NovelToon NovelToon
ALEEYA (Berawal Dari Talak 3)

ALEEYA (Berawal Dari Talak 3)

Status: tamat
Genre:Cerai
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tiny Flavoi

Aleeya telah dijatuhi talak tiga oleh suaminya karena melakukan kesalahan yang tidak disengaja.

Namun setelah Marco menyadari bahwa kesalahan itu tidak sepenuhnya salah Aleeya, ia pun ingin kembali rujuk.

tapi apalah daya, Marco terlanjur menjatuhkan talak tiga pada Aleeya. jadi menurut hukum agama, Aleeya bukan perempuan yang halal lagi untuk Marco nikahi lagi, kecuali Aleeya menikah dahulu dengan pria lain lalu bercerai, maka ia akan kembali halal untuk Marco nikahi kembali.

Marco meminta Marcell untuk menjadi suami kontrak Aleeya.

akankah Marcell menyetujui permintaan kakaknya itu ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiny Flavoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keadaan Marcell

Dua Minggu kemudian.

Kondisi Marcell begitu drop saat dokter memvonis dirinya lumpuh. ternyata operasinya itu tidak berhasil dan malah membuat Marcell semakin terpukul. Dia mengalami stress berat karena tidak bisa menerima kondisinya yang sekarang.

"Marcell, ayo dimakan dulu. setelah itu minum obat." Aleeya baru saja datang sambil membawa semangkuk sup ayam yang masih terlihat berasap.

Marcell tak menjawab. tatapannya kosong menghadap ke depan jendela kamarnya diatas kursi roda.

Sekembalinya dari rumah sakit akhirnya Marco kembali membawa Marcell pulang. bahkan dia menyewa seorang suster untuk merawat sang adik agar tetap bisa terpantau kondisi kesehatannya.

"ayo aku suapin ya!", Aleeya mendekatkan satu sendok sup ayam ke depan bibir Marcell.

Tapi Marcell malah menghempas sendok itu dari tangan Aleeya hingga jatuh ke lantai beserta isinya.

"Cell, kamu gak bisa kaya gini terus. kamu harus makan, kamu harus kuat agar cepat pulih." ujar Aleeya sambil memungut kembali sendok yang terjatuh dilantai lalu menyimpannya di atas meja.

Orang yang diajak bicara Aleeya masih terdiam membisu. tatapannya begitu datar dan dingin. ini bukan Marcell yang selama ini Aleeya kenal. dulu Marcell sangat cerewet. setiap omongan Aleeya selalu disanggahnya. Marcell yang selalu jutek dan suka berdebat.

"aku akan mengambil sendok yang baru." ucap Aleeya hendak beranjak keluar kamar namun tiba-tiba suster Mila datang. "kebetulan sekali, Sus. bisa tolong ambilkan sendok baru di Pantry! tadi sendoknya jatuh ke lantai."

"Oh, sendoknya pasti dilempar pak Marcell lagi ya Bu ?" Suster itu sudah tau kebiasaan Marcell yang selalu menolak untuk makan dengan melempar sendoknya kesembarang arah.

"iya." lirih Aleeya.

"ini sendoknya Bu." suster bernama Mila itu lalu menyodorkan sendok baru masih terbungkus, yang baru saja dia keluarkan dari saku seragam putihnya. "saya selalu bawa sendok cadangan untuk jaga-jaga." ujarnya lagi.

"terimakasih." Aleeya menyauti sendok itu sambil tersenyum tipis. Dia kembali mendekati Marcell dengan mangkuk sup masih ditangannya.

"Cell, dimakan ya sup nya. ini enak lho, aku sendiri yang membuatkannya khusus untukmu." Aleeya berusaha membujuk suaminya agar mau makan.

Wajah Marcell masih terlihat datar memandang ke arah luar dari balik jendela kamarnya.

"Marcell..." Aleeya sedikit mengagetkan lelaki itu dengan tepukan dipundaknya.

Akhirnya Marcell mengalihkan pandangannya. dia mendongak keatas, berpindahah menatap wajah Aleeya yang kini berdiri disampingnya.

"sekarang kamu makan dulu ya !!", Aleeya tersenyum lalu sedikit membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan Marcell yang duduk dikursi roda.

BRUKK!

PRANGG!

AAGGHH!

Marcell mendorong bahu Aleeya hingga tubuhnya tersungkur ke lantai, lengannya langsung merasakan sakit karena menumpu tubuhnya sendiri. begitu juga dengan mangkuk supnya yang ikut berhamburan tumpah mengotori lantai kamarnya. dan untung saja mangkuknya tidak sampai pecah.

"ya Tuhan... ibu tidak apa-apa?" suster Mila yang berada di sana sedang menyiapkan obat Marcell pun langsung terkejut dan segera membantu Aleeya.

"aww... lenganku, sus. sakitt..." Aleeya meringis seraya memegangi lengan kirinya.

Mendengar dan melihat Aleeya meringis kesakitan, tatapan Marcell langsung mengarah padanya. ada tatapan iba dalam manik matanya. Aleeya reflek menatap Marcell. keduanya saling beradu pandang. Aleeya berharap suaminya itu bicara atau setidaknya memberikan respon khawatir terhadap dirinya. namun yang ada hanya ekspresi datar seperti biasa. Marcell segera membuang mukanya kembali.

"ada apa ini?" tiba-tiba Marco datang dan langsung mendekati Aleeya. "kamu kenapa, Lea? apa Marcell menyakitimu?" ujar Marco lalu menatap Marcell dan Aleeya secara bergantian.

"pak Marcell mendorong Bu Aleeya hingga terjatuh." sahut suster Mila.

