NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19 Traktiran

"Aku datang!" Kenzo kembali dari membeli makanan. Tangannya penuh.

Aroma sedap dari kantong-kantong plastik yang dibawa anak magang itu seketika memenuhi ruangan, seolah menjadi penawar instan untuk isi kepala mereka yang sempat mendidih.

"Akhirnya makanannya datang," seru tim kreatif senang. Bimo langsung mendekat untuk membantu.

"Terima kasih Kenzo yang cakep," ucap Siska centil.

"Baik, kakak Siska yang cantik," sahut Kenzo.

"Terima kasih, ya Kenzo." Mirin dengan senyum.

"Iya, Kak Mirin."

Suasana ruangan tim kreatif mendadak ramai oleh suara gemerisik bungkus makanan yang dibuka. Namun, perhatian Bimo teralih saat melihat gerak-gerik Kenzo malah menjauh.

"Kamu mau kemana?" tanya Bimo yang melihat Kenzo bukannya duduk untuk makan, malah pergi menuju pintu ruang Fela. "Ah, dia membelikan Manajer juga rupanya."

"Dia anak magang yang baik," puji Siska.

Siska dan Bimo langsung sibuk membagi porsi makan siang mereka dengan lahap, mengira perhatian Kenzo murni karena rasa hormat seorang bawahan baru kepada bosnya. Namun, Mirin yang sedang merapikan sendok plastik hanya diam memperhatikan punggung Kenzo yang mulai mendekati pintu kubus Fela.

Dia baik karena ada sesuatu diantara mereka. Kalau enggak, mungkin tidak begitu, batin Mirin. Dia yang tahu soal malam itu mulai berpikir. Seandainya Kenzo bukan anak SMA, dia bisa menggantikan Dion untuk jadi pacar Fela.

***

Di dalam ruangannya, Fela masih menatap layar monitor dengan jemari di atas keyboard. Saat mendengar ketukan halus yang kembali terdengar dari balik daun pintu kayu tersebut, ia mengembuskan napas pendek.

Di depan pintu ruang Fela. "Siapa?" tanya Fela ragu kalau itu Rico lagi.

Pintu terbuka perlahan. "Permisi, Senior." Kenzo muncul di ambang pintu.

Melihat siluet tinggi anak magang baru itu yang melangkah masuk ke ruangannya, Fela refleks menegakkan punggung. "Ada apa? tanya Fela defensif.

"Aku bawa sesuatu untuk Senior." Kenzo menunjukkan tas kresek di tangannya.

"Apa?" Kening Fela mengerut.

"Makan siang."

"Untuk apa?"

"Ya, untuk makan siang," jawab Kenzo tidak peduli ketidakramahan Fela.

Dengan langkah santai tanpa beban, Kenzo berjalan mendekat ke arah meja kerja Fela. Sikap cuek dan pembawaan tenang anak muda itu entah bagaimana membuat penolakan Fela terasa mentah begitu saja.

"Aku tidak ingin makan siang," tolak Fela. Wanita itu kembali meletakkan jarinya di atas keyboard.

Fela sengaja menyibukkan diri dengan mengetik beberapa huruf acak, berharap Kenzo akan segera menangkap isyarat pengusiran halusnya dan keluar dari ruangan. Namun, Kenzo justru bergeming di sisi meja.

Ujung mata Kenzo melirik. Ada bungkus roti kemasan. "Memangnya cukup hanya dengan itu?" gumam Kenzo.

"Aku tidak perlu banyak gizi karena tidak sedang dalam masa pertumbuhan sepertimu," ujar Fela tanpa menoleh. Dia tahu mata anak ini menuju ke arah bungkus rotinya.

Fela masih berusaha mengabaikannya, namun plastik kresek di tangan Kenzo berbunyi pelan saat diletakkan di sudut meja yang kosong.

"Ini bukan hanya makan siang. Ini permintaan maafku sudah mengacaukan rapat perkenalan tim."

Fela mendongak. Nada bicara Kenzo terdengar bersungguh-sungguh.

Untuk pertama kalinya sejak anak itu menginjakkan kaki di ruangan ini, Fela melepaskan pandangannya dari layar monitor secara penuh. Ia menatap lekat-lekat wajah remaja di depannya, mencoba mencari tahu apakah anak ini sedang menyindir atau tulus.

