NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Dosen Idiot

Terjerat Cinta Dosen Idiot

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:594k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seorang gadis high class bernama Arasha, dipaksa bermain cinta dengan seorang dosen berparas tampan di kampusnya. Ia sampai harus kehilangan kehormatannya pada saat itu. Selalu banyak kesempatan agar bisa menolaknya, namun gadis itu tidak memiliki keberuntungan lebih. Dengan sikapnya yang kasar, dan sikap dingin dosen tampan tersebut, lama-kelamaan muncul benih cinta yang tulus antara keduanya. Arasha jadi terjerat cinta dosen idiot tersebut. Kisah cinta mereka mengundang banyak konflik dari banyak pihak. Dengan masa lalu keduanya dan juga orang-orang yang mengincar hati dosen tampan itu, menjadi kerikil di hubungan mereka, yang semakin memperkeruh keadaan. Lantas, akankah cinta mereka akan tetap abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arasha Galau

Belum habis Ara bertanya, Fla sudah membekap mulut Ara dengan tangannya. Ara hampir tak bisa bernapas karenanya.

“Jangan keras-keras. Nanti pada denger, malah jadi repot,” gumam Fla seperti sedang menperingati Ara.

Fla perlahan melepaskan tangannya yang ia pakai untuk membungkam mulut Ara, ketika situasi sudah mulai kondusif.

Ara hanya menyeringai padanya saja.

“Tapi beneran, Morgan gak suka sama cewek?” tanya Ara berbisik pada Fla, khawatir semua orang mendengar perbincangan mereka.

“Ngawur, loe,” Fla menoyor kepala Ara pelan, “maksud gue, yaa gue gak pernah lihat dia begitu sama cewek, bukan berarti Morgan gak suka sama cewek,” jelasnya, lagi-lagi membuat Ara menyeringai.

“Gue kira gitu,” lirih Ara, menyanggah.

Fla terlihat tidak mempedulikan Ara.

Masih ada sesuatu yang mengganjal di hati Ara. Ia masih penasaran dengan kabar dari Morgan.

Kenapa Morgan tidak memberi kabar? Tidak seperti biasanya, pikir Ara.

Ara kembali melihat ke arah Fla.

“Fla, ada yang pengen gue tanyain nih sama loe,” gumam Ara, membuat Fla tersenyum.

“Eits ... gue juga mau nanya nih, ke loe,” sambar Fla.

Ia tersenyum jahil. Sepertinya ia sedang bersiap-siap untuk meledek Ara. Ara tak tahan kalau sampai Fla benar ingin meledeknya. Ara menatap mata Fla dengan penuh rasa penasaran.

“Emangnya loe mau nanya apa sih, Fla?” tanya Ara.

“Loe dulu aja, Ra,” ucapnya membuat Ara tambah penasaran.

Greget ya rasanya, hehe.

Kalau seperti ini terus, Ara tidak akan bisa mendapatkan informasi apa pun.

“Hmm ... oke deh. Gue cuma mau tanya. Kenapa nomor Morgan gak aktif, ya?” tanya Ara dengan malu.

Terlihat Fla yang sedang menahan tawa, sembari menutup mulutnya dengan tangannya. Ara jadi malu menanyakan ini kepada Fla.

“Hmm ... haha ....”

Rupanya, ia sudah tidak bisa menahan tawanya. Akhirnya ia tertawa terbahak-bahak, membuat Ara merasa aneh. Nyalinya mendadak menjadi semakin ciut, karena melihat Fla tertawa.

‘Sial si Fla ini. Bikin gue down aja,’ batin Ara yang mulai merasa down.

Fla menghentikan tertawanya itu. Ia menyeka air matanya yang keluar, saking bebasnya ia tertawa.

Ia terlihat mulai mengatur napasnya.

Fla mendelik ke arah Ara, “pertanyaan loe itu, ada sangkut-pautnya sama pertanyaan yang mau gue tanyain ke loe.”

Semakin lama, ucapannya semakin membuat Ara jengkel karena penasaran. Ara langsung melepaskan sebelah sepatu yang ia pakai, dan mengarahkan pada Fla.

