NovelToon NovelToon
Si Brondong Manis

Si Brondong Manis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Berondong
Popularitas:86.7k
Nilai: 5
Nama Author: YuBee

Si Brondong manis merupakan sequel atau lanjutan dari novel Cinta Itu Budeg.
Bercerita tentang anak muda yang terobsesi mengejar cinta seorang wanita yang usianya terpaut jauh darinya.
Bagaimana kisahnya? Yuk simak disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapkah Aku Untuk Jatuh Cinta Lagi?

Hanum POV

Hatiku berdegup kencang ketika Teduh bilang minta cium. Astaga! aku benar-benar kaget sekaligus malu mendengar permintaan Teduh. Ini bocah memang gak ada matinya! Bisa saja memasukkan gombalan-gombalan tak terduga yang membuat otakku freeze seketika. Padahal suasana sedang sedih begini.

Dengan spontan aku langsung menoyor kepalanya. Bagaimana mungkin aku memenuhi pintanya yang absurd itu??? Dasar anak aneh!!

Selama kami makan malam, banyak hal yang kami bicarakan. Sejujurnya, mengobrol dengan Teduh itu sangat menyenangkan. Ada-ada saja bahasan menarik yang dia kemukakan. Apalagi tawa renyahnya..hemm..he is so giggle when he laugh. Membuat aku bisa ikut tertawa ketika mendengarnya.

Ketika acara makan malam selesai, tiba-tiba saja Teduh memberiku hadiah. Dia bilang itu karena aku sudah berusaha sangat baik hari ini.

Sebuah buku bersampul unik dengan dominan warna abu-abu diberikannya padaku. Aku membuka covernya dan tampaklah lukisan wajahku yang sengaja dibuat oleh Teduh. Bagus sekali..

Kuakui dia memang berbakat di bidang gambar menggambar. Jadi jika sekarang dia mengambil jurusan arsitek, maka itu adalah pilihan yang tepat.

Lantas kubuka lagi halaman berikutnya, netraku mengabur, dadaku terasa sesak, tubuhku menegang. Dua bait puisi yang sangat menyentuh sengaja Teduh tuliskan untukku.

...Perempuan itu adalah kamu,...

...Memerangkapku dalam manik mata seumpama rindang perdu....

...Sejuk, laksana hujan yang rela terberai menyapu debu....

...Bisakah kunamai rasa ini cinta menggebu?...

...Karena sejak masa itu, aku tak lagi mengenal istilah lain dimana hatiku pagut tertumpu....

...Bila berkenan, ijinkan aku menggenapkan hatiku dengan mencintai hatimu....

...Mengiuhkan jiwamu seumpama namaku....

...Teduh.....

Aku bingung sekaligus bahagia. Si brondong manis ini begitu mencintaiku. Sejujurnya hatiku tersentuh. Tapi ada banyak pikiran yang berkecamuk. Aku takut kembali tersakiti, aku takut kembali terkhianati, aku takut berharap lagi. Harus bagaimana aku sekarang? Tapi sebelah hatiku yang lain menginginkan dicintai dengan begitu indah seperti ini.

Pandangan mataku semakin samar-samar. Air mata sudah penuh di pelupuk. Semakin lama semakin menumpuk dan akhirnya luruh membasahi pipiku dan jatuh di dagu.

Aku mengangkat kepalaku, memandang Teduh dengan pandangan pilu. Wajahnya meneduhkan, persis seperti namanya. Memang tak salah kedua orang tuanya menamainya dengan nama itu. Teduh..hatinya memang seteduh itu.

" Bolehkah aku berharap lagi?" tanyaku dengan suara lirih. Aku meneguk saliva dengan kasar.

" Aku takut, Teduh." lanjutku lagi dengan tangis yang makin tergugu.

Teduh hanya memandangku dengan tatapan iba. Tanpa berkata sedikitpun, tangannya terulur menghapus air mata yang terus saja menggenangi pipiku.

" Apa aku masih layak dicintai sebesar ini? Aku bukan lagi perempuan yang suci, hatiku pun sudah tak utuh lagi, semua yang ada di diriku cuma luka. Rasanya tak adil buat kamu mendapatkan aku dalam keadaan sepincang ini." jelasku dengan berat. Nafasku bahkan tersenggal beberapa kali. Sesak, itu yang kurasakan sekarang.

