NovelToon NovelToon
LENTERA TERUSLAH BERSINAR

LENTERA TERUSLAH BERSINAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Mafia / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:185.1k
Nilai: 5
Nama Author: ria aisyah

Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara guru dan muridnya. Romantisme mereka yang berlangsung secara sembunyi - sembunyi hingga ketahuan, terus bagaimana ya.. penasaran kan..

Lentera dan Rafael Xu alias Wisnu tokoh utama yang memiliki latar belakang berbeda. Siapakah Wisnu sebenarnya?

Akankah Tera berubah?

Dan apakah kisah cinta mereka berjalan mulus?

Simak kisah selengkapnya di novel ini.

Jangan lupa kasih like, favorit, vote, hadiah juga rate buat dukung karyaku ya Kak..

Terima kasih banyak atas supportnya..

Happy Reading..💗💗💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Sambut di Kalimantan

"Rafael!" Shuhan berdiri dari duduknya ketika melihat cucu semata wayangnya datang.

Sherly dan Renaldy papinya Wisnu menoleh seketika mengikuti arah pandang Shuhan. Mereka sontak ikut berdiri menyambut anaknya yang datang bersama seorang wanita asing.

"Selamat sore semuanya." Wisnu berjalan menghampiri mereka bersama Tera.

"Selamat sore." mereka menjawabnya pelan.

Tera sedikit gugup. Dia ikut saja apa yang dilakukan Wisnu. Mereka duduk bersama namun belum ada yang bicara.

"Kakek, Mami, Papi, ini Tera istri saya. Orang yang saya pilih untuk mendampingi saya." Wisnu membuka pembicaraan.

"Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau menikah, Rafa." ucap Shuhan.

"Barusan aku beritahu." jawab Wisnu santai.

"Anak nakal. Maksud kakek sebelum kalian menikah." Shuhan sedikit melunak. Melihat wajah natural Tera dia yakin kalau pilihan cucunya memang yang terbaik. Dia juga tidak ingin membuat Tera ketakutan.

"Kalau aku beritahu dulu sebelum menikah, apa kakek bisa menjamin Via tidak akan membuat onar?" Wisnu balik bertanya pada Shuhan.

"Maafkan kakek, kakek hanya takut kamu terlambat menikah. Selama ini kau tidak pernah punya pacar jadi jangan salahkan kakek bila mencarikanmu wanita." Shuhan membela diri.

"Kakek tahu kan akibatnya? Keluarga Fernant terus mendesakku untuk menikahi putrinya yang cengeng itu." Wisnu sedikit emosi.

"Bukankah kalian sudah mengenal sejak kecil dan sepertinya kalian terlihat dekat." Shuhan tak mau disalahkan.

"Semuanya tidak seperti yang kalian lihat. Bukannya sejak kecil kalian yang memintaku untuk selalu mengalah padanya. Sebenarnya aku sangat membencinya dari dulu." Wisnu tampak emosi.

"Kalian tahu di media dia selalu berbicara sebagai tunanganku sampai suatu ketika wartawan selalu mengincarku dimanapun aku berada. Aku sedikitpun tidak tertarik padanya. Tapi kalian memaksa aku menuruti keinginannya untuk menikah, seolah - olah dia putri yang harus selalu kalian sembah."

"Kakek pikir kau akan terlihat buruk dimata umum ketika tidak sesuai dengan yang diberitakan media." Shuhan menjelaskan alasannya.

"Kenyataannya berita itu sudah menguap dengan sendirinya kan? Seharusnya kakek tahu aku bisa membeli 10 kantor berita dan meratakan mereka yang mencoba mengusikku." Wisnu terlihat gusar.

"Sudahlah Rafa, maafkan kami. Kami menyesal memaksamu saat itu." ucap Sherly.

"Iya Mami. Jangan bilang kalian memintaku pulang juga atas desakan anak manja itu?" Wisnu menyelidik.

"Bu.. bu.. kan. Benar begitu kan, Pa?" Sherly meminta pembelaan Shuhan.

"Bukan karena desakan Via tapi memang kami ingin melihat menantu." ucap Shuhan.

