NovelToon NovelToon
Zombie Apocalypse : The Runner

Zombie Apocalypse : The Runner

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Sci-Fi / Zombie / Pemain Terhebat / Hari Kiamat / Kehidupan Tentara
Popularitas:59.7k
Nilai: 5
Nama Author: Juan Atma Wikarta

Kisah ini dibawakan dari seseorang bernama "Jason" yang bertahan hidup di tengah bencana besar yang melanda seluruh umat manusia. Dia dipertemukan dengan orang-orang luar biasa yang membuatnya berubah menjadi sosok paling kuat diantara yang lainnya. Kekacauan dan pertikaian terjadi dimana-mana. Dunia sakit dengan selimut gelap gulita tanpa rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juan Atma Wikarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Selesai mandi, Komandan Jigan dan dua temannya itu langsung dibawa ke sebuah kamar untuk berganti pakaian. Kemudian dilanjut dengan menuju ke jamuan makan siang. Mereka disuguhi berbagai macam makanan dan minuman yang sama sekali belum pernah mereka nikmati sebelumnya.

Mereka masih bertanya-tanya dalam benak mereka masing-masing. Siapakah yang telah mempersiapkan semua ini? Ada hubungan apa Jason dengan orang-orang yang ada di tempat ini? Kenapa semua orang begitu menghormatinya?

Jason dan Dennis juga ada disana, menyantap makanan dan minuman bersama mereka. Makanan itu terdiri dari daging dan sayuran. Namun rasanya sangat nikmat dan begitu lezat. Belum pernah mereka merasakan masakan seperti ini sebelumnya. Bahkan makanan di Restoran berbintang juga pasti kalah saing kalau diadu dengan semua makanan dan minuman yang tersedia di meja besar ini.

"Maaf Jason, aku hanya penasaran. Boleh aku bertanya sesuatu?" kata Komandan Jigan.

"Ya. Tentu saja. Dan kau pasti mempertanyakan soal semua inikan?"

"Ya. Kau sudah tahu itu. Aku sama sekali tidak meragukanmu. Aku hanya tidak bisa percaya dengan semua yang aku lihat sekarang. Orang-orang di luar sana saling bunuh dan saling serang hanya untuk mendapatkan makanan. Tapi kita, kita bisa makan enak tanpa harus bersusah payah."

"Sahabatku. Kau tidak akan mendapatkan semua jawabannya jika kau tidak mempelajarinya sendiri, atau pun bertemu dengan para petinggi di tempat ini. Tanah ini adalah tanah yang dulunya dibangun dengan darah. Konon, rumah ini dulu hanyalah lahan kosong yang sering digunakan untuk mengeksekusi orang-orang yang berkhianat."

"Berkhianat? Kepada siapa?" tanya Komandan Jigan mulai penasaran.

"Semua orang yang ada di tempat ini, dipimpin oleh satu orang. Orang itu sangat dihormati dan sangat ditakuti. Tidak ada satu pun makhluk yang berani menyentuhnya. Dia adalah Sang Regina."

"Sang Regina?"

"Ya. Dalam bahasa kuno, Regina artinya Ratu. Dia adalah orang yang menjadi pemimpin tunggal di tempat ini. Dan tempat ini tidak masuk dalam wilayah negara mana pun. Karena saat kau melangkahkan kakimu di tempat ini, kau bukan lagi manusia bumi."

Komandan Jigan, Burhan, dan Lukas hanya diam melongo mendengar semua cerita itu. Mereka lalu tertawa karena bingung harus menjawab apa. Semua bukti sudah menunjukkan kalau kehidupan masyarakatnya memang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Dari langit dan kondisi alamnya pun sangatlah berbeda.

Mereka bertiga lalu diam dan saling pandang satu sama lain. Daging lezat yang masih mereka kunyah di dalam mulut mereka seakan tidak mau masuk ke tenggorokan. Komandan Jigan menatap Lukas dan membenarkan kecurigaan Lukas mengenai tempat ini. Namun dia tidak mengatakannya.

Semua itu hanya ada dalam pikiran mereka masing-masing, yang sedang terombang-ambing entah kemana. Hal yang mungkin sangat lucu untuk mereka ceritakan kepada semua orang jika mereka telah kembali dari tempat ini. Pasti seekor kuda pun akan mengejek mereka karena menganggap mereka hanya mampir di alam mimpi.

"Itulah kenyataanya Komandan Jigan, Lukas, dan kau Burhan. Semua hal yang kalian anggap tidak normal, justru sangatlah normal bagi semua orang yang ada di tempat ini. Dan masih banyak lagi hal-hal tidak normal yang perlu kalian lihat. Aku bahkan punya seseorang yang memiliki ekor seperti kera. Dan dia adalah juru masakku. Kalian telah memakan makanannya dengan sangat lahap. Tapi jangan khawatir! Kami semua sangat menjaga kebersihan."

"Oh sial. Aku lebih baik kelaparan." ucap Lukas lirih pada Komandan Jigan.

"Sssstttt! Aku akan memukulmu Lukas!" ancam Komandan Jigan memperingati Lukas untuk kesekian kalinya.

Lukas terlihat mulai tidak menikmati makanannya. Dia membayangkan seekor kera yang sedang memasak. Bulu-bulunya yang lebat dan keringat tubuhnya yang bau telah dicampurkan dengan masakan ini. Bahkan dengan bodohnya Lukas juga membayangkan air liur yang keluar dari mulut kera itu.

Tapi ternyata hal itu juga sama dirasakan oleh Burhan. Bahkan dia membayangkan hal-hal bodoh yang ekstrem lagi. Dia juga memberikan semua makanannya itu kepada Komandan Jigan yang masih tetap lahap menyantap semua makanan itu. Dennis dan Jason hanya tertawa melihat Lukas dan Burhan yang semakin aneh.

