NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Putri Mahkota

Transmigrasi Menjadi Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jeje Jennifer

Eloise Morgan, mantan tentara yang dikhianati, terbangun menjadi Bellatrix Alexandra Volkov putri Duke Volkov yang sombong, terobsesi, dan memaksakan pertunangan dengan Putra Mahkota Thiago Felipe Albarado. Awalnya Thiago sangat tidak menyukainya dan merasa terganggu. Namun setelah jiwa baru hadir, Bellatrix membuang segala sifatnya yang dulu, menguasai sihir air, memiliki cincin dimensi dan bertekad hidup mandiri. Ia bahkan berniat memutuskan pertunangan itu. Tapi justru saat Bellatrix mulai menjauh dan tidak lagi mengejarnya, Thiago malah merasa tidak senang dan tidak terima. Sikap dingin dan percaya diri Bellatrix membuatnya penasaran, hingga sang pangeran yang menguasai sihir api itu justru berusaha mempertahankan ikatan yang dulunya ia benci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Jennifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadap Matahari Kekaisaran

Beberapa hari kemudian, setelah seminggu masa hukuman, sebuah undangan resmi dengan segel emas kekaisaran tiba di kediaman. Isinya:

UNDANGAN PENGENALAN CALON PUTRA MAHKOTA

Diberitahukan kepada seluruh bangsawan dan pejabat kekaisaran, bahwa pada pesta perayaan musim semi yang akan datang, Lady Bellatrix Alexandra Volkov akan diperkenalkan secara resmi kepada seluruh rakyat dan pejabat tinggi sebagai calon permaisuri masa depan. Ikatannya dengan Putra Mahkota Thiago Felipe Albarado tidak dapat diganggu gugat dan akan diperkuat dalam acara tersebut.

Begitu membaca surat itu, rahang Bellatrix mengeras. Dadanya terasa sesak, dan rasa ingin meledak meluap di dalam hatinya.

“Dasar pangeran keras kepala! Bukannya membiarkan aku pergi, malah mengikatku lebih kuat lagi seolah-olah ini adalah kehormatan terbesar!” geramnya dalam hati, jari-jarinya meremas kertas undangan itu hingga hampir robek.

Dia tahu, jika dia hanya diam, maka semua orang akan menganggap dia menerima keputusan itu, dan jalan keluarnya akan semakin tertutup rapat. Dia tidak bisa membiarkan dirinya terjebak dalam posisi yang tidak dia inginkan hanya karena keinginan Thiago.

Tanpa membuang waktu lebih lama, Bellatrix segera memanggil pelayan untuk menyiapkan kereta. Dia tidak memberitahu siapa pun bahkan Ayah dan Ibunya sekalipun karena dia ingin bertindak cepat dan langsung menghadap sumber masalahnya.

Di dalam istana yang megah dan luas, suasana biasanya tenang dan tertib. Namun ketenangan itu terpecah ketika penjaga gerbang utama menerima laporan bahwa Bellatrix tiba tanpa iring-iringan besar dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Bellatrix Alexandra Volkov ingin menghadap langsung pada Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri. Ini urusan yang sangat mendesak dan penting,” ujar Bellatrix dengan nada tegas kepada kepala pengawal istana.

Melihat ketegasan dan keseriusan di wajahnya, serta mengingat kedudukan keluarganya, pengawal itu tidak berani menolak sepenuhnya. Ia segera melaporkan ke dalam, dan tak lama kemudian, Bellatrix diizinkan masuk ke ruang audiensi pribadi Kaisar Alaric dan Permaisuri Seraphina.

Begitu melangkah masuk, Bellatrix melihat dua sosok yang sedang duduk santai di ruangan yang hangat dan berhias indah. Kaisar Alaric tampak berwibawa, dengan rambut sedikit memutih namun tatapan matanya tajam dan penuh pengalaman. Di sampingnya duduk Permaisuri Seraphina, wanita yang anggun, lembut, namun memiliki ketajaman pandangan yang sulit dibohongi.

