NovelToon NovelToon
Lenka Zero

Lenka Zero

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Fantasi / Supernatural / Barat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: SAEFUL ADAM

Dalam perang dunia ke-3, semua penyihir dan esper di dunia di kerahkan oleh masing-masing negara. Seorang pemuda yang awalnya hanya merupakan seorang korban penculikan dan dijadikan tawanan perang, pada akhirnya menjadi seseorang yang akhirnya menghentikan perang tersebut.

Dia memiliki kekuatan fisik, dan teknik bertarung yang tinggi. Dia juga memiliki kemampuan untuk melenyapkan segala kekuatan-kekuatan abnormal yang biasanya hanya ada di film-film atau dunia fantasy. Dengan kekuatan dan keahlian bertempurnya, dia menghentikan peperangan tersebut seorang diri.

Setelah perang usai, beberapa tahunpun telah berlalu dan pemuda itu memulai kehidupan normal yang dia inginkan. Namun, suatu hari dia bersama teman-temannya dipanggil ke dunia lain. Dunia yang dipenuhi dengan monster, sihir, dan juga keberadaan-keberadaan makhluk dunia fantasy lainnya.

Disinilah awal dari legenda seorang pemuda yang akan menjadi Raja dari para Raja, Raja dari para Dewa dan Raja bagi seluruh duniapun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAEFUL ADAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 – Mimpi!

Aku tidak tahu apa penyebabnya, sejauh hal yang dapat ku ingat hanyalah kegelapan yang sangat pekat, dan dalam.

Aku tidak dapat melihat apapun.

Aku tidak dapat merasakan apapun kecuali rasa dingin yang tak tertahankan.

Aku mencoba mengingat-ingat, namun seberapa keras aku mencoba melakukannya, aku tetap tidak bisa mengingatnya.

Entah kenapa, aku mulai merasa takut. Aku mencoba untuk menenangkan diriku dengan mengendalikan pernafasanku. Berpikir dengan tenang dan kendalikan emosiku.

Aku merasa tenang sekarang. Aku mulai mengamati sekeliling, namun aku tidak menemukan apapun. Hanya ada kegelapan sejauh mata memandang.

“Kenapa semuanya gelap sekali, dan kenapa sangat dingin disini?”

Aku terus melangkah, tak peduli kemana arahnya. Setelah berjalan hingga beberapa jam, akhirnya aku mulai kesal dan ingin berteriak sekeras mungkin.

Tepat setelah aku akan mulai berteriak, tiba-tiba saja terdengar sebuah suara ….

“… Kenapa?” (???)

“Hm?!”

Aku mendengar seseorang berbicara. Suaranya terdengar sangat lemah, seperti suara seorang anak kecil yang sedang menangis dan menahan rasa sakit.

“… Kenapa semua ini terjadi padaku?” (???)

Suara itu terdengar lagi. Aku mencari dari mana asal suara itu, dan menemukan sebuah bola cahaya yang sangat kecil.

“Siapa saja … kumohon …”

Aku bisa mendengar suara itu berasal dari bola cahaya ini. Karena penasaran, aku menyentuh bola cahaya itu dengan jariku.

Saat aku menyentuhnya, tiba-tiba saja pandanganku berubah seketika. Aku tiba disuatu tempat yang sangat menakutkan. Aku bisa mencium bau yang tidak asing dan sangat menjijikan.

“Dimana ini?”

Aku melihat darah, dan mayat-mayat monster besar sejauh mata memandang. Terdengar suara gemuruh petir dari langit yang ditutupi oleh awan tebal berwarna merah darah yang terus bergerak. Kilat menyambar dimana-mana, dan atmosfer terasa sangat mencekam.

Aku memperhatikan wujud dari mayat-mayat monster. Aku tidak asing dengan monster-monster ini.

Setelah aku menelusuri ingatanku, akhirnya aku mengingatnya. Meskipun berbeda, Monster-monster ini memiliki wujud yang mirip dengan Doom yang pernah kulawan. Aku juga merasakan sisa-sisa kekuatan yang mirip dengan Doom dari mayat-mayat monster itu.