Rasa lapar diperut mereka seketika lenyap. Mereka sudah tidak memiliki selera lagi untuk makan. Mereka hanya meminum air putih yang ada di depan mereka. Beberapa saat setelah mereka meneguk air putih itu sebanyak mungkin, datanglah seorang perempuan yang memiliki tubuh sangat tinggi, dan sangat ramping. Dia juga mempunyai ekor seperti yang Jason sebutkan tadi.

Namun perempuan itu lebih pantas disebut seekor kucing, bukan seekor kera. Wajahnya juga sangat manis. Bulu-bulu ditubuhnya berwarna putih dan sangat halus. Matanya yang sipit dengan bola mata berwarna biru muda, menambah kesan elegan pada diri perempuan itu. Lukas, Burhan, dan Komandan Jigan pun terpana melihat kedatangan perempuan itu.

"Sepertinya ada yang tidak suka dengan makanan kita, Tuan Jason." ucap perempuan itu.

Karena tertarik dengan kecantikan perempuan itu, Lukas dan Burhan seketika mengambil kembali makanan mereka. Mereka juga mengambil makanan lagi dalam jumlah banyak, yang melebihi porsi perut mereka.

"Oh tidak Nona. Sama sekali tidak ada yang meragukan masakan ini. Masakanmu sangat lezat, dan kami semua sangat menikmatinya." kata Lukas memuji perempuan itu.

"Ah.. Benar Nona. Masakanmu sangat enak dan pantas untuk kami puji. Kami berdua bersedia untuk menyantapnya, jika kau berkenan memberikan masakanmu lagi kepada kami." sambung Burhan.

"Hmmm.. Tapi sepertinya waktu makan sudah habis. Semuanya telah diatur dengan sangat teliti di tempat ini. Kami semua selalu tepat waktu dalam hal apa pun. Silahkan taruh sisa makanan kalian di meja itu." jawab perempuan itu.

Komandan Jigan dan yang lainnya hanya tertawa mendengar ucapan wanita itu. Karena sudah pasti, Burhan dan Lukas merasa sangat malu dengan jawaban perempuan itu. Perempuan itu memanggil beberapa temannya untuk membereskan meja makan. Dan hanya menyisakan beberapa makanan kecil untuk pencuci mulut disana.

"Oh. Sepertinya ini hari yang buruk untuk kalian berdua." ledek Dennis pada Burhan dan Lukas.

Mereka kembali tertawa bersama karena ledekan itu. Kemudian Jason memotong obrolan mereka, karena ada suatu hal penting yang harus mereka bicarakan. Suatu masalah besar yang saat ini tengah mereka hadapi bersama. Walau pun Jason bisa saja memutuskan untuk tinggal di tempat ini selamanya, tapi Jason lebih memilih untuk bertarung dengan sahabat-sahabatnya di luar sana.

Apalagi sekarang situasi di luar sudah semakin rumit. Terutama dengan Negara Sanda yang sekarang entah sudah seperti apa bentuknya. Belum pernah ada peristiwa yang bisa menyamakan kekacauan yang terjadi di Negara Adikuasa itu. Semuanya tak bisa digambarkan dengan mudah. Situasi carut marut tak karuan. Mayat hidup berlarian kesana kemari mencari mangsa yang muncul di depan.

1
Nanikk Tjahya Suryani
jng lama2 deuuuhhhh 😁
Nanikk Tjahya Suryani
tdinya mau simpatik eeehhh dia malah ubah haluan.... jdii gedek sndrii
Nanikk Tjahya Suryani
sampe pegel baca beginian.....
udh gnti posisi gmna bae
Juan Atma W: Eaalaaahh😂 kenapa kak?😂🤭
total 1 replies
Nanikk Tjahya Suryani
pertnyaanku mah bgaimana dgn kakek Patrick dan laksa????
gak jelas😑
anjingnya si tuan patrick keknya lebih berguna daripada si bety bego itu
Juan Atma W: wkwkk... sabar kak sabaar😂🤭
total 1 replies
gak jelas😑
si bety bisa nggak dijadiin tumbal aja buat zombienya
Kue Keju
novel ini banyak banget nilai amanatnya. sangat bagus
Juan Atma W: makasih kakak
total 1 replies
Kue Keju
Belum tau aja dia gimana orang Indo 😌
Juan Atma W
Sam itu yang punya kelompok pasukan khusus kak, yang tujuannya untuk menanggulangi wabah
Kue Keju
Sam yg mana ya? aku udah lupa soalnya udah lama gak baca ni novel
B⃟cMarwa
pembuka yang keren Thor
Juan Atma W: makasih kak😊🙏🙏🙏
total 1 replies
Berkah Anak Negeri
Farah udh ga jd chef lg sekarang yak 😅
Kue Keju: jadi Bandit dia sekarang 😂
total 1 replies
Berkah Anak Negeri
ni settingan ceritanya dimana yak.. Australia atau Selandia Baru?
Berkah Anak Negeri
lho kapan perang ama Farah yak
Berkah Anak Negeri
Parah banget kelakuan Farah 😅
Berkah Anak Negeri
kayaknya state of survival ni ujungnya 😅
Berkah Anak Negeri
hakuna matata 😅
Berkah Anak Negeri
ni anjing apa alien nyamar yak 😅
Berkah Anak Negeri
lho katanya Roland sering k markas hpc.. kok ga percaya.. kepriben Iki
Berkah Anak Negeri: wokeh Thor.. lanjuuuut
total 2 replies
Berkah Anak Negeri
Patrick temannya spounge Bob? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!