“Bellatrix? Kau datang sendiri, tanpa pemberitahuan apa pun?” tanya Permaisuri dengan nada tenang, tidak marah, hanya terkejut.

Bellatrix membungkuk dengan sopan, namun tetap menjaga sikapnya yang tegas.

“Maafkan kelancanganku, Yang Mulia. Aku datang karena masalah yang menyangkut masa depanku sendiri, dan aku tidak bisa menunggu lagi. Aku mendengar keputusan mengenai pengenalan diriku sebagai calon permaisuri, dan aku datang untuk memohon dengan sangat hormat. Aku mohon batalkanlah pertunangan ini. Aku tidak ingin melanjutkannya.”

Kaisar dan Permaisuri saling bertukar pandang. Permaisuri mengangkat alisnya, lalu menatap Bellatrix dari ujung kepala hingga kaki. Bukan dengan pandangan merendahkan, melainkan pandangan yang mengamati dengan teliti.

“Kau tahu aturan kekaisaran, bukan?” jawab Kaisar perlahan, suaranya berat namun tidak kasar. “Sekali seorang wanita ditunjuk sebagai calon permaisuri, dan ikatan itu sudah diketahui lingkaran dalam istana, maka status itu tidak bisa dicabut sembarangan. Bukan hanya soal perasaan, tapi menyangkut nama baik kekaisaran, kestabilan politik, dan kepercayaan antar keluarga bangsawan. Apa alasannya berubah demikian mendadak?”

Bellatrix menatap lurus ke mata keduanya, tidak menghindar sedikit pun. Tatapannya tajam, jernih, dan penuh keyakinan sangat berbeda dari gadis muda yang emosional seperti yang mereka kenal sebelumnya.

“Alasannya sederhana, Yang Mulia. Ikatan ini didasarkan pada kesalahpahaman dan keinginan sepihak. Aku tidak mencintai Putra Mahkota lagi, dan beliau pun tidak mencintaiku. Jika kita memaksakan pernikahan tanpa dasar rasa hormat dan kepercayaan, maka ini hanya akan melahirkan perselisihan di kemudian hari, bukan kedamaian. Aku tidak ingin menjadi beban bagi kekaisaran, dan aku juga tidak ingin hidup dalam ikatan yang hampa seumur hidupku.”

Permaisuri Seraphina menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Bellatrix. Ia memperhatikan binar di mata gadis itu binar yang tajam, berani, dan penuh kendali atas dirinya sendiri. Bukan binar amarah buta atau rasa minta dikasihani, melainkan binar seseorang yang tahu persis apa yang dia inginkan.

“Pantas saja Thiago pulang dengan wajah bingung dan gelisah belakangan ini,” pikir Permaisuri dalam hati. “Gadis ini memang berubah total. Ada kekuatan yang tersembunyi sebelumnya yang membuatnya terasa sangat berbeda.”

Permaisuri tersenyum tipis, merasa sedikit tertarik dengan perubahan itu.

“Kata-katamu masuk akal. Tapi aturan tetaplah aturan. Jika kita membatalkannya sesuka hati, banyak pihak yang akan mempertanyakan kewibawaan kekaisaran. Mereka akan berpikir kita bisa mengubah keputusan sembarangan, dan itu akan membuka celah bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkannya untuk menimbulkan kekacauan.”

Kaisar Alaric juga mengamati Bellatrix dengan pandangan yang sulit dibaca. Di balik wajah seriusnya, ada senyum samar yang tersembunyi di sudut bibirnya. Ia mulai mengerti mengapa putranya yang biasanya dingin dan tidak tergoyahkan bisa menjadi gelisah dan justru mempertahankan ikatan ini saat pihak wanita ingin melepaskannya.

“Kau pikir dengan berani datang ke sini dan menyampaikan keinginanmu, maka masalah ini selesai begitu saja?” tanya Kaisar dengan nada santai namun penuh wibawa. “Tidak semudah itu, Nak. Pernikahan antar bangsawan bukan urusan dua hati saja, melainkan urusan dua keluarga dan seluruh kekaisaran. Sekali status itu ditetapkan, ia tetap berlaku sampai ada alasan yang sangat kuat dan dapat diterima oleh hukum kekaisaran.”