"Tetap saja kalian mendengar tentang pernikahanku dari dia. Apa kalian tahu, dia mempermalukan kami di tempat umum. Dia memaki - maki Tera dan menuduhnya sebagai pelakor." Wisnu masih tampak kesal.

"Sudahlah, kalian pasti lapar dan lelah. Mari kita makan malam bersama." ucap Renaldy.

"Sayang, maafkan kau pertama datang harus melihat hal seperti ini." Sherly memeluk Tera.

"Tidak apa tante, sebelum menikah kak Wisnu.. maksud saya kak Rafa sudah cerita semuanya." jawab Tera.

"Hei, kau panggil apa tadi? Panggil aku mami seperti Rafa memanggilku." Sherly mencubit pipi Tera gemas.

"Kau nampak imut sekali sayang. Berapa umurmu?" katanya lagi.

"Sembilanbelas tahun, Mi." jawab Tera malu - malu.

"Wah, pantas kau sangat imut. Apa Rafa memaksamu menikah? Rafa tidak membuatmu kesulitan kan? Kau tahu dia sangat keras kepala." Sherly memberondong Tera dengan banyak pertanyaan.

"Mami, jangan membuat menantumu ketakutan. Nanti kami akan ceritakan tentang awal mula pertemuan kami. Sekarang kami lapar." Wisnu menarik tangan Tera mendahului mereka ke ruang makan.

Mereka berjalan menuju ruang makan yang luas. Ruangan itu tersambung dengan taman buatan yang sangat indah. Taman dengan air terjun dan bebatuan yang terlihat artistik.

Tera mengambilkan makan untuk Wisnu lebih dulu, baru dia mengisi piringnya sendiri. Shuhan nampak tersenyum mengamatinya. Mereka makan tanpa bersuara, hanya suara dentingan sendok yang beradu.

Setelah makan selesai Tera berniat untuk membereskan piring tapi dicegah oleh Sherly. Dia menuntun menantunya menuju ruang keluarga kembali.

"Mami sudah tidak sabar mendengar cerita tentang kalian." Sherly dan Tera duduk di ruang keluarga diikuti yang lainnya.

"Mami tanya saja, aku bingung mulai cerita darimana." ucap Tera.

"Awalnya kalian bertemu di mana?" tanya Sherly penasaran.

"Kami bertemu di rumah nenek saya, Mi. Kak Wisnu begitu saya mengenalnya. Dia menyewa kamar di rumah kami. Saat itu saya juga baru pindah ke rumah nenek dan melanjutkan sekolah disana. Kak Wisnu saat itu mengajar di tempat saya sekolah juga." jelas Tera.

"Tunggu! Jadi awalnya kau tidak tahu latar belakang Rafa?"

"Tidak, Mi. Saya mengenalnya sebagai pemuda yang sederhana. Bahkan kami biasa naik sepeda pulang pergi sekolah setiap harinya."

"Wah, seru.. lanjutkan Tera." Sherly terlihat antusias.

"Kami tidak butuh waktu lama untuk saling menyukai karena sering bersama. Di sekolah kami bersikap seperti orang yang tidak saling kenal. Tapi diam - diam kak Wisnu selalu melindungi saya dari gangguan cowok nggak bener."

"Ah, so sweet. Mami jadi ingat masa muda." Sherly tersenyum senang.

"Mami, tapi saya bukan orang kaya. Nenek saya hanya pemilik kedai kecil dan.. " Tera seperti tercekat saat akan menyebutkan nama ayahnya.

"Mami tidak peduli sayang. Mami sangat mengenal Rafa, dia sangat jeli dalam memutuskan suatu hal. Kamu pasti yang terbaik." Sherly memeluk Tera. Dia menghargai kejujuran Tera.

"Mami, udah. Ceritanya besok lagi. Aku capek." Wisnu protes, dari tadi para cowok hanya jadi pendengar setia. Baru ingat kalau wanita itu maha benar.

"Asal kalian janji tidak akan buru - buru pergi dari sini. Mami udah lama pengen punya menantu. Mami kan ada temen buat shopping atau ke salon."

"Iya, Mami. Kami akan tinggal disini beberapa hari. Sekarang biarkan kami istirahat." Wisnu nampak benar - benar lelah.

