NovelToon NovelToon
Gadis Oleng Mencari Cinta

Gadis Oleng Mencari Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konflik Rumah Tangga - Solidifikasi Tingkat Sosial / Tamat
Popularitas:84.1k
Nilai: 5
Nama Author: Crazy_Girls

Berkisah tentang dua orang sahabat yang tinggal jauh dari negaranya tercinta, untuk menuntut ilmu dan bekerja meraih cita-cita, walaupun cita-citanya sedikit tidak masuk akal.

Maryam dan Rosmawati, adalah nama asli mereka berdua sesuai KTP. Sedangkan Mary dan Rose hanya merupakan nama beken yang biasa mereka pakai saat bersama teman-teman bulenya.

Tinggal di London sebagai penjaga sebuah toko kue dan petugas cleaning service di gedung perkantoran, tak membuat mereka minder. Mereka malah memiliki impian setinggi langit, yaitu menikah dengan pujaan hati mereka masing-masing, yaitu seorang aktor dan CEO tampan.

Pirtinyiinnyi, mampukah mereka meraih cita-citanya, ataukah hanya akan sekedar menjadi khayalan semu penghias tidur malam mereka?

"Tidak ada yang tidak mungkin. Namun, mungkin atau tidak?" Entahlah. Yang penting yakin!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Crazy_Girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Is That You?

Hari ini Rosmawati tampil berbeda. Meskipun tetap memakai seragam petugas kebersihan, namun dia sedikit merias wajah dan juga rambutnya. Ia juga memakai lipstik yang jauh lebih berwarna hari itu.

"Cie ... cie ... yang lagi jatuh cinta," goda Maryam sambil nyengir.

"Gue juga mandi barusan, Mun! Lu nggak pengen ngadain syukuran?" Tanya Rosmawati bangga dengan sedikit menyindir sikap sahabatnya itu.

Rosmawati patut berbangga hati saat itu, pasalnya hari ini bukanlah jadwalnya mandi.

"Ogah gue!" Cibir Maryam. "Harusnya elu itu mandi kemarin, Ijem!" Lanjut gadis itu lagi.

"Apa bedanya kemarin sama hari ini? Namanya mandi ya mandi aja, Mun," sahut Rosmawati lagi. Ia tidak ingin merusak suasana hatinya dengan mengajak Maryam berdebat, karena itu hanya akan membuat hatinya merasa lelah.

Maryam kemudian melihat koleksi lipstik milik Rosmawati. Ada tiga buah lipstik di sana dengan merk yang sama dan warna yang sama pula.

"Lipstik baru ya, Jem," tanya Maryam sambil membuka penutup lipstik itu dan memutarnya. "Wuiiih ... merah!" Seru Maryam. "Sejak kapan lu suka lipstik warna gini, Jem? Udah gitu sampe ada tiga juga," Maryam terus memainkan lipstik itu.

"Nyoba sesuatu yang baru lah, Mun. Sekali-kali gue pngen juga punya bibir kaya Flower Swift," sahut Rosmawati sambil merapikan lipstik yang baru ia oleskan pada bibirnya.

"Kebetulan lagi diskon nih, jadi gue beli tiga sekaligus, buat persediaan," terang Rosmawati lagi. Ia masih sibuk dengan bibirnya.

Maryam kembali meletakan lipstik itu. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan, gadis itu pun berkata, "Elu seneng banget berburu diskon. Bahkan barang yang ga lu butuhin juga lu beli gara-gara diskon," ujar Maryam lagi dengan tidak mengerti.

"Eh ... Mun gue beli buat jaga-jaga sama persiapan. Kali aja kapan-kapan butuh, iya kan?" Kilah Rosmawati.

Maryam pun berlalu dari dalam kamar Rosmawati. Akan tetapi, selang beberapa saat kepalanya kembali menyembul dari balik pintu.

"Eh, Jem! Di Rumah Sakit Pusat tuh lagi ada operasi katarak gratis," ucap Maryam.

"Lah ... apa hubungannya sama gue?" Rosmawati tiba-tiba sewot.

"Buat jaga-jaga sama persiapan Lu!" Ledek Maryam lagi sambil cekikikan.

"Ih, nyebelin!" Rosmawati mencebikkan bibirnya. Tanpa mempedulikan Maryam yang joged tiktok di depannya, Rosmawati segera meraih sneakersnya dan keluar dari flat.

Setengah berlari dia menuruni tangga, menuju jalan raya. Seperti janjinya kemarin, hari ini Rosmawati wajib datang lebih awal untuk mempersiapkan ruang meeting serapi dan seindah mungkin untuk menyambut kedatangan tamu agung. Siapa lagi kalau bukan Raja Minyak dari Abu Dhabi.