Bellatrix tidak mundur meski mendengar jawaban itu. Dia tahu ini akan sulit, tapi dia juga tidak akan menyerah begitu saja.

“Kalau begitu, izinkan aku mengajukan usulan lain, Yang Mulia. Biarkan ikatan ini tetap tercatat secara resmi untuk sementara waktu, tapi tanpa paksaan untuk hidup bersama atau berinteraksi terus-menerus. Berikan kami waktu satu tahun. Jika dalam masa itu, baik aku maupun Putra Mahkota merasa hubungan ini dapat berjalan baik, maka kita akan lanjutkan menuju pernikahan. Namun jika tidak ada kecocokan dan ikatan ini hanya menjadi beban, maka izinkanlah pembatalan dilakukan dengan alasan ketidakharmonisan, tanpa merusak nama baik siapa pun.”

Belum sempat Kaisar menjawab, suara langkah kaki tergesa terdengar dari luar ruangan. Pintu terbuka, dan Duke Leonidas serta Duchess Elara masuk dengan napas yang sedikit memburu. Mereka baru saja mendengar kabar bahwa putri mereka pergi ke istana tanpa pamit, dan segera menyusul karena khawatir Bellatrix akan membuat kesalahan yang fatal.

“Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri!” seru Duke Leonidas sambil membungkuk hormat. “Mohon maaf atas kelancangan putri kami. Dia bertindak tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan segala akibat, dan kami mohon agar Yang Mulia tidak menganggapnya sebagai sikap tidak sopan.”

Kaisar mengangkat tangannya, memberi isyarat agar mereka tenang.

“Tenanglah. Putrimu tidak melakukan kesalahan yang melanggar aturan. Dia hanya datang untuk menyampaikan keinginannya secara langsung, dan itu justru hal yang jarang ditemukan.”

Kaisar kemudian menoleh kembali ke arah Bellatrix, lalu menyampaikan keputusannya dengan jelas dan perlahan agar semua yang hadir mengerti sepenuhnya:

“Dengarkan baik-baik, semuanya. Di sini tidak ada niat buruk untuk menyiksa siapa pun. Ingatlah yang sering membuat situasi menjadi rumit bukanlah kami yang duduk di singgasana, melainkan lingkaran pejabat dan faksi-faksi yang selalu mencari celah untuk keuntungan diri sendiri. Jika kita membatalkan pertunangan ini sekarang tanpa alasan yang jelas, mereka akan menyebarkan berbagai gosip buruk — mengatakan keluargamu tidak setia, atau dirimu memiliki aib tersembunyi, bahkan menganggap kita tidak bisa menjaga janji. Semua itu hanya akan membuka jalan bagi mereka untuk menimbulkan perpecahan dan merusak kestabilan negeri.”

Kaisar berhenti sejenak, menatap satu per satu wajah yang ada di ruangan itu, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih lembut namun tetap tegas.

Bellatrix menatap kedua penguasa kekaisaran itu dengan pandangan yang tetap mantap, lalu melanjutkan pembicaraannya seolah belum menerima jawaban akhir:

“Aku sangat menghargai kebijaksanaan dan penjelasan yang disampaikan. Namun izinkan aku tetap menyampaikan keinginanku dengan tegas. Aku tetap tidak berkehendak melanjutkan ikatan ini. Memang, harus aku akui bahwa pertunangan ini bermula karena tindakan yang kurang bijaksana yang pernah aku lakukan di masa lalu aku bertindak tanpa berpikir panjang, membiarkan perasaan buta menguasai akal sehatku, dan akhirnya membawa kita semua ke dalam situasi yang rumit ini. Namun kesalahan di masa lalu tidak seharusnya menjadi hukuman yang membelenggu masa depan selamanya. Aku ingin memperbaikinya, bukan terjebak terus di dalamnya.”

1
khemjira
lnjt ka, cium aja udh🤭🤭🤭
Noveni Lawasti Munte
hahhaha si sbella tidak sadar masuk perangkap🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!