"Baiklah. Mami terpaksa melepaskanmu Tera. Suami galakmu sudah mengeluarkan taringnya." Sherly menirukan gaya harimau yang mau menerkam.

"Sebenarnya siapa sih yang anaknya Mami. Aku beneran capek Mami. Besok deh Mami puas - puasin bawa Tera sesuka Mami." ucap Wisnu.

"Beneran ya, awas kalau bohong!" Sherly menunjuk ke arah Wisnu.

"Dan ingat kalian jangan menunda punya momongan. Mami udah pengen banget punya cucu."

"Beres Mami. Akan ku buatkan setiap hari." ucap Wisnu.

Semuanya tertawa melihat Tera yang tersipu malu.

"Aku pergi ke kamar dulu ya Mi, Pi, Kek." pamit Wisnu.

"Pergilah. Kami juga akan istirahat sebentar lagi." ucap Kakek.

Wisnu mengajak Tera ke kamarnya. Kamar Wisnu berada di lantai 2. Entah ada berapa kamar di rumah mewah itu. Tera sendiri kebingungan tak tahu arah.

Wisnu membuka pintu kamar miliknya, kamar yang dulu menjadi tempatnya melepas lelah sebelum dia kabur ke Jakarta.

"Tak banyak berubah. Keadaannya masih sama seperti ketika aku meninggalkannya." gumannya lirih.

Tera menatap takjub kamar Wisnu. Warna catnya didominasi warna abu - abu. Tidak banyak perabot disana. Hanya ada tempat tidur, satu set sofa, Televisi, dan lemari kaca yang berisi barang - barang koleksinya. Baru itu yang Tera jumpai, mungkin masih ada yang belum dia ketahui dengan teliti seisi kamar itu.

Tera ingin berkeliling kamar Wisnu namun rasa lelah dan kantuk menderanya.

****

Bersambung...

1
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kak😆
estoria_barayas
yang penting rasa sayang nya gak pernah hilang 😊😊😊😊😊
Restviani
waduh... siapa sih orang misterius itu?
Diah_Kustantie ✨💛
sampe.sini tetep suka
Sedang Bertapa: terimakasih kakak... 😍😍😍
total 1 replies
Diah_Kustantie ✨💛
suka kak ceritanya
Sedang Bertapa: terimakasih kakak... semoga menghibur
total 1 replies
Umma Athaya
harus tega Wisnu
Umma Athaya
greget aku sama Wisnu yg masih sempat tergoyah sama masa lalunya 😡
Umma Athaya
wah bibit2 pelakor dah pada muncul ni didalam rumah tangganya tera sama Wisnu 😏,yeee si Wisnu tu harusnya move on dari masa lalu yg gag jelas gitu.jangan sampai tera kasi tinggal kalo Wisnu macam2 lagi sama masa lalunya.ayokkk tera hadapi dan basmi semua calon PELAKOR 💪
Umma Athaya
rasain silvya
Umma Athaya
akhirnya tera diterima dengan baik dalam keluarga Rafael 😘
Umma Athaya
tera sudah jadi seperti Cinderella
Umma Athaya
selamat datang dan selamat bergabung di keluarga Rafael ya tera
Umma Athaya
setiap momentnya selalu sweat antara Wisnu dan tera...langgeng selalu tuk kalian berdua sampe kakek nenek 🥰😘
Umma Athaya
Suka sama Wisnu yg gercep dan jujur langsung sama tera akan perasaannya jadi gag neko2 😍
Sedang Bertapa: terimakasih udah mampir di karya receh saya kak... semoga menghibur...
total 1 replies
Umma Athaya
cieee bunga2 cinta mulai berseri diantara Wisnu dan tera 😍
Umma Athaya
semangat tera
Umma Athaya
semoga Wisnu menjadi cucu menantunya nenek Lydia ya,Thor 🙏😇
Umma Athaya
cieee tera dah ketemu langsung sama opa-opa Korea ala2 Indonesia 🤭
semoga ini adalah awal yg baik tuk tera dan Wisnu kedepannya
Umma Athaya
aku baru mampir dan nyimak alur ceritanya,Thor 😊
Restviani
siapakah orang itu?
lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!