Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.
walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.
Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.
Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...
Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.
Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.
YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25 (His job is to throw a tantrum...)
.....Happy Reading.....🙏🏻📖
H-23
Pagi Hari Kemudian........
MANSION TORRICELLI.
Pagi ini seluruh anggota. keluarga Torricelli sedang berkumpul dimeja makan untuk memilai breakfest mereka, namun Belum terlihat sosok Marcus.
"Dimana Marcus?"Tanya Dad Kenzo.
"Kami tidak tahu dad..."Jawab Laura, sedang menuangkan makanan kepiring suaminya.
Tiba-tiba datanglah Marcus dengan pakaian kerja formal-Nya, semua menatapnya dengan tatapan bingung, Sedangkan Marcus langsung mengeluarkan ponselnya untuk memeriksa kabar dari Leo.
"Dad Mom, aku akan kembali ke sisilia..."Ucap Marcus, dingin.
"Ada apa?apa ada masalah dengan markas disana?"Tanya Dad Kenzo, menatap wajah sangar putra satu-satunya itu yang terlihat seperti jiplakan dirinya.
"Tidak ada, hanya saja Shannon akan kembali ke Italia hari ini, dan aku tidak mungkin membiarkan dia sendirian dia sedang hamil..."Ucap Marcus, datar.
"Kapan acara pernikahanmu akan dilaksanakan?"Tanya Mom Danilla, ceria.
Seketika raut wajah Venisa berubah datar dan dingin, mendengar penolakan sang uncle kemarin cukup membuat nyalinya menciut, mungkin dia memang tidak pantas untuk Marcus.
"1 Minggu lagi, acaranya akan dilaksanakan di Italia..."Jawab Marcus, datar.
"Lalu bagaimana denganmu boy?"Tanya Dad Aland, menatap Sang putra Lucas.
"Shanni tidak ingin melanjutkan pernikahannya dad, tapi dia sudah berjanji tidak akan menikah sama sekali dan akan membesarkan anak kami dengan baik..."Jawab Lucas, semangat gak semangat.
"Dan kau menyetujuinya, Lucas Torricelli ingat didalam rahimnya ada anakmu dan kau sudah membuatnya hamil memerkosanya, kau tidak merasa bersalah..."Ucap Dad Aland, sinis.
"Daddy juga tahu Jika Putri Alendro itu memiliki penyakit Leukimia Stadium 2, apa kau tidak tahu bahayanya seorang Ibu hamil yang memiliki penyakit Leukimia itu, Bisa saja dia mati saat mengandung anakmu dan kau kehilangan mereka, dan kau akan menyesal..."Ceramah Dad Aland, namun terasa seperti sebuah ancaman.
"W-what?Wanita itu memiliki penyakit Kanker Leukimia stadium 2?are you seriuously?"Tanya Mom Aini, gugup.
Dia merasa bersalah sekaligus sedih, dulu saat Mom Aini berusia 33 Tahun dia pernah menderita penyakit Kanker Leukimia, dia merasa bersalah sekaligus sedih pada Shanni, rasanya dia menyesal akan perbuatannya kemarin.
"Aku serius sayang, aku sudah mencari tahunya dan memang terbukti, Shanni menderita penyakit itu sejak lama dan dia memendamnya sendiri..."Ucap Dad Aland, tegas.
INTERNATIONAL AIRPOT JAKARTA.
Saat ini Twins S sedang duduk dikursi tunggu bandara, mereka akan terbang ke Italia menggunakan Pesawat Komersial karena di Indonesia Private Jet milik mereka sudah tidak lagi.
Shanni sedang bermain ponsel sebari bersandar di pundak Shannon, sedang Shannon sedang bermain ponsel sebari meminum Susu hamil dari botol.
Ada Juga 5 Bodygurd yang mengawal mereka kemana-mana, Bodygurd begitu menjaga keduanya karena mereka adalah ahli waris kekayaan Tuan Alendro.
"Kakak minum susu rasa apa?"Tanya Shanni, menatap botol minum itu.
"Rasa Coklat, soalnya kakak gak suka rasa lain..."Jawab Shannon, dia tersenyum menatap sang adik.
"Mmmm..."Jawab Shanni, mengangguk.
Tiba-tiba datanglah Marcus & Lucas yang diikuti 10 Bodygurd menghampiri mereka, wajah keduanya terlihat terkejut dan shock namun sebisa mungkin dikontrol.
"Sudah lama kalian disini?ayo kita naik ke Private Jet..."Ucap Marcus, memegang tangan Shannon.
"Hah?Kami tidak menggunakan private jet, kami hanya menggunakan pesawat komersial, sebaiknya kalian duluan saja..."Ucap Shannon, datar.