Tidak salah lagi, semua mayat monster ini adalah Doom. Seperti yang pernah dikatakan oleh Astrea dan Dewa lainnya, Doom adalah nama dari sebuah ras. Jadi, monster-monster ini adalah Doom.

Sungguh menakutkan, hanya satu Doom saja sudah membuatku sangat kesulitan, namun sekarang aku melihat ada jutaan dari mereka. Aku bersyukur karena mereka semua telah mati.

Tapi, siapa orang yang mampu membunuh mereka semua? … Siapapun itu, pasti kekuatannya benar-benar gila.

Aku berjalan melewati setiap mayat, tak peduli kearah mana. Aku bingung, apa yang harus kulakukan sekarang? Kemana aku harus pergi?

Tak lama kemudian, aku mendengar suara orang yang sedang menangis.

Aku dengan cepat bergerak kearah suara itu berasal.

Namun, saat aku sudah dekat dengan suara itu, aku melihat seorang anak kecil yang sedang menangis di tengah-tengah ratusan mayat manusia. Melihat itu, aku langsung menghentikan langkahku dengan terburu-buru.

“…”

Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasakan sesuatu yang sangat buruk dan menyakitkan. Aku merasakan sesuatu yang familiar dengan keadaan ini.

“Hahh … hahh … hahh!”

Nafasku menjadi berat, keringat dingin bercucuran, dan tubuhku tak bisa berhenti gemetar.

Melihat mayat-mayat manusia itu, aku merasakan suatu kesedihan dan kemarahan yang sangat dalam.

Aku ingin menangis.

Aku ingin berteriak.

Akan tetapi, melihat anak kecil yang sedang menangis itu, membuatku berpikir untuk menahan semua perasaanku. Aku kembali menenangkan diriku.

Aku yakin, aku mengenali mayat-mayat itu di masa lalu. Tapi, sekeras apapun aku mengingat, aku tidak bisa mengingatnya.

Lalu, aku mengalihkan pandanganku pada anak kecil yang sejak tadi terus menangis.

Aku juga merasa sangat familiar dengan anak itu. Lebih tepatnya, aku merasa sangat dekat dengannya. Anak itu terlihat berusia sekitar 5-6 tahun, dia terlihat sangat lemah dengan tubuh kecilnya.

Pakaiannya rusak dan dipenuhi dengan darah. Dia memiliki banyak luka yang jelas dan cukup parah di beberapa bagian tubuhnya.

Melihat mayat-mayat manusia disekelilingnya, membuatku berpikir kalau mereka mati karena melindungi anak ini.

Apakah mereka yang telah membantai monster-monster itu? … aku bertanya-bertanya.

“H-hei, dik! … apa kau baik-baik saja?”

Sudah jelas dia tidak baik-baik saja, tapi aku tetap menanyakannya. Itu karena aku tidak tahu apa yang harus kukatakan. Aku mencoba untuk bertanya dengan tenang pada anak itu, namun tidak ada balasan darinya.

Aku mendekatinya dan duduk disampingnya. Lalu, aku mencoba menyentuh pundaknya. Namun, tanganku menembus anak itu saat aku melakukannya.

Aku mencoba berkali-kali untuk menyentuhnya, tapi tetap tidak berhasil. Seolah-olah, tubuhku ini hanyalah roh tembus pandang yang tak bisa menyentuh apapun. Sepertinya, dia juga tidak bisa melihatku.

Aku menyerah untuk mencoba menyentuhnya, dan mencoba berbicara padanya.

“Hei, dik! Apa kau bisa mendengarku?”

Anak itu tidak menjawab dan terus menangis. Sepertinya, bahkan suaraku tidak bisa didengarnya.

Tak lama kemudian, anak itu mulai berbicara ….

“Kenapa? … kenapa semua ini terjadi padaku? … hiks, … kenapa hanya aku yang bertahan? … hiks, … kenapa semuanya meninggalkanku sendirian?”

Anak itu terus menangis dan mengeluarkan keluhannya.

“… siapa saja … kumohon … hiks, … kumohon … tolong aku!”

Entah kenapa, semakin lama, aku semakin akrab dengan penampilan, dan suara anak ini. Mendengar permintaan tolongnya, aku jadi sangat ingin menolongnya.