Sambil melangkah, angan Rosmawati melayang pada sosok sheikh yang menurutnya sangat mirip dengan seseorang. Benaknya bertanya-tanya, 'Mirip siapa, ya?'. Hingga tanpa sadar, dirinya sudah berada di lobby kantor.

Dilihatnya Joyce yang baru datang dengan tergesa. "Come on, Rose! We have to hurry! Sheikh memajukan jadwalnya! Dia akan datang jam 7 pagi!" Seru Joyce sambil menarik lengan Rosmawati menuju ruang kebersihan.

"Lah ...ko? Tadi malam Jus ... eh ... Mr. Blake bilang, sheikh datang jam sembilan?" Protes Rosmawati.

"Wah, apa kamu tidak baca memo yang dikirim oleh manajer di grup chat?" Mata Joyce melotot. Eye shadownya yang berwarna keunguan seakan berubah menjadi hitam. Rosmawati sedikit bergidik ngeri, dia teringat pada sosok Suzanna yang memerankan kuntilanak.

"Satenya bang ... dua ratus tusuk, bang!" Gumam Rosmawati tanpa sadar.

"What?" Tanya Joyce. Ia tidak mengerti saat mendengar Rosmawati meracau tidak jelas.

"Eh, nothing! Let's go Joyce!" Rosmawati menepuk lengan kekar wanita itu yang mirip dengan lengan petenis Serena Williams.

Rosmawati membayangkan jika badan sebesar itu memukul dirinya, pastilah ia terkapar pingsan tujuh hari lamanya.

Dengan cekatan, mereka memasukkan peralatan perang ke dalam troli, lalu mendorongnya ke dalam lift karyawan, karena lift khusus petugas kebersihan masih dalam perbaikan. Akan tetapi, naas, karena lift karyawan sudah kelebihan kapasitas. Banyak orang yang juga memiliki tujuan yang sama dengan mereka, yaitu segera ke meja kerjanya masing-masing.

Tidak putus asa, mereka menuju lift karyawan lainnya yang terletak di sisi lobby yang berbeda. Namun, ternyata penuh juga.

"Bagaimana ini, Rose? Sudah jam enam. Kita sama sekali belum memulai pekerjaan," ujar Joyce khawatir. Ia pun mengeluh pelan.

"Aha!" Rosmawati menjentikkan jari. Sebuah ide cemerlang melintas di kepalanya. "Kita lewat lift VIP saja!" Ajak Rosmawati.

"Yang benar saja, Rose! Kalau ketahuan, kita bakal dimarahi," sergah Joyce.

"Tidak akan ketahuan. Ini kan masih jam 6. Mr. Blake dan anak buahnya tidak akan datang sebelum jam 7," sahut Rosmawati cuek. Dia melenggang menuju lift VIP. Mau tak mau Joyce pun mengikutinya.

"Aku tidak mau dipecat, Rose!" Bisik Joyce dengan khawatir.

"Tenang saja! Tidak akan ada yang berani memecatmu, Joyce! Semua takut sama lenganmu," jawab Rosmawati asal.

"Memangnya ada apa dengan lenganku?" Joyce sewot.

"Oh, tidak apa-apa! Sudah, jangan dipikirkan!" Rosmawati meringis. Sebisa mungkin dia menghindari pertikaian dengan Joyce. Dia tidak mau wajahnya yang meskipun tidak mulus-mulus amat, berubah menjadi tidak simetris alias miring, akibat elusan dahsyat dari kepalan tangan kekar itu.

"Ayo masuk! Mumpung masih kosong liftnya," ajak Rosmawati. Sedangkan Joyce masih saja ragu menapakkan kakinya masuk.

"Ayoo!" Rosmawati mulai tak sabar. Dia pun menarik lengan Joyce. Joyce akhirnya pasrah dan berdiri di samping Rosmawati di dalam lift VIP. Dalam hatinya berdebar, semoga tidak ada yang memergoki mereka saat itu.

Akan tetapi, sepertinya Tuhan belum berkehendak mengabulkan doa Joyce. Saat pintu lift akan tertutup sempurna, sebuah telapak tangan maskulin menahannya.

Pintu itu kembali terbuka. Seorang pria jangkung berpakaian khas timur tengah, gamis berwarna putih, lengkap dengan sorbannya, menundukkan kepala kepada mereka sebagai tanda hormat. Ia lalu ikut memasuki lift yang sama. Wajahnya tak terlihat, karena tertutup masker dan kacamata hitam. Pria itu lalu menghadap ke arah pintu lift, membelakangi Rosmawati dan Joyce.