"Tidak, kau harus ikut denganku titik."Ucap Marcus, tegas.
"Shanni kau mau kan ikut dengan kami naik private jet, aku takut terjadi sesuatu nanti jika tidak ada aku..."Ucap Lucas, lemah lembut.
Terkadang sifat kedua sepupu ini jauh berbeda apa bila menunjukkan rasa sayang, jika Marcus lebih posesif, galak dan pemaksa. Justru Lucas lebih lemah lembut, sabar dan perhatian.
"A-aku...Oeeeekkk...oeeeekkk.oeeeek..mmmm..."Ucap Shanni, dia menahan rasa mualnya, dia berlari entah kemana mencari toilet.
Lucas yang melihat itu pun berlari kecil mengejar Shanni, Marcus yang ditinggal berdua bersama Shannon pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini...
Marcus menggendong tubuh Shannon ala Bridal style dan langsung membawa Shannon pergi kedalam Private Jet mewah tersebut.
PRIVATE JET.
Saat Marcus membawa Shannon masuk kedalam Private Jet berulang kali wanita itu memberontak, banya juga orang yang melihat namun tidak ada yang berani membantu Shannon.
"Lepaskan aku brengsek..."Teriak Shannon, memberontak.
Marcus menggendong Shannon seperti membawa karung beras, dia langsung menaiki tangga dan langsung mendudukkan wanita itu dikursi disebelahnya.
"Lepaskan aku, kau begitu pemaksa, apa kau tidak kasihan padaku dan anak ini..."Bentak Shannon, marah.
"Jika kau tidak menolak maka aku tidak akan memaksa..."Ucap Marcus, dingin bahkan pria itu menatap tajam Shannon.
Mati-matian Shannon mencoba menahan agar air matanya tidak mengalir, namun tetap saja air mata itu mengalir deras, Shannon begitu marah, kesal sekaligus sedih.
Tiba-tiba masuklah Lucas dan Shanni, Lucas terlihat menggendong Shanni namun Shanni dalam keadaan sadar tanpa paksaan.
Lucas membawa Shanni kekamar dan menemani Shanni.
**Potret Mom Shannon nih\, pasrah saja sama takdir gak akan bisa lepas dari jeratan Uncle Mafia...**
"Uncle...."Rengek Shannon, menatap wajah Sangar Marcus yang sedang mengecek beberapa file dari karyawannya itu.
"Kenapa?"Tanya Marcus, dingin.
"Aku lapar..."Lirih Shannon, wajah sedih.
"Kau mau makan apa?"Tanya Marcus, menyimpan file dan berbalik menatap wajah Cantik Shannon.
"Aku ingin makan Cheese Macaroni dan Minumnya mau Milk Mango Ice..."Ucap Shannon, menatap lurus.
Marcus memanggil salah satu pramugari cantik yang memiliki tubuh sama sexynya dengan Tiara, namun jauh lebih sexy sian Tiara, Tiara sudah lama dipecat oleh Marcus.
"Buatkan Cheese Macaroni dan Milk Mango Ice..."Ucap Marcus, dingin.
"Baik Tuan...."Jawab Pramugari itu, kemudian pergi.
Shannon memilih bermain ponsel, dia memeriksa beberapa laporan perusahaan Pusat Utama di Italia, dia memeriksanya dengan cukup teliti.
Tiba-tiba Pramugari yang diketahui bernama Aurel itu datang membawa nampan isi pesanan Shannon, dia meletakkan makanan itu dimeja, Shannon berdiri dan berjalan kemeja kemudian dia memulai makan paginya itu.
16 Jam Kemudian.......
ROMA, ITALIA.
Saat ini Waktu menunjukkan Pukul 10.30 Malam di Italia, Private Jet Mewah milik Marcus telah mendarat sempurna di landasan, banyak Malfioso dari Markas yang menjaga dan mengawal satu bandara itu.
Semua orang di Bandara terlihat takut akan kedatangan Pemimpin Mafia sisilia itu, baru saja mereka merasakan ketenangan sementara waktu namun kembali di goncang dengan kembalinya Pemimpin tersebut.
Shannon & Shanni berjalan ditengah-tengah, Shannon disebelah kanan dan Shanni disebelah kiri, mereka berpegangan tangan, sebari Marcus & Lucas berjalan disebelah pasangan masing-masing...
"Kenapa semua orang terlihat menunduk dan tidak berani menatapmu Uncle?"Tanya Shannon, terlihat kebingungan.
"Tidak usah difikirkan dear..."Bisik Marcus, Shannon hanya diam namun tetap dalam kebingungan.
Mereka berempat pun masuk kedalam mobil mewah milik Marcus, dan mobil itu pun membawa mereka ke kediaman Mewah Torricelli di Italia.
