Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nyaris jadi arwah.
"Krucukkk.. Krucukkk..," bunyi perut Arin.
Arin nampak tertawa cengengesan ketika perutnya malah berbunyi dengan begitu kencang, beberapa orang yang melihat itu mereka tersenyum sembari menatap Arin.
"Ternyata perutku tidak bisa dikondisikan." ucap Arin yang kemudian menoleh menatap si mucikari. tangannya dengan cepat mengambil beberapa perhiasan si mucikari juga dia mengambil uang koin milik si mucikari. "Dasar tua-tua otaknya jahat, aku ambil nih uangmu..," ucapnya. setelah itu Arin meminta semua orang untuk pergi.
"Kamu mau ke mana nona?" tanya si wanita yang diselamatkan Arin.
"Dengarkan aku baik-baik, jalani hidupmu, jangan mau sama pria seperti itu, lebih baik sendiri tapi hidup masih selamat. Daripada bersama pria yang akan membunuhmu dengan perlahan." kata Arin yang kemudian meminta si wanita untuk pergi.
Arin pergi dari tempat itu melangkah mencari rumah makan karena perutnya terus berbunyi. setelah berjalan cukup jauh Arin melihat sebuah rumah makan yang dari luar saja sudah tercium bau begitu menggoda.
"Pasti di sini makannya enak." ucap Arin yang kemudian masuk ke dalam rumah makan itu.
"Kamu mau apa?" tanya salah satu pelayan yang melihat Arin masuk.
"Nggak sopan banget sih, kalau jadi pelayan itu siapa pembeli dengan ramah biar tempatmu ini tambah ramai." kata Arin yang kemudian duduk di salah satu kursi. dia memesan beberapa makanan yang menurutnya tidak pernah dia lihat di dunianya dahulu.
"Ini, olahan bebek saja. berikan semuanya masakan itu padaku." minta Arin.
"Apa kamu bisa menghabiskannya? Kamu kan sendiri nona?" tanya si pelayan.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh makan banyak ya?" tanya Arin balik.
Si pelayan nampak tersenyum, dia yang melihat pakaian Arin nampak sederhana tentu saja dia takut kalau Arin tidak bisa membayar. karena Arin menunjukkan uang yang ada di tangannya, dan akhirnya pelayan itu mengambilkan makanan untuk Arin.
Tak berselang lama akhirnya Arin mendapatkan apa yang dia inginkan, di depannya sudah ada beberapa hidangan olahan bebek lezat. "Wow.. ini lezat banget." ucap Arin sembari mengusap mulutnya. Air liurnya hendak menetes setelah melihat makanan yang ada di depannya.
Bau harum tercium hingga membuat perutnya semakin keroncongan. "Silahkan dimakan nona." kata si pelayan. Arin menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia bertanya mengenai toko pakaian.
Setelah mendapatkan informasi mengenai toko pakaian akhirnya Arin makan makanan yang sudah dia pesan, wajahnya terlihat begitu cerah ketika dia melahap beberapa porsi makanan yang sudah tersaji. "Ini benar-benar sangat lezat." ucap Arin yang makan dengan begitu lahapnya. perutnya yang keroncongan itu langsung berhenti berbunyi.
Dari tempat duduk yang berseberangan dengan Arin, si pria yang dari tadi menatap Arin juga mengikutinya.
"Lihatlah Yang mulia, ternyata gadis itu porsi makannya banyak juga." kata si pengawal.
Namanya Kaisar Qianro, dia adalah Kaisar di dunia manusia dan dia adalah penguasa yang menguasai hampir seluruh lembah yang ada di dunia manusia.
"Kamu benar sekali, gadis itu benar-benar sangat unik." jawab kaisar Qianro yang nampak terus memperhatikan Arin.
Dari luar tempat itu si pria bertopeng yang tidak lain adalah komandan Yong-an, nampaknya dia terus mencari keberadaan Arin, tubuh Arin yang sudah bercampur dengan bangsa siluman itu membuat komandan Yong-an dengan begitu mudah mendapatkan keberadaannya.
"Ternyata kamu ada di sini?!" seru komandan Yong-an ketika melihat Arin ada di rumah makan.
Arin menoleh mengikuti asal suara keras tersebut, kedua mata Arin nampak terbelalak ketika melihat sosok yang terus mengejarnya itu. "Ya Tuhan.. kenapa si topeng monyet itu mengikuti ku." ucap Arin yang meletakkan sumpitnya. Dia kemudian bersendawa setelah makan.