"Apa?" Bola mata Marco terbelalak. "kamu apa-apaan sih, Cell?" Marco berbicara pada Marcell yang masih diam saja.

"tidak apa-apa, Co. aku yang salah karena memaksanya untuk makan." ucap Aleeya.

Marco hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "ayo Lea, sebaiknya kita keluar dari sini. biarkan suster Mila yang mengurusnya." Marco mengajak Aleeya.

"tidak, Marco. aku ingin tetap disini." Aleeya menolaknya. dia masih ingin bersama Marcell. Aleeya hanya ingin mendengar suara suaminya itu lagi. sejak Marcell di vonis lumpuh oleh dokter, dia tidak pernah berbicara lagi dengan siapa pun. bibirnya seolah terkunci begitu saja. apa separah itu depresi yang Marcell alami?

"Lea, Marcell bisa saja menyakitimu lagi bila kamu terus disini. nanti bi---"

BRAKK!!

Marcel memotong kalimat Marco dengan menggebrak meja kecil yang ada disebelahnya, lalu meraih vas bunga dan hendak melemparkan ke arah mereka. namun dengan cepat suster Mila merebutnya kembali dari tangan Marcell.

"Marcell!! apa kau sudah gila, hah?", Marco begitu geram dengan tingkah sang adik yang diluar kendali. "sus, jika dia berulah lagi, beri dia suntikan penenang!!" perintah Marco pada Mila.

"baik, pak." sahut Mila.

Tak lama kemudian Marcell kembali berulah, dia membentur-benturkan kepalanya ke dinding beberapa kali. namun tidak sampai membuatnya terluka.

"Marcell!!", Aleeya berteriak lalu mendekatinya. "stop, Marcell!!" teriaknya dengan air mata yang sudah lolos begitu saja dari pelupuk matanya. Aleeya begitu sedih dan kecewa dengan keadaan seperti ini.

"Sus, cepat berikan dia obat penenang!!", perintah Marco sambil menjauhkan kursi roda yang diduduki Marcell dari dinding dan menahannya.

Suster Mila pun dengan cepat mengambil obat penenang lalu disuntikkannya dilengan Marcell. lelaki itu mulai diam, gerakannya tak seagresif sebelumnya.

"ayo sus, bantu aku membawanya ke tempat tidur!!" ujar Marco.

Marco dibantu suster Mila dan Aleeya memindahkan tubuh Marcell dari kursi roda untuk dibaringkan ke atas tempat tidur.

"Co, apa tidak berbahaya sering memberikan obat penenang pada Marcell?" tanya Aleeya kemudian.

"kalau tidak diberikan obat itu, Marcell bisa menyakiti dirinya sendiri. atau bahkan bisa menyakiti orang lain terutama kamu, Lea." ujar Marco.

Aleeya terdiam. dia terus menatap suaminya yang kini sudah nampak tenang dalam tidurnya. perempuan itu begitu sangat merindukan suaminya. Aleeya membelai lembut wajah Marcell, karena saat begini lah dirinya bisa menyentuhnya. "I love you, Cell" bisik Aleeya tepat ditelinga Marcell yang sudah tak sadarkan diri itu. lalu bibir Aleeya mendarat dibibir Marcell yang tertutup rapat.

Sementara Marco yang melihat tingkah Aleeya seperti itu hanya bisa memutar kedua bola matanya karena merasa gerah.

.

.

.

.

1
Darra A Cheh
Kecewa
Widya Zahira
Luar biasa
Jumiah
jangan sampai marcel mau dua2 nya ..klo mau dua2 ,mendingan kmu aleya mengalah ,kmu aleeya ntti akan ketemu yg lebih baik ,aleeya orang baik ketemu nya yg baik jua
ya thor...lanjut..
Jumiah
aq salut bangat sma aleya...
klo marscel sampai memilih sabrina,
marchel pastikan menyesal ...
Jumiah
aq salut sma kmu al ...
klo sampai marscel melepas mu aly pasti menyesal...marscel ..
Jumiah
thor pertemukan jua alya sma orang yg tulus cencitai alya ,suatu saat nya ntti marscel menyesal ...lanjut thoe...
Nur Laili
😢😭😭😭😭
Nnek Titin
hatikuuu ngiluuuu saking sedihnyaa
Nnek Titin
seruuuuu
Suminto Hadi
good
Vr_n 16
sakit banget gak sih di posisi sabrina
soalnya dia gak tau apa2 dan gak jahat pula
dia hanya emosi krn tersakiti

author, buat cerita khusus utk sabrina dong
kyaknya seru deh, soalnya dia ada di posisi tersakiti, di kecewakan dan kehilangan kepercayaan utk org yg di cintainya
Alya Yuni
Smoga Marcell dan Aleeya bhgia brsama keluarga brunya
Alya Yuni
Dsar si Marco jhat
Alya Yuni
Prmpuan ko bodoh amat si mau nikah 3 kali dsar bodoh
Alya Yuni
Prmpuan ko mau nya gitu mau nikah brpa si
prmpuan yg bodoh mau rujuk blik di suruh lki lain bru rujuk balik
trllu ribet
Alya Yuni
Ribet bngat si klo agama Katolik mau rujuk blik tinggl memprbharui pemberkatn bkn suruh prmpuan nikah dng lki lain bru rujuk
lki yg bodoh maunya gitu
Rahmawaty❣️
Ya jelas bedalah yg obral dan yg mahal😁😁
Rahmawaty❣️
Kata² mutiara nya bagus²
Rahmawaty❣️
wihhh kost'an 200 pintu😅
Rahmawaty❣️
Wahhhh trnyta suster mila baik . Maaf ya mila aku sempet suudzon sma dirimu😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!