MANSION TORRICELLI.
Mobil mewah milik Marcus sudah sampai didepan gerbang Mansion, Gerbang dibukakan dan masuklah mobil mewah itu dihalaman Mansion.
Terlihat raut wajah tidak mengenakan dari keduanya, Shannon dan Shanni berfikir jika mereka akan diantarkan ke Mansion Alendro di kota mereka, namun ternyata perkiraan mereka salah.
"Kenapa kami diantarkan kesini, aku tidak mau disini..."Ucap Shannon, terlihat menunduk.
Dia kembali teringat kenangan dimana dia diculik oleh Marcus dan dibawa ke Mansion ini, dia cukup merasa trauma ingatannya kembali saat dia dibawa paksa saat sedang berlibur dengan kekasih dan teman-temannya.
"Masuklah, ini sudah malam, apa kau tidak kasihan dengan baby twins mereka butuh istirahat..."Ucap Marcus, mengerti apa yang dirasakan Shannon saat ini.
"Baiklah..."Jawab Shannon, dia juga kasihan dengan babynya itu.
Mereka bertiga masuk kedalam Mansion, Shannon dibawa kesuatu kamar namun kamar itu bersebelahan dengan kamar Marcus, kamar dimana pertama kali Shannon tidur satu ranjang dengan seorang pria, dan hal itu membuat Shannon merasa seperti kembali ke masa lalu.
Kamar Shannon.
Di kamar Shannon baru saja selesai membersihkan dirinya, tiduran di ranjang mewah seharga 1 milyar itu, kemudian dia memejamkan matanya, dia butuh ketenangan walau hanya sebentar saja.
Dia juga manusia biasa, mempunyai rasa lelah atas setiap masalah yang ada, walau saat ini dia hamil tanpa sebuah suami dan kejelasan namun cepat atau lambat pernikahan itu akan terlaksanakan dan itu membuatnya cukup stress, dia jauh lebih memilih hamil tanpa suami.
"Papa, Mama, andaikan kalian masih ada disini, Shannon pasti akan sangat bahagia, tapi Shannon tahu disana kalian sudah bahagia, kalian akan bersama selamanya tanpa dipisahkan, namun Shannon masih butuh kalian..hiks...Maaffin Shannon ya karena tidak bisa menjaga kehormatan Shannon..."Lirih Shannon, terisak.
Wanita itu ketiduran dalam isakannya itu, dia merasa rindu akan sosok Papa & Mamanya yang selalu ada disaat dia butuh walau mereka sibuk.
Kamar Marcus.
Saat ini pria itu duduk di single seatnya sebari meminum alkohol dia memikirkan wajah cantik dan polos Shannon saat tidur.
Italia oh Italia, negeri ini menyimpan banyak kenangan tentang awal mula Marcus mencintai Shannon hingga saat ini mereka akan memiliki anak, semua itu ada negeri ini.
"Apa yang harus kulakukan agar kata cinta itu keluar dari bibirmu..."Ucap Marcus.
Pria itu meminum Anggur segar dan larut dalam mabuknya tersebut, apakah dia salah mengharapkan cinta dari wanita yang dia cintai? apakah dia salah ingin dicintai? apakah dia salah mengharapkan sebuah keluarga yang bahagia bersama wanita yang dia cintai?
Entahlah hanya Tuhan & Author yang tahu...😇🤭
Kamar Lucas.
Sedangkan di dalam kamarnya Lucas sedang berbaring sebari mencari-cari nama baby twins untuk anaknya kelak, entah mengapa dia terlalu yakin jika anaknya kelak adalah Twins, kembar laki-laki dan perempuan padahalkan belum tentu.
Lagian usia kandungan Shanni maupun Shannon masih terlalu muda, jadi tidak mungkin kita bisa mengetahui apakah anak itu Twins atau Tunggal.
"Ini Nama Sangat cocok untuk Soon and Princess, Aaron & Aara, nama yang indah Twins A..."Ucap Lucas, senyum-senyum sendiri.
**Ada yang kangen gak sama Uncle Mafia?Uncle sih kangen bangetttt...bangeeeetttt...😚🤭**
Lucas kembali mencari-cari nama untuk baby twinsnya hingga dia mendapatkan telphone dari Levi, ya sudah sejak lama Levi kembali duluan ke Italia.
"Kenapa Pria ini menelphoneku?"Tanya Lucas, dia pun mengangkat telphone itu.
Call : Levi
📞Levi : Hello Tuan Lucas, saya dengar anda dan keluarga sudah sampai di Italia dan sudah kembali ke Mansion, Tuan terjadi masalah di Markas, Ada sebuah pesan surat didepan Markas yang berisi sebuah ancaman untuk Tuan dan Tuan Marcus.