Tetapi, dalam keadaan ini yang membuatku tak bisa menyentuh dan berkomunikasi dengannya, membuatku menjadi bingung “Apa yang harus kulakukan?”

Tak lama kemudian, aku merasakan sesuatu yang sangat berbahaya akan datang. Aku berdiri dan melihat ke sekeliling.

Di kejauhan, aku dapat melihat ada banyak sekali Doom sedang mendekat kearahku.

Glek!

Karena gugup, aku menelan ludahku.

Aku dengan cepat mencoba memperingatkan anak kecil itu untuk melarikan diri.

“Hei, dik! Cepat lari, ada banyak monster datang ke arah kita!”

Namun, tidak ada tanggapan dari anak itu. Dia tidak bisa mendengarku. Aku kembali melihat ke arah monter-monster itu.

“Apa?!”

Aku menjadi sangat panik, karena monster-monster itu sudah sangat dekat. Lalu, tiba-tiba saja anak itu berdiri.

Dia sudah berhenti menangis, dan auranya berubah drastis. Aku mendengar dia mengatakan sesuatu dengan suara yang seperti berasal dari kedalaman jurang yang sangat dalam.

“… tak peduli sebanyak apapun, sekeras apapun aku meminta tolong. Tetap tidak akan ada yang menolongku!”

“… sekarang, aku sendirian!”

“Semua ini, karena aku bodoh, pengecut dan lemah! Aku jadi tidak bisa melindungi semua yang berharga bagiku!”

Suara yang membuatku merinding dan tak terdengar seperti suara anak kecil. Dia terus mengatakan kata-kata hinaan untuk dirinya sendiri. Aku bisa melihat kesedihan dan keputusasaan yang teramat dalam darinya.

Namun, tak tahu apa sebabnya, aku juga merasakan kesedihan dan keputusasaan yang sangat dalam dari diriku. Aku tidak mengerti kenapa.

Perasaan ini bahkan jauh melampaui perasaan yang kurasakan saat kehilangan rekan-rekan berhargaku di perang dunia ke-3 dulu. Hatiku merasa seperti akan hancur dan ada perasaan menginginkan kematian diri sendiri yang sangat kuat.

Aku tidak bisa menahannya, dan akhirnya aku jatuh, menangis tersedu-sedu sambil mencengkram dadaku.

Tiba-tiba saja, aku merasakan sebuah tatapan.

Saat melihat kearah dimana tatapan itu berasal. Ternyata, yang menatapku adalah anak itu. Dia melihatku dengan tatapan yang tajam dan menakutkan, seolah aku adalah musuh bebuyutannya.

Bukankah dia tidak bisa melihatku? Itulah yang kupikirkan.

Saat aku kembali menatapnya, aku memperhatikan wajahnya. Setelah beberapa saat, aku terkejut. Wajahnya sangat tidak asing, tidak, lebih tepatnya aku sangat mengenal wajah itu.

“K-kenapa? Kenapa wajahnya mirip denganku?”

Dia sangat mirip denganku, lebih tepatnya mirip denganku ketika aku masih kecil. Setelah itu, tiba-tiba saja segalanya berhenti bergerak, seolah waktu telah berhenti. Aku melihat kearah pasukan Doom, mereka juga berhenti bergerak.

Lalu, anak itu berkata ….

“Kenapa? Kenapa kau melupakan semuanya?”

Hah? Apa maksudnya? Melupakan apa? Apa dia berbicara denganku?

“Kenapa kau melupakan semua ini?”

Dia berbicara padaku! Dan apa yang kulupakan?

“Keluarga dan teman-teman yang telah berjuang bersama dan terus melindungimu, orang yang kau cintai, penderitaan dan keputusasaanmu, kesedihan dan rasa sakitmu, amarah dan dendammu, … dan juga janjimu!”

“…”

“… Kenapa kau melupakan semua itu?”

Setelah dia mengatakan itu semua, tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu telah menembus jantungku.

Saat kulihat, ternyata itu adalah tangan dari anak itu. Tangannya telah menusukku tanpa bisa kusadari.

“Gokho!”

