Nyai sekar ayu hanindia dikenal sebagai dukun manten yang cerdas, cantik dan berhati suci di desa terpencil yang masih menganut budaya jawa kejawen yang kental.
Ilmu dukun manten merupakan ilmu ma'rifat yang turun temurun didapat sejak zaman kerajaan terdahulu. Tidak sembarang orang mampu mewarisi ilmu ma'rifat tersebut.
Dalam lingkungan masyarakat kerajaan terdahulu dukun manten memiliki tujuan membangun kerukunan sesama manusia melalui budaya, adat, wuku dan tahun.
Apa jadinya kalau keempat sahabat. Leo Radin Syah, Elang rahardika, intan champa dan Sundari harus mengalami hal supranatural sehingga melibatkan sang DUKUN MANTEN, Nyai sekar ayu hanindia harus turun tangan membantu konflik mereka??
Dapatkah mereka terbebas dari segala konflik BLACK MAGIC atau supranatural lainnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laura Hussein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curi-curi pandang (alur masa lalu)
Nyai sekar ayu selesai melakukan perjalanan spiritualnya. Sukma Nyai Sekar ayu hanindia kembali ke jasad hakikinya. Ilmu meraga sukma yang beliau kuasai, membawanya menyaksikan teror gaib yang selama ini mendera keluarga Bima rahardika.
Perjalanan sukma dari jasad tanpa mengalami kematian untuk kepentingan tertentu memang hanya berlangsung beberapa saat saja. Walaupun hanya sebentar si pemilik ilmu makrifat tersebut pun bahkan merasakan kehabisan energi.
Sesaat tersadar dari meditasinya yang spontan, Nyai sekar membuka matanya perlahan. Beliau menatap ke arah sekitar. Benar saja, nyai masih berada di ruang pengantin sundari, kliennya. Karena nyai sekar ayu memang bertugas merias manten.
Nyai sekar masih menatap Ratna Dewi yang masih berpelukan dengan sundari mempelai pengantin wanita di ruang pengantin.
"M-maaf Ratna, acara pentas tari untuk memeriahkan acara pernikahan sudah akan dimulai. Sundari harus segera duduk di singgasana untuk menyaksikannya.." tutur mbok darmi memberi kabar.
"I-iya, mbok. Kami akan segera kesana.." sahut ratna.
Mbok darmipun pamit untuk melakukan tugasnya kembali, menyuguhkan hidangan untuk para tamu undangan.
"M-maaf, Nyai Sekar. Kami jadi melankolis begini.." tutur Ratna seraya tersenyum ke arah nyai sekar. Nyai sekar menjawab dengan anggukan kepala serta memejamkan mata sejenak dan balas tersenyum manis.
"Kamu sudah siap, nduk. Ibu akan mengantarmu menuju singgasana.." gumam Ratna dewi seraya memegang kedua tangan sundari.
Sundari menahan langkah ibu Ratna Dewi yang hendak mengantarnya ke singgasana.
"Ada apa, nduk??" Tutur Ratna sadar sundari menahan dirinya.
"Bu, besok. Acara resepsi pernikahanku akan diselenggarakan di gedung serbaguna yang telah di sewa bapak.." gumam sundari memulai pembicaraan.
Ratna dewi mengangguk seraya berkata, "Kalau itu ibu sudah tahu, nak. Sebenarnya apa yang membuatmu risau. Katakanlah!!"
"Saat prosesi acara adat siramanku tadi siang, ibu tidak ikut berpartisipasi. Besok, aku ingin ibu bersedia menjalani prosesi adat seperti adol dawet, potong tumpeng,Dulangan pungkasan serta tanam rambut dan lepas ayam menemaniku.." tutur sundari menyampaikan keinginan terbesarnya.
Sontak pernyataan sundari membuat ratna dewi tertunduk tak berdaya. Status ratna Dewi adalah ibu sepersusuan sundari bukan istri dari pak Jatmiko.
"Begini, nduk. Ibu ingin sekali menemanimu untuk acara bersejarah dalam hidupmu. Namun, ibu tetap harus meminta izin mas Bima. Bagaimana pun ibu adalah istrinya.." tukas ibu Ratna Dewi seraya menggengam tangan sundari
Sundari menjawab dengan anggukan kepala. Walaupun sebenarnya dalam hati merasa sedih. Baba Bima pasti tak mengizinkan ibu Ratna menghadiri prosesi acara adat esok.
💦💦💦💦💦💦💦
Suasana kampung sore hari sudah ramai karena pak Jatmiko menggelar hajatan pernikahan yang begitu meriah untuk putri semata wayangnya. Beliau meminta para penari sanggar untuk semakin memeriahkan acara pernikahan tersebut.
Sebenarnya tari bedhaya manten diselenggarakan esok hari di gedung resepsi pernikahan yang telah disewa pak jatmiko. Untuk malam ini para penari bedhaya manten ditugaskan untuk menghibur para warga desa untuk memeriahkan acara di rumah sohibul bait.