“Ngomong gak! Kalo enggak, ni sepatu bakal gue lempar ke loe,” ancam Ara.

Fla terlihat merasa takut dengan ancaman sepatu ini.

“Ehh ... iya, iya. Gue ngomong nih!” gumamnya terdengar seperti sedang mengalah.

Akhirnya Fla mengalah dari Ara. Tapi, Ara masih berpose sangar sembari memegang sepatunya, khawatir Fla hanya mempermainkannya saja.

“Turunin sepatunya dulu--”

“Gak! Udah cepet ngomong.” Ara memotong ucapan Fla dengan ketus.

“Iya-iya.”

Fla lalu mengatur napasnya.

“Sebelum gue nanya, gue mau jawab dulu pertanyaan loe tadi,” ucapnya membuat Ara semakin memperhatikannya, “handphone Kak Morgan hilang. Jadi, nomornya gak aktif,” jelasnya.

Rasa penasaran akan pertanyaan yang tadi Ara tanyakan, sudah hilang. Tinggal rasa penasaran dengan pertanyaan yang akan Fla tanyakan kepadanya.

“Terus, yang gue pengen tanyain ....” Rasa penasaran Ara semakin bertambah.

Fla pintar memainkan nada dalam bicaranya, membuat Ara semakin bertambah penasaran.

Ara tidak bisa dibuat penasaran. Ia terlalu tersiksa, dengan sikapnya yang serba ingin tahu ini. Ara sampai pernah dijuluki “Si Ratu Kepo” dengan teman-teman SMP-nya dulu. Agak kesal sih, tapi ... memang seperti itu kenyataannya.

“Haduh, loe mau nanya apa sih, Fla? Cepetan sih, keburu gue males, nih!” ancam Ara, membuat Fla tersenyum padanya.

“Iya, Ra, ya ampun gak sabaran amat si jadi orang,” ucapnya yang agak julid, membuat Ara semakin kesal dengan sikapnya.

Kalau bukan karena jiwa rasa ingin tahunya yang bergejolak, Ara juga tidak mau seperti ini.

“Ra, loe pasti ... pacaran kan, sama Kak Morgan?” tanyanya dengan nada seperti menyalahkan Ara.

Ara kaget dan langsung melempar sepatu yang ia pegang ke arah Fla. Terjadilah kejar-kejaran yang lucu bagi mereka.

Ya, memang tidak betulan sih, hanya main-main saja untuk menutupi rasa malu yang Ara alami.

***

Hidup Ara saat ini, menjadi sangat hampa. Beberapa kali ia berpapasan atau melihat Morgan yang sedang berbicara dengan dosen lain, atau bahkan berbicara dengan beberapa mahasiswi.

Ara jadi sedikit sedih.

Entah apa yang membuatnya sedih. Padahal, ia juga bukan siapa-siapa di sini.

Ara berjalan menyusuri danau dekat kampus, yang waktu itu ia kunjungi, saat ia sedang sedih. Tidak ada siapa pun di sini. Ara berusaha menenangkan diri, karena dirinya saat ini, sudah berada di titik terendah.

Sepertinya, hatinya sangat sepi. Tak bisa berbuat apa pun lagi.

“Huft ....”

Ara menghela napas dalam, karena merasa sudah lelah dengan kehidupan ini. Apa tidak ada yang bisa memberikan bahu untuknya bersandar?

Ara duduk di dekat danau, sedang berusaha menenangkan diri di sini. Ara ingin melepaskan kehidupan tentang Morgan.

Kenapa aku jadi merasa sedih, saat Morgan menjauhiku seperti ini? Padahal, aku yang tidak ingin dekat dengannya, dan terus-menerus menghindari dirinya, karena merasa sangat terganggu dengan keberadaan dirinya, pikir Ara.

‘Apa gue udah mulai nyesel, karena kehilangan Morgan?’ batin Ara sendu.

Morgan hilang, bersama dengan kehormatan Ara.

Ara tak sengaja melihat Morgan yang sedang sendiri, di seberang sana. Ara memandanginya dengan tatapan sedih, karena sudah tidak bisa menggapainya lagi. Terlihat Morgan yang sedang asyik memandangi ikan kecil yang sedikit berlompatan, membuat Ara menjadi merenung.