Aku memuntahkan darah segar dari mulutku setelah anak itu mengeluarkan tangannya dari tubuhku. Dapat dilihat dengan jelas, lubang yang menganga tercipta di dadaku oleh tangannya yang telah menembusku.

Tapi, meskipun jantungku telah hancur, dan kehilangan banyak darah, aku tidak merasakan sakit sedikitpun. Aku hanya syok dan kebingungan dengan apa yang terjadi.

Tak lama setelah itu, lubang di dadaku menutup dan kembali normal. Bahkan pakaian yang rusak dan terkena darah juga kembali seperti semula. Semuanya kembali normal seolah-olah luka yang kuterima tadi tidak pernah ada.

Anak itu melihatku dengan tajam dan dipenuhi dengan kemarahan.

Aku mengingat apa yang dikatakannya, keluarga, teman, kesedihan, penderitaan, keputusasaan, amarah, dendam dan … janji.

Saat di Bumi, aku mengalami banyak hal dan aku mengingat semuanya, tidak pernah aku berpikir untuk melupakannya.

“Bukan di Bumi! Tapi, di Dimensi Kehancuran!” Anak itu menegaskannya.

“Dimensi Kehancuran?” Itu adalah tempat yang pernah dikatakan oleh para Dewa. Dunia dimana para Doom berasal.

Sekarang aku mengerti. Jadi, dunia yang mengerikan ini adalah “Dimensi Kehancuran”, dan monster-monster itu memanglah Doom.

Lalu, anak ini dan orang-orang yang telah tewas ini mungkin adalah orang yang telah terjebak disini.

Tapi, aku masih tidak mengerti. Kenapa dia mengatakan kalau aku melupakan hal-hal di Dimensi Kehancuran? Apa aku pernah berada di Dimensi Kehancuran sebelumnya? Apa aku pernah mengenalnya?

“Jadi, kau masih belum mengerti juga!”

Apa dia bisa membaca pikiranku?

“Ya!”

Hei, itu tidak sopan untuk membaca pikiran orang.

“Hmph!”

Dia mendengus padaku. Kemana perginya anak kecil yang putus asa tadi.

Setelah itu, waktu kembali berjalan dan pasukan Doom kembali bergerak.

Dia berjalan perlahan melewatiku dan berkata dengan tegas ….

“Ingatlah! Kau harus segera memulihkan dan mengembalikan semua ingatan masa lalumu. Jika tidak, kau akan kehilangan semua hal yang berharga lagi, dan juga … ada janji yang harus ditepati!”

“Meskipun kau berkata seperti itu, aku tidak tahu bagaimana caranya.”

“Temui semua ksatria dan pelayanmu yang tersebar di berbagai dunia, kumpulkan mereka semua dan mereka akan membantu untuk mengembalikan ingatanmu!”

“Ksatria? Pelayan? Kau berbicara seolah aku memilikinya.”

“Kau punya dan kuyakin mereka juga sedang mencarimu saat ini!”

“… Baiklah.”

Entah kenapa, aku merasa kalau yang dia katakan adalah benar. Lalu, dia pun meneruskan langkahnya kearah para Doom.

“O-Oi! Apa kau ingin melawan mereka?”

“Tentu saja, mereka adalah alasan terbesar kenapa aku menderita!”

“… Kau ini sebenarnya siapa?”

Saat aku menanyakannya, dia berbalik dan menatapku.

“… Aku … adalah kau, dan kau … adalah aku!”

“… Hah?”

Tepat setelah dia mengatakan itu, tiba-tiba saja bumi dan langit bergetar dengan hebat. Atmosfer berubah menjadi sangat berat sehingga aku tidak bisa berdiri dengan tegak.

Pasukan Doom didepan mata, anak itu berbalik dan berlari dengan kencang kearah mereka. Lalu, sesuatu yang tidak bisa dipercaya terjadi.

Dalam sekejap, ribuan Doom dihancurkan olehnya. Dia menyerang secara membabi buta, tak ada sedikitpun teknik didalam serangannya, dia hanya menyerang secara asal, melempar, memukul dan menendang.

Hanya dengan melihat, aku bisa tahu kalau dia hanyalah amatiran. Tapi,

“Dia sangat kuat, dan refleknya di luar akal sehat!”

