Terkadang Tuhan mematahkan hatimu untuk menjauhkanmu dari jodoh yang salah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quemeela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat Move on
Aku makin terbiasa tanpa Arsan, tapi aku masih belum bisa menghindarinya saat dia ingin menemuiku, aku
mendengar dari Nina, bahwa gadis itu sudah pulang ke daerah asalnya, dia mengikuti seleksi untuk masuk Akademi kepolisian, Arsan mengatakan pada Nina, bahwa dia ingin bersamaku lagi saat gadis itu pergi, aku sangat sakit hati mendengarnya karena dia menjadikanku pelarian saat gadis itu tidak ada
Ternyata yang dikatakan Nina benar, setelah sekian lama Arsan datang ke rumahku, dia mengajakku jalan-jalan,
tapi yang aneh lagi dia menjemputku dengan motor gadis itu, dia mengatakan kalau Nina juga akan ikut, aku pikir tidak ada salahnya, karena aku tidak punya kegiatan lain, aku dan Arsan pergi dengan motor gadis itu, tak lama kami bertemu Nina dan pacarnya, Arsan meminta untuk bertukar motor, mungkin karena dia sadar dan tidak tega dengan gadis itu
Kami pergi ke water boom, aku tidak bisa berenang, aku hanya memperhatikan mereka, Arsan menarikku masuk
kolam, aku kaget sekali, aku meraba-raba sesuatu untukku berpegangan, kolam ini mempunyai kedalaman 2,5 m, beberapa detik aku merasa akan berpisah dengan dunia ini, tiba-tiba ada tangan yang menarikku ke permukaan, sampai di permukaan aku bernafas dengan terengah-engah, seakan ada yang akan merebut oksigen yang kuhirup
“maaf,, maaf,, aku pikir kamu sudah bisa berenang” ujar Arsan, aku hanya menatapnya dingin, apa dia ingin
membunuhku, diakan tau aku tidak bisa berenang, aku bangkit dan langsung pergi ke kamar mandi, tak lama kemudian aku keluar dan sudah berganti pakaian, ku lihat Nina masih asik bermain dengan pacarnya
Aku masih kesal dengan Arsan, namun aku tidak ingin menyiayiakan waktu bersamanya, jarang-jarang kami bisa bersama, walaupun aku tau dia bersama denganku karena gadis itu sedang pergi ke luar daerah, hatiku merasa sakit mengingat kenyataan itu, tapi aku ingin menikmati saja apa yang aku lakukan saat ini, toh bahagia itu ketika kita bisa menikmati apa yang kita lakukan
Bebebarapa hari ini Arsan kembali tidak ada kabar lagi dan tidak menemuiku lagi, dan benar saja ternyata gadis
itu kembali, aku memang hanya sebagai pengganti baginya, aku terus saja berfikir apa yang harus kulakukan, dia meninggalkanku demi wanita lain, aku mau menerimanya kembali asalkan dia mau meninggalkan wanita itu, aku sudah mencoba segala cara agar dia mau kembali padaku, namun bukannya kembali padaku, dia malah mempermainkan perasaanku lagi untuk pelampiasan karena dia tipe yang tidak bisa sendiri
Aku memang punya hati dan karena itulah dia selalu memanfaatkan aku, tapi aku juga punya harga diri, walaupun dia melukai hatiku aku tidak mau dia juga melukai harga diriku, aku seorang gadis tidak sepantasnya aku mengejar laki-laki yanng lebih memilih gadis lain, apa pun yang terjadi aku harus bisa melupakannya, aku akan mengganti nomor ponselku
Aku selalu berharap dia menghubungiku, dan karena menunggu harapan yang tak pasti itulah aku selalu
sakit hati, aku memutuskan untuk memblokir nomornya, sekarang dia tidak bisa menghubungiku walaupun aku menginginkannya, maka harapanku agar dia menghubungiku telah musnah sepenuhnya
**
Sekarang aku sudah mulai bisa menata kembali hidupku, aku menyibukkan diri dengan bekerja paruh waktu sebagai guru bimbel & private, aku juga mengikuti penelitian dosen, dan karena aku sudah memblokir nomor Arsan, tidak ada lagi telpon yang ku tunggu setiap malam, hidupku sudah kembali normal walaupun belum sepenuhnya, awan mendung sudah mulai pergi, dan sekarang matahari sudah mulai menyinari hidupku lagi, walaupun aku masih belum bisa menyembuhkan luka hatiku sepenuhnya, aku yakin perlahan akan bisa
Ada seorang laki-laki yang mengatakan padaku, suatu saat Arsan akan memohon untuk kembali padaku, dia akan menyesal meninggalkanku, karena karma pasti berlaku ujarnya, aku hanya mengatakan, aku tidak ingin karma itu berlaku, karena itu hanya akan menyakitiku, jika dia kembali padaku suatu saat melukaiku lagi, aku hanya
berharap Tuhan segera mempertemukanku dengan jodoh terbaik
Aku yakin Tuhan telah mempersiapkan seseorang untukku, seseorang yang akan memperlakukanku dengan
baik, seseorang yang akan mencintaiku dan menyayangiku sepenuhnya, bukan sebagai pelarian
Aku berniat menjauh dari Nina, karena setiap aku melihat Nina aku selalu teringat Arsan, namun aku tidak tega,
aku selalu menolak saat dia memintaku datang ke rumahnya, namun aku tidak bisa melarang dia datang ke rumahku, Nina mengatakan padaku bahwa Arsan sudah kembali ke daerah asal tempat tinggal orang tuanya, aku heran kenapa dia mau kembali, setauku dia sangat tidak suka disana, dia lebih suka tinggal di kota ini, ternyata alasannya adalah gadis itu, gadis itu yang memintanya untuk tinggal di dekatnya, “dia benar-benar penurut dengan gadis itu” gumamku, Ah,, sudahlah, aku sudah tidak mau lagi mendengar apa pun tentang dia
Beberapa hari berlalu begitu cepat, hidupku memang jauh dari kata move on tentang Arsan, sangat sulit bagiku
untuk membuka hati lagi, tapi aku yakin, seiring berjalannya waktu, aku bisa