Untuk sekedar informasi. Tari bedhaya manten dibawakan oleh enam orang penari yang merupakan simbol dari perjalanan seseorang menuju gerbang rumah tangga.
Tari bedhaya manten ditarikan oleh enam gadis yang masih perawan. Dua wanita berperan sebagai sepasang pengantin sementara empat penari lainnya memerankan diri sebagai penari srimpi.
Sorak sorai warga desa makin ramai saat sinden mulai bernyanyi diiringi tarian apik para penari.
Leo bersiul seraya bertepuk tangan begitu antusias menyaksikan para penari bedhaya manten. Atau lebih spesifik Leo memberi penghargaan spesial mengarah ke Intan yang tengah menari dengan begitu luwes dan indah.
Tak ayal, Leo juga mengabadikan tarian bedhaya tersebut di kamera DSLR nya.
Mendadak seseorang mencengkram erat bahunya dari belakang. Saat Leo menoleh, Leo kaget bukan main karena Elang iseng memakai topeng menyeramkan yang sering dipergunakan untuk tari topeng.
"Astaghfirullah al adzim.." seru Leo kaget sambil mengelus dadanya lega, ternyata sosok dibalik topeng menyeramkan itu elang.
Elang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Leo kocak saat ketakutan.
"Wajahmu lucu, le. Jika ketakutan seperti itu.." ujar Elang tidak henti-hentinya tertawa mengejek Leo.
"Iseng aja.." tutur Leo sedikit kesal.
"Sifat isengku nular karena berteman denganmu. Kau kan si raja iseng di kampung ini.." tukas Elang tak berhenti tertawa.
"Tadinya aku tengah fokus memotret tarian bedhaya manten, eh kau malah mengagetkanku. Konsentrasi ku jadi buyar. Hasil potretku bahkan blur.." decis Leo kesal.
"Kau memotret tariannya sebagai dukumentasi pernikahan sundari atau fokus memotret intan?!" Tuduh Elang terang-terangan.
"Hmm~ ya fokus ke semua penarinya. Kan aku ditugaskan pak Jatmiko untuk mendokumentasikan apapun mengenai pernikahan sundari.." jawab Leo berkelit, padahal jelas-jelas Elang tahu Leo sedari tadi fokus memotret intan. Dasar rengginang!!
"Oke..oke.." Elang hanya manggut-manggut seraya tersenyum meledek kearah Leo.
"Kenapa kau belum berangkat ke desa sebelah untuk melatih silat tapak suci? Kau harus datang Elang. Kalau bukan kau yang datang siapa lagi??" Desak Leo seraya membersihkan lensa kamera DSLR nya.
"Kau juga turut andil melatih silat, mengapa harus aku sendirian??" tutur Elang pura-pura bertanya, padahal Elang tahu persis si raja rengginang ini sedang tahap masa-masa mendekati intan.
"Kau kan tahu, aku ikut kesinoman ini!! Lihat aku bawa kamera. Pak Jatmiko sendiri yang memintaku mendokumentasikan acara pernikahan sundari.." tutur Leo.
"Oo, lagi-lagi alasan dokumentasi!! Bilang saja modusin intan.." celetuk Elang meledek.
"Sudah-sudah lebih baik kau siap-siap berangkat melatih silat tapak suci sana!!" Decis Leo seraya mengusir Elang.
"Siap, raja rengginang.." tutur Elang hormat bak melaksanakan upacara bendera.
"Baik, aku pamit. Assalamualaikum.." seru Elang berlalu pergi.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.." jawab Leo seraya membalikan badan fokus ke arah para penari yang tengah pentas tari Bedhaya manten yang sudah kelar.
Tepukkan tangan meriah, diberikan oleh para warga desa yang menyaksikan tari bedhaya manten hingga selesai.
"Sial!! Gara-gara Elang. Aku jadi kelewat mengabadikan momen penari.." decis Leo seraya mengecek hasil jepretannya yang kebanyakan memotret intan.
Saking fokusnya melihat galeri kamera DSLR nya. Leo senyum-senyum sendiri memandangi foto intan.
"Tuh, kan. Ketangkap basah fotoin intan.." celetuk Elang yang sedari tadi berada dibelakang Leo.
Leo terperanjat memandang Elang yang ternyata belum pergi mengajar silat.
"Apalagi?? kenapa masih disini?? Huss..huss sana..sana melatih silat!! Nanti telat.." tutur Leo mengusir Elang layaknya mengusir kucing.
"Itu tolong nanti, kau antarkan ibuku pulang ke rumah yah.." tutur Elang seraya tersenyum.
Leo mengangguk, "Baiklah, nanti ibumu aku antarkan ke rumah dengan selamat. Sekarang pergilah!! usir Leo terang-terangan.
kalau buah kutilayu mungkin d tempat ku namanya buah klayu x ya. jd penasaran gambarnya kekmana
kasian ibunya elang.
burung gagak petanda akan meninggalnya ibu elang.
kasian Ratnya jiwanya d bawa pergi sm s luman d jd kan ratunya.
mari saling dukung
Salken ya...
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER