NovelToon NovelToon
Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:376.7k
Nilai: 5
Nama Author: putrii

Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.

" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur

" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia

Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Zeline bingung harus menjawab dengan bagaimana, Zeline masih trauma untuk berdekatan dengan Arthur.

" Maaf Tuan untuk pulang bersamamu aku belum bisa aku masih ingin berada di rumah Lena." jujur saja Zeline masih menyimpan trauma yang begitu dalam luka yang Arthur torehkan masih membekas di ingatan Zeline walaupun Zeline sudah memaafkan Arthur.

" Tapi kenapa?" tanya Arthur.

" Tidak apa-apa Tuan jika Tuan ingin pulang,pulanglah aku masih ingin berada di rumah Lena." tolak Zeline lembut tidak mungkin Zeline menyebutkan alasan yang sebenarnya pada Arthur.

Hati Arthur hancur jadi seperti ini rasanya penolakan? baru pertama kali Arthur mendapatkan penolakan.

Bagimana rasa nya menjadi Zeline? Arthur bahkan terkadang sering menolak makan masakan Zeline.

" Yasudah aku akan menunggu sampai kamu siap untuk pulang bersamaku, kalau begitu ijinkan aku untuk mengantarkanmu pulang."

Zeline mengangguk dia pun berajalan di depan sedangkan Arthur dan Frans berjalan di belakang Zeline.

Mungkin Nyonya Zeline masih trauma dengan apa yang selama ini Tuan Arthur lakukan kepada nya batin Frans.

Ketiga orang itu masuk ke dalam mobil Frans di depan sedangkan Zeline dan Arthur duduk di jok belakang.

Keadaan di dalam mobil kini begitu cangung Frans sibuk dengan kemudi nya, Arthur pria itu tatapan mata nya begitu kosong entah apa yang sedang pria itu lamunkan. Sedangkan Zeline sedari tadi wanita itu mata nya hanya sibuk memandangi setiap pepohonan yang berada di sepanjang jalan.

Berhubung jalanan hari ini sedang tidak dalam kemacetan mobil yang di tumpangi ketiga orang itu kini telah sampai di depan rumah Lena, satu setegah jam waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di komplek perumahan rumah Lena.

Frans keluar dengan sedikit buru-buru untuk membukakan pintu mobil untuk Nyonya muda nya itu.

" Terimakasih Tuan Frans.."

" Sama-sama nyonya panggil saja saya Frans Nyonya."

" Owh kenapa?"

" Tidak apa-apa Nyonya begitu lebih baik dan enak di dengar."

" Baiklah kalau itu yang anda mau."

Frans tersenyum.

Lena pun keluar dari dalam rumah saat mendegar suara Zeline, oh ya hari ini Lena beruntung sekali karena tempat kerjanya bersama Zeline tiba-tiba mempulangkan karyawan nya dengan cepat.

" Zeline kamu udah pulang?" tanya Lena sambil menghampiri Zeline.

" Udah Len, loh kamu kok tumben si udah pulang?" tanya balik Zeline ia merasa heran.

" Iya Zel kebetulan banget kantor mulangin karyawan cepet dari biasanya ngak tau deh kenapa."

Zeline menganggukan kepala sayang sekali hari ini Zeline tidak masuk bekerja.

" Owh ya udah ayo masuk..Zel ajak suami kamu masuk dulu gih."

Zeline tersadar ia baru ingat bahwa dia ke sini di antarkan oleh Arthur dan juga asisten pribadi nya.

" Tuan Arthur, Frans ayo masuk.." Zeline mempersilahkan kedua orang itu untuk masuk,Arthur dan Frans pun mengiyakan mereka mampir sebentar sebelum kembali lagi ke perusahaan.

" Tunggu sebentar ya Tuan biar saya panggilkan pelayan saya, Tuan Arthur dan Tuan Frans ingin minum apa?"

" Apa saja." balas Arthur datar. Suasana hati Arthur kini menjadi muram kembali apa karena Zeline menolak ajakan Arthur untuk pulang? entahlah hanya Arthur yang tau.

Zeline bisa merasakan kalau Arthur sedang dalam keadaan muram terlihat dari raut wajah Arthur yang tampan itu.

Maafkan aku Tuan aku belum bisa pulang bersamamu aku masih tidak percaya dengan apa yang Tuan katakan tadi.

Pelayan keluarga Lena pun datang membawa empat gelas jus mangga di dalam nampan si Bibi pelayan pun mulai menaruh gelas-gelas tersebut di atas meja.

" Ini Tuan,Nona silahkan di minum." ucap Bibi pelayan ramah.

Tiba-tiba pandagan Bibi pelayan tertuju pada wajah Arthur apa iya dia adalah seorang CEO muda yang sering wara wiri di berita tv?

" Eh Tuan Maaf ini anaknya Tuan savero ya?" tanya si Bibi untuk memastikan.

Arthur hanya tersenyum kini sedikit demi sedikit keramahan Arthur mulai kembali seprti dulu lagi.

" Eh eh meni ganteng pisan atuh ya daripada di tv gantengan aslinya nya Tuan..tuan ke sini mau ketemu siapa?"

" Ih si Bibi mah ka mana wae atuh Bi, inikan suami nya Zeline temen nya Alena atuh Bi."

" Eleh-eleh Bibi baru tau atuh Non..pantesan atuh CEO muda tidak ada keperluan di sini ujug-ujug kadie, ternyata mau ketemu sama Non Zeline pantes pisan ieu mah duh dua-duana meni ganteng sama cantik."