📞Lucas : Apa kau tidak melihat pengirimnya?
📞Levi : Tidak sama sekali Tuan, bahkan saya meminta para malfioso mencari disekitar area Markas pengirimnya namun tidak ada.
📞Lucas : Ini pasti ulah kelan musuh, Dan ini pasti ulah Dimitri, pria itu benar-benar gila, sudah dia yang membuat Kayla saat ini koma. Membuat ulah saja, kau juga apa kau tidak tahu aku sedang memilihkan nama untuk anakku malah memberi kabar tidak mengenakan, kau beri tahu sajaTuanmu sana, aku bukan Tuanmu...
📞Levi : Maaf Tuan jika saya menganggu wakt---
Belum sempat Levi melanjutkan perkataannya, Panggilan Telphone itu langsung dipatikan oleh Lucas, dia benar-benar kesal.
"Dasar Dimitri, kerjaannya membuat ulah saja, dia ini harusnya berfikir bahwa dia itu salah dan harus meminta maaf ini malah seenaknya, sekarang takkan kubiarkan adik sepupu tersayangku itu menikah denganmu..."Umpat Lucas, kesal.
Lucas berdiri dia berjalan menuju kamar mandi, mungkin dengan berendam dan menyegarkan diri bisa membuatnya sedikit tenang.
Kamar Shanni.
Saat ini Shanni baru mendapatkan kabar dari dr. Shanaz jika sebenarnya Penyakitnya dia itu sudah menyebar keberapa anggota tubuh dan itu membuat Shanni sedikit sedih dan khawatir.
Yang dia sedihkan dan khawatirkan adalah babynya, bagaimana jika hal ini berpengaruh dengan babynya, dia merasa sedikit sedih dan kecewa dengan kondisinya saat ini.
"Bagaimana ini nak, maafkan Mommy ya, karena penyakit ini keberadaan kalian jadi berbahaya, Mommy tidak mau kalian kenapa-kenapa..."Ucap Shanni, mengusap-usap perutnya.
Tookkk....ttooookkkk....
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Shannon menoleh kearah pintu, raut wajahnya terlihat bingung, dia berdiri dan berjalan kearah pintu.
"Siapa?"Tanya Shanni, dari dalam tanpa membuka pintu.
"Saya Beatrice Nona, Maid di Mansion ini, saya mau mengantarkan susu hamil..."Jawab Beatrice, sopan.
Ceklek......
Shanni membuka pintu, dia melihat sosok Gadis cantik yang memakai seragam Maid, dia begitu cantik dan manis, wajahnya terlihat khas eropa.
Wanita itu memang membawa Nampan isi susu hamil rasa vanila, entah mengapa Shanni tersenyum dan terlihat senang melihat Beatrice.
"Hai!👋🏻, Saya tidak meminta susu Beatrice..."Ucap Shanni, terlihat ramah namun bingung.
"Hai Juga Nona, iya nona saya diperintahkan oleh Tuan Lucas tadi untuk mengantarkan susu untuk anda nona..."Jawab Beatrice, tersenyum.
"Baiklah, tolong dibawa masuk ya..."Ucap Shanni, namun terkesan seperti memerintah.
Beatrice membawa masuk nampan, dia meletakkan susu itu dimeja, kemudian keluar dari kamar dan berpamitan dengan Shanni.
"Saya permisi Nona..."Ucap Beatrice, sopan.
"Iya, Terimakasih ya..."Ucap Shanni, tersenyum.
Shanni menutup kembali pintu kamarnya, dia duduk disofa, dia senyum-senyum sendiri melihat Lucas begitu perhatian padanya dan anak mereka.
Shanni merasa bahagia diperhatikan seperti itu, namun bagaimana pun dia kembali mengingat dia bukan siapa-siapa Lucas dia hanya sebatas Mommy dari anak yang Lucas yang sedang menumpang di rahimnya itu.
Shanni mengambil gelas susu dan meminumnya sebari bermain ponsel.
To be continue.
Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊
Terimakasih🙏🏻
Note : Hai Readers!😊👋🏻, apa kabarnya?semoga kita selalu sehat dan baik-baik saja ya....
Sudah lama ya author gak nyapa kalian dan ngasih suatu informasi, jadi author dan karya-karya author bakal di kontrak Agency, namanya P.L Agency, jadi mohon maaf jika di beberapa Chapter yang mengandung konten dewasa bakal author revisi atau hapus, jadi pasti akan ada perubahan.
Tapi tetap Up kan thor?
Iya Author tetap up sesua jadwal yang ada ya, maaffin juga kalau telat karena author juga lagi sibuk ngurusin usaha author juga lainnya...
kok gitu sih
pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...
Semangat kerjanya author sayang😊💞
And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...
Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....
Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...