"Akhirnya aku bisa menemukanmu, siluman wanita!" seru komandan Yong-an yang kemudian berjalan mendekati Arin.
Arin sendiri menatap si pria yang dia panggil dengan panggilan si topeng monyet. "Hei tuan, ngapain sih kamu ngikutin aku terus! dari tadi memanggilku wanita siluman. Kamu kira aku ini siluman?!" jawab Arin yang kemudian mengusap mulutnya. Beberapa hidangan yang tersaji sudah habis di lahapnya.
"Berani sekali kamu berkeliaran di dunia manusia, wahai siluman!" seru komandan Yong-an.
Arin nampak diam tanpa mengeluarkan suara sama sekali. "Dasar sinting! Kamu itu terus menerus memanggilku siluman, kedua matamu apa tidak bisa melihat kalau aku ini seorang manusia, seorang gadis cantik yang kakinya menampak di tanah." jawab Arin yang masih santai.
Komandan Yong-an menyerang Arin hingga membuatnya sedikit terlempar dari tempat duduknya.
"Siapa orang itu?" ucap tanya Kaisar Qianro ketika melihat seorang pria bertopeng tiba-tiba menyerang Arin.
"Bukankah itu adalah komandan Yong-an, Yang mulia." jawab pengawal Zeros.
Wuss..
Komandan Yong-an mulai menyerang Arin, pedangnya terus menyerang Arin tanpa henti.
"Ya ampun.., ini orang menyebalkan banget." ucap Arin yang sudah tersudut.
"Akhirnya aku akan membunuhmu!" seru komandan Yong-an.
"Hei, apa yang kamu lakukan?!" seru pelayan rumah makan.
Wuss...
Zlepp..
Pisau melesat dan hampir mengenai pelayan.
"Uuu..," pelayan itu ketakutan.
"Akan ku bunuh kamu siluman!" seru komandan Yong-an.
"Mati aku.. Beneran mati deh..," kedua mata Arin menutup, ia seakan pasrah.
Tranggg..
Wuss..
Kaisar Qianro menangkis pedang komandan Yong-an.
"Beraninya kamu!" seru komandan Yong-an.
"Apa kamu berani melawanku?" Kaisar Qianro menatap komandan Yong-an.
Deg..
Sang komandan terkejut, dia menatap pria yang ada di depannya. "Yang yang mulia." ucapnya.
Arin di tarik oleh Kaisar Qianro, pria itu mendekapnya dan melindungi Arin.
"Ini orang siapa?" Arin mendongakkan kepalanya, dia menatap pria bertubuh tinggi dan kekar. "Wahhh..., ganteng banget..," ucap Arin dengan mata terpesona.
"Ampun.. Ampuni hamba, Yang mulia." ucap komandan Yong-an. Dia langsung berwujud di depan Kaisar Qianro.
"Apa yang sedang kamu lakukan, komandan? Kenapa kamu hendak membunuh gadis ini?" tanya kaisar Qianro.
Belum sempat membuka mulutnya, Arin langsung menyahut perkataan kaisar Qianro.
"Iya, pria topeng monyet ini jahat banget. Dia mau membunuhku. Nyaris saja aku jadi arwah penasaran." sahut Arin.
"Ampuni hamba Yang mulia, dia adalah siluman. Dia makhluk yang berbahaya." jawab komandan Yong-an.
"Dasar pembohong, kamu itu pembohong! Enak banget kalian bilang aku siluman! Lihat aku baik-baik!" seru Arin yang langsung meninggikan suaranya. Jarinya menunjuk wajah komandan Yong-an dan mulutnya terus memaki komandan Yong-an.
"Hem..," pengawal Zeros menahan tawa.
"Kau!" komandan Yong-an menahan amarahnya.
Kedua mata kaisar Qianro melotot menatap komandan Yong-an. "Apakah kamu bisa menjelaskannya, komandan?" tanya kaisar Qianro.
"Ya Tuhan.. Kenapa dia jahat banget..," ucap lemah Arin.
"Dia ini pembohong, dia ini siluman." kata komandan Yong-an.
Dengan mengunakan kekuatannya, kaisar Qianro meraba aura yang di miliki oleh Arin. "Dia manusia." gumam kaisar Qianro dalam hati.
"Dasar wanita siluman." ucap komandan Yong-an.
"Dasar pria topeng monyet." balas Arin.
"Aku ini manusia, bukan monyet." kesal komandan Yong-an.
"Aku juga bukan siluman, jadi jangan panggil aku gadis siluman." jawab Arin yang masih berada bersama Kaisar Qianro.
*bersambung*