"Mereka juga membicarakan ku, aku makin yakin bukan hal yang tepat untuk membawa ke proyek besar itu. Aku masih amatir. Bahkan nol ilmu," ujar Kenzo lebih serius dari percakapan sehari-harinya. Meskipun dia yakin bocah ini tidak benar-benar serius karena masih ada senyum di bibirnya.

"Mereka membully-mu?" tanya Fela cemas.

"Tidak. Mereka orang baik. Aku hanya mendengar mereka membicarakan aku di belakang." Kenzo tahu Fela mencemaskannya.

"Mana ada orang baik membicarakan orang lain," protes Fela.

"Bukan hal buruk kok."

"Jadi kamu mengadu padaku?"

Kenzo tergelak. "Tidak. Aku hanya ingin kamu terima makan siang karena hal di ruang rapat. Itu sebagai penjelasan aja."

Fela mengerutkan dahinya.

"Jangan menegur mereka. Aku paham kalau aku enggak seharusnya ada di dalam ruang rapat."

"Itu salahku, bukan salah mu."

Fela menghela napas pendek, lalu melenturkan jemarinya yang sejak tadi kaku di atas meja. Rasa bersalah perlahan menyusup ke dadanya; sebagai manajer, dialah yang bertanggung jawab penuh membawa anak magang tanpa persiapan ke pusaran konflik profesional sebesar ini.

Ia menarik pelan kantong kresek berisi kotak makan siang yang diletakkan Kenzo agar lebih dekat ke arahnya.

"Aku terima. Cepat keluar. Apa mereka menunggu kamu?" tanya Fela yang yakin orang-orang diluar sedang melihat ke arah ruangannya.

"Oke. Selamat makan." Kenzo segera keluar.

****

Pagi itu di area meja kerja tim kreatif, suasananya lumayan sibuk. Fela masih fokus menatap layar laptopnya, memastikan tidak ada draf yang terlewat.

Siska berjalan mendekat sambil membawa map biru. "Manajer Fela, draf sudah siap untuk rapat hari ini," ujarnya.

"Ya, terima kasih," jawab Fela pendek, lalu menerima map tersebut.

Bimo yang sejak tadi bersandar di sekat meja ikut menimpali. "Visual geraknya juga sudah oke," ujar Bimo memberi tahu. Bermaksud mengingatkan kalau file animasi contoh iklannya sudah aman di dalam laptop.

"Ya." Fela mengangguk, lalu menutup laptopnya pelan. Dia keluar ruangan kubusnya. Diluar ... Siska, Bimo, dan Mirin sudah bersiap.

"Ayo, kita masuk sekarang. Pak Rico sudah nunggu di ruang rapat," ajak Fela. ketiganya mengangguk. Lalu bersama-sama menuju ruang rapat. Hari ini Kenzo ijin tidak masuk magang. Pak Gunawan sebagai HRD melaporkan tadi.

Sebagai Direktur Kreatif, Pak Rico sengaja ikut turun langsung karena W-Corp adalah salah satu klien paling penting di agensi mereka.

Begitu masuk ke ruang rapat utama, hawa kaku langsung terasa. Di seberang meja, sudah duduk Dion dan Pak Beni. Pembawaan Dion jadi terkesan agak angkuh dan mau pamer kuasa.

Setelah berbasa-basi singkat, Fela langsung berdiri di depan layar proyektor untuk memulai presentasi pertamanya mengenai proyek mobil listrik baru mereka.

"Selamat pagi. Untuk proyek mobil listrik kali ini, konsep awal yang kami tawarkan cukup simpel, yaitu 'Mobil Keren untuk Semua Orang," buka Fela dengan tenang.

Fela mengeklik remote proyektor, memunculkan draf visual gerak yang sudah disiapkan timnya. "Di sini kita mau tonjolkan kalau mobil ini modelnya modern, tapi sangat berguna untuk harian. Fokusnya ke kelincahan di jalanan macet dan keuntungannya yang hemat karena tidak perlu isi bensin lagi. Jadi, orang-orang biasa tidak akan minder duluan untuk melirik mobil ini."

Baru saja Fela mau memindahkan slide, suara ketukan pulpen Dion di atas meja mendadak berhenti. Pria itu bersandar ke kursinya sambil menatap Fela dengan pandangan meremehkan.

"Apakah ini tidak terlalu simpel, Manajer?" tanya Dion sambil menyipitkan matanya seperti meremehkan.

...----------------...

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!