NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Dokter pun mengangguk pelan, berusaha menenangkan Daxon yang tampak sangat khawatir.

"Tenanglah, Tuan. Kami sudah memeriksa secara menyeluruh. Ibu hamil mengalami benturan cukup keras dan mengalami kontraksi hebat, serta ada sedikit pendarahan ringan. Namun untungnya posisi janin masih aman, detak jantungnya juga masih teratur dan kuat. Untuk saat ini, keduanya masih bisa diselamatkan."

Mendengar kalimat itu, beban berat seolah terangkat dari bahu Daxon. Bahunya merosot, dan ia menghela napas panjang yang terasa lega, meski rasa khawatir belum sepenuhnya hilang.

"Jadi... mereka selamat?" tanyanya sekali lagi untuk memastikan.

"Benar. Tapi kondisi ibu harus diawasi ketat selama beberapa hari ke depan. Ia butuh istirahat total, tidak boleh banyak bergerak, dan harus menghindari stres atau guncangan apa pun. Jika ia dijaga dengan baik, kemungkinan besar kehamilannya akan tetap aman sampai waktu persalinan tiba," jelas dokter itu dengan rinci.

"Kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap agar bisa dipantau terus‑menerus." ucap dokter.

Daxon hanya mengangguk, matanya mulai berkaca‑kaca karena rasa lega yang meluap. Rasa marah yang tadi membara kini berubah menjadi tekad yang jauh lebih kuat. Ia berjanji dalam hati, tidak akan membiarkan siapa pun lagi mendekat dan menyakiti mereka berdua.

"Bolehkah aku menemuinya sekarang?" tanyanya lembut.

"Boleh, tapi jangan bicara terlalu banyak dan biarkan ia beristirahat. Ia masih lemas dan mengantuk akibat obat penenang yang kami berikan untuk meredakan nyerinya," jawab dokter sebelum berjalan pergi memberikan arahan lebih lanjut pada perawat.

Begitu pintu ruang rawat terbuka, Daxon melihat Azalea terbaring lemah di atas tempat tidur, wajahnya masih pucat namun napasnya sudah teratur. Tangannya tergenggam lemah di atas selimut. Dengan langkah pelan, Daxon mendekat, lalu duduk di sisi tempat tidur dan menggenggam tangan gadis itu dengan sangat hati‑hati.

Beberapa jam kemudian, Azalea perlahan membuka matanya. Pandangannya masih kabur, dan rasa lemas serta nyeri tumpul di perutnya masih terasa, meski sudah tidak sehebat tadi. Ia mengedipkan mata berkali‑kali hingga jelas melihat sosok Daxon yang duduk di samping tempat tidur, tangannya masih menggenggam tangan Azalea erat namun lembut.

Begitu menyadari Azalea sadar, Daxon langsung menegakkan tubuh, wajahnya yang semula cemas seketika berubah menjadi lega.

"Azalea... kau sudah sadar," bisiknya pelan, suaranya terdengar lembut dan penuh perhatian.

Azalea menoleh perlahan, matanya berkaca‑kaca. Ia segera mengangkat tangannya yang bebas untuk menyentuh perutnya dengan hati‑hati, suaranya terdengar parau dan lemah.

"Daxon... anak yang di dalam kandunganku...apakah dia baik‑baik saja? Aku merasakan sakit yang hebat tadi..."

Daxon segera menahan tangan Azalea agar tidak terlalu banyak bergerak, lalu mengusap punggung tangannya dengan lembut.

"Tenanglah, dokter bilang kalian berdua aman. Janin masih kuat dan detak jantungnya teratur. Kau hanya butuh istirahat total agar semuanya tetap baik‑baik saja," jawab Daxon, berusaha menenangkan hatinya sekaligus hatinya sendiri.

Mendengar penjelasan itu, air mata Azalea tumpah kembali, kali ini bukan karena sakit, melainkan rasa lega. Ia menatap Daxon dengan pandangan bercampur rasa takut dan haru.

"Aku pikir... aku pikir aku akan kehilangan dia..." gumamnya lirih.

Wajah Daxon seketika terlihat khawatir mendengar ucapan Azalea, ia pun berusaha menenangkan Azalea agar Azalea tidak memikirkan apa pun. Daxon pun mengusap air mata yang menetes dari mata Azalea, ia pun tersenyum.

"Dengarkan aku baik‑baik. Tidak ada yang perlu kau takutkan lagi. Mulai detik ini, tidak ada seorang pun yang bisa menyentuhmu atau anak kita, apalagi melukaimu. Aku sudah memastikan itu." ucap Daxon.

Ia mendekatkan wajahnya, menatap dalam mata Azalea:

"Jangan di pikir lagi. Serahkan semuanya padaku. Aku akan memastikan dia dan semua orang yang berani menyakiti kalian menerima balasan yang setimpal. Sekarang tugasmu hanya satu, istirahat, pulihkan tenagamu, dan jaga diri serta anak kita. Aku akan selalu ada di sini, tidak akan pergi ke mana pun." ucap Daxon meyakinkan Azalea.

Azalea menatapnya lama, perlahan rasa takutnya berkurang terganti rasa aman yang datang dari kehadiran Daxon. Ia menarik napas panjang, lalu menyandarkan kepalanya lebih nyaman di bantal sambil tetap menggenggam tangan Daxon erat.

"Terima kasih, Daxon..." bisiknya pelan, matanya mulai terasa berat kembali.

Daxon tersenyum tipis, senyum yang hanya muncul untuknya saja. Ia mengusap lembut rambut Azalea.

"Istirahatlah lagi, aku tetap disini menjagamu."

Setelah memastikan Azalea sudah kembali terlelap dengan tenang, Daxon berdiri perlahan dan melangkah ke sudut ruangan, menjauh agar suaranya tidak membangunkan Azalea. Wajahnya yang tadi lembut seketika berubah menjadi dingin dan mengerikan, matanya menyala penuh amarah yang tak tertahankan.

Ia mengangkat ponselnya dan menekan nomor Aldric. Tak lama, suara Aldric terdengar dari seberang sambungan.

"Tuan Daxon?"

Daxon berbicara dengan nada rendah, datar, namun sarat dengan tekanan mematikan yang membuat siapa pun merinding mendengarnya.

"Aldric, dengar baik‑baik perintahku. Segera putuskan semua kerja sama, kontrak, dan hubungan apa pun dengan keluarga Pradana—mulai dari ayahnya, ibunya, sampai seluruh cabang perusahaan yang mereka miliki. Batalkan semuanya, hari ini juga."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih tajam dan dingin.

"Sebarkan berita ke seluruh jaringan bisnis dan rekan‑rekan kita, siapa pun yang masih berani bekerja sama, bertransaksi, atau membantu keluarga Pradana sedikit pun, akan dianggap melawan aku. Pastikan tidak ada satu pun perusahaan, besar maupun kecil, yang berani menyentuh urusan mereka lagi. Jika ada yang mengingkari peringatan ini dan tetap berhubungan dengan mereka... bunuh saja. Buat kematiannya terlihat seperti kecelakaan atau kejadian tragis biasa, tidak ada jejak yang bisa dilacak."

Di seberang telepon, Aldric hanya menjawab singkat namun tegas, memahami betapa seriusnya situasi ini.

"Siap, Tuan. Akan saya laksanakan segera tanpa sisa."

"Dan satu hal lagi," tambah Daxon, suaranya makin berat. "Awasi setiap gerak‑gerik keluarga Pradana. Jangan biarkan ada satu pun dari mereka mendekati Azalea atau ke mana pun aku berada. Jika ada yang melanggar peringatanku, jangan tanya lagi—habisi saja."

Setelah memutuskan sambungan telepon, Daxon menatap keluar jendela dengan tatapan kosong namun mengerikan. Bagi dia, melukai Azalea dan anak yang dikandungnya adalah dosa terbesar yang tidak bisa dimaafkan. Keluarga Pradana tidak hanya akan kehilangan kekayaan dan nama baiknya, tapi juga akan merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada sekadar kematian.

Ia kembali melangkah mendekati tempat tidur Azalea, dan seketika raut wajahnya melunak kembali. Tangannya menyentuh lembut dahi Azalea.

"Tenanglah. Aku pastikan tidak ada lagi yang bisa menyakiti kalian. Mereka akan membayar mahal atas apa yang telah mereka perbuat." bisiknya lirih.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Mia Camelia
semoga azalea dan anak nya selamat yaa😔
tega banget si valeria mpe celakai azalea😔😔😔
Mia Camelia
iiihhh...dasar ulat bulu jahat valeria, awas klo sampe azalea kenapa2, daxon siap beraksi🤣
Mia Camelia
ya ampun daxon posesif juga yaa😄
Mia Camelia
ciee..daxon terpesonaa juga🥰🥰🥰
Mia Camelia
hahaaha semua takut syaiton🤣🤣🤣
aldric paling penakut iiih🤣
Mia Camelia
azalea ngidam nya manja2 gitu,
rasaiin kau daxon beli sate ayam sana🥰😂
Miu.Nuha
ahahaha betul
Miu.Nuha
nah loh, azalea sejujur itu apa nggak mengkeret itu ibu dn anak 😅
Miu.Nuha
ibu dn anak cantik dn modis juga ya 😅
Mia Camelia
daxon sweet banget sih🥰🥰🥰
lanjut thor😄
ɴs_sᴀᴘᴜᴛʀɪ✍︎: oke kak
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
Daxon mematung karena ulah berani kamu Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon cemas banget memikirkan Azalea yang ada di rumah
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea bohong ya bilang dia punya kekasih
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Azalea hamil ya sampai mual gitu
Risa Virgo Always Beau
Azalea kamu setelah melakukan hubungan badan dengan Daxon langsung mau beli cimol ngga istirahat dulu
Risa Virgo Always Beau
Daxon sepertinya cemburu setelah Azalea menyebut kata kekasih
Risa Virgo Always Beau
Daxon menyuruh Azalea supaya akting jadi suami istri sungguhan di depan mamanya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon sudah menyuruh Azalea untuk bersandiwara menjadi suami istri sungguhan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon menjadikan Azalea tameng buat hindari perjodohan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata setelah Azalea hamil dan melahirkan Daxon akan membuang Azalea kejam banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!