" Semua hal yang Mbak sebutkan barusan justru mendorongku untuk lebih menggenapkan nya. Ketika hati Mbak gak utuh, maka aku akan mengutuhkannya, ketika Mbak dipenuhi luka..biarkan aku yang menjadi penyembuhnya, ketika Mbak sedang pincang, biarkan aku jadi sebelah kaki yang lain agar bisa saling menopang. Dan kalau urusan suci atau tidak, aku tahu dengan pasti apa yang terjadi sama Mbak. Itu semua bukan patokan untuk aku pada akhirnya menyerah memperjuangkan Mbak. Cinta Teduh tak memerlukan semua alasan itu untuk tumbuh." jawabnya meluncur mulus begitu saja.

Aku memandang manik mata coklat itu, mencoba mencari keraguan disana. Tapi sama sekali tak kutemukan. Tatapan matanya tajam sekaligus menenangkan. Ada sesuatu yang tak kusadari tumbuh, tapi masih takut untuk kuakui. Aku perlu waktu sedikit lebih banyak untuk meyakini semuanya. Karena baru dua minggu kemarin badanku ini babak belur oleh seseorang yang kuanggap belahan jiwa, seseorang yang kukira adalah rumah tempatku bernaung. Tapi nyatanya dia tak lebih dari sekedar penjara yang menyesakkan.

" Bisa aku menjadi penggenap hati Mbak Hanum?" tanyanya lagi.

" Aku belum tahu, Teduh. Boleh aku minta waktu sedikit lebih banyak agar hatiku benar-benar yakin? Aku belum siap untuk jatuh cinta saat ini." hanya itu yang mampu kujawab.

Teduh menghela nafasnya. Tapi kemudian mengelus punggung tanganku dengan sayang.

" Nggak apa-apa, Mbak. Aku siap menunggu. Sampai Mbak siap. Tapi boleh kan kalau aku tetap berusaha? Jangan larang aku untuk menyayangi Mbak ya?" pintanya.

Aku mengangguk haru. Air mataku kembali jatuh. Dan dengan perlahan Teduh menghapusnya. Ah..betapa kini hatiku berperang dengan gerilyanya.

***

Sekitar pukul sembilan malam kami kembali pulang ke rumah Teh Luna. Teduh hanya mengantarkanku, setelah itu dia pamit pulang ke rumahnya menggunakan motor.

Ibu dan Teh Luna menyambutku dengan hangat. Bertanya perihal proses penyidikan tadi. Semuanya kuceritakan dengan rinci.

" Alhamdulillah, syukurlah nduk. Kamu bisa melewati semua ini. Ibu sudah khawatir. Takut kamu stres bila harus mengingat lagi kejadian mengerikan itu." ucap Ibu ketika kita sudah kembali masuk ke kamar untuk beristirahat.

" Iya, Bu. Aku harus kuat, agar bisa mendapatkan keadilan. Agar tak ada lagi perempuan bodoh seperti aku yang manut saja dijadikan budak oleh laki-laki macam Daniel."

Ibu mengusap rambutku dengan sayang.

" Mulai saat ini Hanum harus bahagia. Kita buka lembaran baru, ibu dan Hanum harus bisa mengubur semua kejadian pahit ini. Ibu akan selalu mendo'akan Hanum. Dan semoga Ibu juga masih punya waktu untuk mendampingi Hanum." air matanya luruh seiring perkataannya yang menyentuh.

" Ibuuu, jangan ngomong kayak gitu..tetaplah disamping Hanum agar Hanum kuat menjalani ini semua. Jangan lelah bernafas, Hanum mohon. Ibu lah alasan satu-satunya yang Hanum miliki, makanya Hanum bisa bertahan sampai sekarang. Kalau Ibu gak ada, entah bagaimana nasib Hanum nanti." ucapku dengan tangis yang makin pilu.

Aku memeluk Ibu dengan begitu erat, tak ingin rasanya mengurai peluk ini untuk waktu yang lama. Karena memang Ibu lah satu-satunya alasan terkuatku menerima semua perlakuan buruk Daniel. Jika bicara cinta saja, mungkin sudah mulai berkurang seiring penyiksaan yang kuterima. Tapi karena Daniel menanggung semua biaya pengobatan Ibu, aku jadi bertahan sekuat tenaga meskipun rasanya jiwa dan ragaku sudah remuk redam!

" Ada ataupun tak ada Ibu nantinya, kamu harus selalu kuat nduk. Ibu berharap akan ada laki-laki baik yang akan melindungi kamu. Mencintai kamu dengan sepenuh hati. Jadi Ibu bisa tenang menitipkan Hanum padanya." ucap Ibu sambil menghapus air mata yang menganak sungai di pipiku.