Joyce sudah menelan ludahnya berkali-kali sambil meremas dadanya sendiri. Dia terlihat menggeleng-gelengkan kepala seraya menatap cemas ke arah Rosmawati. Sementara Rosmawati hanya menanggapinya dengan mengibaskan tangannya santai.

Sejenak Rosmawati terpana dengan tubuh jangkung berbahu bidang itu. Dia memang pemuja laki-laki tampan.

Diamatinya laki-laki yang berdiri di depannya itu. Dihirupnya aroma yang keluar dari tubuh pria berbaju gamis itu dalam-dalam. Aroma wangi maskulin dan mahal. Lalu dia mengangkat lengan setinggi mungkin dan mencium bau keteknya sendiri sebagai perbandingan. "Jauh," gumamnya.

Pandangan Rosmawati kembali beralih pada pria Timur Tengah, yang ia tebak adalah tamu agung Mr. Blake yang disebut-sebut akan menandatangani MoU, sebuah perjanjian kerjasama dengan nilai fantastis.

Tamu spesial yang merupakan seorang jutawan asal Timur Tengah yang menjadi investor paling penting di perusahaan.

Rosmawati masih mengira-ngira bahwa dia pernah melihat ataupun bertemu sosok itu entah dimana. Dia terus berpikir dan mengingat-ingat sosok yang dia yakini begitu mirip dengan seseorang. Kemudian Rosmawati tertegun. Dia sadar kini, ternyata sosok di depannya ini begitu mirip dengan..

"Memet?" panggilnya dengan spontan. Seketika pria itu pun menoleh kepadanya dan menatap Rosmawati untuk sesaat.

1
Siti Aminah
Luar biasa
Ig : Author_fanie.liem
Hai, ka. Perkenalkan saya Pocipan dari Gc Bcm, ingin mengajak kaka untuk bergabung di Gc Bcm untuk belajar bersama mentor senior kita dan di Gc kita juga sedang mengadakan Event dengan reward yang menarik.

cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.
falea sezi
hrusnya like ribuan bagus bgt ne novel
Crazy_Girls: makasih banyak apresiasinya ya, Kak ❤️
total 1 replies
falea sezi
jesika ne anak arsen y
falea sezi
memet orang kaya y
falea sezi
karena nama kota ku ada q kasih bunga salam kenal dr mojokerto thor
Crazy_Girls: hai, kak. salam kenal juga yaa 😍❤️
total 1 replies
falea sezi
mojokerto mana nih mariam q jg mojokerto mojosari tepatnya
Titik pujiningdyah
wes ta iki
Crazy_Girls: wes mak, buyar acarane 🤣
total 1 replies
Titik pujiningdyah
mboh wes ngelu aku😂
Crazy_Girls: yo opo pak Rozi iku mak
total 1 replies
Sofiyah Ahra
seruuu sekali
Crazy_Girls: terima kasih bintangnya kakak 😍
total 1 replies
Titik pujiningdyah
pengen ku cincang itu si roto maryam
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Roto apaan sih? Saya sebagai orang Italia ga paham
total 1 replies
Laelatul Mukaromah
setelah berabad-abad dan 2 kali bulan purnama tetanggaku lahiran 5 kali othor up lagi
Crazy_Girls: banyak anak banyak rejeki ya kak 😂😂😂
total 3 replies
Nur Adam
lnjht
Titik pujiningdyah
sumpah aku geli sendiri liat marry😂
Titik pujiningdyah
aduh mimpi apa othornya up novel oleng ini😂
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: mimpiin kawin lagi mak
total 1 replies
Nur Adam
dkit bgt thoor thoor pdhl aku nunggu sm hujan panas smpe hujan lg,,cm up 1 bab aja hehe lnjht smgt
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: aduh kakak setia sekali nunggu keolengan Ijem dan Mumun. Hati-hati, kak jangan sampai ikut oleng juga ya😄
total 1 replies
Dwisya Aurizra
akhirnya setelah nungguin sampe lumutan up juga kirain gk bakal lanjut, kaget dapat notif.
Crazy_Girls: dikerok dulu kak lumutnya.. 😆
total 1 replies
Nur Adam
lnjjut smgt
Dwisya Aurizra
rusuhan marry y ketimbang rose, meski rose jauh buat dibilang kalem 🤭
Titik pujiningdyah
harusnya waktu bikin adonan di up mak
Crazy_Girls: nanti ga bisa ngembang adonannya mak.. kalo jadinya lembek, gimana?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!