Para Doom yang masing-masingnya memiliki tingkat regenerasi yang sangat tinggi dan kekuatan yang sangat besar, mati ditangannya dengan sangat mudah seolah mereka bukan apa-apa.

“Ini gila!”

Tak butuh waktu lama hingga pasukan Doom yang jumlahnya melebihi satu juta mati ditangannya.

Setelah semua pasukan Doom habis dibantai olehnya. Dia tidak melepaskan kewaspadaannya dan melihat ke langit.

Saat aku mengikuti arah kemana dia melihat, aku bisa melihat beberapa makhluk dilangit.

Ada 11 makhluk disana. Makhluk-makhluk itu memiliki aura yang jauh berbeda dengan pasukan Doom sebelumnya. Hanya dengan kedatangan mereka saja, membuat bulu kudukku berdiri.

Aku tidak pernah merasa takut pada apapun, tapi melihat makhluk-makhluk itu membuatku merasakan perasaan takut yang hebat untuk pertama kalinya.

“Mereka adalah musuhmu, dan mereka akan selalu mengincarmu!”

Anak itu tiba-tiba saja mengatakan hal yang menakutkan.

“Apa maksudmu?”

“Seperti yang kukatakan, mereka adalah musuhmu dan akan selalu mengincarmu!”

“…”

Sekarang aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaan takutku. Tubuhku gemetaran dengan hebat, keringat dingin bercucuran dengan deras, dan sulit untuk mengatur nafasku yang tidak karuan.

“Saat ini kekuatan roh dan mentalmu tidak akan bisa bertahan jika berhadapan dengan mereka. Jadi, segeralah bangun dan jangan lupakan semua perkataanku sebelumnya!”

Tepat setelah dia mengatakan itu, dia mengeluarkan aura yang bahkan lebih kuat dari makhluk-makhluk itu sehingga membuatku menjadi tenang.

Aku bisa merasakan kekuatan yang tak terbatas dan tak terkalahkan dari anak itu.

“Akan kuingatkan lagi! Kau harus mengumpulkan semua ksatria dan pelayanmu. Lalu, pulihkan dan dapatkan kembali seluruh ingatanmu. Terakhir, tepati semua janjimu!”

Setelah itu, dia menyentuh dadaku dengan jari telunjuknya.

Pandanganku menjadi gelap dan saat aku membuka mata, aku dapat melihat pohon super raksasa yang sangat indah dan terang.

“Mimpi!”

Aku ingat sekarang. Setelah pertarungan ku dengan “3 Raja Bencana” berakhir, Ragniel, Dagras dan Exzarcs mengantarku ke Pohon Adam. Setelah itu, aku langsung tidur dibawah Pohon Adam untuk beristirahat dan bermimpi.

“Itu mimpi yang sangat menegangkan!”

Kemudian, aku tidur lagi.

1
Usin Csk
ini cerita ya ga dilanjutin thor
hermawan zakir
seperti membaca buku filosofi
anisa fadilah
mirip adegan dengan teknik serang bola rasenggan versinya sendiri
Kenka-san
Prolognya keren Thor🐻🔥🔥🔥
Usin Csk
sudah 2thn
Adam Setiawan
terlalu banyak sudah sudut pandang jadi rada membosankan
RSL
Semoga suatu saat akan diadaptasi menjadi Anime. 👍
zerozerozero
kok g lanjut lagi sih cerita nya thor... d lama g update nih... di tunggu updatenya thor... seru abis...
Bang Aprijaya
tolong baik para penulis,,mohon bartanggung jawablah atas karyanya sendiri,,masa nda ada kejelasannya,,ataupun kelanjutannya
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
rambut adik kecilmu gak gosong kan
zerozerozero
g update lg thor...
ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA
hi brow apak gak berencana lagi mau update ini novel
zerozerozero
odet versi lenka..mantap thor..👍👍👍
Usin Csk
ini ga di lanjutin lagi cerita min
Dek Redi
Yyyyy
Dek Redi
Y
∅Sang Penjelajah∅
thor ni novel ngk bakal lu lanjutin atau gimana?
ryuga
semangat thor
Anty Takarendehang
o
Anty Takarendehang
oo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!