“Kenapa di mana-mana harus ada loe, sih?” lirih Ara.

Ia meremas pelan rambutnya, karena merasakan sakit kepala yang tiba-tiba.

“Kalau akhirnya loe ngejauhin gue gini, terus ngapain awalnya loe deketin gue dengan susah payah?”

Ara berpindah tempat menjadi duduk di pinggiran jembatan danau yang masih terlihat sederhana, karena menggunakan jembatan dari kayu papan. Itu pun hanya sedikit.

Ara memandang dirinya di pantulan air danau, seolah-olah ia adalah makhluk bumi yang paling menderita.

Apa aku sedang merasakan patah hati? Apakah seperti ini rasanya? Pikir Ara.

“Oh ya, ini kan tempat yang sama waktu kita ketemu waktu itu. Ya, gak heran sih dia ada di sini. Lagian, dia lebih dulu kenal tempat ini daripada gue, yang mahasiswa baru ini,” lirih Ara lagi, sembari tetap melihat ke arah bayangannya.

Kenapa hidup ini selalu mellow bagiku? Pikirnya lagi.

Ara menghela napas panjang, berusaha menahan air mata yang memaksa keluar dari pelupuk matanya.

“Kenapa sih, Morgan begitu?”

Air mata mulai mengucur dari pelupuk mata, lalu terjun bebas, dan bercampur dengan air danau yang keruh.

Seketika terngiang semua janji yang pernah Morgan ucapkan padanya. Baru sekarang Ara merasa kehilangan sosok seorang Morgan.

Kenapa keadaannya jadi berbalik, menjadi aku yang menginginkannya? Pikir Ara.

Ah.

“Morgan … dia udah janji mau ngejaga gue.”

Ara menangis sesegukan, karena sudah tidak bisa lagi menahan perasaan ini.

Goresan luka ini sudah terlalu perih, membuat Ara menyerah dengan keadaan ini.

“Kenapa malah begini, sih?”

Ara menangis sendirian di tepi danau. Ia terbawa suasana hatinya sendiri.

Aku … galau, pikirnya.

“Duaaaarrrr ....”

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan
Rani Halim
Ganteng arash drpd morgan ... tp rasanya krg bgs .. Arasha nya krg attitud , bawaan marah mlulu ..
Sugiarti
mantap
Ig: @putriaayu_98
mampir kak ❤️❤️❤️
EsKobok: terima kasih kak othor ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yunita Rosdina
bagus
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
paling enak baca novel yg udah tamat atau udah up banyak,jadi gak perlu nunggu deh... tapi ini aku baca nya urut kok,jadi aku gak tau deh Ahir nya kayak gimana, nunggu Morgan halal in Ara nih...😁
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
iya iya Mulu,tapi gak di halalin..
si arash jg tuh... terlalu percaya sama Morgan yg ahirnya merenggut kesucian adek nya
Susi Andriyani Agnerashafilaferelika
ada Morgan,Bisma,Rafael,Diki ,Reza , jadi ingat smash.. i heart you
Endrik Efendi
wkwkwkwk pak decoy menganggu aja
Endrik Efendi
lanjut
Endrik Efendi
keren kak...semangat
Endrik Efendi
jangan marah" Ara entar bucin lho
kosong
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼😊😊😊
~🌹eveliniq🌹~
cinta Online hadir untuk memberikan support
buk e irul
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
~🌹eveliniq🌹~
hadir lg nih semangat lanjut
~🌹eveliniq🌹~
suka ceritanya support selalu
~🌹eveliniq🌹~
selalu suka cerita ini lope lope deh
Isti Shaburu
hai kakak author gak terasa ternyata sudah tamat jadi aku mulai mampir deh soalnya kalo udah tamat bacanya gak pake penasaran nanggung nunggu up😊

mampir juga yuk di novel perdana aku kak CEO BUCIN yg dingin mulai meleleh nih kak

makasih kak😊
Wellie Zipora
air mata tak tertahan banjir ahhh sedih bnr ceritanya luarbiasa penulisnya
EsKobok: terima kasih kak 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!