gimana yak wkwk, soalnya emang udah bikin rencana gitu. gak semua bakal berjalan lancar (sorry telat reply)
total 2 replies
la beneamata
hadew dah diperkosa,jadi males kasih vote
la beneamata
mantau,apakah akan seperti sipangeran pemalas?
K A Z A R O
maaf banget ni, saya gak bisa update dulu soalnya masih sakit lagi nunggu full recovery, buat yang nunggu chap baru tolong sabar ya dan maaf banget
MouthofMexico
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
K A Z A R O: tengkyu
total 1 replies
Gua Cowo 🗿
dari tadi likenya 0 semua ...
K A Z A R O: Gak apa apa, yang penting pembaca suka. Makasih loh udah dukung hehe
total 1 replies
Astraloud
Menarik nihhh
GantAi
mantap
K A Z A R O: makasih wkwk
total 1 replies
Franssisskus Supry
next thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!