Semua orang yang berada di ruangan itu saling tersenyum,lumayan kehadiran si Bibi jadi ngebuat ruangan itu tidak cangung seperti semula.

" Sok-sok Tuan tuan ganteng geura di minum, Bibi ke belakang lagi ya Non Len,Non Zeline."

" Iya Bi.." balas Zeline ramah.

Arthur melirik jam yang berada di pergelangan tangan kanan nya, seraya memberi Frans kode untuk segera pergi ke kantor karena masih banyak urusan yang mesti Arthur selesaikan.

" Zel kalau gitu aku pamit dulu ya..kabari aku jika kamu sudah siap untuk pulang." Arthur berdiri menghampiri Zeline dia berjongkok di hadapan Zeline.

" Zeline maafkan semua dosa-dosa dan kesalahanku yang telah aku perbuat padamu dulu, aku akan selalu menantikanmu sampai kamu siap untuk membina rumah tangga denganku kembali dari nol." Arthur berdiri sambil menekukan badan nya sedikit tanpa menghiraukan kedua manusia yang lain Arthur mencium kening Zeline dengan lembut.

Zeline diam sebisa mungkin dia akan menahan air mata nya di depan siapa pun.

" Kalau begitu aku pamit dulu hubungi aku jika kau sudah siap untuk pulang aku akan selalu menunggumu." Arthur berlalu dari hadapan Zeline diikuti oleh Frans dari belakang.

Zeline berdiri menyusul Arthur yang telah berjalan duluan Lena pun mendampingin Zeline dari arah samping sambil merangkul tangan nya.

" Tuan, Frans hati-hati di jalan." peringat Zeline.

Arthur tersenyum dari balik mobil. Zeline memperhatikan mobil Arthur sampai tak terlihat lagi dada nya sesak melihat kepergian Arthur.

Maafkan aku Arthur untuk kali ini aku ingin egois dulu, aku takut aku takut masuk ke lubang yang sama dua kali batin Zeline.

" Zel kamu ngak papa kan?"

Zeline mengelenggkan kepala "Aku ngak papa kok Len yuk masuk."

" Ayok sebelum nanti kamu pulang aku ingin ngabisin waktu bareng kamu." Lena memeluk Zeline dari samping.

" Hahaha Lena kamu ini ada-ada aja."

Zeline dan Lena pun masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil Arthur melaju dan tak terlihat lagi.

Zeline duduk di tepi kasur air mata mulai turun tanpa Zeline minta. Sebenarnya Zeline tidak tega pada Arthur namun Zeline ingin memberi sedikit pelajaran pada pria itu.

Zeline segera menghapus air mata nya dengan cepat saat Lena akan masuk ke dalam kamar Zeline tidak ingin orang lain merasa kasihan pada dirinya, yang harus orang lain tahu adalah bahwa Zeline selalu baik-baik saja.

" Nangis nih?" Lena sudah tau karena Zeline sering kali menangis di hadapan nya tapi yang tau hanyalah Lena.

" Aaaa Lenaa..aku kan jadi malu."

" Nagis, nangis aja si aku udah sering kale liat kamu nangis,tapi sumpah ya suami kamu romantis juga ya berasa kayak lagi nonton drakor tapi ini versi real nya mana ganteng lagi ahh." Lena senyum-senyum sambil membayangkan adegan Zeline dan Arthur tadi.

" Udah ah aku mau mandi dulu ikut mandi ya Len.."

" Ngak boleh."

" Ihh Lena mah jangan gitu atulah.."

" Hahahahhaha iya-iya canda doang baperan amat sih udah mandi mah mandi sanah."

Zeline mengambil bantal yang berada di atas kasur lalu meleparkan nya pada Lena,saat Lena ingin menyerang balik Zeline dengan cepat Zeline masuk ke dalam kamar mandi.

AKU MAU INGETIN JIKA KALIAN MENYUKAI CERITA INI BERIKAN DUKUNGAN KALIAN DENGAN CARA MEMBERI LIKE,KOMEN SERTA VOTE NYA YA TERIMAKASIH ☺☺

1
Dewi Dama
yaaa..kenapa matii
Dewi Dama
yang mana yg benar y...kadang kakak kadang mas...
Dewi Dama
klo cmn patung gk usah di tampilin gambar nya...
arfan
up
Yosei Viena
zeline terllu lemah dn goblok pergi lah sesaat menjauh dr Arthur
Yosei Viena
kyknya Thalia emng menderita penyakit yg d sembunyikn
Dianti
Kecewa
Jamilah Nuraini
lanjut thor
Jamilah Nuraini
lanjut
Jamilah Nuraini
Kecewa
Yuslina Kisaran
pergi jauh jgan lihat kebelakang lagi
Angrreniinakii
bukn selera tapi Nnti ujung ujung jug jdi bucun
Nurliana Saragih
Sebenarnya cerita novel Author bagus, cuma kurang greget aja.
Semangat ya.
inayah machmud
semoga arthur dan zeline selalu berbahagia dan segera memiliki momongan...
inayah machmud
akhirnya setelah nikah sekian lama arthur dan zeline mp jg...
Lili Adelia
ceritax gk seru ,kurg greget ,cepat bangt di maafkan,yg bagus dong,
Lili Adelia
ceritax bikin bosan aja,gtu terus gk ada perubahan,
Lili Adelia
zeline tetap tertindas dn tdk bsa melawan yah terima nasib,mungkin ceritax gtua aja kurg tantangan
Ria
lanjut
Ria
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!