" Ibu, sebetulnya ada laki-laki yang selama ini selalu berada di sisi Hanum. Membantu kita keluar dari siksaan Daniel. Tapi, Hanum merasa nggak layak dicintai begitu besar sama dia karena keadaan Hanum yang begini. Hanum merasa ini sama sekali gak adil buat dia." jelasku sambil memandang wajah Ibu yang sudah menampakan semburat keriput di wajahnya.

" Siapa orangnya, nduk?"

" Teduh.." jawabku lirih.

Tapi kemudian senyum Ibu mengembang. Tangannya terulur dan membelai rambutku dengan sayang.

" Bila Allah menghendaki Teduh jadi yang terbaik untuk Hanum, maka Ibu hanya akan mendorongnya dengan do'a. Berbahagialah, sayang."

*

*

*

*

*

Heemmm...restu camer udah ready, tinggal tunggu gerbang hati Mbak Hanum manis terbuka lebar aja nih. Yuk ah uncel Ted, digempur lagi..bombardir terus!!! Semangaaat!!!

1
Ertalina Sitorus
Semoga masa masa beratnya bs dilewati dgn ikhlas dan semangat ya ka.. Tuhan tdk pernah memberi uijian diluar kemampuan kita😊 tetap setia menanti karya2 kerenmu kakak💪💪👍👍👍
Bima Sendi
lanjut ga nih thor?
Muhammad Ilham
bukanya first kiss teduh sama Tania ya🤔
hehe😅
widya widya
semoga semua lekas kembali normal ya thor.
semangat dan sehat selalu untukmu
terhibur banget banget membaca karya2 author
semoga diberikan selalu rejeki yang tak berkesudahan , kebahagiaan dan kenikmatan selalu dr Yang Maha Besar
widya widya
tengah malam mewek bacanya
widya widya
semoga hanum diberikan kebahagian
widya widya
pengen gw pepes rasanya si daniel
Dy
assalamu'alaikum...

kangen iihh....😭😭😭

sehat sll ya Thor....
di tunggu update_tan nya....

buat semua²nya jg shat² ya....🤲🏻

smga kita sLLu dlm lingungan-NYA
Mkhoriyaa
kak kapan novel ini dilanjut nulisnya kak?
jusalma
assalamualaikum ka..
gmna kabar nya?
semoga sehat2 terus ya ka.
ka kapan mulai nulis lagi?
kangen bgt cerita ini lanjut,
semoga bisa secepat nya up lagi ya ka😇🤗
Yulnita
thooor... apa kabar muuuu... 😍

semoga sehat selalu dan semoga bahagia ..😍😍😍

thor aku rindu karya mu... 😍😍😍😘😘😘

YuBee: baik kak..
Alhamdulillah sehat.
semoga kakak juga sehat selalu ya 😊
total 1 replies
Dark Yuli
kok gak up
Win Prasetya
tetap semangat thor.. sabat n tawakal adalah kuncinya.. karyamu akan tetap saya tunggu...
ariyatti
Thor tetap semangat semoga selalu sehat...
yang sabar dan selalu kuat,aku tetap menunggu karyamu ...
jusalma
tetap semangat ya thor aq akan selalu menunggu karya2 mu thor
Rany isbandi
badai pasti berlalu jangan lupa selalu berdoa dan jangan larut dalam kesedihan mendalam karna itu sakit 😭
aku doain athor cepet pulih bangkit dari keterpurukan,tetep tabah dan sabar,semangat 💪 lagi
aku bakal tetep nungguin sampe kamu mau😄
semangat💪💪
Yulnita
aku akan sll menunggu karya mu thooor... semangat... 😘😘😘💪💪💪
Kristia Ningsih
perasaan kudanil ke Hanum itu bukan lgi cinta,tapi obsesi. klau emang cinta gk bakalan tega nyakitin Hanum.. lagipula org seperti kudanil ini mungkin punya penyakit mental yg jg harus d obati dan jg harus d beri pelaran bukan di bela..

di lingkungan aku jg ada kejadian seperti kudanil dan Hanum,,bedanya si perempuan ini memilih bertahan meski udah jd samsak hidup.
Yulnita
sabar yaa uncle ted dan mba hanum... semoga mba hanum mendapatkan ke adilan yg se adil2 nya... 😘😘😘
Anti Deta
kasihan Hanum kasih hukuman berat kudanil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!